
hari ini Alexa dan Rosa akan ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, Damian tidak bisa menemani istirnya karna harus melakukan perjalanan bisnis keluar kota. dan meminta mama mertuanya untuk menemani istrinya kerumah sakit
Damian dan juga sekretarisnya sudah berangkat satu jam yang lalu, barulah Rosa datang ke rumah mereka dan menjemput putrinya. keduanya tengah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Marco yang tadinya ingin menemani pun akhirnya batal karna ia harus mengikuti salah satu acara penting diperusahaan
"sayang kamu sudah selesai, kita jalan sekarang" ucap Rosa sambil merangkul Alexa untuk keluar rumah. keduanya diantar oleh supir pribadi keluarga Marco yang ditugaskan untuk mengantar istrinya kemanapun ia ingin perg. "habis ini mau kemana Al?' tanya Rosa
karna biasanya mereka setela melakukan kegitan pasti akan mampir kemana atau menghabiskan satu harian diluar. dan kali ini Alexa ingin pergi kepantai da Rosa dengan senang hati ikut dengan permintaan bumil itu. meski dirinya juga menginginkan hal itu
"selamat ya nona, bayinya tumbuh sangat aktif dan juga hebat. sehat dan sempurna, jangan sampai banyak pikiran dan kalau bisa selalu minum vitamin kehamilannya ya" ucap dokter yang sudah menjadi langgananan Alexa dirumah sakit itu
"baik dok terimakasih, tumben tidak sama suaminya nona?' ucap dokter itu dengan senyuman, biasanya pasiennya yang satu ini selalu diantar oleh suaminya dan itu sangat posesif. selalu mengatur mereka sampai selalu salah setiap tindakan mereka
"usianya sudah memasuki bulan ke lima nona, sudah bisa dilihat tubuhnya namun masih sangat kecil dan belum terbentuk sepenuhnya. namun detak jantungnya bisa didengarkan" ucap dokter itu sambil mengambil alat dan meletakkannya diperut Alexa
tentu saja Alexa sangat bahagia, bisa mendengar langsung detak jantung buah hati mereka. tidak lupa juga ia merekam moment itu untuk dikirimkan kesuaminya. " papanya pasti senang mendengarnya" ucap Alexa sambil tersenyum, Rosa yang melihat hal itu juga ikut bahagia dan mengelus perutnya
saat ini Rosa tengah mengandung buah hati mereka, sudah satu bulan dan masih sangat rata perutnya. namun ia juga selalu kontrol bersama suaminya. bahagia dengan kabar dalam keluarga mereka saat ini, seperti yang di inginkan oleh suaminya, Marco.
"terimakasih banyak dokter, kalau begitu kami permisi dulu" ucap Alexa dan juga Rosa, keduanya kelura dari ruangan dan langsung menuju parkiran mereka. seperti yang mereka setujui kalau mereka akan menghabiskan waktu bersama diluar, tanpa ada suami mereka yang tukang ngatur
berbeda dengan istirnya, Damian saat ini tengah mengikuti meeting dengan klien mereka dan sedang berada disalah satu hotel dikota Y. Damian bersama sekretraisnya langsung menuju tempat yang dijanjikan oleh klien mereka untuk membahas kerjasama
namun saat dirinya hendak masuk kedalam salah satu restoran hotel itu, dia bertemu dengan Kaylin. wanita yang sempat diancam dan juga diberi peringatan untuk tidak mengganggu rumah tangga mereka. wanita itu bahkan tersenyum padanya dan melewatinya begitu saja
tanpa mempedluikan hal itu, Damian kembali melangkah masuk dan bertemu dengan klien mereka. namun yang membuat dirinya terkejut adalah Kaylin berada disana dan duduk tepat disebelah klien mereka, entah apa hubungan diantara keduanya, Damian tidak perlu tau itu
__ADS_1
"tuan, sebelumnya perkenalkan calon istri saya Kaylin Mahendra. sayang kenalkan ini tuan Damian Adithama yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita" ucap pria itu dengan senyuman. sedangkan Kaylin hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya
"salam kenal tuan Damian" ucap Kaylin. tentu saja wanita itu sudah merencanakan smeua targetnya saat ini. dia sudah tau pergerakan Damian dan melakukan rencana yang cukup matang selama beberapa bulan erkahir ini bersama dengan Rania, meski suda diperingatkan oleh Martin sebelumnya
"langsung saja tuan, kita ke pembahasan kita hari ini. saya tidak banyak waktu untuk bicara banyak ,karna istri saya sedang menunggu dirumah" ucap Damian dan menyuruh sekretarisnya mengeluarkan surat kerjasama mereka untuk dibahas dan proyek yang akan mereka lakukan
hampir 30 menit mereka menghabiskan waktu untuk berdiskusi, akhirnya Damian dan kliennya mendapatkan titik terang dan menandatnagni kotrak perjanjian pekerjaan. "saya ke toilet dulu tuan, permisi" ucap pria itu dan meninggalkan Damian dan Kaylin disana, dan kebetulan sekretaris Damian lebih dulu izin ke toilet
