
Deg!
Alessio tersentak, tangan nya masih memeluk tubuh yang tak sadarkan diri itu. Mata yang terpejam dengan lengkukan hidung mancung yang tampak begitu indah.
"Apa yang terjadi?" gumam nya yang merasa bingung melihat tubuh gadis yang terbuka dengan banyak bekas cumbuan di sepanjang leher dan d*da nya.
Ia menarik dan berusaha menutupi tubuh gadis itu dan tentu juga tubuh nya sendiri yang karna pakaian yang ia kenakan sobek akibat ikutan tubuh nya yang mendadak membesar.
"Astaga! Ada apa ini?"
"Diam! Ambilkan sesuatu untuk ku pakai!" ucap Alessio yang ingin langsung menutup mulut bawahan nya itu.
Tak lama kemudian ia mendapat pakaian ganti dan ia hanya membungkus tubuh gadis yang berukuran kecil dengan jas nya itu.
......................
Dua Hari kemudiaan
Mansion Renfred
Alessio menatap ke arah gadis yang masih tak terbangun itu walaupun ia sudah mencari tau dan tak menemukan masalah apapun.
"Astaga! Apa yang terjadi malam itu?!"
Ia tak bisa mengingat apapun yang terjadi walaupun ia sudah mengingat sebanyak apa yang ia usahakan.
__ADS_1
Tak lama kemudian beberapa tenaga medis kembali datang untuk melakukan pengecekan berkala.
"Kenapa dia masih belum bangun?! Kalian semua mati?!" tanya nya yang membentak para dokter yang berada di tempat itu.
"Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat nona sadar," ucap nya yang menatap ke arah pria itu sekali lagi.
Alessio hanya berdecak kesal, tak dapat mengingat apapun malam itu membuat nya merasa begitu frustasi.
Saat ia merasa sadar ia sudah melihat seorang gadis yang tel*njang dalam pelukan nya dan juga tampak begitu banyak bekas percintaan nya dan terlebih lagi gadis itu tak sadarkan diri.
"Astaga! Kau harus bangun dan jelaskan semua nya..." Gumam Alessio lirih.
...
Mata nya mengernyit, awal nya mereka tampak bicara seperti apa yang ia ingat terkahir kali namun setelah ia melihat nya lagi rekaman dari kamera cctv itu tampak mengabur dan rusak ketika ia mulai terlihat berbeda.
Klek!
Alessio tersentak, ia pun langsung menatap ke arah sumber suara.
"Kau sudah bangun?" tanya nya yang mendekat pada wanita yang datang dengan piyama tidur klasik yang membuat nya semakin cantik walaupun wajah pucat tak mengenakan make sedikit pun.
"Kau yang membuat ku kesulitan untuk bangun, bahkan berjalan saat ini." ucap Cyra yang menatap dengan mata nya yang datar dan duduk di atas sofa yang berada di ruangan itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Alessio yang menatap tanpa menunggu apa yang ingin di lakukan gadis itu.
__ADS_1
"Seharusnya kau tanya tentang kondisi ku lebih dulu kan?" tanya Cyra dengan lirikan mata yang tajam.
"Kalau kau sudah bangun dan bersikap seperti ini tentu kau akan baik-baik saja," jawab Alessio yang tampak lebih ingin tau apa yang terjadi.
Cyra menarik napas nya, ekor mata nya yang tajam melirik ke arah pria yang tampak berbeda itu.
"Sekarang aku sedang bicara pada Alessio?" tanya nya dengan senyuman tipis.
"Aku sedang tidak bercanda!" ucap nya yang kesal dan menatap ke arah gadis itu dangan tatapan mata nya yang tajam.
"Mau ku beri tau sesuatu? Kau memperk*sa ku malam itu," ucap Cyra dengan wajah yang tampak santai.
Alessio mengernyitkan dahi nya saat mendekat hal tersebut.
"Apa?" tanya nya dengan bingung.
Cyra tersenyum tipis melihat wajah yang tampak bingung dan terkejut itu.
"Tenanglah, aku hanya bercanda. Malam itu tidak terlalu buruk dan..."
"Lucifer terbangun, kemungkinan aku akan pulang penuh cepat." sambung nya dengan senyuman tipis.
"Lucifer?" tanya Alessio dengan bingung.
Semenjak bertemu dengan gadis misterius itu kini hidup nya seperti berada di kisah yang berada di dongeng.
__ADS_1