My Bad Princess

My Bad Princess
Scandal


__ADS_3

Ruangan kamar yang sunyi, tak ada yang berubah sedikit pun saat terakhir kali ia melihat nya di malam ia pergi ke tempat yang bahkan tak ia ketahui.


"Selama ini kau di mana dan apa yang kau lakukan?" tanya Tarrant yang memulai pembicaraan.


"Dia tau aku menghilang? Putra Mahkota, dan lagi sekarang sudah berapa lama aku pergi." ucap Cyra yang sama sekali tak menunjukkan jawaban untuk pertanyaan yang di lontarkan pada nya.


"Aku lebih dulu bertanya, kau kemana dan apa yang terjadi pada mu." ucap Tarrant sekali lagi dengan nada penuh penekanan.


Cyra diam sejenak, tak mengatakan apapun dan tak bisa memikirkan apapun untuk beberapa saat.


"Ke tempat yang mungkin tidak akan kau percayai," jawab Cyra yang memang terlalu ambigu untuk mengatakan di mana ia selama ini.


Tarrant diam sejenak, ia menatap ke arah mata perak yang tak berubah namun warna rambut itu jelas tak lagi sama.


"Ada apa dengan rambut mu? Kalau kaisar sampai tau dia akan mengira kau menjadi salah satu penyihir gelap yang mendukung iblis." ucap Tarrant yang menarik napas nya.


Cyra diam sejenak dan kemudian tersenyum seperti ingin tertawa.

__ADS_1


"Aku penyihir gelap? Mendukung iblis? Kau tidak tau kalau putra mahkota melebihi iblis?" tanya Cyra yang tertawa getir mendengar nya.


Tarrant tak mengatakan apapun untuk beberapa saat dan kemudian menatap ke arah gadis itu sesaat.


"Aku tidak peduli dengan nya tapi aku peduli dengan mu, jadi jawab saja pertanyaan ku." ucap Tarrant yang menatap ke arah gadis dengan mata perak itu.


Senyuman cantik itu perlahan turun dan menatap ke arah pria yang ada di depan nya, "Benar, aku melakukan sesuatu untuk iblis dan kemudian melakukan perjanjian dengan nya." ucap nya yang menatap ke arah pria itu sekali lagi.


"Apa yang kau gunakan untuk perjanjian nya dan apa yang kau dapatkan? Itu berhubungan dengan alasan kau menghilang?" tanya Tarrant yang menatap ke arah sang adik.


"Ya, aku pergi ke tempat di mana iblis terakhir hidup dan aku berhasil membangkitkan nya lalu membuat perjanjian kalau dia akan mengirim ku kembali walaupun dia mengambil semua energi yang ku miliki." jawab Cyra menerangkan.


"Lalu? Apa yang kau berikan? Tidak mungkin dia hanya memberikan apa yang kau inginkan." ucap Tarrant yang menatap ke arah mata yang tajam dan dingin itu.


Cyra tak menjawab, ia hangat menarik napas nya dan kemudian memalingkan wajah nya.


"Putra Mahkota tau aku menghilang?" tanya Cyra yang mengalihkan pembicaraan karna ia tak mungkin mengatakan jika ia tidur dengan iblis terakhir untuk membangkitkan kekuatan nya.

__ADS_1


"Ya, dia bahkan menurut ayah memberi tau mu. Seperti nya aku perlu memanggil banyak penyembuh untuk mu nanti." ucap Tarrant yang tau adik perempuan sulung nya itu akan segera mendapatkan pukulan.


"Kenapa harus orang lain? Kau punya kekuatan penyembuh untuk orang lain yang sangat besar." ucap Cyra yang menatap ke arah sang kakak.


"Kau sudah terlalu dewasa dan kau tau bagaimana kekuatan ku agar bisa berfungsi kan?" tanya Tarrant yang menatap ke arah gadis itu.


"Kau masih menganggap ku adik perempuan mu?" tanya Cyra yang tertawa kecil mendengar nya.


Tarrant tak menjawab namun ia menatap ke arah gadis itu dengan bingung.


Cyra tersenyum, ia beranjak bangun dan kemudian mendekat ke arah pria itu.


"Kau lupa? Dengan apa yang kau lakukan pada ku di ulang tahun ku yang ke 15?" bisik nya yang menyentuh rahang kekar itu.


Tarrant diam sejenak dan kemudian wajah nya tampak terkejut ketika ia ingat dengan apa yang ia lakukan pada hari itu.


"Seperti nya ingat? Bagaimana? Haruskah kita buat skandal? Pernikahan intra tidak di larang kan?" tanya Cyra yang tersenyum dengan mata yang tak bisa di jelaskan apa yang ia inginkan sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2