My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 87


__ADS_3

Alexa terbangun dari tidurnya karna perutnya begitu mulas, padahal belum waktunya ia akan melahirkan, namun perutnya sangat sakit dan membuatnya tidak tenang tidur. Alexa mencoba untuk bangun dari ranjang dan berjalan kearah jendela kamar. ia mengusap perutsnya dan berharap jika bukan sekarang ia melahirkan.


dalam kondisi seperti ini Alexa membutuhkan suaminya untuk bersama dengannya, ia ingin Damian mengelus pertunya dan juga membantunya menenangkan baby mereka didalam. Alexa menangis dan teringat bahwa sudah hamoir 3 minggu ini dia mendiamkan suaminya dan selalu mengusir Damian jika datang kesana.


seperti minggu kemarin, Damian menyempatkan waktunya untuk menemui Alexa dan kembali minta maaf pada Alexa. ia selalu meminta Alexa untuk kembali kerumah mereka dan memperbaiki semuanya, namun Alexa selalu menolaknya dan mengatakan bahwa dirinya belum sepenuhnya untuk memaafkan Damian, masih butuh waktu.


"sweety pulanglah bersamaku, aku sungguh tidak bisa hidup tanpa kamu" Damian memohon didepan Alexa dan memegang tangan wanita yang ia ridnukan itu. namun Alexa menggeleng tanda dia belum bisa kembali pada Damian saat ini. "sweety.. aku mohon" wajah Damian kini mulai tidak terurus lagi


"pulanglah mas.. aku masih betah disini dan masih ingin tinggal disini, jangan buang-buang waktumu" ucap Alexa sambil menatap wajah yang sangat ia ridnukan itu. jujur saja Aexa juga ingin memeluk tubuh yang ada didepannya ini, namun egonya terlalu besar dan mnegalahkan rindu itu. "sweety.." Damian tersenyum namun hatinya terasa sakit


"aku pulang dulu kalau begitu, katakan kalau kamu membutuhkan aku. aku akan selalu terjaga untukmu. jangan pernah lupa kalau kamu masih punya suami disini" ucap Damian sambil bergerak dan melangkah keluar dari rumah Martin. ia menatap Alexa yang menundukkan kepalanya, wanita itu menangis.


melihat kepergian suaminya, Alexa ingin mengejar namun enggan dan dengan berat hati ia melangkahkan kakinya untuk kembali masuk kedalam rumah, ia mengelus perutnya dan mengajak baby mereka bicara. "sayang nanti kalau mama sudah membaik, kamu akan ketemu sama papa ya" Alexa mengelus perutnya dan kembali naik keatas


entah sampai kapan mereka akan begini, padahal Rosa sudah sering menasihati Alexa agar tidak lari dari masalah mereka, bahkan Alexa selalu menutup diri mendengar penjelasan Damian. ia tidak mau alasan apapun lagi kleuar dari mulut suaminya itu. Rosa sering menegor Alexa tapi tetap saja dirinya belum bisa menerima Damian.


seperti dua hari yang lalu, Marco bicara pada Alexa dan mencoba membujuk putrinya itu untuk tidak terlalu menyiksa dirinya sendiri, Marco tau bahwa putrinya itu masih merindukan Damian bahkan sering memanggil nama pria itu dalam tidurnya, siapa lagi kalau bukan Martin yang memberitahu pada mereka.


"sayang.. kamu jangan menutup diri untuk menerima Damian. papa memang marah sama dia, tapi bukan berarti kamu membuat dia seperti ini. lihatlah kandungan kamu, papa tau kamu butuh dia" ucap Marco dua hari yang lalu dan itulah Alexa menjadi kepikiran sampai merasa menyesal telah mengindari Damian selama ini.

__ADS_1


"papa bukannya berpihak padanya, namun kesalahan yang ia perbuat juga tidak terlalu besar. kamu pasti bisa memaafkan dia sayang, cobalah lihat keadaan kalian berdua" lanjut Marco lagi. ia benar-benar tidak ingin putrinya ini menyikapi masalah mereka dengan sifat yang kekanak-kanakan.


Alexa memang masih sangat muda, jka menghadapi masalah dalam rumah tangga pasti akan seperti ini. namun yang namanya rumah tangga tidak bisa menghindari masalah dengan begini, bagaimana pun ada dua orang yang berperan dalam keluarga ini, dan keduanya tidak boleh sama-sama egois.


"akan aku pikirkan pa, nanti aku akan kasih kabar pada kalian" ucap Alexa dan mengakhiri panggilan mereka. sebelum papanya menghubunginya, sudah lebih dulu mama Adelia memoho padanya untuk kembali kerumah dan minta maaf atas kesalahan yang dilakukan Damian. mama Adelia sangat menyesal saat tau putranya melakukan hal itu.


"sayang mama mohon pulanglah kesini, mama merindukan kamu dan mau mengelus cucu mama didalam sana.. mama minta maaf atas perlakuan Damian terhadap kamu.mama mohon pulanglah sayang" Adelia menangis dipelukan suaminya ketika bicara pada Alexa, hati bumil inisulit untuk diluluhkan.


"Ale akan pulang kalau sudah merasa baikan ma, Ale mohon jangan menangis, aku baik-baik saja disini ma" jawab Alexa smabil tersenyum. iamengarahkan kamera ponsel pada perutnya, sudah semakin membesar dan tinggal menunggu satu bulan lagi mereka akan bertemu dengan baby.


