
Duchy Helemites
Peristiwa yang menggemparkan itu pada akhirnya mulai reda dan kemudian mendapatkan jalan pintas akhir nya.
Ketika perampok yang menyebabkan kecelakaan kuda itu akhirnya di tangkap dan sudah di adili.
Gadis itu menarik napas nya, menikmati udara yang terasa dingin dan sejuk itu membuat nya merasakan kelegaan saat ia memikirkan tak akan ada lagi yang mengusik nya untuk beberapa Minggu ke depan.
Deg!
"Ukh!"
Cyra tersentak, tangan nya terasa perih, seperti di sayat namun ia sendiri tak tau apa yang terjadi sampai membuat tangan nya seperti itu.
Mata perak itu menatap dengan heran, ia tak lagi bersuara namun ia merasakan tangan yang bagi nya begitu sakit.
"Apa ini?" gumam nya saat merasa heran dan kemudian menatap nya ke arah telapak tangan nya.
Rasa sakit yang mengigit itu hanya sesaat karna kemudian ia tak lagi merasakan apapun.
Cyra menatap dengan bingung, tak ada luka apapun namun rasa nya sangat mirip seperti goresan benda tajam.
__ADS_1
"Aneh..."
Ia hanya bisa bergumam dengan bingung namun tak bisa mengatakan apapun dan kemudian melangkah kembali ke kamar nya.
Gadis itu membuang napas nya, membuka surat-surat yang menjadi informasi nya di istana mahkota.
Mata cantik nya tertuju pada gelang indah yang tak bisa di lepas itu. Ia tau dari mana gelang itu berasal dan untuk apa di pasangkan.
Tak ada satu pun kata dan kemudian ia mulai menuliskan surat yang kemudian meletakkan apa yang ingin ia tulis dan ia buat.
Tulisan yang cantik dan rapi itu tergulung di atas kertas yang memiliki tekstur hampir sama dengan kain.
"Semoga dia cepat menemukan cara nya," gumam Cyra karna ia merasa rasa sakit di tangan nya terjadi akibat gelang yang di berikan oleh Theodore.
Gelang yang memiliki fragmen untuk memindahkan kekuatan Dewi Elaine yang ada di tubuh nya agar beralih ke putra mahkota.
......................
Dua Hari kemudian.
Istana Kekaisaran.
__ADS_1
Gaun yang indah dengan semua mata yang tertuju pada pasangan yang sama-sama memiliki kedudukan yang tinggi itu.
Bagai keindahan yang padu padankan kedua orang itu tampak begitu serasi.
Gadis yang cantik dan tampak begitu polos dengan pria yang terkenal memiliki sisi lembut dan paling di sukai satu kekaisaran.
Pesta yang di gelar kalo ini tentu cukup besar karena merupakan pesta yang di peruntukan sebagai ulang tahun kaisar.
Kedua pasangan itu menunduk memberi hormat pada kaisar sebagaimana yang harus mereka lakukan.
"Ternyata kalian sangat akur, aku harap hubungan baik ini akan tetap berlanjut." ucap sang Kaisar yang menatap ke arah putra sekaligus calon menantu nya.
Walaupun ramah namun ia tak setuju kelihatan nya, ia tetaplah seorang kaisar munafik yang memiliki sifat buruk yang di sembunyikan.
"Maafkan saya karna membuat Yang Mulia Kaisar khawatir," ucap Cyra yang masih menunduk karna pria tua itu belum menyuruh nya mengangkat kepala.
"Kau bisa mengangkat kepala mu, dan nikmatilah pesta ini dengan baik." ucap nya yang kemudian menatap ke arah seseorang yang berada di depan nya.
Cyra mengangkat kepala nya dan kemudian menatap ke arah Theodore.
"Kami pergi dulu Yang Mulia," ucap Theodore dan kemudian menarik tangan tunangan nya.
__ADS_1