My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 43


__ADS_3

Seperginya Damian, Marco tertawa terbahak-bahak karna rencananya berhasil. sudah dipastikan jika Damian akan pusing dan frustasi sendiri mencari Alexa, Marco membayngkannya saja sudah senang apalagi melihat raut wajah Damian tadi, astaga saat ini Marco seperti orang kesurupan tertawa sendiri


sedangkan Damian langsung kembali pulang ke kediaman utama keluarganya dan akan menunggu informasi dari El sekretarisnya, ia tidak bisa berfikir tennag saat ini, bahkan membawa mobil sajaia seolah mengajak orang-orang dijalan balapan, jika saja Alexa melihat Damian mmebawa mobil sepeeti itu pasti pria itu akan diomelin


"nona silahkan mandi, saya sudah selesai" ucap Rosa kepada Alexa agar gadis itu juga mandi dan segera istirahat, besok mereka berdua akan mulai jalan-jalan dan menghabiskan uang Marco, itulah yang dikatakan pria itu sebelum mereka berangkat ke Korea


"baiklah.. oh ya Rosa tolong kamu ganti panggilan kamu itu, aku tidak suka. lagian umur kita tidak beda jauh tau" ucap Alexa sambil membalikkan tubuhnya melihat kearah Rosa, sedangkan wanita yang ditatap itu hanya salah ting, jika tinggal nona lalu apa yang ia panggil. pikir Rosa


"anda mau dipanggil apa nona?, saya sudah terbiasa memanggil seperti itu, lagipula saya tidak barni memanggil nona dengan sebutan yang lain" ucap Rosa dengan tersenyum kikuk, sudah tentu ia bingung dengan apa yang diucapkan oleh Alexa barusan


"ya sudah panggil namaku aja kalua begitu, umur kita hanya beda tiga tahun, aku akan panggil kamu kak Rosa" ucap Alexa, hal itu semakin membuat Rosa salah tingkah. bagimana mungkin seorang pelayan dipanggil dengan sebutan kak oleh majikannya


"jangan nona.. saya tidak nyaman begitu. saya takut tuan Marco akan marah, panggil saya Rosa saja seperti biasa" jawab Rosa sambil menunduk, setelah papanya muncul lagi Alexa dengan permintaan yang syulit dilakukan, astgaa jika bukan karna butuh money sudah pasti Rosa cari pekerjaan lain


"tidak!.. itu sudah pilihanku, aku panggil kamu kak Rosa, kamu sudah ku angga seperti kakak untukku, dan aku adalah adikmu" ucap Alexa berlari memeluk Rosa, seketika jantung wanita itu berdetak kencang, ini pengalam pertama untuknya dipanggil dan sangat dihormati oleh majikanya sendiri


"maaf nona.. ehhh Ale... tapi saya tidak bisa, saya takut dan dibilang tidak sopan pada majikan" jawab Rosa terbata, ia bahkan melepaskan pelukan Alexa dengan pelan agar gadis itu tidak marah ataupun sakit hati. bukannya tidak mau hanya saja ia tau dimana batasannya sebagai pelayan rumah


"tidak pa.. aku akan tetap panggil kamu kakak, dan kalau kamu masih panggil aku nona akan ku adukan sama papa!" ucap Alexa tertawa abil melangkah masuk kedalam kamar mandi, membuat Rosa hanya pasrah saja, memang kelakukan anak dan bapak tidak ada bedanya


dirumah Damian, dia sibuk memikirkan bagaimana cara untuk membawa Alexa pulang kembali kerumahnya, tidak akan mudah untuk meluluhkan hati gadis itu kembalu harus butuh ekstratenaga yang cukup banyak agar Alexa mau kembali pulang dan memaafkan dirinya


"bagaimana El apakah sudah ada info tentang keberadaan Alexa?" tanya Damian saat ponsel miliknya dihubungi oleh El sekretarisnya, ia sudah tidak sabar bertemu dengan gadis kecilnya. padahal ini baru setengah hari, belum sampai 1 minggu namun Damian begitu merindukan Alexa


"sudah tuan, nona melakukan penerbaangan ke Korea sekitar 1 jam yang lalu dan sekarang sedang berada disana, apakah anda ingin kesana sekarang atau besok?' tanya El, suda tau bagaimana sifat Damian jika sudah menyangkut Alexa, jadi El langsung menanyakan tentang penerbangan Damian saja


"malam ini juga, aku ingin segera bertemu dengan Alexa,kemungkinan aku akan melakukan libura selama beberap hari disana bersama dia, kosongkan jadwalku 1 minggu kedepan" ucap Damian, lega sudah pasti, ia merasa senang saat tau keberadaan Alexa dimana


berbeda dengan Damian, saat ini Marco tengah sibuk memikirkan cara untuk mengajak putrinya kerjasama mengerjai Damian, jika tadi ai sudah beritahu Alexa agar tidak mengangkat telfon dari Damian, namun tidak sempat memberitahu apa yang harus dilakukan gadis itu

