
Tiga hari setelah mereka menginap dirumah sakit, akhirnya Alexa diperbolehkan untuk pulang kerumah namun tetap menjalani perawatan. Damian yang tidak mau istrinya terlalu lama dirumah sakit langsung menghubungi dokter keluarga mereka untuk mengurus Alexa selama dibutuhkan, karna kata dokter harus selalu diperhatikan.
sore ini Damian dan yang lainnya langsung membereskan barang-barang mereka untuk pulang. tidak lupa juga Adelia yang menggendong baby sedangkan Alexa dipapah oleh Damian. Alexa belum bisa bergerak bebas, meski dia lahiran normal tetap saja sulit untuknya karna baru pertama kali dan juga tidak tau apa-apa tentang mengurus anak
alhasil Adelia yang mengusus baby dalam semua keperluannya, Alexa hanya menyusui jika baby lapar dan haus.seelebihkan Adelia yang mengurus semuanya. Damian juga paham dalam hal itu, namun ia juga meminta Alexa untuk tetap memprioritaskan anak mereka, jangan sampai lupa kalau dia sudah punya anak.
"sweety.. apa kamu bisa jalan?, atau aku gedong saja?' tanya Damian sambil menatap istrinya, kecantikan Alexa tidak berubah, bahkan sekarang semakin cantik. "aku jalan saja hubby, aku masih kuat kok" jawab Alexa tersenyum, Damian dengan cepat langsung membawa istirnya keluar, diikuti Martin dan Carlos membawa barang
"baby sangat anteng sama omanya ya, hubby. kaya nyaman banget deh" ucap Alexa menatap anak mereka yang digendong Adelia. masih tertidur dan sangat lelap, lucu dan menggemaskan. " iya sweety, mungkin nanti sama kamu juga dia begitu" jawab Damian sambil mengelus pipi baby
mereka tiba dirumah hampir satu jam menghabiskan waktu dijalan, Damian langsung membawa istrinya masuk kedalam kamar, sedangkan Adelia dan Carlos masih bermain dengan baby. namanya belum ada dan mereka masih memanggilnya dengan sebutan baby, mungkin nanti malam papanya akan berikan nama
"sweety kamu istirahat saja dulu, bair aku temani. beby sudah dijaga sama oma opanya jangan khawatir" ucap Damian dan memebrikan bantal sebagai penahan tubuh Alexa. dia juga ikut rebahan disamping sang istri dan langsung tidur begitu saja, mungkin Damian sudah terlalu lelah dua hari ini
Alexa yang melihat suaminya sudah tertidur tersenyum, dia mengelus rambut Damian lembut dan mengecup pipi pria itu, setelahnya Alexa ikut bergabung dengan suaminya. karna malam nanti pasti dia akan begadang mengurus baby, beberapa hari ini mungkin dibantu oleh mertunya, namun annti malam belum tentu kasihan mertunya selalu begadang menjaga mereka
"aku sangat senang tau pa kalau akhirnya mereka berdua jadi suami istri, tapi mama juga merasa bersalah pernah menentang hubungan mereka" ucap Adelia sambil menatap baby dengan manis. wajah baby sangat mirip dengan Damian namun matanya seperti Alexa, teduh dan sangat lembut
"udahlah ma, jangan diingat semua yang sudah lalu apalagi masalalu yang gak baik. sekarang kita sudah punya cucu, kita harus bisa menjadi oma dan opa yang baik untuk dia' jawab Carlos sambil mengelus punggung istrinya. dia tau istrinya itu tidaklah wanita kejam, namun karna rayuan dan juga faktor pertemanannya.
"iya pa, mama sangat bersyukur bahwa Alexa masih bisa menerima mama sebagai mertunya" ucap Adelia sambil tersenyum, namun tiba-tiba baby mea=nangis dengan keras sampai Adelia yang menggendongnya terkejut. mungkin dia bermimpi sampai terkejut, kelihat tadi sebelum menangis baby sempat bergerak terkejut
__ADS_1
"oooo cucu oma sayang.. kamu lapar ya, tunggu ya oma bikinin susu dulu, pa pegang baby sebentar" ucap Adelia dan memberikan suaminya. seketika itu juga beby langsung anteng dan tersenyum menatap Carlos. dia bermain dengan menggerakkan tangannya dan kakinya
sampai jam setengah 8 Dammian dan Alexa baru abngun. karna pintu mereka diketuk dari luar. Damian melangkah dan membuka pintu, ternyata Adelia yang membangunkan mereka sambil membawa baby. "mama mau mandikan baby, apa istrimu belum bangun?' tanya Adelia kepada putranya
"sudah ma, ini mau mandi sebentar. mama mandiin saja didalam ayo" jawab Damian. dia menyambut puttranya dengan senyuman dan menyentuh tangan baby dengan lembut. " hallo sayang papa, gimana hari ini sama oma?, nangis gak jagoan papa" ucap Damian dengan meniru suara anak kecil
"gak rewel kok, mungin dia juga tau kalau mamanya sedang tidur dan capek" ucap Adelia. Alexa yang melihat mertuna masuk kedalam langsung berdiri dan menatap anaknya. Alexa tersenyum dan mendekat." mama mau mandiin?" tanya Alexa namun pandangannya tidak beralih dari baby
