My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 48


__ADS_3

Pagi ini mereka semua akan pulang karna mengingat pekerjaan Damian sudah sedikit menumpuk dikantor. mereka memilih untuk pulang, juga waktu mereka sudah ada satu minggu disini


Damian membantu Alexa untuk membereskan semua barang-barang merka. Alexa sedikit kesusahan karna barang miliknya terlalu banyak dan semakin bertambah setelah mereka disini, banyak barang yang dibeli Alexa sampai koper miliknya tidak lagi muat


"daddy ini masukin kedalam dulu, nanti ini diluar aja" ucap Alexa memberikan tas miliknya agar dimasukkan kedalam koper. sudah ada 3 koper milik Alexa hanya khusus tempat barang-barang miliknya


"sayang ini sudah gak muat, kalau dipaksa kopernya yang akan rusak" ucap Damian menatap calon istrinya dengan wajah yang sedikit lelah, bukan lelah karna apa tapi melihat sifat Alexa yang menurutnya sudah mulai seperti ibu-ibu pada umumnya


"astaga dad, dilipat dong biar muat gimana sih dad" Alexa mengambil tas itu dari tangan Damian dan melakukannya sendiri, jika mengharapkan pria itu semua barang yang ia bereskan tidak akan muat, selalu itu yang jadi jawaban Damian


Alexa mulai memasukkan satu persatu barangnya, namun tetap saja masih ada yang tidak muat. " dad ini yang gak kuat gimana ya, sayang kalau ditinggal disini" ucap Alexa menatap Damian, sedangkan yang ditatap hanya menggeleng kepalanya,ia juga bingung menatap barang itu


"ya sudah kalau begitu,jangan dipaksa. nanti aku suruh orang yang akan mengirimkan ke Indo, lusa juga udah sampe dirumah" ucap Damian sambil mengelus kepala Alexa, keringat gadis itu sudah mulai berjatuhan sangking sibuknya membereskan barang


"baiklah kalau gitu,jangan ada yang tinggal nanti ya dad,awas aja kalau ada yang kurang" ucap Alexa dan memilih untuk mandi kebih dulu. ia belum mandi karna membereskan barang lebih dulu


sedangkan di kamar sebelah, Marco menganggu Rosa yang sibuk mengurus semuanya,mulai dari barang miliknya juga barang milik pria itu, namun lagi dan lagi Marco membuat pekerjaan Rosa lebih lama dan kadang wanita itu menatapnya kesal


"astaga tuan... jangan begini kenapa sih,,saya capek tau harus bolak-balik ngeberesinnya" ucap Rosa menatap Marco dengan kesal, namun pria itu hanya tersenyum memperlihatkan deretan giginya kepada Rosa,tidak mendengarkan Rosa sama sekali


"kan semuanya sudah selesai, aku juga udah bantu kamu kan ngeberesinnya" ucap Marco memeluk Rosa dari belakang, sedangkan Rosa hanya menghela nafas kasar, sifat pria itu mulai kambuh lagi, selalu membuat dirinya spot jantung yang sudah mulai terbiasa dengan dia


"aku mau ganti baju dulu tuan, anda tunggulah diluar sebentar" ucap Rosa sambil melepas tangan Marco. namun pria itu seolah tidak dengar dan tetap memeluk Rosa lebih erat lagi, ia bahkan menghirup aroma tubuh Rosa yang membuatnya candu


"tuan.. kita akan berangkat sebentar lagi, aku bahkan belum make up. lepaskan dulu jangan membuat waktu lebih lama termakan" ucap Rosa namun Marco menggeleng dan menolak ucapan Rosa

__ADS_1


"ya sudah kamu ganti baju disini saja,aku mau lihat dan temani kamu disini" ucap Marco melepaskan pelukannya,namun tidak dengan dirinya. ia tidak mau keluar dari dalam juga tidak membiarkan Rosa masuk kedalam kamar mandi


"tapi aku malu, aku tidak mau ganti baju disini" Rosa kesal dengan sikap Marco yang selalu mengatur dirinya, mau melakukan apapun selalu diatur sesuka perut pria itu, padahal dirinya sudah jelas-jelas menolak. "ganti disini atau aku yang ganti?


