
Ukh!
Cyra tak bisa bernapas, pria itu membuat nya sesak namun ia tak bisa mendorong nya.
Bruk!
Alessio mendorong tubuh gadis kembali ke sofa setelah melepaskan pangutan nya.
"Keluar? Semua yang berada di sini dan habisi siapapun yang ingin masuk ke sini," ucap nya yang memberikan perintah.
Ia tak tau bagaimana perasaan nya namun ia merasa marah dan kesal saat tau gadis itu pergi tanpa sepengetahuan nya terlebih lagi ada perasaan gelisah yang sangat sulit ia kenali.
"Kau terus memancing ku, ini yang kau inginkan?" tanya nya Alessio yang menatap ke arah gadis itu dengan tatapan marah yang begitu tak menyukai apa yang di lakukan nya.
"Bukan, bukan ini. Apa kau pikir seperti itu?" tanya Cyra saat perlahan cekikan di leher kecil nya terlepas.
"Apa yang sebenarnya ku lakukan? Aku hanya mencoba membantu mu," jawab Cyra lirih.
"Tapi aku tidak pernah meminta nya, dan aku juga tidak menginginkan nya. Jangan memberikan hal yang bahkan tidak ku inginkan." ucap Alessio yang memang tak suka.
"Kenapa? Kenapa tidak boleh?" Cyra bertanya dengan smirk nya yang naik dan kemudian menatap ke arah pria yang berada di atas tubuh nya.
"Sampai kau kembali ke dunia mu itu kau milik ku," Ucap Alessio yang tanpa sadar mengatakan dan menunjukkan sikap yang jelas-jelas menampilkan rasa obsesif yang besar.
"Begitu kah? Aku milik mu?" tanya Cyra yang berkata dengan lembut sembari ujung jemari lentik nya yang mengusap dan membelai secara halus dan perlahan.
Alessio tak berkata-kata saat merasakan sentuhan dari ujung jemari yang terasa lembut itu sembari melihat ke arah nya dan menatap dengan tatapan mata nya yang tajam.
__ADS_1
Cyra mendekat, ia mulai berbisik secara perlahan dan kemudian menatap ke arah pria itu dengan mata yang bersinar.
"Tapi aku milik diri ku sendiri? Walaupun kau melakukan kontrak dengan ku pun kau tidak akan bisa memiliki ku." bisik nya dengan senyuman.
Alessio menatap tanpa memalingkan wajah nya dengan tatapan yang dingin itu.
...
"Jangan pernah membawa nya lagi!"
Cardy diam, ia tak bisa berkomentar membela diri karna ia yang memang membawa gadis itu.
"Tapi tidak terjadi apapun, dia membunuh semua orang dan tanpa terluka sedikit pun." ucap nya yang menatap ke arah Alessio.
"Lalu? Kau mau dia seperti sebelum nya?!" Alessio memandang dengan tatapan begitu kesal menatap ke arah pria itu dan kemudian berbicara ke arah nya dengan mata yang tajam.
"Kau menyukai nya kan? Katakan? Itu bukan hanya sekedar ketertarikan biasa kan?" tanya Cardy dengan tatapan yang menyelidik.
"Tidak, apa yang kau pikirkan?! Kau gila?!" tanya Alessio yang langsung menyangkal.
"Lalu apa ini?" tanya Cardy yang mencerca.
"Kau terlihat sangat tertarik dengan nya?! Kau tidak lupa sesiatu kalau dia mungkin adalah wanita yang berbahaya! Lihat?! Menurut mu dia normal?" sambung Cardy yang menatap dengan tatapan yang kesal.
"Aku tau, tidak perlu mengajari ku." ucap Alessio yang menatap dengan kesal.
"Wanita itu penuh dengan tipu muslihat, jangan terlalu mempercayai nya." ucap Cardy yang menatap dengan kesal sembari mengingatkan.
__ADS_1
Alessio tak mengatakan apapun, ia diam dan mungkin tengah menyangkal perasaan yang terasa aneh bahkan untuk nya sendiri.
......................
Dua hari kemudian.
Pria itu menghentikan langkah nya, gadis yang tampak tengah duduk di taman itu setang mengusap dan membersihkan belati nya.
Belati yang sama seperti yang di gunakan untuk menikam nya.
"Apa yang kau lakukan? Membersihkan senjata untuk mencoba membunuh ku lagi?" tanya Alessio yang duduk di bangku yang bersebarangan di samping gadis itu.
Cyra tak menjawab namun ia masi melihat ke arah belati nya.
"Mau tidur dengan ku?" ajak Cyra yang menatap ke arah pria itu.
Alessio sontak terkejut mendengar pertanyaan yang bahkan seperti asing di telinga nya.
"Aku membutuhkan sedikit energi mu lagi, entah itu rasa serakah, kebencian atau n*fsu, karna setelah ku lihat ada sesuatu yang mengisi permata belati ini."
"Mungkin kalau aku memberikan apa yang kau mau aku bisa pulang dengan lebih cepat." ucap Cyra yang menatap ke arah pria itu.
Alessio diam, awal nya ia merasa senang namun setelah mendengar alasan selanjutnya ia langsung tak menyukai nya.
"Akan ku pikirkan," ucap nya yang tiba-tiba tak suka mendengar gadis itu ingin kembali ke dunia nya.
Cyra mengangguk, ia tak merasa harga diri nya tercoreng atau sesuatu yang mirip karna ia tak begitu memperdulikan nya.
__ADS_1