My Bad Princess

My Bad Princess
From my world


__ADS_3

Pria itu memejam sesaat, bibir yang lembut dan dingin lalu terasa manis. Sangat berbeda dari apa yang pernah ia temukan dari beberapa gadis yang pernah berciuman dengan nya.


Alessio tak mendorong sama sekali, ia malah merangkul pinggang gadis itu dan menarik nya semakin dekat.


"Hah..."


"Hah..."


"Hah..."


Gadis itu menarik napas nya, iris nya masih merah dan ia masih menatap mata jernih pria di depan nya dan kemudian memejam kembali.


Bruk!


Cyra menjatuhkan diri nya di tubuh bidang pria itu saat setelah mencium nya. Sinar merah di mata indah itu perlahan meredup dan berubah menjadi perak kembali.


Alessio tak mengatakan apapun, ia terkejut namun kali ini ia tak marah saat gadis itu bersikap lancang pada nya.


Punggung yang kecil dan kurus itu ia tepuk beberapa kali, ia menarik napas nya dan menenangkan nya seperti menidurkan anak kecil.


...


Setelah 5 jam Cyra bangun, kini para dokter seperti menatap nya dengan penemuan dan penelitian baru.


Beberapa pertanyaan di ajukan namun Cyra tak menjawab satu pun, ia baru saja bangun namun seperti dijadikan badut di atas Opera yang di pertontonkan karna penasaran.


"Pergi, kalian berisik."


Ucap Cyra yang tak tahan dengan pembicaraan dan pertanyaan yang tak ia mengerti.


Alessio yang berdiri di antara para dokter pun langsung memberikan isyarat agar orang-orang itu pergi.


Kini semua hening, tak ada pembicaraan satu pun dan Cyra yang tampak masih terdiam dengan memulihkan kekuatan nya.


"Apa yang kau lakukan?"


Cyra masih duduk dan menunduk ke arah lantai, suara nya terdengar begitu dingin tanpa emosi.


"Maaf membuat mu hampir mati," ucap Alessio yang merasa gadis itu marah karna membuat nya menghabisi banyak orang sekaligus.


"Bukan itu," Cyra kalo ini mengangkat wajah nya menatap ke arah pria yang berbicara pada nya sekarang.


Greb!


Tangan nya meraih tangan pria itu dan kemudian menatap nya dengan tatapan yang menunjukkan rasa kekesalan dan amarah.


"Apa yang sudah kau lakukan pada ku? Kenapa mana ku bisa berkurang?!" tanya Cyra yang melihat ke arah pria itu.


Alessio mengernyit, ia hanya memberikan darah nya dan kemudian gadis itu bangun lalu mencium nya.

__ADS_1


"Aku membantu mu, karna kau pernah memakan darah ku, aku memberikan nya dan kau menghisap nya."


"Kau tidak ingat apapun?"


Alessio mengernyit, ia menatap ke arah gadis yang mungkin juga sudah melupakan ciuman yang tadi mereka lakukan.


"Ya, aku tidak ingat apapun." jawab Cyra dengan cepat tanpa gugup sama sekali.


Pria itu tampak tersenyum kesal, ia tak tau apa yang di bicarakan gadis itu namun yang ia tau jika ia sudah menyelamatkan walaupun memang karna ia sendiri lah hal itu bisa terjadi.


"Mau ku ingatkan?" tanya Alessio yang menatap dengan satu alis nya yang naik.


Cyra mengernyit, ia memang bangun dan sadar namun mana hitam nya yang berasal dari artefak iblis itu seperti di kuras dan di serap oleh seseorang.


Dan jika hal itu terjadi maka sisa mana yang putih akan memurnikan nya dan mencoba menyalamatkan lalu membuat nya menjadi manusia yang tak memiliki keistimewaan.


Namun Cyra tak ingin di selamatkan!


"Jangan mencoba ku," ucap Cyra yang tampak menatap dengan mata tajam nya namun tentu Alessio tak takut dengan lirikan yang tajam itu.


Alessio tampak kesal, ia berdebar dan tak bisa melupakan ciuman beberapa detik dari bibir yang lembut, wangi dan manis itu.


Perasaan yang memuaskan seakan akan ingin terhisap dan keinginan untuk melakukan sentuhan yang lebih mendalam.


Greb!


Humph!


Mata perak itu tersentak, pria di depan nya mencium nya tiba-tiba dan mel*mat bibir tipis nya.


