My Bad Princess

My Bad Princess
Just me


__ADS_3

Dua Minggu kemudian


Duchy Helemites


Pria itu menatap ke arah seseorang yang berada di depan nya. Para tertinggi dan keluarga dari sanak saudara yang lain kini berkumpul.


Tentu para saudara jauh itu juga ingin memiliki setidak nya sedikit kekayaan dari seseorang yang baru saja wafat itu.


"Tarrant masih terlalu muda untuk memimpin keluarga," ucap salah satu seseorang yang terlihat cukup berumur itu.


Pria yang terlihat setengah abad itu tampak membuka suara nya lebih dulu agar orang lain mulai bisa mengikuti nya.


"Saya rasa itu cukup untuk membuktikan kredibilitas nya, dia bisa menjadi salah satu panglima, menyelesaikan masalah di Duchy bagian barat lima tahun yang lalu dan dekat dengan putra mahkota." ucap Cyra yang memberikan dukungan nya.


Walaupun ia masih muda dan berusia 17 tahun namun ia sudah memegang keuangan pengeluaran mansion yang tentu saja ia sudah bisa memiliki setidak nya kedudukan yang kecil.


"Semua yang muda tentu harus belajar dan aku rasa Tarrant juga terlihat cocok untuk pekerjaan ini." ucap salah satu wanita yang termasuk bibi dari keluarga ibu Duchess pertama yang kemudian membuka suara untuk keponakan nya.

__ADS_1


"Dia memiliki latar belakang yang juga baik kan? Tidak seperti saudari nya yang lain," sambung wanita tua itu sembari menatap dengan lirikan tajam pada gadis yang memiliki rambut yang pirang itu.


Cyra tau namun ia membiarkan nya, tak ada yang bisa ia lakukan juga untuk memberikan pembelaan atau pun memberikan masukan pada orang yang membenci nya.


...


"Hah..."


Gadis itu menjatuhkan diri nya di atas ranjang yang empuk itu, ia kemudian menatap langit-langit kamar nya sejenak.


Rapat keluarga yang bahkan bagi nya sangat melelahkan itu membuat energi nya seakan habis, ia pun hanya bisa menarik napas nya dan kemudian memejam sesaat.


Suara bariton yang membuat gadis itu membuka kembali mata nya dan langsung menoleh ke arah pria yang sedang menatap dan berdiri di dekat pintu kamar nya.


"Kau penasaran? Tapi walau pun begitu kau pasti sudah tau bagaimana hasil nya bukan?" tanya nya yang kemudian menatap ke arah pria yang berada di depan nya itu.


"Dia akan menjadi kepala keluarga?" tanya Alessio yang mendekat dan kemudian duduk di pinggir ranjang gadis itu.

__ADS_1


"Ya," Jawab Cyra singkat tanpa menoleh.


Alessio diam sejenak, sebenarnya ada yang menganggu nya sekaan dua Minggu terakhir namun tak ia tanyakan sama sekali dan kemudian membuat nya ingin bertanya tentang hal tersebut.


"Cyra?" panggil nya yang seperti ingin bertanya di kalimat selanjut nya.


Gadis itu membuka mata nya dan kemudian menatap ke arah pria yang sedang berbicara pada nya itu.


"Pria yang datang saat pemakaman waktu adalah pria yang sama dengan yang kau katakan dulu?" tanya Alessio dengan bibir yang gatal tak tahan untuk menyembunyikan rasa penasaran nya lagi.


Tak ada jawaban, gadis itu diam seperti itu lah jawaban yang ia keluarkan.


"Kau masih menyukai nya?" tanya pria itu yang seakan begitu terganggu dengan hal yang bahkan seharus nya bukan lah gangguan untuk nya.


"Sudah ku katakan jangan menyukai ku kan?" tanya nya yang kemudian menatap ke arah pria itu.


"Tunangan mu bahkan tau tapi dia membiarkan mu, kau tau? Aku..."

__ADS_1


"Ingin menyingkirkan nya, aku ingin kau hanya melihat ke arah ku saja..."


__ADS_2