My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 61


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu oleh satu keluarga akhirnya tiba, sekarang saatnya Damian akan melangsungkan dan membawa Alexa ke ibadah yang paling serius dan membina rumah tangga bersama wanita yang selama ini mendiami hatinya, sudah hampir 20 tahun mereka akan bersama, dan melanjutkan kebersamaan itu setelah ini namun dengan status yang berbeda


Damian dan keluarganya akan meluncur ke salah satu rumah ibadah disana dan akan melangsungkan acara perniakahan skral mereka di tempat itu, sedangkan Alexa bersama dengan Rosa dan papanya juga ada pamannya yaitu Martin juga akan meluncur ke tempat yang sama


Alexa sudah bersiap dengan baju pengantin miliknya, sangat cantik dan siapapun yang melihatnya pasti pangling dan juga tidak akan sadar bahwa itu adalah Alexa. berbeda dari yang biasanya, kali ini Alexa disulap oleh MUA kleuarga mereka bak tuan putri dari kerajaan


"sayang.... kamu sudah siap?" tanya Marco masuk kedalam kamar Alexa dengan stelan tuxedo warna biru dongker dan dipadukan dengan jas yang senada, juga dengan Rosa memakai warna dress yang sama persis seperti Marco dan itu adalah warna yang mereka sepakati untuk dipakai diacara yang besar ini


Alexa dnegan baju yang putih senada dengan apa yang dikenakan Damian, ia mengangguk ketika Marco, papanya masuk kedalam dan menanyakan kesiapan dirinya. "sudah pa, tinggal berangkat saja" jawab Alexa tersenyum, pernikahan yang sangat mewah namun tidak ada yang ia undang dari teman kampusnya, hanya Michel itu pun entah datang atau tidak


mereka segera menuju tempat dimana Damian dan keluarganya sudah berada lebih dulu disana menunggu pengantin wanita, ada perasaan yang sukar untuk digambarkan oleh Marco dalam hatinya, ia melihat beberapa kali kearah putrinya dan menaarik nafas dengan dalam


ia baru saja bertemu dengan Alexa, putrinya namun sekarang sudah akan dipisahkan dan dimulai dengan kehidupan Alexa yang baru dan menyandeng gelar istri dari sahabatnya sendiri, ada perasaan yang kurang dalam diai Marco jika nanti dia tidak akan bisa lagi sebebas itu bertemu dengan putrinya


"papa kenapa kok melamun dari tadi?, gak senang ya Ale menikah" ucap Alexa yang sadar dengan raut wajah Marco yang terlihat sedih dan gelisah sejak tadi. " bukan tidak senang sayang, hanya saja papa susah untuk melepaskan kam" ucap Marco tersenyum dan memeluk putrinya


"kenapa pa?, nanti juga kita akan sering bertemu kalau bisa setelah papa menikah aku dan mami Rosa akan sering bermain jadi kita juga akan sering bertemu" ucap Alexa tersenyum manis, namun mendengar ucapannya itu ada seseorang yang terkejut karna penuturn Alexa


"iya tapi tetap saja, status kamu akan sudah berubah setelah menikah dan yang berhak atas kamu bukan lagi papa melainkan suami kamu sayang" ucap Marco namun tetap menunjukkan senyumannya agar tidak mengubah suasana bahagia itu terhadap putrinya


"tenang saja papa, Ale akan tetap menjadi putri papa dan kapanpun papa mau temui Ale, kami selalu membuka pintu untuk papa" ucap Alexa dan memeluk erat tubuh Marco. ia juga merasa sedih kalau dirinya akan merbuah menjadi istir Damian, bukan gadis kecil milik daddy atau papanya, bahkan oma dan opanya


mereka sampai ditempat dan melihat sudah banyak tamu undangan disana, menunggu mempelai wanita yang menjadi bintang tamu malam ini. rasa takut dan gugup menghantu perasaan Alexa, namun karna ada Marco yang memegang tangannya sambil tersenyum, perasaan itu sedikit hilang