"sayang.. mama mohon jangan lama-lama disana, mama sudah beli pralatan baby, semuanya sudah mama siapkan disini. kamu juga harus memikirkan baju dan sebagainya untuk anak kalian, mama mohon pulanglah sayang" Adelia menatap perut Alexa, baby bergerak membuat Alexa tersenyum menahan sakit.


"akan aku pikirkan ma, Ale pasti pulang" ucap Alexa dan mengakhiri panggilan mereka. semua keluarga sudah menasihatinya dan juga memintanya untuk pulang. namun hatinya masih enggan untuk kembali pada Damian meski ia merindukan suaminya itu, entah apa yang terjadi pada Alexa kini.


"apa aku harus memaafkan mas Damian dan pulang ke Indonesia?, aku merindukan dia tapi kenapa aku sangat sulit untuk pulang" Alexa bermonolog dan menatap langit-langit kamar sambil membayangkan bagaimana dia bisa membenci suaminya, ia sanagt mencintai Damian dan menurutnya cukup sampai disini ia menghukum suaminya itu


terakhir mereka bertemu, keadaan Damian sangat kacau. pria itu tidak seperti yang dulu, tubuhnya mulai kurus dan juga wajahnya sanagt terlihat menua, mungkin karna tidak ada yang mengurusnya. seperti kata Marco kemarin, selama Alexa pergi ke Italia, Damian sering menginap di kantor bahkan berapa kali dia mabuk


Alexa tidak meyangka kepergiannya membuat suaminya berubah sebegitu banyak, ia tdak percaya Damian menyentuh minuman hal selama ini dia tidak pernah sentuh lagi, selama Damian menyatakan perasaan pada Alexa selama itu juga Damian tidak pernah mneyentuh minuman itu apalagi sampai mabuk.

__ADS_1


Marco selalu tau tetang Damian dan juga berapa kali dia membawa Damian pulang dari kantor kerumahnya karna pria itu tidak bisa pulang sendiri, bahkan Marco pernah menemaninya minum karna Damian begitu kesepian, Marco memang kesal dengan pria ini, namun iajuga tau seperti apa Damian


"aku harus menelfon mas Damian, aku mau bertemu dengannya. aku merindukan dia" Alexa mengambil ponsel miliknya dan langsung mencari nama Damian disana, tidak peduli ini sudah jam berapa ia ingin suaminya itu berada disisinya sekarang, hari ini harus ada Damian disampingnya.


buls*** jika dia dikatakan waniya plin-plan, ia hanya ingin bertemu dan memeluk tubuh kekar suaminya, ia ingin merasakan pelukan hangat dari Damian dan tidur dalam pelukan pria itu. ia langsung menelfon Damian, berharap pria itu masih bangun dan menerima panggilannya malam ini juga.


"hallo sweety ada apa?, kamu baik-baik saja kan?, apa terjadi sesuatu?" banyak pertanyaan yang terlontarkan dari mulut Damian, tanpa memberi Alexa kesempatan untuk bicara. pria itu terkejut dan khawatir kenapa istrinya sampai menghubungi dirinya dini hari, padahal seharusnya Alexa sudah tidur sekarang.


"aku mau kamu.. aku mau ketemu kamu, aku merindukan kamu.. datanglah kesini cepat" hanya itu yang bisa keluar dari mulut Alexa, ia menangis dan mode manjanya kembali lagi. ia langsung menutup telfonnya setelah mengatakan itu pada suaminya, tidak peduli apa respon suaminya itu kepadanya.


diruang kerjanya, begitu mendengar istrinya mengatakan rindu. Damian langsung bergegas menghubungi Habil untuk menyiapkan jes pribadi mereka. malam ini juga ia akan terbang ke Italia untuk menemui istrinya itu, Damian tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan oleh Alexa padanya


Damian takut jika bukan malam ini dia terbang, maka kesempatan itu akan hilang dan Alexa semakin menjauhinya karna tidak memenuhi janjinya dulu. dengan cepat Damian langsung bersiap-siap untuk pergi ke Italia, dia bahkan tidak memberitahu kepada orantuanya.


sedangkan Habil, sekretarsi Damian itu sedang pusing. ditelfon malam-malam begini dimana dirinya sedang tidur dan enak-enaknya menikmati mimpi namun mendnegar ucapan Damain dan ancaman pria itu membuat Habil langsung bergegas dan melakukan perintah Damian, toh juga ini sudah konsekuensi dari pekerjaannya.


Habil menghubungi pihak pengurus jet keluara Adithama untuk bersiap menjemput Damian dari rumah mereka. bahkan para pegawai itu pun sampai terkejut mendengar perintah Habil, bisa-bisanya bos mereka akan melakukan penerbangan malam-malam begini, semua oraang bahkan sudah tidur


namun karna perintah Damian adalah mutlak dan tidak bisa dibantah, alhasil mereka semua langsung berherak dan bersiap-siap untuk menjemput bos Damian Adithama dari kediaman mereka. kadang mereka kesal dengan bos mereka sendiri, namun jika dibandingkan gaji yang mereka dapatkan, itu lebih dari memanjakan diri dan juga memperbaiki mood mereka.

__ADS_1


#fid.nch


#MDIS


__ADS_2