__ADS_1


Marco mencoba menelfon Alexa untuk membicarakan rencananya, namun ponsel gadis itu tak kunjung diangkat, entah karna sibuk atau masih tidur. kali keberapa Marco menelfon akhirnya Alexa mengangkat panggilannya. " hallo pa ada apa?, apakah daddysudah mencarku?"tanya Alexa


"sudah sayang, papa ingin kasih tau kamu sesutau. kalau nanti Damian datang dan mencari kamu sampai bertemu dengan kamu, bilang sama dia kalau kamu marah dan tidak mau pulang, kamu maish ingatkan bagaimana oma Adelia sama kau, bilang saja alasanya adalah itu"


"dan kamu jangan lupa kalau Damian akan kesana mencarimu, jangan mau dibujuk sama dia dengan ceoat, tanyakan padanya apakah dia benar-benar sayang atau tidak sama kamu, mengerti sayang?" ucap Marco, sedangkan Alexa hanya menangguk setuju. " mengerti papa" jawab Alexa


Marco lega dan tenang, sekarang tinggal menunggu drama baru akan mulai, ia juga menyiapkan tiket untuknya besok pagi berangkat kesana, ingin melihat kehebohan apa yang terjadi dan akan dilakukan Damian, untuk urusan Rania mereka sudah menyelesaikannya bersama El


disinilah mereka, Damian malam ini langsung meluncur untuk menemui Alexa ke Korea, wajaelah ya kalau sultan suka-suka dia mau kapan pergi dan Damian sudah sampai dihotel yang sama dengan Alexa, berkat El sekretarsnya, Damian tau semua kemana dan dimana gadis kecilnya saat ini


sedangkan ditempat yang sama namun berbeda kamar, Alexa mengajak Rosa bermain tebak kata sampai keduanya tertawa terbahak-bahak, tidak ingat waktu dan juga Rosa melupakan kecanggungan dirinya tadi. ia bahkan tidak ingat lagi kalau Alexa adalah majikannya


"kamu yang nebak sekarang.. ih gakk kak Oca yang tebak sekarang" begitulah keduanya saling melempar untuk menjawab duluan, tidak ada yang mau mengalah dan tetap saling menunjuk, akhirnya mereka kembali tertawa sampai lelah sendiri


"hahhahha.. salah tau kak.. hahhaa aku kan bilangnya mangga, kok jawab jeruk hahha" suara Alexa seramai itu dan sangat heboh, sedangkan Rosa tertular dari ketawa Alexa, keduanya menikmati malam sampai kelelahan sendiri, mereka tidur jam 1 dini hari


pagi harinya menejlang, Alexa dan Rosa berencana akan keluar dan pergi ketempat-tempat wisata disana, namun tempat pertama yang akan mereka kunjungi adalah Jeju, astinya karna Alexa sudah lama tidak kesana dan ingin sekali mengunjungi tempat itu untuk pertama kali hari ini


"siapa yang bertamu pagi-pagi begini?, apa kakak pesan sesuatu?" tanya Alexa,namun Rosa menjawab dengan gelangan kepala, keduanya slaing menatap dan mengangguk, Alexa membuka pintu kamar dan melihat siapa yang mengetuk dan datang hari ini


"dad..daddy.. kok..disini.." suara Alexa terata demi melihat Damian sudah ada didepan dirinya, wajah dan ekspresi Damian sangat datar dan dingin, ingin rasanya Alexa langsung menghambur kepelukan pria itu namun karna mengingat perkataan papanya Alexa mengurungkan niatnya


"sayang.. daddy minta maaf sama kamu, daddy tau daddy salah tapi bukan berarrti kamu mau ninggalin daddy" raut wajah datar dan dingin tadi langsung berubah 180 derajat didepan Alexa, Damian menarik gadis itu dan memeluknya erat, rindu yang ia tahan sekarang telah tersalurkan


"daddy apaan sih.. lepasin ALe sesak tau!" ucap Alexa dan mendorong dada Damian agar lebih menjauh, namun pria itu menatap Alexa dengan perasan bercampur aduk. " kenapa pergi tiba-tiba dan gak ngabarin daddy?, kamu tau gimana daddy khawatirnya sama kamu" ucap Damian menatap gadis kecil miliknya


sedangkan Rosa yang berdia diri melihat drama nyata didepannya hanya diam, ia ingin menikmati bagaimana perlakukan Damian kepada Alexa yang begitu lembut dan penuh perhatian, Rosa yang melihat saja baper apalagi Alexa yang langsung merasakannya


