My Bad Princess

My Bad Princess
Stay Here


__ADS_3

Pandangan mata yang saling tak menjawab, keheningan sesaat yang terdengar seperti layak nya dengung di tempat yang begitu sunyi.


"Kau mau lihat ke tempat lain?" ucap Alessio yang tak bisa menjawab satu pun pertanyaan dari gadis itu.


Cyra diam, ia seperti sedang merespon sesuatu di kepala nya namun tak mengatakan apapun dan terlihat hanya terus diam.


"Ck! Lama sekali! Banyak yang harus kau lihat di sini!" ucap Alessio yang menatap ke arah gadis itu dan kembali menarik tangan nya lagi.


Cyra menepis pelan dan membuat pria itu menghentikan langkah nua lalu menoleh.


"Aku akan tanya ini untuk berjaga-jaga," ucap Cyra yang diam dengan wajah cantik nya yang terlihat tenang itu.


Alessio tak mengatakan apapun namun ia menunggu apa yang ingin di katakan oleh gadis itu.


"Apa..."


"Kau menyukai ku?" tanya Cyra yang menatap ke arah Alessio dengan lekat.


Deg!


Alessio tersentak, ia tak tau harus menjawab apa, jika mengatakan benar maka ia yang akan terlihat kalah dari gadis itu namun jika mengatakan tidak tapi ia sendiri selalu menginginkan gadis itu.


"Aku tidak menyukai mu, hanya tertarik sedikit." jawab Alessio yang memilih jawaban yang paling tepat.


Cyra menarik napas nya dengan lega seperti mendengar sesuatu yang seharusnya.


"Kenapa kau seperti itu? Kau terlihat seperti sangat tidak suka aku menyukai mu." ucap Alessio yang merasa harga diri nya tercoreng.

__ADS_1


"Kekanakan," Ucap Cyra sembari melirik ke arah pria yang tampak sedang protes itu.


"Aku? Hey? Kau lebih muda dari ku! Jangan mengatakan sesuatu yang terdengar menjengkelkan." ucap nya yang menatap dengan kesal.


"Hah..." Cyra membuang napas nya saat mendengar pria di samping nya mengeluh.


"Kenapa kau terlihat seperti itu?" tanya Alessio yang mengernyit melihat ke arah gadis yang menarik napas nya itu.


"Sejujurnya kau tampan, tapi kalau untuk sekarang perasaan seperti itu hanya akan menyulitkan ku. Kau tau kan? Apa yang ingin ku lakukan?" tanya Cyra yang menatap ke arah Alessio.


Alessio diam sejenak, ia tau apa yang ingin gadis itu lakukan karna ia sudah mendengar nya sejak awal.


"Kau bilang kau punya tuangan kan? Dan kalau pun kau punya kekasih atau pria lain itu tak akan jadi masalah karna kekaisaran kalian membolehkan selir? Lalu kenapa kau tidak bisa bersama dengan pria yang kau suka itu?" tanya Alessio yang masih begitu penasaran dengan gadis itu.


"Kau sangat penasaran pada ku? Kau bilang tidak menyukai ku?" tanya Cyra mengulang.


"Kalau begitu kau mau tidur dengan ku? Kau akan tau ketertarikan mu dan rasa penasaran mu akan hilang kan?" tanya Cyra yang kembali mengajak dengan ajakan pertama nya.


Alessio tak menjawab, bukan nya ia tak mau namun ia tak ingin gadis itu kembali terlalu cepat ke dunia nya.


"Kau sudah pernah coba itu?" tanya nya yang menoleh dan mengalihkan fokus pada hal lain.


Cyra melihat nya, ia tau pria itu sedang mengalihkan pembicaraan namun ia juga memilih untuk diam dan tak mengatakan apapun lagi.


Malam semakin larut, pemandangan bintang di langit yang cerah dan juga makanan serta pengalaman yang tak akan pernah ia dapatkan.


"Di sini ada kepercayaan terlahir kembali? Atau seperti kehidupan kedua?" tanya Cyra saat ia memakan sesuatu yang dingin dan meleleh di mulut nya.

__ADS_1


"Ada beberapa, apa di tempat mu juga ada?" tanya Alessio yang menjawab dan melemparkan pernyataan di akhir.


"Ya," jawab Cyra singkat.


Alessio diam sejenak dan kemudian melirik ke arah gadis itu.


"Kenapa kau tanya begitu?" ucap nya yang kembali menatap ke arah lampu yang berkilau di sepanjang sungai buatan yang berada di taman bermain itu.


"Kalau aku di beri kesempatan itu aku ingin di lahirkan di tempat seperti ini." ucap Cyra lirih.


Alessio tersenyum kecil mendengar nya, "Kau pikir hidup di sini mudah? Karna kau punya seseorang yang melindungi mu di sini bukan berarti di sini lebih menyenangkan." ucap Alessio karna ia tau keras nya hidup di tempat yang seperti itu.


Apalagi dengan basic orang tua yang bahkan tak pernah ia tau karna dari yang ia dengar ia hanya di buang di panti asuhan tanpa ada peninggalan sama sekali.


"Entahlah..."


"Mungkin semua tempat akan sama, tapi aku hanya mau aku tidak akan menjadi seorang putri lagi..."


"Aku mau punya orang tua, dua adik dan bersama dengan seseorang yang mencintai ku dan tentu aku juga mencintai nya." ucap Cyra lirih pada pria itu.


"Sangat kekanakan bukan?" tanya Cyra yang menatap ke arah Alessio dengan senyuman tipis tanpa sadar.


Alessio diam sejenak, untuk sesaat ia ingat dengan gelembung sabun yang bertebaran saat malam hari.


Keinginan yang mencerminkan kehidupan biasa dan mata yang tampak kesepian serta merasa sakit.


"Kalau begitu jangan kembali, aku membuat mu menjadi seseorang yang di cintai..." gumam Alessio pada gadis itu.

__ADS_1


"Ya?" Cyra menoleh, ia merasa pria itu mengucapkan sesuatu namun ia tak tau apa itu.


__ADS_2