
Satu bulan kemudian
Duchy Helemites
Gadis itu melihat ke arah kertas dengan tinta yang masih tampak basah itu. Kertas yang lebih tebal dan tentu lebih sulit di robek di bandingkan kertas yang di temukan di abad ke 21.
"Kau bisa mendapatkan ini dari mana? Sudah punya aliansi sendiri?" tanya Cyra yang menatap ke arah pria di depan nya.
Ia tak melakukan banyak, karna yang ia lakukan hanya meninggalkan pria itu untuk belajar sihir dan kemudian membawa nya lalu kembali lagi untuk memperlihatkan apa yang sudah di latih.
"Tapi kenapa kau mencari gadis itu?" tanya Alessio yang tak menjawab melainkan ia bingung mengapa gadis yang berada di depan nya begitu tertarik pada seseorang yang bahkan tampak tak saling mengenal.
"Aku mau dia menjadi kekasih Theodore," jawab Cyra singkat yang bahkan tampak tak masalah sama sekali bahkan jika pria itu memiliki kekasih lain.
"Kau mau mendorong tunangan mu untuk gadis lain?" tanya Alessio sembari memiringkan kepala nya menatap dengan bingung dan kemudian melihat nya sekali lagi.
__ADS_1
Cyra tak menjawab, tentu walaupun tak semua nya namun ia ingin kembali bertemu dengan gadis yang dulu menjadi satu-satu nya orang yang membuat terbebas dari neraka itu walaupun hanya untuk meminum racun.
"Seperti nya aku juga berhutang satu maaf," sambung Cyra lirih.
Ia tak tau apa yang terjadi setelah kematian nya namun yang ia tau saat itu Theodore begitu murka saat mengetahui ia mati ketika meminum racun yang di bawa oleh selir baru itu.
"Aku akan menemui nya, menurut mu dia akan terkejut? Atau aku perlu melakukan sesuatu untuk terlihat tidak sengaja bertemu?" tanya Cyra yang menatap ke arah pria yang masih berada di ruangan kerja nya.
"Entahlah, kalau kau tidak berada di konteks yang sangat membenci nya. Ku rasa tidak apa." ucap Alessio yang kemudian menatap ke arah gadis yang tampak tengah berpikir itu.
"Dia ke ibu kota? Kau mau aku melakukan apa agar dia datang ke ibu kota?" tanya Alessio yang mengernyit menatap ke arah gadis itu.
"Terserah mu, itu sesuatu yang harus kau pikirkan sendiri. Jangan membuat ku pusing dengan itu." ucap nya yang kemudian menatap dan mengibaskan tangan nya agar pria itu pergi dari ruangan kerja nya.
Alessio tertawa kecil melihat nya, ia bukan lah seorang bawahan dan ia tak suka jika harus di suruh untuk pergi seperti itu.
__ADS_1
Langkah nya tak beranjak keluar melainkan mendekat ke arah gadis yang masih duduk di meja nya itu.
Mata perak yang cantik itu menengandah menatap ke arah pria yang berdiri tepat di depan nya dan kemudian beranjak memegang pipi nya.
Humph!
Tanpa basa-basi pria itu menautkan bibir nya, mencium nya sekilas dan mel*mat nya dengan dalam walau singkat.
Gadis itu tak menutup mata nya, napas nya masih bisa teratur walaupun ia terkejut sebelum nya.
"Seperti nya kau lupa lagi kalau aku bukan bawahan mu," ucap Pria itu yang kemudian beranjak pergi.
Cyra terdiam untuk beberapa saat dan menatap ke arah punggung pria yang menghilang itu.
Seseorang yang kuat dan tentu tak memiliki tuas pengaman dan pengendali apapun.
__ADS_1