
siang harinya mereka semua sepakat untuk keluar menghabiskan waktu. Damian sudah berjanji kepada sitrinya jika selama kehamilan Alexa dia akan bekerja dari pagi sampai siang, dan mulai siang akan menemani istrinya dirumah atau sekedar keluar bersama
Adelia memilih mall langganan yang sudah sering ia kunjungi, sudah lama dia tidak kesini. semenjak Alexa menikah dengan Damian mungkin ia baru dua kali kesini,dan Alexa juga menyukai tempat ini. meski dia tidak membeli atau hanya sekedar meliaht saja, tetap saja Alexa merasa happy karna ditemani oleh suaminya
"sweety kalau capek bilang ya, jangan ditahan. kasihan anak kita sedih melihat mamanya kelelahan" ucap Damian sambil membawa tas miik istirnya. sedangkan Rosa dan Adelia sibuk mencoba baju dan sudah membeli beberapa koleksi tas milik mereka
"hubby aku ingin makan makanan itu, aku lapar melihatnya" ucap Alexa menunjuk salah satu tempat makan disana, sejak tadi dia melihat tempat makan itu dan merasa tertarik untuk mencoba. Damian yang mendnegarnya hanya terkejut karna baru 2 jam yang lalu istirnya itu makan
"ya sudah aku temani kesa,a mama juga masih memilih barang disini" ucap Damian. melihat mama mertuanya dan mamanya yang sibuk memilih barang membuat Dmaian pamitan kepada dua pria gabut yang menungu istri mereka selesai berbelanja
Damian memilih meja untuk mereka dan menyuruh istrinya untuk duduk disana. Alexa memainkan ponselnya sembari menunggu suaminya membawa makanan mereka. namun ketika dirinya hendak ke toilet tiba-tiba suara yang ia kenal menyapa dirinya
"sudah lama tidak melihatmu, haha sepertinya kehidupan kalian sangat baik-baik saja" ucap suara itu smabil mendekat kepada Alexa. seketika itu juga Alexa menatap sumber suara itu. " apa kabar Alexa Adithama, sudah lama tidak bertemu" ucap Rania
ternyata wanita itu masih punya muka untuk ditunjukkan kepada mereka. setelah kejadian dulu dan membuat keluarganya malu Rania bahkan seperti hialng ditelan bumi. namun saat ini wanita itu berada didepan Alexa dan menyapa dirinya dengan senyuman kebencian
"baik.. kami sellau baik dan keluarga kami cukup bahagia" jawab Alexa dengan snatai dan kembali duduk. ia menatap Rania yang seolah mencari sesuatu. "mencari suamiku? haha dia masih ada keperluan, sebentar lagi akan datang, duduklah jika memang ada perlu" ucap Alexa menaikkan alisnya sebelah
"kau semakin berani saja, dasar wnaita *****!' ucap Rania. namun tangannya hanya sampai diudara karna seseorang telah menahan tangan itu. "jangan pernah menyentuh istriku, atau kau akan mengalami lebih parah dari perbuatanmu!' ucap Damian yang datang dari belakang
"hubbu.. kamu lihat wanita ini, sangat tebal mukanya untuk datang menemui kita" ucap Alexa dan menerima nampan yang berisi pesanan mereka. Damian duduk dan sedikit mendorong tubuh Rania agar menjauh dari mereka. "untuk apa kesini, apa kau masih punya keberanian untuk bertemu dengan kami!" nada bicara Damian berubah total didepan Rania
"buk..bukan.. begitu.. Dami aku hanya ingin minta maaf, aku tidak bermaksud yang lain" jawab Rania namun dalam hatinya sangat menyesali perbuatannya. meski dia dengan susah payah menemukan mereka dan sekarang bertemu. Rania masih mneyimpan dendam itu terhadap Alexa
__ADS_1
"pergilah dan jangan pernah muncul kesini, atau kau akan tau akibatnya!' ucap Damian dan menyuapi istrinya dengan telaten. tidak menghiraukan Rania sama sekali, wanita itu hanya mendegus kesal dan pergi dari tempat itu. menatap Damian dan Alexa dengan tajam
"kau sepertinya punya dendam dengan mereka, bagaimana kalau kita kerjasama?" ucap suara tiba-tiba ditelingra Rania. suara wanita yang juga sedikit tajam dan menatap kearah Damian yang tengah sibuk menyuapi istirnya. " kau siapa?, aku tidak punya urusan denganmu!!" ucap Rania dan meninggalkan wanita itu
"jangan terlalu galak nona, kau dan aku punya tujuan yang sama dengan keluarga mereka, apa kau tidak ingin membuat Damian disampingmu dan menyingkirkan wanita itu?" ucap Kaylin. ya wanita yang menghampiri Rania adalah Kaylin, yang masih belum puas mengganggu kehidupan Damian.
