
seperginya Alexa membuat Damian merasa sangat bersalah pada istrinay itu, Damian mengejar namun pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan. terpaksa ia lebih dulu mengerjakan pekerjaannya dan nanti bisa menyusul istrinya, ia juga menghubungi Marco untuk memberitahu hal ini
"kau bisa telfon istriku sebentar, kami ada masalah dan dia pergi begitu saja, aku tidak bisa mengejarnya karna pekerjaan ku sangat banyak" ucap Damian kepada mertuanya itu, minta tolong kepada Marco untuk menelfon Alexa dan menanyakan kemana istrinya itu pergi
sedangkan dijalan Alexa merasa kesal karna suaminya tidak menyusulnya, ia naik taksi kerumah papanya dan akan menginap disana sebelum Damian datang menjemputnya. lagipula ia masih kesal dengan wanita yang mengaku calon istri Damian, apakah suaminya itu bermain diluar sana?
dirumah papaya, Alexa mengajak Rosa ke kamarnya untuk ditemani. bagi Alexa, Rosa itu sudah seperti teman, kaka, dan mama untuknya jadi apapun masalah Alexa pasti akan bercerita dengan Rosa, mereka juga sering bertemu diluar dan mengahbiskan waktu bersama
"aku kesal dengan dia, kenapa harus ada wanita yang datang menemuinya" ucap Alexa sambil menangis dieplukan Rosa, ia kesal dan marah namun tidak ingin didepan Damian. ia ingin suaminya itu lebih dulu sadar dan mendatangi dirnya kerumah ini
"menangislah kalau kamu merasa sedih, keluarkan semuanya jangan ditahan lagi" ucap Rosa mengelus punggung Alexa yang terus menangis sesenggukan, dia tidak pernah diposisi ini dan menurutnya itu kondisi yang menyebalkan untuknya.
"dia dengan lantam bialng kalau dia calon istri Damian, padahal aku sudah bilang kalau aku itu itsri Daian, dia malah tidak percaya..huuhuu" Alexa terus menangis sampai Rosa sendiri bingung caranya untuk menenangkan Alexa, karna wanita ini hanya ingin ditenangkan oleh Marco atau Damian
"sudahlah, kamu terlalu lama menangis, kasihan mata kamu sampai bengkak" ucap Rosa menatap Alexa yang matanya sudah begitu sembab dan bengkak, hampir setenagh jam wanita itu menangis dan hanya megomel ria sejak tadi, untung saja telinga Rosa tebal mendengarnya
"tapi aku masih kesal, aku gak suka sama dia. wanita itu bnar-benar mencari gara-gara padaku..huuhuu.. hikss" Alexa tetap saja menangis, belum cukup untuknya waktu setengah jam dan bahkan membasahi baju yang dikenakan oleh Rosa, astaga masih seperti anak bayi menangis
"sudahlah, jangan menangis lagi, kamu jelek kalau menangis tau" ucap Rosa tertawa, ia menyodorkan tissue kepada Alexa untuk menglap ingusnya yang sejak tadi naik turun. "kau sangat jorok, istirahat saja aku mau kebawah siapin makan siang" ucap Rosa meninggalkan Alexa untuk istirahat
sedangkan Marco menelfon Rosa untuk menanyakan putrinya, setelah Damian emngabari Marco juga ikut khawatir. ia tau jka Alexa masih sangat anak-anak untuk mendapat berbagai masalah rumah tangga, tapi mau gimana lagi, sifat [utrinya itu masih melekat manja dan butuh diperhatikan selalu
"hallo, ada apaa menelfon?' tanya Rosa sambil menyiapkan bahan makanan didapur, selama beberapa minggu ini dia yang memasak makanan untuk Marco, tidak lagi pelayan rumah yang biasa melakukannya. ia mengambil alih pekerjaan mengurus Marco
"apa Alexa ada disana babe?, aku khawatir dengan dia" ucap Marco dengan nada yang cemas, takut jika Alexa benar-benar tidak datang kerumahnya, menajdi masalah juga nantinya. " dia ada dikamarnya dan sedang istirahat, katakan pada suaminya untuk kesini makan siang, akmu juga datanglah" ucap Rosa
__ADS_1
"baiklah babe, sesuai yang kamu minta. aku kesana dan Damian" ucap Marco dan mengakhiri panggilan telfon itu, sedangkan Rosa memilih melanjutkan masakannya, kasihan jika mereka sudah sampai nanti tapi makanan belum selesai dan harus menunggu lagi