Bruk!


Alessio mendorong tubuh gadis itu kembali ke atas ranjang pasien dan langsung menindih nya sembari tetap mencium nya.


Deg!


Deg!


Deg!


Cyra terdiam, tubuh nya membatu dan degupan jantung nya terasa berdetak lebih cepat.


Bukan debaran yang menggairahkan namun debaran lain seakan mengatakan jika aliran detak nya kembali saat sesuatu terasa di kuras.


Ia tak bisa mengeluarkan sulur bunga nya, merasakan kekuatan nya seperti di curi atau mungkin kembali dengan seseorang yang menjadi pemilik asli nya.


Dan ketidakberdayaan itu mengingkatkan nya atas kenangan lama nya yang masih menjadi pisau dua arah untuk nya.


Alessio melepaskan ciuman nya, ia menatap ke arah wajah yang tampak begitu terkejut itu.

__ADS_1


Deg!


"Cyra?"


Alessio tersentak, wajah datar dan dingin itu menatap nya sayup dengan mata yang tampak memiliki kaca tebal di balik nya.


"Pergi, atau aku akan membunuh mu." ucap Cyra yang melirik dengan ekor mata yang tampak seperti malaikat pencabut nyawa yang cantik itu.


Alessio menyingkir, ini bukan reaksi yang ia kira akan terjadi, gadis itu tampak kuat.


Begitu kuat sampai seperti tak ada satu pun yang bisa mengalahkan nya.


"Kau sangat terkejut, tapi aku tidak bermaksud demikian." ucap nya yang salah tingkah.


Cyra pun ikut bangun, ia mengusap bibir basah nya dan semakin merasakan mana hitam nya yang berkurang.


"Iblis, kau benar-benar iblis..."


Cyra berbicara lirih, ia tak memaki sama sekali namun kali ini kecurigaan nya sudah terbukti saat pria itu mencium nya dan ia tak bisa melakukan apapun.


Karna memang seperti itu hubungan kontraktor dengan sang iblis.


Alessio tak menjawab, tentu ia merasa gadis itu hanya memaki nya. Seperti semua orang yang sering mengatai nya iblis dan juga sering mengatakan jika ia bukan lah manusia namun monster.


"Bagaimana kau bisa masih hidup? Cara mu ke sini? Bagaimana itu? Dan lagi? 200 tahun?" tanya Cyra yang semakin membuat pria itu bingung.


"Aku tau kalau aku memang bukan orang baik tapi aku juga tidak ingin mati," ucap Alessio yang menjawab sejujurnya namun pertanyaan tersebut saja sudah ambigu.


Cyra menggeleng mendengar nya, ia menatap ke arah pria itu sekali lagi dan melihat ke arah nya dengan tatapan yang tampak penuh dengan jawaban.


"Kau iblis sungguhan, dan seperti nya kau memanggil kekuatan ku tapi kau juga hanya manusia," ucap Cyra yang tentu hal tersebut semakin membuat Alessio bingung.


Cyra berdiri, ia mendekat walaupun pria itu tadi sedikit mengingatkan nya dengan Theodore.


Ia berjalan mendekat dan menyentuh dada nya, mencoba merasakan jantung nya dan mengalihkan pada mana pusat yang mungkin di miliki oleh pria itu.


Mata perak itu perlahan membulat dan membesar lalu menatap dengan ke arah pria yang memiliki tinggi lebih dari nya.


"Bagaimana kau bisa tetap hidup?" tanya Cyra yang merasa bingung dan tentu ia tau apa yang sedang terjadi.


"Apa aku tidak boleh hidup? Aku harus mati?" tanya Alessio yang menatap ke arah gadis yang terlihat begitu heran itu.


Cyra menggeleng, "Seharusnya kau mati jika hanya memiliki tubuh seperti ini, kau pasti sudah kesulitan untuk waktu yang lama..."


Alessio mengernyit mendengar nya, sejak pertama bertemu sampai sekarang gadis itu aneh namun ia tetap saja tak bisa mengabaikan nya.


"Apa maksud mu?" tanya Alessio yang bingung dengan apa yang ia dengar dan di katakan oleh gadis cantik yang kini memiliki rambut berwarna hitam kecoklatan setelah di cat dengan warna lain.


"Kau berasal dari dunia yang sama dengan ku," jawab Cyra yang melepaskan tangan nya dan menatap dengan tatapan yang tak menunjukkan jika ia sedang bercanda sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2