My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 37


__ADS_3

Adelia sengaja menyuruh Rania pergi kekantor Damian dan menyampaikan rencaan mereka, Adelia sengaja membuat rencana seperti ini agar Damian mau pulang dan menikah dengan Rania, namun ternyata hal itu tidak membuat Damian goyah, malahan membuat Rania merasa semakin direndahkan


"maafkan Damian ya nak, mungkin dia terkejut kamu melakukan hal itu" ucap Adelia saat Rania menceritakan semua apa yang terjadi, sampai Damian tega mendorong dirinya dan menjatuhkannya dilantai, betapapun Rania sangat malu dilihat oleh beberapa karyawan kantor itu


"kalau nanti kamu sudah nikah sama Damian, tante yakin kalau dia akan menurut sama kamu" ucap Adelia sambil tersenyum, ia juga kehabisan akal untuk memaksa Damian menikah, ia sungguh semakin membenci Alexa jika begini, karna gadis itu Damian rela melawan padanya


"iya tante, kalau bisa secepatnya tante memaksa Damian meninggalkan gadis itu, aku tidak bisa terus menerus seperti ini tante, aku juga butuh kepastian ucap Rania dan memilih pamit untuk pergi ketempat kerjanya, ia sudah terlalu lama menghabiskan waktu bersama Adelia selama ini


selama diperjalanan, ternyata Marco sudah memasang mata-matanya untuk memantau kemana saja Rania pergi, dan benar saja wanita itu bukannya ketempat kerjanya, namun malah masuk kesalah satu CLUB disana dan tentu saja bersama seorang pria yang Marco saja sulit menebak siapa dia


"terus ikuti mereka dan jangan lupa memberi informasi padaku" ucap Marco dibalik telfonnya, ia mendapatkan video dari orang yang ia suruh mengikuti Rania. benar yang diakatakn oleh Damian jika wanita itu bukanlah wanita baik-baik saja dan tidak seperti apa yang dikatakan oleh Adelia


"hallo.. maaf aku terlambat karna harus mengurus wanita tua itu" ucap Rania kepada seorang pria disana dan saling berpelukan satu sama lain, bahkan wanita itu dengan tak tau malu mencium pipi pria itu. keduanya tersenyum sambil mengangguk bersamaan


"bagaimana rencana kita?, apakah berhasil atau malah sia-sia?" tanya pria itu seolah mereka sudah snagat akrab saat ini, Rania bahkan berani duduk di pangkuan pria itu. mereka tidak tau kalau orang yang disamping mereka adalah suruhan Marco yang seolah menjadi pelanggan disana


"berhasil dengan sempurna, wanita tua itu sudah memakan umpan kita, tinggal menunggu Damian jatuh kedalam tanganku" ucap Rania tersenyum, pria itu meraih bibir Rania dan melu*matnya dengan rakus, keduanya berci*uman dengan mesra sampai pria itu melepaskannya kembali

__ADS_1


"mending didalam saja, jangan disini beby" ucap Rania dan diangguki oleh pria itu. mereka berdua masuk kedalam kamar dan sudah pasti mereka melakukan sesuatu yang harusnya dilakukan, meskipun orang suruhan Marco tidak sampai ikut kedalam mereka tau apa yang dilakukan didalam sana


Damian masih tetap setia menunggu Alexa bangun, sedangkan Marco sudah dikabari tentang kondisi Alexa dan membuat pria itu memutuskan pulang cepat. walaupun Damian mengatakan kalau kondisi Alexa baik-baik saja, tetap saja Marco merasa khawatir dan tidak fokus bekerja


"sayang.. bangunlah daddy sudah disini bersamamu" ucap Damian sambil mengecup tangan Alexa, dia melihat Alexa yang masih menutup matanya. rasa bersalah kembali menyusup dalam hatinya, andai saja ia bisa tau jika kondisi Alexa tidak sekuat tubuhnya pasti dia akan memberikan waktu istirahat pada gadis kecilnya itu