Marco menatap dengan matanya sibuk kesana kemari, sangat menakutkan namun tetap saja Rosa semakin kikuk. mana mungkin pria itu yang mengganti bajunya, ia sangat menolak keras hal itu


"ya sudah kalau begitu,saya tidak usah ganti baju" Rosa melangkah kearah cermin,namun dengan cepat tangan Marco menahan dirinya. "ya sudah itu artinya aku yang ganti" ucap Marco membuat Rosa langsung membalikkan tubuhnya,menatap pria itu dengan tidak percaya


"tu..tuan...jangan aneh-aneh ya,saya tidak mau" ucap Rosa.namun Marco tetap mengangkat tangannya dan menarik tubuh Rosa kedekatnya, keduanya salibg menatap dan Marco mulai membuka sstu pwrsatu kancing baju Rosa


"ya sudah!! saya saja yang ganti" Rosa menahan tangan Marco agar tidak semakin melanjutkan membuka bajunya, ia membalikan tubuh membelakangi Marco. ia mulai membuka atasannya dan ibgin berbalik mengambil bajunya


namun dengan cepat Marco menariknya dan mendaratkan cium*an di bibirnya, tangan pria itu mulai bergerak mengelus punggung mulus Rosa. Rosa hanya pasrah saja karna melawan pun tidak ada gunanya, tenaga Marco lebih besar dari tenaga dirinya


"kamu terlalu menggoda, aku semakin ingin cepat-cepat menikahimu" ucap Marco saat keduanya tengah selesai berci*uman, Marco tersenyum dan menaikkan alisnya. " gantilah bajumu cepat,aku tunggu disini" lanjut Marco sambil melangkah kearah sofa


sampai akhirnya mereka berempat sudah selesai dan sekarang mereka menuju bandara,tiket sudah selesai dan tinggal chek in. Marco menbantu Rosa membawa koper milik mereka. juga Damian yang membawa koper Alexa, dua koper yang besar harus menjadi tanggung jawab Damian


karna kalau koper itu sampai lecet atau tinggal, Damian akan mendapatkan hukuman dari Alexa. "ayo masuk, semuanya sudah dimasukkan kedalam bagasi" ucap Marco sambil menarik tangan Rosa seolah tidak mau berjauhan dari wanitanya


"dad..sadar gak sih daddy kalau sikap papa selama disini berubah,apalagi dia sama Rosa kaya ada sesuatu kan" ucap Alexa,karna beberapa hari ini ia melihat interaksi Marco dan Rosa sedikit berbeda. dulu awal-awal melihat mereka seperti majikan dan pelayan,tidak lebih dari itu


namun sekarang, Marco sedikit perhatian dengan Rosa dan itu disadari oleh Alexa. ia tidak keberatan sama sekali,ia bahkan senang kalau memang papanya mendapatkan wanita yang benar-benar ia cintai, juga Rosa wanita yang baik dan menurut Alexa mereka sangat cocok


"tidak usah mengurus hal yang lain sayang, cukup urus aku saja. biarkan mereka melakukan apa yang mereka suka,kamu butuh sosok ibu juga kan" ucap Damian menoel hidung Alexa, gadis kecilnya itu sedimit bawel dengan dirinya yang tidak terlalu suka mengurus hal lain

__ADS_1


"baiklah kita duduk disana. mereka berdua butuh waktu dan tempat yang aman untuk berduaan" ucap Damian dan langsung diangguki Alexa. namun hal itu sangat jauh dengan apa yang dikatakan oleh dua sejoli itu Rosa kini sudah tertekan dengan sifat Marco, pria itu semakin berani saja malakukan hal diluar nurul


seperti sekarang, Marco memeluk dirinya padahal mereka ada didalam pesawat, Marco memeluk dirinya dengan kepala pria itu sibuk menciumi dirinya,sangat risih rasanya karna Rosa tidak pernah pacaran bahkan dekat dengan pria manapun,ketika dihadapkan dengan sikap manja Marco yang tiba-tiba membuat dirinya sedikit kikuk