dikamar Alexa memilih untuk tidur, dari pada memikirkan masalah dengan Damian tadi. sampai akhirnya Damian dan Marco bertemu didepan rumah karna sama-sama pulag untuk makan siang juga akan menemu Aleexa, mungkin akan memberikan beberapa nasihat kepada wanita manja itu
Marco dan Damian masuk kedalam dan mendapati Rosa selesai memasak, namun Damian tanpa basa-basi langsung naik keatas melihat istrinya. perasaan bersalah dalam hatinya lanngsung mengingat apa yang ia katakan kepada istrinya pagi tadi dan juga kejadian dikantor tadi
"sayang.. aku datang, apa kamu masih marah padaku?'ucap Damian mendekat ranjang dan memeluk istrinya, namn tidak ada respon dari Alexa dan tidak ada pergerakan wanita itu, hal itu membuat Damian semakin merasa bersalah dan memilih membuka selimut yang menutupi tubuh mungil istrinya
"sayang.. kamu kenapa heii" ucp Damian ia menyodorkan tangannya dan menyentuh kening Alexa, panas dan wajah istrinya itu sedikit membengkak, tidak seperti biasanya. mata Alexa juga sangat bengkak dan merah, Damian kaget dan membuka jasnya. melemparnya begitu saja dilantai
"sayang.. heii.. bangun sayang" ucap Damian smabil menepuk pipi Alexa, namun istrinya itu hanya mengerjapkan mata dan lemas. Alexa menatap Damian dengan mata yang sendu, tubuhnya sangat lemas. padahal belum ada 2 jam Rosa meninggalkan dirinya untuk istirahat
'kita kerumah sakit sekarang, astaga maafkan aku sayang. aku bahkan tidak tau kalau kamu sakit. sayang jangan tidur lagi, kumohon buka matamu" ucap Damian menggendong Alexa turun kebawah, melihat Damian membawa putrinya Marco langsung berdiri
"cepatlah sedikit Mar.. aku khawtair istriku kenapa-knapa, ayolah"ucapDamian, tidak sbara untuk sampai kerumah sakit dengan cepat. ia sungguh khawtairdan merasa tidak pantas menjadi suami siagauntuk istrinya. padahal dulu ai sudah berjanji untuk menjaga Alexa
"ini udah cepat Dami, kau mau bagaimana lagi kubawa mobilnya, ini sudah yang paling cepat" ucap Marco protes, memang watak Damian tidak pernah berubah dan sellau ingin cepat jika terjadi sesuatu, padahal dirinya juga kawatir pada putrinya saat ini
"kalian masih bertengkar, fokus menyetir marco, dan kau Damian jangan sampai Alexa tidur lagi" ucap Rosa emsoi, melihat dua pria itu masih mempermasalahkan hal yang tidak penting padahal Alexa dibelakag sudah sangat kasihan, tubuhnya semakin lemas dan matanya juga semakin bengkak
sampainya di rumah sakit, Damian langsung membawa Alexa masuk dan menyuruh doketr disana memeriksa istrinya, Damian terlalu panik sampai beberapa kali membentak dokter yang memeriksa istrinya, sedangkan Marco dan Rosa menunggu diluar dan juga menelfon Carlos dan Adelia untuk datang kemari
"ada apa dengan istriku? sakit apa dia, ecpat tangani atau nyawamu akan melayang saat ini" ucap Damian sambil emnatap dokter itu dengan tajam, tak ingin melihat istrinya menahan sakit dengan lama dan didepan mata kepalanya, dulu Alexa sempat sakit dan iu cukup emnajdi penagalam pahit untuk Damian
"tidak apa tuan, tenang dulu sebentar. istri tuan tidak apa-apa dan tidak mengalami skait yang parah, dia hanya butuh ketenangan dan jangan banyak pikiran, bawaan dari bayinya saat ini" ucap dokkter itu dan menyuruh salah satu suster disana memanggil dokter andungan keruangan
__ADS_1
"maksudmua pa, bicara yang jelas atau kepaalamu berlubang!" ucap Damian,masih bekum paham dengan maksud dokter itu. bagaimana dikatakan tidak skait sedangkan istrinya sudah ebgitu lemas dan badannya juga sangat panas, itu yang katanya tidak sakit!
