
Pagi ini, Adelia sengaja menemui Damian dikantornya. ia akan terus memaksa putranya itu untuk menikahi Rania, apapun alasannya Adelia akan tetap memaksa, dia terlanjut kecewa dan benci dengan ALexa, mungkin akan sulit menerima gadis itu lagi masuk kedalam keluarga mereka
Damian yang saat ini tidak ada dikantornya hanya ada Mraco dan El, mereka melihat kedatangan Adelia dan langsung keluar dari ruangan mereka masing-masing, keduanya slaing melirik satu sama lain seolah tau apa yang mereka pikirkan saat ini
"maaf nyonya, apakah anda sedang mencari tuan Damian?, kalau iya, tuan sedang tidak disini beliau tidak masuk kerja hari ini" ucap El menghampiri Adelia dan memberikan salam hormat kepada wanita itu sebagai atasannya, namun melihat raut wajah wanita itu membuat El juga wanit-wanti
"kemana dia pergi, kenapa tidak amsuk hari ini? pasti karna wanita tidak tau diri itu lagi kan" ucap Adelia dengan sorot mata tajam dan penuh benci kepada Alexa, ia begitu tidak suka jika Damian terus menerus sibuk mengurus gadis itu samoai melupakan tugasnya sebagai pemilik perusahaan
"maaf nyonya kalau itu saya kurang tau, kalau nyonya mau silakan datang saja kerumah tuan" ucap El dan menunduk hormat sambil meninggalkan Adelia, ia tau jika berada terus menerus disana yang ada dirinya mendapatkan amukan dari Adelia
namun berbeda dengan Marco, ia tetap berada disana dan menghampiri Adleia. ia tau jika wanita yang sudah sangat lama ia kenal ini membenci putrinya namun jika sampai kata-kata yang merendahkan putrinya keluar dari mulut wanita ini, Marco juag tidak bisa diam
"ternyata kau disini, apakah perusahaanmu sudah bangkrut makanya kau ada disini dan menggantikan putraku bekerja" ucap Adleia dengan sini menatap Marco, pria itu hanya diam tanpa suara. namun sedetik kemudian ia menatap Adleia, membalas tatapan wanita itu
"saya menghormati anda sebagai ibu dari Damian, yang menjadi sahabat saya. juga sebagai orang yang pernah menolong putri saya, namun saya tidak bisa mentolerin sikap anda kepada putri saya" ucap Marco dan menarik nafas kasar, ia juga tidak mau berada didekat wanita ini lama-lama
"kalau anda memang tidak suka dengan putri saja, silahkan bilang pada putra anda, Damian untuk menjauhi putri saya mulai saat ini. dan saya tegaskan sekali lagi putri saya masih punya harga diri, jadi jaga bicara anda!!" ucap Marco dan langsung pergi dari sana
keputusan Marco sudah bulat, ia akan membawa Alexa pergi dari sana dan memberikan bukti-bukti yang ia dapatkan tentang Rania kepada Damian. namun untuk kembali pada pria itu kemungkinan Marco akan memikirkannya lagi, sudah cukup semua cacian tentang ALexa yang dikatakan oleh Adelia
jika kemarin Marco amsih bisa menerima perkataan wanita itu, kali ini ia benar-benar kehabisan sabar untuk menghadapi Adelia. karna sampai kapanpun wanita itu akan tetap membenci Alexa, jadi lebh baik ia membawa putrinya itu pergi dan jauh dari negara ini
seperginya Marco, Adelia merasa tersindir oleh kata-kata yang dilontarkan oleh pria itu, ia mendecih dan langsung pergi dari sana. ia akan kerumah Damian apapun yang terjadi, mereka sudah sepakat akan menikahkan Damian dan Rania secepat mungkin
dua hari yang lalu, Adelia bertemu dengan kedua orangtua Rania, mereka merencanakan pernikahan Damian dan Rania untuk dipercepat. itulah mengapa Adelia memaksa untuk bertemu dengan Damian, apapun yang terjadi nantinya ia siap untuk mendapatkan itu
__ADS_1
dirumahnya, Damian ikut istirhat bersama Alexa, keduanya begitu lelap tertidur setelah Damian selesai mengerjakan tugas Alexa, ia memilih untuk ikut tidur karna ia sama sekali tidak punya aktivitas yang bisa ia kerjakan, Damian memeluk tubuh mungil itu dengan erat
sudah hampir 3 jam mereka tdiur, dan sekarang sudah jam 12 siang, Alexa terbangun dari tidurnya dan melihat kearah samping Damian masih tidur dengan wajahnya yang begitu tampan." tidur saja tapan apalagi bangun" ucap Alexa tersenyum dan pelan-pelan melepaskan pelukan Damian
ia ingin ke kamar mandi tanpa mau membangunkan Damian, melihat pria itu tidur begitu pulas membuat Alexa enggan untuk membangunkannya. setelah dari kamar mandi, Alexa turun kebawah untuk membuatkan makan siang untuk mereka
namun ketika ingin pergi kedapur, tiba-tiba pintu dluar terdengar suara bel berbunyi, Alexa heran tamu jam segini datang siapa?, tidak mungkin papanya sudah pulang siang hari begini. tanpa pikir panjang lagi Alexa menuju pintu dan langsung membukanya
"lama banget sih.. kaya orang budek aja yang mau buka pintu!!" suara ketus dari Adelia membuat Alexa terkejut, wanita itu berdiri dengan ekspresi tidak suka didepan Alexa, tentu saja Alexa kini salah tingkah dan tidak tau harus bersikap seperti apa
jika dulu kedatangan Adelia adalah hal yang sangat ditunggu oleh Alexa, namun sekarang kedatangan wanita itu seolah membuat Alexa ingin bersembunyi saja. tidak sanggup jika harus mendengar dirinya kembali direndahkan dan salahkan didepan wanita itu