"kamu tau sayang.. dari sekian banyak wanita diluar sana daddy hanya tertarik dan mencintaimu, entah kenapa perasaan ini tumbuh diantara kita, bahkan daddy sendiri tidak tau kalau sebenarnya daddy mencintai kamu sebagai wanita, bukan sebagai putri daddy" ucap Damian sambil terus mengusap kepala Alexa, sesekali menciumnya lembut


"daddy bahkan tidak pernah dekat dengan wanita, bahkan untuk pacaran saja daddy tidak pernah. entah kenapa daddy nyaman dan selalu ingin bersama kamu" lanjut Damian, kali ini tangan Alexa merespon dan bergerak, perlahan mata cantik itu terbuka dengan menatap Damian dengan bingung


"tidak dad, Ale haus banget" ucap Alexa, dengan cepat Damian mengambilkan air minum untuk Alexa dan membantu gadis itu minum, Damian kembali meletakkan gelasnya dan menatap Alexa dengan nanar, tatapanyang masih diselimuti dengan perasaan bersalah


"mau makan apa sayang?, daddy akan pesankan biar kamu minum obat" ucap Damian, ia mengambil ponselnya dan tiba-tiba saja ponsel itu berdering,menampilkan nama mamanya disana, namun Damian tidak mengangkat dan terus melnajutkan membuka aplikasi online untuk memesan makanan


"kenapa tidak angkat dad, siapa tau penting"iucap Alexa yang melihat gerakan Damian, ia tau jika yang menelfon Damian itu adalah omanya. karna beberapa hari ini juga begitu namun tetap saja Daian emnghindarinya karna tau akan banyak hal yang memicu pertengkaran diantara mereka


"tidak apa-apa, kamu mau makan apa" ucap Damian. "nasi goreng aja dad, aku mau makan nasi goreng seafood" ucap Alexa tersenyum. dengan cepat Damian memsan makanan yang disebut Alexa,dan keduanya kembali saling menatap satu sama lain

__ADS_1


"maafkan daddy, karna daddy kamu jadi kelelahan dan sakit sekarang" ucap Damian namun Alexa hanya menggeleng dan tersenyum, ia menangkup wajah Damian yang menunduk lesu didepannya. bukan karna salah pria itu memang Alexa akhir-akhir ini banyak pikiran dan tugas menumpuk


"tidak dad.. memang dasar aku saja yang lemah, buktinya baru diajak begadang bentar aja sakit" canda Alexa, ia mencium pipi Damian sekilas untuk mencairkan suasana mereka. Damian hanya diam tidak menanggapi perkataan Alexa, ia menatap gadis itu dengan lekat


"mari berjuang bersama sayang.. ku ohon jangan pernah tinggalkan aku meski banyak masalah yang akan kta lalui, kita berjuang sampai hidup bersama dengan anak-anak kita kelak" ucap Damian sungguh-sungguh. ia meraih tangan Alexa sambil membawanya menyentuh dadanya


"hanya kamu.. daddy janji hanya kamu yang akan menjadi istri dan pendamping daddy. tidak ada wanita lain, berjanjilah agar tidak meninggalkan daddy" ucap Damian dan tentu saja Alexa merasa tersentuh dan bahagia, melihat Damian yang dari dulu datar dan dingin menjadi seperti itu


"Ale bisa janji selalu bersama daddy selama daddy juga menerima aku, tapi satu hal yang harus daddy ingat aku paling benci yang namanya berbohong, jadi tidak ada kebohongan dalam hubungan kita" ucap Alexa sambil mengangkat tangannya, jari kelingking yang bertanda janji


"baiklah kalau begitu, daddy akan janji sellau berkata jujur padamu" ucap Damian dan keduanya saling tersenyum. Damian membawa gadis itu kedalam pelukannya, sampai akhirnya bel rumah mereka terdengar dan itu tandanya makanan yang mereka pesan sudah sampai.


sepandainya tupai melompat karna dia punya kaki untuk lompat, gak tau ah othor pusing wkwkw


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2