"jangan takut semau akan hilang, ada papa disini yang akan menamani kamu sampai kesana" ucap Marco sambil menuntun Alexa turun dari mobil untuk berjalan kedepan. sedangkan rosa dan juga martin sudah bergabung bersama dengan orangtua  Damian disana

__ADS_1


Marco berjalan sambil mengandeng Alexa, membawa putrinya kedepan altar dan memberikannya kepada Damian. namun sebelum melakukan hal itu, Marco menatap Damian dan mengatakan sepatah kata yang maknanya sangat dalam untuk seorang papa terhadap putrinya


"meski kau adalah sahabatku, namun putriku adalah separuh nafasku. jangan pernah membuatnya menangis atau kau sendiri yang tau akibatnya" ucap Marco dan memberikan tangan Alexa kepada Damian. dengan tersenyum Damian mengangguk dan menerima tangan mulus itu


sejak tadi, ia sudah tersepona dengan kecantikan Alexa sejak tadi kedatangan wanitanya itu, matanya tidak bisa mengalihkan pandangan sangat mempesona, Alexa begitu cantik dan hampir saja Damian tidak mengenali wanitanya itu sangking cantiknya


"baiklah, karna mempelai wanita dan pria sudah datang maka acara ini bisa kita mulai" ucap MC disana, mereka mulai tenang dan mendengarkan arahan dari MC, pendeta yang akan memberkati mereka juga sudah bersiap dan acara sudah akan dimulai


"untuk mempelai laki-laki, silahkan jawab pertanyaan saya dengan lantang. apakah anda bersedia sehidup semati dengan dengan saudara Alexa, dan bersedia suka dan duka dengan saudara Alexa" ucap pendeta itu. " ya saya bersedia" jawab Damian dengan lantang


"saudara Alexa apakah anda bersedia sehidup semati dengan saudara Damian Adithama, baik suka maupun duka?" ucap pendeta itu kepada Alexa." ya, saya bersedia" jawab Alexa dengan tangan yang mulai berkeringat dan sudah mulai gugup


acara berlangsung snagat hikmat dan juga tenang, Damian mengatakan janji pernikahan dengan lantang didepan smeua orang, bukan hanya didepan orangtuanya namun juga didepan iman yang ia percaya saat ini, begitu juga Alexa meski dalam hatinya banyak ketakutan karna mejadi sorotan namun acaranya berjalan dengan baik


"terimakasih sayang.. terimakasih sudah mau menikah denganku, sudah mau menerima pria tua ini menjadi suamimu dan ayah dari anak-anak kita kelak" ucap Damian diatas pelaminan sambil membisikkan kepada Alexa, wanita itu hanya tersenyum mengangguk


malu?, tentu saja, ia merasa malu namun juga bahagia sekaligus. ia tidak pernah menyangka jika dirinya akan menikah dengan pria yang sudah ia anggap sebagai ayahnya, menjaganya selam ini dan selalu menjadikan dirinya prioritas dalam hidupnya


"makasih juga dad, sudah membuat Ale jadi bagian hidup daddy, selama ini membuat Ale selalu yang pertama untuk daddy. i love you daddy" ucap Alexa mengenggam tangan Damian erat, mereka sudah resmi menjadi suami istri sekarang dan saatnya mereka menyambut tamu yang berdatangan


tidak sedikit yang datang ke pesta pernikahan  mereka, karna campur tangan Adelia membuat pesta ini sangat ramai dan berlangsung hingga malam hari. bahkan para tamu undangan selalu berdatangan dari kalangan semuanya, dari rekan bisnis, rekan arisan,rekan bisnis Adelia dan juga Carlos semuanya berdatangan kesana


tidak lupa juga, Marco naik keatas pelaminan dan mengucapkan selamat kepada Alexa juga Damian, bersama dengan Rosa dan juga Martin. "selama ya bro atas pernikahannya, jaga putriku dnegan baik dan jangan pernah terdengar olehku dia menangis, atau kalau tidak aku ornag pertama yang akan berhadapan denganmu' ucap Marco tersenyum