"oma.. masuklah kedalam, daddy ada dikamar" ucap Alexa, namun bukannya masuk dengan baik Adelia bahkan melewati Alexa begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata apapun. ia langsung naik keatas dimana kamar Damian berada, Adelia membuka pintu kamar dengan kasar
"kenapa brisik banget sih.. siapa yang datang sayang?' ucap Damian membuka matanya, ia mengerjap sebentar dan melihat kearah sosok yang begitu ia kenal. "mama? kenapa datang kesini, dimana Alexa?" tanya Damian, jika dulu Adelia datang disambut dengan pelukan hangat, namun saat ini kedatangan wanita itu membuat Damian cemas akan Alexa
"kenapa, kau bertanya kenapa mama disini?apa kau tidak suka melihat mama datang kesini!!" ucap Adelia menatap tajam kearah Damian, pria itu bangkit dari tidurnya dan melangkah kkepada Adelia, ia masih belum tau apa yang sebenarnya dipikirkan mamanya itu
"bukan begitu, dimana lAle ma?" tanya Damian sambil menatap sekelilingnya, dia tidak menemukan sosok gadis kecilnya disana, sedangkan Adelia melihat kelakuan Damain itu merasa muak, bisa-bisanya pria itu tidak peduli dengannya sama sekali padahal sudah ada didepan matanya
"datang kerumah nanti malam, Rania dan keluarganya akan datang untuk membicarakan pernikahan kalian, jangan membantah atau pun melawan dengan tidak datang, kamu tau apa yang akan terjadi jika kamu membantah mama" ucap Adelia, namun Damian hanya mengerutkan keningnya, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan
"aku tidak mau ma, aku tetap akan menikah dengan Alexa tidak dengan wanita itu yang mama bilang pilihan mama" ucap Damian, ia masih lembut berbicara pada wanita yang selama ini merawat dirinya, tak ingin membuat Adelia merasa dimusuhi oleh Damian
"mama tetap akan melangsungkan pernikahan kalian, dengan Rania atau kamu melihat mayat mama datang kerumah!!' ancama Adelia kali ini agaknya benar-bbenar akan terjadi, bukan hanya sekedar ancama semata utuk membuat Damian takut
__ADS_1
"mama apaan sih bilang gitu, aku sudah pernah bilang kalau akan menikahi Alexa, tidak perempuan manampun lagi" ucap Damian, ia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran mamanya. tidak mengerti bahasa manusia pikir Damian, ini sudah kali keberapa mamanya membahasa hal ini
"ya sudah kalau kamu memang tetap ingin melanjutkan dengan gadis itu, lihatlah besok mayat mama akan sudah berada dirumah" ucap Adelia sambil melangkah pergi dari sana, namun dengan cepat Damian menghentikan langkah kaki wanita itu dan menatapnya dengan tajam
"kali ini saja ma, tolong jangan membuatku merasa salah diposisiku saat ini, aku tidak pernah mencintai Rania, aku mencintai Alexa ma" ucap Damian, ia melinak agar bisa membuat Adelia mengubah keputusannya. kali ini memang benar-benar masalah terberat Damian
"mama tidak ingin kamu menikah dengan Alexa, mama tidak menyetujui hubungan kalian Dami. tolong tinggal dia dan menikahlah dengan Rania" ucap Adelia menatap putranya, sosok yagng selama ini selalu melakukan apa saja yang ia mau, namun kali ini Adelia sulit membujuk Damian
"daddy.... yang dibilang oma benar, menikalah dengan Rania jangan pikirkan Ale, mungkin kita memang tidak bisa bersama" ucap Alexa tersenyum, ia menatap Damian sambil melangkah kearah mereka. sejak tadi sebenarnya ia sudah berada disana dan mendengar semua pembicaraan mereka
"apa yang kamu katakan sayang.. itu tidak akan pernah terjadi" ucap Damian. posisinya serba salah ingin mempertahankan Alexa namun mamanya membuat ancaman yang sangat sulit, namun melepaskan Alexa bukanlah pilihan yang tepat untuknya
"tidak ada dad.. aku bisa menerimanya semua. lepaskan Alexa dan menikah dengan wanita pilihan oma. oma tidak mungkin salah memilih wanita untuk daddy" ucap Alexa, dan tiba-tiba dari belakang Marco dan El datang, keduanya terlihat gos-gosan
"benar yang dikatakan oleh putriku Dami.. tinggalkan Alexa dan menikahlah dengan wnaita pilihan tante Adelia" ucap Marco dan membawa Alexa pergi dari sana, ia juga tidak lupa memberikan sesuatu kepada El untuk diberikan kepada Damian
sedangkan Damian, ia menatap kepergian Marco yang membawa gadis kecilnya ingin rasanya Damian mengejar gadis itu dan menahannya disamping Damian, namun tangannya saat ini ditahan oleh mamanya Damian tidak bisa melakukan apa-apa lagi saat ini
"ikut mama pulang dan menunggu Rania serta keluarganya kerumah" ucap Adelia. Damian lemas dan hanya ikut melangkah saja, dia menatap El namun pria itu juga hanya mengikuti langkah kaki mereka. sakit?, sudah pasti sakit yang Damian rasakan, namun mencoba untuk melepaskan juga ia tidak bisa, ia tidak bisa melawan mamanya lagi
kadang kita sulit melepaskan sesuatu yang sudah menjadi rumah untuk kita
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1