"sayang dengarkan daddy dulu, kamu salah paham kemarin. daddy minta maaf kalau kamu dibuat sedih sama mama, tapi daddy juga harus menyelesaikan semuanya baru bisa menemuimu kemarin" ucap Damian saat Alexa melepaskan tangannya

__ADS_1


"gak mau ihh.. daddy itu ya udah cocok sama Rania.. Rania itu, ngapain lagi kesini, lagian oma juga benci sama Ale buat apa bertahan sama daddy" ucap Alexa, persis seperti yang diajarkan oleh papanya tadi malam, Alexa saat ini bahkan memerankan aktingnya melebihi Marco kemarin


'sayang maafkan daddy, tapi sekarang wanita itu gak akan ganggu kita lagi dan mama juga mau ketemu kamu sayang" ucap Damian meyakinkan Alexa, namun gadis itu seolah tidak mendengar dan terus berdiam tanpa menjawab.


dibelakang tiba-tiba Marco datang dan melihat drama yang terjadi, ia ingin sekali rasanya menertawakan Damian namun masih ingin lihat apa yang terjadi selanjutnya, mengingat putrinya begitu polos dan Damian yang terus bersikeras untuk meluluhkan hati Alexa


"daddy mau pas aku kerumah oma langsung memaki aku, bikin aku nangis lagi, bilang yang gak-gak sama aku, nyalahin aku lagi!!" ucap Alexa, padahal ii tidak ada dalam narasi dari Marco tapi begitu saja keluar dari mulut Alexa mungkin ia juga merasakan hal itu


"daddy minta maaf atas mama Adelia, tapi sekarang kamu ikut daddy ya, daddy mau menjelaskan semua sama kamu. kalau begini terus kamu akan salah paham sama daddy dan aku tidak mau kamu mengabaikan daddy begini" ucap Dmian, padahal dibelakang Marco sudah menahan tawa


sebucin inikah Damian pada putrinya sampai harus melupakan jati dirinya sebagai pemilik perusahaan dan CEO muda yang sukses se Asia, Damian bahkan tidak takut jika ada orang yang melihat dirinya seperti itu, terlalu besar rasa cintanya sampai mengalahkan ego dirinya sendiri


dari belakang, Marco mengangguk kepada putrinya agar mau mengkuti Damian sudah selesai permainan yang ia buat dan kasihan juga jika terus membuuat Damian memohon didepan Alexa,drama juga sudah selesai dan saat ini waktunya dia bertemu dengan Rosa


jika Alexa ikut dengan Damian, otomatis Rosa akan tinggal sendiri disana. dan Marco yang sudah disana tidak mungkin meninggalkan wanita itu sendirian dinegara orang, juga Rosa yang belum tau banyak tentang negara ini, Marco tidak mau membuat masalah baru


"ya sudah daddy mau kemana emangnya?' tanya Alexa, setelah melihat papanya menganguk ia menjawab ucapan Damian untuk ikut dengannya. Damian menarik tangan gadis itu tanpa menghiraukan ada mraco dan Rosa disana. ia membawa Alexa kedalam kamarnya


"Rosa.. masuk kedalam lagi!" ucap Marco dan mau tidak mau Rosa ikut dengan perintah, padahal dalam hatinya merasa menyesal sudah ikut kesini, pasti hanya akan berdiam diri dikamar dan menunggu Alexa kembali untuk mengambil barang-barangnya


"kamu dan putriku tadi mau kemana?" tanya MIarco, dengan terkejut Roa menghadap kebelakang dan terkejut melihat Marco juga masuk kedalam, rasa canggung menghantui hati Rosa. " ke Jeju tuan, katanya Alexa mau kesana" ucap Rosa, htanpa sadar menyebut nama Alexa tanpa embel-embel nona


"kamu pernah kesana?" tanya Marco, ia mengenal Rosa belum sampai 1 tahun, karna wanita itu datang dan bekerja dirumah Marco belum lama itupun karna ada sebuah insiden sampai Marco membawa Rosa dan memperkerjakan wanita itu


"belum tuan, saya bahkan baru kali ini naik pesawat dan keluar negri" jawab Rosa apa adanya, karna memang kehidupannya tidaklah sebaik Alexa yang punya keluarga cukup lengkap dan juga serba ada, dia bahkan sudah bersyukur ketika bertemu dengan Marco


"ya sudah kalau begitu temani saya disini,besok kita baru keliling Korea" ucap Marco dan mendekat kepada Rosa, wnaita itu semakin takut dan juga mundur, ia tidak tau harus melakukan apa meskipun ia melawan tapi pekerjaannya akan teranca


Rosa gak usah takut sama bang Marco, lagian digigit pelan doang kok hahaha

__ADS_1


fid.nch


MDIS


__ADS_2