"tunggylah dokter kandungan datang dan memeriksa sendiri, saya yakin jika istri tuan tengah hamil saat ini, dan dia tidak sakit hanya itu memang bagian dari efek kehamilannya saat ini" ucap dokter itu, bukan takut malah senang menjelaskannya kepada Damian
"hamill..kau bilang istriku hamil.." ucap Damian,mengulang perkataan dokter itu beberapa kali, belum percaya dan menatap istrinya yang terbaring lemah. jika memang benar hamil mengapa Alexa tadi pagi katanya tidak merasakan apapun gejala kehamilan
"tapi istriku tidak mengalami gejala kehamilan, saya sudah sering baca di internet tentang kehamilan" jawab Damian. "jangan membuat saya merasa terbohongi" ucap Damian lai, sedangkan dokter itu hanya tersenyum dan melihat rekannya yang datang
"silahkan dicek dulu, dan saya keluar sebentar. tuan tunggulah pernyataan dari dokter kandungan ini kalau belum percaya dengan saya" ucap dokter itu dan keluar dari ruangan. sedangkan rekannya memeriksa perut Alexa sambil tersenyum menatap kedua sejoli itu
"selamat tuan dan nyonya, anda hamil 2 minggu dan janinnya dalam keadaan sehat. namun jika boleh kalian harus menjaga dengan baik dan menghindari si ibu dari banak pikiran, takutnya berpengaruh kepada janin yang ada dalam kandungan si iu" ucap dokter itu menjelaskan
Alexa sejak tadi sudah bangun dan merasa dirinya benar-benar sepenuhnya jadi istri, ia sennag dan bercampur sedih. sedihnya karna tubuhnya sangat lemah sampai jatuh sakit saat ini "tapi kenapa istri saya sakit dok, tubuhnya lemah dan snagat panas" ucap Damian,masih kawatir dengan Alexa
"itu hal biasa tuan, jika si ibu merasa mual,sakit kepala,lemas dan terkadang lebih parah lagi sakit.namun jika menjaga pola makan,istirahat yang baik dan juga jangan stress tidak akan terjadi hal seperti itu. saran saya tuan sebagai suami harus memperhatikan bumil" ucap dokter tersenyum
"tapi saya tidak mengalami hal seperti mual, atau yang lain dok. ini saja saya tidak merasa jika sedang hamil karna tidak merasakan gejala itu" ucap Alexa dengan suara yang lemah, dibantu Damian untuk bersandar diranjang. " iya nyonya, itu bisa terjadi dan kehamilan orang berbeda-beda" ucap dokter
"kalau merasa masih pening atau lemas, bisa tebus vitamin ini di apotik depan jaga pola makan" ucap dokter itu meresepkan obat dan vitamin untuk Alexa, ia memberikannya kepada Damian dan pamit untuk keluar dari ruangan itu. sedangkan Damian lansgung memeluk ALexa lembut dan beberapa kali mengucapkan terimakasih
mengecup kening istrinya dan meminta maaf berkali-kali. ia menyesal tidak menjaga istrinya dengan baik sampai tidak sadar jika istrinya tengah mengandung anak mereka, bahkan tadi siang istrinya pulang sendirian, Damian merasa gagal menjadi calon ayah dan suami. sampai Marco dan Rosa serta Carlos dan Adelia masuk kedalam, menemui Alexa
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1