
Dua Minggu kemudian
Mansion Renfred
Gadis itu mengigit bibir bawah nya dan kemudian menatap dengan gelisah, ia merasa seperti sedang di bohongi ketika pria itu tak kunjung mengirim nya kembali.
Brak!
Cyra membuka pintu ruangan yang besar itu dengan kasar, ia masuk dan kemudian menatap ke arah pria yang tengah mengerjakan sesuatu di depan laptop nya itu dan tak memperdulikan kehadiran nya.
"Seperti nya kau menjanjikan sesuatu pada ku, aku bisa minta sekarang?" tanya Cyra yang menatap ke arah pria itu.
Alessio menghentikan pekerjaan nya sejenak dan kemudian menatap ke arah gadis yang berdiri di depan nya dangan wajah yang menuntut sebuah jawaban.
"Apa itu?" tanya nya singkat seperti orang amnesia seketika.
"Pulang, kau janji akan memulangkan ku kan? Kapan lagi? Bukan nya sekarang?" tanya Cyra yang memperjelas apa yang ia inginkan.
"Nanti, aku belum menemukan cara nya, jika sudah aku akan segera mengirim mu pulang." jawab Alessio berdalih dan kemudian bersikap seperti tak mendengar apapun.
Cyra diam tak menjawab namun ia mendengar nya dan membuat nya merasa kesal.
Langkah nya maju mendekati pria itu dan kemudian menatap nya lalu melihat ke arah nya.
Plak!
Alessio terdiam untuk sesaat, ia tangan nya berhenti mengetik dan kemudian menatap ke arah gadis yang baru saja menampar nya dengan keras.
__ADS_1
"Sekarang keluarkan kekuatan mu, aku mau tau kau memang belum bangkit atau tidak." ucap Cyra dangan wajah dan mata yang menatap dengan mata yang dingin.
Alessio mengernyit, ia merasa marah karna seorang gadis yang menampar nya secara tiba-tiba.
"Kau pikir in-"
Plak!
Satu tamparan yang keras melayang lagi ke pipi nya dan membuat nya terdiam untuk beberapa saat.
Plak!
Suara renyah itu kembali terdengar dan membuat nya kehabisan kesabaran.
Greb!
Plak!
Cyra masih memiliki dua tangan dan tentu ia bisa menggunakan tangan yang lain untuk memukul pria itu.
"S*al! Hentikan!" ucap Alessio yang tampak kesal dan kini ia sudah menahan kedua tangan gadis itu.
Cyra tak mengatakan apapun, ia diam dan merasakan kekuatan nya yang tak bisa menyerang pria itu sedikit pun berbeda dangan pertama kali bertemu.
"Kau gila?! Kalau kau terus bersikap seperti itu aku tidak akan memu- Humph!"
Alessio tersentak, gadis itu tak mengatakan apapun namun malah mencium nya begitu saja seperti tak terjadi apapun dan tanpa aba-aba.
__ADS_1
Pria itu membatu beberapa saat namun ia tak membenci ciuman setelah tamparan itu.
Aku normal? Apa aku punya keinginan tersembunyi?
Alessio tak bisa mengatakan apapun namun ia sangat menyukai ciuman itu walaupun pipi nya masih perih dengan tamparan yang kuat.
Cyra membuka mata nya saat pria itu membalaa lum*tan di bibir dan kemudian ia mulai mengigit nya.
Alessio tak mendorong, ia masih memegang kedua tangan gadis itu dan melakukan ciuman panas yang membuat bibir nya luka karna gigitan seseorang.
Cyra melepaskan ciuman nya perlahan dan kemudian merasakan darah yang tersisa di bibir nya.
"Kembalikan aku, itu perjanjian kita..."
"Kau harus melakukan nya," ucap Cyra yang menatap ke arah pria itu.
"Ya, aku akan memulangkan mu." jawab Alessio yang berbohong sembari melepaskan tangan gadis itu.
Cyra tersenyum tipis kali ini, "Kontrak di mulai." Ucap nya yang kemudian memundur beberapa langkah.
Alessio mengernyit, ia tak mengerti namun ia merasa seperti ada sesuatu yang di curi dari nya.
Deg!
Mata hitam itu menatap ke arah tubuh dari seseorang yang mulai terlihat samar seperti kembang api yang ingin pecah.
"Apa yang terjadi?!" tanya nya dengan bingung dan tentu ingin meraih gadis di depan nya.
__ADS_1