"tuan..jangan begini,ada banyak orang disini. apa tuan tidak malu dilihat Alexa dan Damian?" ucap Alexa,ingin sekali rasanya ia melempar Marco dari atas sini agar pria itu tidak membuat dirinya malu. " untuk apa harus malu, mereka juga bukan anak kecil lagi" jawab Marco dan melanjutkan pekerjaannya


berbeda dengan pasangan lain, Damian semakin perhatian pada Alexa, ia tidak membiarkan gadis kecilnya meraskan susah selama penerbangan. "sayang.. sini kalau ngantuk, kamu tidur saja nanti kalau udah sampe aku bilang" ucap Damian,ia menyuruh Alexa tidur ditempat yang sudah disediakan


karna mereka memang ada di bisnis class jadi sudah ada tempat khusus untuk tidur dan itu cukup luas, Damian membantu Alexa naik keatas dan mengelus kepala Alexa sampai gadis itu tidur. setelah itu Damian memilih kembali duduk


ia melihat email yang kemarin dikirim oleh El kepadanya,laporan selama satu minggu ini dia tidak ada dikantor. dan juga ada sedikit masalah dalam proyek mereka saat ini, namun papa Carlos masih bisa menanganinya, tidak perlu Damian yang turun tangan,tapi bagaiman pun juga tetap saja Damian harus melihat laporan dan hasil apa yang ada didalam proyek itu


hampir 3 jam mereka melakukan penerbangan dan sekarang mereka sudah tibadi bandara Indonesia tepatnya di bandara Seokarno Hatta, Damian dan Marco menelfon bawahan mereka untuk menjemput. karna Alexa akan pulang bersama Damian jadi dia menyuruh pengawalnya untuk menjemput dirinya dan Rosa disana


"sayang..jangan lupa datang kerumah kalau Damian sibuk dikantor, kalau kamu tidak ada teman datang kerumah,ada Rosa juga yang akan menemani kamu disana" ucap Marco memeluk putirnya,meski mereka sudah sering berjumpa tetap saja Marco selalu memikirkan Alexa jika jauh darinya


"baik lah pa,aku akan sering-sering datang kerumah. apalagi nanti sudah ada istri papa, iya gak kak Rosa? " ucap Alexa dengan tertawa, sedangkan Rosa hanya diam tersipu malu. mendengar Alexa mengatakan hal begitu pastinya gadis itu sudah tau bagaimana hubungannya dengan Marco


"cepatlah nikahi pa,nanti keburu diambil orang.nanti yang lebih muda datang,papa ditinggal" ucap Alexa membuat Rosa semakin malu, ia ingin sekali kabur dari sana. tidak sanggup melihat mereka yang bercanda disana. "jangan begitu sayang,nanti pulang dari sini mereka langsung putus" ucap Damian ikut nimbrug pada perkataan Alex


"sudah..sudah.. kalian pergi sana, membuat moodku rusak saja sampai disini!" ucap Marco dan menyuruh dua sejoli itu untuj segara pulang,karna pengawal yang menjemput mereka juga sudah tiba. "jangan dengarkan perkataan mereka, selalu saja bercanda diluar batas" ucap Marco yang tau kalau Rosa tidak nyaman dan malu


"tidak apa,aku sudah semakin terbiasa dengan kalian semua" ucap Rosa namun ekspresinya tidak menunjukkan baik-baik saja. melihat hal itu Marco menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. "wanita memang sulit untuk dimengerti" ucap Marco yang ikut masuk kedalam mobil


hidup kadang memang kidding, tidak tau alurnya namun tetap dilanjutkan

__ADS_1


#fid.nch


#MDISA


__ADS_2