"sudah tenang saja, selama ini kau tau bagaimana hidupku dan apa yang ku kerjakan. kelak kalau Alexa menangis kau sudah tau menenangkannya seperti apa" ucap Damian, jika didengar seperti kata-kata yang biasa tanpa makna, namun kalau dipikir-pikir makna kata Damian itu sangat dalam

__ADS_1


ia tau kedepannya rumah tangga mereka akan lebih banyak lagi rintangan, tidak hanya dari luar mungkin saja juga dari mereka sendiri, Damian mengatakan demikian karna ia tau selama Marco ada pasti tempat pulang Alexa kerumah papanya, dan Damian berharap Marco akan bisa menjadi penengah diantara mereka


"selama ya Ale, aku senang melihhat kamu bahagia. semoga cepat dikasih momongan ya" ucap Rosa memeluk Alexa erat, ia senang sekaligus bahagia Alexa akhirnya menikah dengan Damian. meski ia dari awal tidak tau betul hubungan mereka namun setelah Marco bercerita sedikit banyak ia sudah tau


"mami juga harus cepat menyusul, bilang sama papa biar cepat mengurus pernikahan kalian" jawab Alexa membuat Rosa lagi-lagi malu karna perkataan Alexa barusan, sedangkan Mraco hanya mengangguk setuju. lampu hijau sudah diberikan oleh putrinya untuk dia menikah lagi


"baiklah jangan lama-lama disini masih banyak orang dibelakang ngantri" ucap Martin yang merasa diabaikan disana, ia memang belum sedekat itu dengan Damian. tapi jangan ditanya dengan Alexa pertama kali kedatangan Martin wanita itu sangat antusias menyambut paman barunya


"selamat ya sayang, paman bahagia atas kebahagiaan kamu. semoga cepat punya momongan biar paman bisa gendong" ucap Martin dan memeluk Alexa, namun hanya sebentar saja karna Damian sudah menatapnya dengan tajam dan memberikan kode keras kepada Martin


"paman juga harus cepat menyusul, jangan mau kalah dari papa" jawab Alexa sambil tertawa. tiga orang itu akhirnya turun disusul dengan orang-orang yang melangkah memberi selamat, sampai akhirnya Alexa menangkap satu orang yang sangat ia kenal disana


"Michel?, dia datang dan memenuhi janjinya untuk melihatku menikah" batin Alexa ketika tau Michel berada diantara orang-orang yang ada disana, wajahnya sangat terlihat sedih entah karna dirinya menikah atau ada hal lain, yang pasti Alexa senang kedatangan pria itu


"selama ya Ale atas pernikahan kamu, semoga aku bisa move on dari kamu dan secepatnya dapat penggantimu" ucap Michel tersenyum dan menatap Damian. sosok daddy yang selalu diceritakan oleh Alexa ternyata menjadi suami wanita itu saat ini


"selama om sudah menikai Alexa, wanita idaman satu kampus.hati-hati ya om banyak yang ngincer Ale soalnya" ucap Michel bercanda,namun hal itu dianggap serius oleh Damian dan menatapnya dengan tajam, aura dinginnya mulai keluar dan memeluk Alexa erat, seolah mengatakan jika Michel tidak boleh menyentuh Alexa


"posesif ya Al.. tapi bagus sih begitu" ucap Michel dan turun dari pelaminan dengan wajah yang masih tersneyum namun hatinya patah, sulit menerima namun harus menerima itulah istilah yang menggambarkan situasi hati Michel saat ini, sakit namun obatnya tidak ada karna ini masalah hati


kadang kita sulit melupakan sesuatu yang sudah kita tau bahwa itu bukan milik kita


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2