"sudah lama tidak bertemu, dan selalu ada kesempatan untuk bertemu. bagaimana kabarmu Dami?" ucap Kaylin sengaja mengulur waktu untuk mendapat kesempatan menaklukkan Damian lagi. " tidak urusanmu, yang pasti aku bahagia bersama keluargaku" ucap Damian dan fokus oada ponselnya
"jangan terlalu ketus bicara, kau tidak mungkin bisa melupakan kenangan kita yang dulu,jangan gengsi Dami kau seharusnya bisa menurunkan gengsimu itu sekarang" ucap Kaylin tersenyum. ia berpindah tempat dan duduk disebelah Damian, bahkan sangat dekat
"kau dan aku masih bisa bersama, setidaknya untuk menghabiskan waktu berdua" ucap Kaylin dan mendekatkan wajahnya kearah Damian, sedangkan pria itu hanya diam dan menepis wajah Kaylin dengan cepat. ia menjauhi wanita itu dan pergi dari sana, menghubungi sekretarisnya untuk menyelesaikan semuanya
'ting"
"suami mu boleh juga jika berbohong, aku terlalu percaya padanya"
sebuah pesan masuk kedalam ponsel Alexa dan memperlihatkan foto dimana ada suaminya didalam sana. namun disebelah suaminya ada sosok wanita yang tidak asing untuknya, pernah melihat wanita itu namun Alexa lupa dimana mereka pernah bertemu
masih disalah satu mall kota Jakarta, Alexa sedang menikmati makan sore bersama Rosa. setelah selesai berbelanja dan nonton bersama. ia fokus pada ponselnya yang sedari tadi tidak ada notif dari suaminya. meski dia sudah memberi pesan beberapa kali
Damian tidak ada membalas satupun pesan darinya, malah Alexa mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal dan mengirimkan foto suaminya sedang duduk mesra dengan wanita lain. "kenapa sayang, kok tiba-tiba mukanya berubah?" tanya Rosa, ia meluhat perubahan wajah putrinya
"tidak ada ma, hanya saja aku sangat lelah hari ini mau pulang saja" ucap Alexa. menutupi sakit hati yang ia rasakan dan tidak mau sampai mamanya tau masalah ini, biarlah dia sendiri yang menanyakan langsung pada suaminya dan tidak ingin berfikir lain-lain sebelum bertemu Damian
__ADS_1
"kalau ada masalah cerita saja ya sayang, jangan menutupinya sendiri tidak baik untuk kesehatan kamu dan calon bayi kamu" ucap Rosa tersenyum. ia tau apa yang membuat putronya berubah, namun alasan pastinya ia tidak mengerti, hanya melihat Alexa menutup ponselnya setelah mendaoat pesan
"iya ma, kita pulang saja ya ma" jawab Alexa dan diangguki oleh Rosa. keduanya keluar dari restoran itu dan pulang kerumah, lebih dulu Rosa mengantarkan Alexa kerumahnya dan memastikan bahwa putrinya itu baik-baik saja sampai dirumah mereka
Alexa menaiki tangga dan masuk kedalam kamar. ia memberikan pesan kepada suaminya namun kali ini hanya centang satu. pikiran yang tadinya mulai tenang kembali bergelut dikepala Alexa, memikirkan jika benar suaminya itu bersama wanita lain dan sedang bermesraan
"mengapa jadi begini ya, apa mas Damian memang sudah lama dengan wanita ini?,seperti tidak asing" monolog Alexa didalam kamar, melihat foto itu dengan jelas. dimana Damian suaminya hanya diam saat wanita itu mendekat bahkan mencium pipi suaminya
"kok sakit banget ya, astaga maafkan mama sayang kamu jadi ikut sedih pastinya" ucap Alexa dan melangkah menuju kamar mandi, ingin menenangkan pikiran dan hatinya sebelum akan bertanya kepada suaminya tentang kebenaran foto itu
disisi lain, Damian menyuruh sekretarisnya untuk cepat-cepat menyetir. dia khawatir kepada istrinya yang ia tinggalkan sendirian dirumah, meski ada pengawal dan juga bi Uning tetap saja Damian merasa tidak tenang dan punya firasat tidak enak terhadap istrinya sejak tadi
"cepatlah sedikit, jangan lambat begini" ucap Damian, padahal sekretarisnya itu sudah menyetir dengan kecepatan diatas rata-rata. Damian sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya, sungguh dia sangat merindukan istirnya saat ini, seperti tidak bertemu satu minggu
hampir memakan waktu 2 jam mereka diperjalanan, dan kini jam menunjukkan pukul 11 malam. Damian masuk kedalam rumah yang sudah gelap karna lampunya dimatikan semua, pertanda mereka sudah tidur, begitu juga istirnya pasti sudah tidur saat ini
Damian masuk kedalam kamar dengan hati-hati. tidak ingin menimbulkan suara yang membangunkan istrinya. namun betapa terkejutnya ia mendengar suara istrinya yang tengah duduk diranjang, menunggu dirinya pulang namun dengan suasana yang muram
"masih ingat pulang kamu. kenapa gak nginap disana aja sama wanita itu?, kenapa masih ingat pulang kerumah setelah seharian sama wanita itu!" suara Alexa begitu tajam dan sangat datar. ia juga menatap Damian dengan dingin, tanpa ekspresi apapun
"sayang.. "
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1