"iya sayang, kamu mandi saja biar kita makan malam. kasihan perut kalian nanti kosong, baby juga akan tidur abis mandi" jawab Adelia, dia meletakkan baby diatas ranjang dan bermain dengan papanya. sedangkan Alexa membantu mertunya mengambil alat mandi baby dan meletakannya dilantai
"sudah ada nama untuk anak kalian Dami?, nanti malam harus diberitahu pada kami" ucap Adelia. Damian hanya mengangguk paham. nama sudah jauh-jauh hari dia siapkan untuk putranya itu, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. tinggal memberitahukannya kepada keluarga
alhasil mereka menghabiskan waktu selama 30 menit didalam kamar mandi, Damian bermain dulu dengan baauh favortinya dan juga anaknya. karna nantinya dia tidak akan kebagian lagi buah itu, jadi sekarang dia puas-puaskan untuk menikmatinya. Damian jua harus bersabar beberapa hari lagi untuk bisa memuaskan diri
saat ini mereka berada dimeja makan, baby sudah anteng dengan mamanya meski Alexa sedikit kewalahan. namun adanya Damian membantu membuat Alexa sedikit lega, suaminya itu menyuapinya makan. "tambah lagi sayang, kamu perlu banyak energi untuk mengurus baby" ucap Adelia, diamemberikan sepotong ayam dipiring Damian untuk diberikan kepada Alexa
"makasih ma, hubby tolong sayur itu lagi" ucap Alexa. mungkin karna dia memang lapar atau posri makannya bertambah setelah melahirkan Alexa jadi banyak makan dan semakin bernafsu. kadang dia juga heran dengan dirinya sendiri, takut saja jika nanti dia terlalu over karna jarang olahraga
"jadi gimana Dami. siapa nama anak kalian?" tanya Carlos yang pertama kali selesai makan setelah Damian, pria itu masuh menyuapi istrinya. "Alexandro Adithama nama panggilannya Alex pa" ucap Damian sambil tersenyum menatap putranya, masih tertidur dipangkuan mamanya
"nama yang bagus, Alex seperti nama yang pembrani dan kuat" ucap Carlos tersenyum. ingin rasnaya dia akan mendidik cucunya itu seperti Damian, namun dia juga percaya kepada anaknya mampu melakukan yang terbaik untuk cucunya. terlihat dari mata Alex meski teduh dan lembut namun jga tajam dan dingin seperti Damian.
__ADS_1
"baiklah nama anak mama sekarang Alex.. Alexa harus jadi anak yang baik dan patuh sama orangtua ya nak, jangan melawan atau membuat onar" ucap Alexa tersenyum. namanya dengan anaknya cukup sama hanya saja panggilan mereka yang berbeda sedikit.
"kamu sengaja ambil nama itu karna sama dengan namaku hubby?, atau memang sengaja ambil nama itu arna kamu suka?" tanya Alexa menatap suaminya, tidak mungkin Damian membuat nama namun tidak ada makna didalamnya. Alexa utau betul suaminya cukup lama mempersiapkannya
"iya sweety, aku suka nama itu dan ada maknanya. tapi sebelum itu aku sengaja cari nama seperti nama kamu, tadinya kalau cewek namanya Alexandra, tapi karna cowok jadinya diplesetin dikit" jawab Damian sambil tertawa. dia sengaja mencari nama seperti nama istrinya agar dia selalu mengingat nama itu kapanpun dan dimana pun
Martin.. dia saat ini sibuk dikamar karna dia tidak mau makan malam bersam dibawah. katanya dia belum lapar dan masih ada pekerjaan urgent, Adelia yang paham hal itu tidak memaksanya, namun apalah yang dikerjakan pria itu. dia bahkan sedang videocall bersama Zania, kekasihnya
Martin terlihat seperti sedang kesal dengan Zania, entah apa alasannya yang pasti raut wajah Martin sepeeti kain kusut. " ayolahh sayang.. aku mau secepatnya kita menikah" ucap Martin sambil memasang ekspresi memohon, ingin rasanya dia segela membawa Zania tingal bersamanya
"aku belum bilang sama kakak ku sayang, kalau tiba-tiba mereka pasti kaget. ayolah jangan buru-buru, kita baru dua minggu berhubungan" ucap Zania, namun secara tidak langsung perkataannya itu menyinggung Martin, seolah hubungan mereka hanya main-main dan tidak ada tujuan serius. lama atau tidak hubungan tidak menjamin akan kejenjang serius
"baiklah kalau begitu, aku menunggu kapan kamu siap. aku tidak akan memaksa kamu lagi" ucap Martin sambil memasang wajah yang datar, bukan menyesal atau marah hanya saja dia kecewa dengan jawaban Zania barusan, apakah mereka harus berhubungan sampai 5 tahun baru akan menikah?
"ya sudah, aku mau turun dulu semua ada dibawah, lanjutkan pekerjaannmu" ucap Martin dan mengakhiri panggilan begitu saja. dari wajahnya sangat terlihat kesal namun masih mencoba untuk meyakinkan diri bahwa Zania juga punya rasa yang sama dengan dia, bukan hanya dirinya
#fid.nch
#MDIS
TAMAT.......
__ADS_1