"apa maksudmu, jangan banyak bicara dan bertele-tele, aku banyak urusan dan kalau tidak penting lebih baik aku pergi" ucap Rania, namun dengan cepat Kaylinn tersenyum dan mengajaknya untuk duduk tidak jauh dari tempat dimana Damian dan Alexa makan
"aku juga punya masalah dengan wanita itu, merebut Damian dariku dan membuat Damian membenciku sampai sekarang. dan aku yakin kau pun sama denganku, kita bekerja sama dengan menyingkirkan wanita itu, dan kalau berhasil kau bisa bersama Damian" ucap Kaylin menjelaskan
"lalu denganmu?, untuk apa kau membantuku mendapatkan Damian jika kau tidak ada keuntungan?" tanya Rania. aneh saja jika Kaylin membantunya sedangkan wanita ini juga mencintai Damian, dan ingin merebut Damian dari Alexa saat ini
"tidak perlu. kau cukup memberikanku harta Damian atau saham perusahaannya saat ini, itu sudah lebih dari cukup untukku" ucap Kaylin. saat ini menurutnya lebih penting uang dari pada Damian, toh juga dia bisa mencari pria lain diluar sana tanpa harus bersama Damian
"siapa kau, dari mana kau mengenal Damian dan mengancam kami" ucap Kaylin. dia tidak mengenal pria ini dan barusa aj melihatnya, namun perkataan pria ini seolah benar dan pernah merasakan sendiri. " kau tidak perlu tau siapa aku dan dari mana aku tau, yang pasti perkataan ku itu adalah kebenaran" ucap Martin
"jangan banyak alasan, aku tidak akan pernah mundur untuk menghancurkan keluarga itu" ucap Kaylin dengan mata yang tajam dan datar, enak saja pria ini mengatur dirinya dan menyruuhnya untuk berhenti. memangnya dia tidak sia-sia mengeluarkan semua tenaganya sampai sekarang
"aku hanya memberikan saran, atau tidak aku sendiri yang menghabisi kalian. jangan coba-coba untuk membuat onar dan melukai istri Damian atau kalian sendiri tau akibatnya" ucap Martin dan meraih ponselnya untuk menghubungi orangnya, memberikan peringatan kecil pada dua wanita ini
Martin emninggalkan mereka begitu saja, ia memilih untuk menghampiri Damian dan Alexa yang tidak jauh dari tempat mereka. sudah lama mereka tidak bertemu dan kali ini Martin sengaja pulang berlbur untuk bertemu dengan Marco dan mengucapkan selamat pada pria itu
"hallo ponakan tersayang ku" ucap Martin dan tersenyum. Alexa yang tidak tau siapa yang datang langsung menatap keatas, alangkah terkejutnya dia melihat Martin berada didepan mereka. Alexa langsung berhambur dipeukan pria itu. "paman datang kok gak kasih kabar" ucap Alexa mayun
__ADS_1
"duduklah Tin, sweety biarkan pamanmu duduk dulu. kasihan kalau berdiri dan memangku kamu" ucap Damian dan memberikan tempat untuk Martin, sedangkan Alexa tetap memeluk pamannya dengan manja. ia juga tidak mau melepaskan Martin meski sudah di kode oleh Damian
"kapan sampai ke Jakarta?" tanya Damian, jika terus menatap istrinya dia akan menghabisi Martin saat itu juga, maka dari itu Damian memilih untuk bicara dengan Martin. " baru saja, tadi aku kerumah Marco tapi kata pelayannya mereka kesini, makanya aku langsung menyusul" jawab Martin dan memberikan sesuatu pada Alexa
"ihhh lucu banget bonekanya,paman dapat dari mana ini? kok suami aku gak pernah kasih hadiah ya" Alexa sengaja mengatakan begitu karna memang kenyataannya Damian sangat jarang mmberikannya hadiah selama mereka menikah. bahkan jika tidak ada acara perayaan Damian selalu bersikap biasa saja
"khusus dibuat untuk ponakan paman yang sedang bumil. karna paan tau kalau cucu paman pasti senang dengan hadiah ini" ucap Martin tersenyum, ia juga memanggil pelayan untuk memesan makanan. berbeda dengan Damian yang merasa membenarkan ucapan istrinya tadi
"yang lain kemana?, apa kalian tidak bersamaan?" tanya Martin. karna Marco dan istirnya, juga Carlos dan Adelia tidak ada bersama mereka saat ini. "mereka sedang membeli sesuatu dan Marco juga papa menemani istrii masing-masing" jawab Damian seadanya
"kau sudah lama tidak pulang, bagaimana perusahaan mu disana?, bahkan Marco menikah pun kau tidak ada waktu untuk sekedar datang" ucap Damian, padahal jika diingat-ingat kepergian Martin baru dua bulan yang lalu. " aku banyak pekerjaan, dan sekarang baru sedikit bebas" jawab Martin
"astaga ternyata kalian semua disini, Martin juga pulang nak?' ucap Adleia dan langsung mendekat kearah Martin. ia memeluk pria itu dan duduk disamping Alexa, namun Marco yang melihat sepupunya itu sangat kesal karna dihari pernikahannya tidak hadir
"untuk apa datang kemari, apa kau terlalu sibuk selama dua bulan ini cihh" uca Marco namun tetap ia mendketa dan memeluk Martin. begitu juga Carlos melakukan hal yang sama dan mengambil tempat disamping Damian. berbeda dengan Rosa yang tidak tau apa yang harus ia lakukan
"jangan coba-coba memeluk istriku, cukup ucakan dan salaman" ucap Marco menatap sepupunya itu dengan tajam, ia tau Martin ingin memeluk Rosa namun dengan cepat memisahkan dan menarik tangan istrinya untuk menjauh dari Martin
"dasar posesif, udah tua juga" ucap Martin tidak habis pikir kelakuan sepupunya itu, seperti anak kecil yang takut jika makanannya diambil orang lain." makanya menikah biar tau rasanya disayang istri dan punya teman dirumah" Marco menjawab namun mendapat cubitan dari istrinya
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1