My Bad Princess

My Bad Princess
Silly


__ADS_3

Duchy Helemites


Semua orang yang berada di tempat itu terkejut saat melihat seseorang yang datang dalam peti mati.


Menutup mulut dengan mata yang tampak terkejut. Sedangkan seseorang yang melihat dari jendela kamar nya tampak memang wajah yang datar dan kemudian menarik napas nya.


"Apa yang dia lakukan?" gumam nya yang kemudian menatap ke kosong tanpa merasa terkejut atau pun sedih atas kematian sang ayah.


Gadis itu berbalik, kericuhan terdengar memenuhi seisi mansion mewah itu dan mungkin sebentar lagi kericuhan itu akan terdengar ke seluruh kekaisaran.


...


"Kak!"


Suara yang terdengar itu berdengung menggema ke seluruh lorong, mata perak itu berbalik dan secepat kilat ia merasa hampir terjatuh.


Greb!


"Kak! Apa itu benar? Ayah mengalami kecelakaan?" tanya Yvoine yang kemudian memeluk sang kakak dengan erat.


"Mereka melarang mu melihat nya?" tanya gadis itu yang memeluk sang adik.


"Ya, mereka melarang ku melihat nya." jawab gadis itu sembari memeluk sang kakak.


Cyra diam sejenak dan kemudian menatap ke arah sang kakak sekali lagi.


"Di mana Yvaine? Dia sudah pergi?" tanya nya yang menatap sembari mengernyit kan dahi nya.


"Ya, dia sedang ikut kak Tarrant tadi. Mereka akan segera kembali setelah mendengar berita kematian ayah." jawab nya yang menatap dan memeluk sang kakak.


Tak ada lagi pertanyaan atau ucapan, gadis itu kemudian memeluk tubuh yang tampak gemetar.

__ADS_1


Ia tau itu bukan lah tangis kesedihan dan mungkin saja gadis kecil itu sedang merasa senang dan lega karna akhir nya malaikat penyiksa di kelurga itu menghilang.


...


PLAK!


Senyuman pria itu menghilang, secepat kilat ia merasakan rasa perih dan panas di pipi nya.


Aroma anyir terasa di ujung lidah nya ketika ia merasa sesuatu yang menetes jatuh melewati bibir nya.


"Berani sekali kau," tatapan mata yang dingin tanpa merasa berterimakasih sama sekali.


Pria itu mengusap ujung bibir nya dan kemudian menatap dengan datar.


"Bukan nya aku membuat jalan mu lebih mudah? Oh? Atau kau marah karna kau masih menyayangi ayah mu?" tanya nya dengan mata yang sama sekali tak menunjukan emosi dan ekspresi yang datar.


"Jangan lakukan apapun, bukan nya sudah ku bilang? Atau kau tidak mengerti apa bahasa ku?" tanya nya yang kemudian menatap ke arah pria itu dengan mata yang menyilang.


Namun lebih dari itu ia ingin sang ayah mendapatkan hukum pancung kekaisaran dan merasakan penghinaan dari seluruh rakyat.


Itu lah yang sedang ingin ia lakukan namun pria itu malah mengacaukan nya dan membuat semua yang ia susun menjadi hancur.


"Kau marah? Dia yang membuat mu terluka? Atau kau sudah gila?" tanya nya yang kemudian menatap ke arah gadis itu dengan bingung.


"Kau yang gila! Aku mencoba memanggil mu bukan karna, ingin kau mengacaukan rencana ku." ucap nya dengan nada penuh penekanan.


Pria itu sama sekali tak tergerak, ia menatap dan kemudian mengusap pipi yang halus dan lembut itu kemudian menatap nya dengan tatapan yang penuh dengan sirat.


"Kalau begitu jangan memanggil ku, jangan lakukan apapun pada ku. Kau yang membuat masalah menjadi seperti ini." ucap nya yang mengusap pipi gadis itu.


"Masalah? Ini masalah untuk mu?! Kau hanya perlu mengikuti apa yang ku katakan!" ucap Cyra yang kemudian menatap ke arah pria itu dengan tajam.

__ADS_1


Greb!


Gadis itu maju satu langkah saat pria itu menarik belakang leher nya.


"Aku tidak suka melihat mu seperti itu dan seharus nya bukan aku yang mendengarkan mu tapi kau yang mendengarkan ku." ucap nya yang mendekat dan berbicara dengan suara berbisik.


Cyra tak mengatakan apapun, ia menatap mata yang penuh dengan ambisi dengan membuat nya sebagai tanda yang bisa di miliki.


"Hah..."


Suara tarikan napas terdengar, senyuman simpul yang kemudian tertarik membuat pria itu mengernyit.


"Kau pikir dengan meniduri ku membuat ku menjadi milik mu?" tanya gadis itu dengan senyuman seperti sedang mentertawakan pria yang ada di hadapan nya saat ini.


Alessio tak mengatakan apapun, raut wajah nya berubah dan kemudian menatap ke arah gadis di depan nya dengan tatapan yang seakan ingin memakan nya.


"Dan lagi? Bukan nya itu sedikit aneh? Kau berusia 34 tahun di dunia mu dan aku masih jauh lebih muda? Lalu kau pernah bilang tidak suka meniduri anak-anak kan?" tanya nya dengan tawa kecil.


Mau sepintar apapun namun yang terlihat oleh orang lain ia hanya gadis berusia 17 tahun yang tampak naif dan polos namun pandai menyimpan dan membangun rencana.


"Kau berusia 12 tahun? Atau 10 tahun? Kau bahkan sudah mencapai usia dewasa mu, kau masih berpikir itu tidak adil?" tanya nya yang memegang leher jenjang itu.


"Kau benar-benar menyukai ku rupa nya?" gumam gadis itu dengan suara kecil sembari memutar mata nya.


"Bodoh, ku pikir kau bukan seseorang yang punya perasaan bodoh seperti itu." ucap gadis itu sekali lagi.


Alessio diam sejenak dan kemudian menarik leher jenjang itu sebelum ia menarik sebuah ciuman.


Humph!


Cyra tersentak, langkah nya langsung memundur ketika pria itu seperti mendorong nya dengan ciuman yang begitu rakus.

__ADS_1


__ADS_2