
hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan kini kandungan Alexa mulai semakin bertambah berat dan pastinya membuat bumil itu semakin kewalahan dalam melakukan segala hal. bahkan sering kali dia meminta bantuan dengan suaminya jika dirinya tidak bisa melakukan sesuatu hal
seperti pagi ini, Damian berpamitan untuk ke kantor namun tidak mau membawa istrinya untuk ikut kesana, padahal Alexa sudah memohon untuk ikut namun tidak diizinkan oleh Damian. beberapa hari ini suaminya itu sangat dingin padanya bahkan sering meninggikan suaranya jika bekerja, dengan alasan lelah di kantor.
"aku berangkat dulu, kamu baik-baik saja disini" ucap Damian dan meninggalkan istirnya di kamar. ia turun kebaah dan menyapa kedua orangtuanya. melihat perubahan suaminya itu, membuat Alexa sedikit kecea dan ingin rasanya dia pegi dari rumah ini, ingin dimanja sepeti dulu lagi. Alexa menginginkan hal itu
Alexa menatap kepergian suaminya dari atas jendela kamar. Damian begitu berubah beberapa minggu belakangan ini.sungguh sesuatu yang tidak pernah diduganya selama masa pernikahan mereka. "kamu berubah mas, aku bahkan tidak lagi kamu pedulikan" monolog Alexa sambil menepis airmatanya
dijalan, Damian sibuk bermain dengan ponselnya. terlihat, pria itu tidak fokus pada pekerjaannya namun sibuk membalas pesan dari Starla, entah apa yang mereka bahas sampai Damian terlihat sedikit tersenyum dan terkadang dia juga sampai greget sendiri
"tuang.. kita sudah sampai" ucap sekretaris Damian dan memarkirkan mobil mereka disana. Damian melangkah keluar dan langsung menuju ruangannya. sudah ada Starla disana menunggu dirinya. dengan senyum sumringgah Starla menyambut Damian dan langsung duduk diatas mmeja kerja Damian
"kenapa lam?, apa istrimu membuat ulah lagi?, manja dan meengek untuk ikut?' tanya Starla sambil tertawa mengejak. Damian hanya diam dan duduk diatas kursinya, menatap Starla dengan tatapan yang kurang suka jika harus membahas tentang Alexa, istrinya
dua minggu ini mereka berdua sering berinteraksi dan juga sering bertemu diluar. Damian yang awalnya tidak suka dan snagat menolak Starla kini menjadi sibuk mencari wanita itu meskipun dia berada dirumah dan sedang bersama Alexa. entah apa yang membuat Damian seperti ini
"jangan ganggu dulu, aku banyak pekerjaan dan sibuk. keluarlah dan jangan datang kesini" ucap Damian dan langsung menghidupkan komputer miliknya. kembali fokus bekerja dan ia teringat kepada istrinya yang sedang berada dirumha. sudah lama ia mendiamkan Alexa sampai kadang melihat mata istrinya itu sembab, pasti menangis karna dirinya
Damian kembali fokus namun tidak bisa sama sekali, ia tidak bisa karna sellau teringat istrinya dan wajah Alexa yang menangis sellau teringat dalam pikirannya. Damian menatap foto walpaper ponselnya, dimana Alexa sedang tersenyum sambil memegang perutnya yang buncit.
"maafkan aku sweety.. aku tidak tau apa yang aku lakukan kini, ku harap kamu tidak kecewa dan meninggalkanku" ucap Damian dan menutup ponselnya. ia mnegirimkan pesan kepada Alexa agar bersiap-siap nanti malam. ia akan mengajak istrinya keluar dan makan bersama, mengganti beberapa moment yang sudah mereka lewatkan
sedangkan dirumah, Alexa berada dikamar dan enggan untuk keluar. ia malas untuk berinteraksi dengan yang lain dan memilih untuk mengurung diri dikamar. ia sedang kepikiran dengan suaminya yang sellau menolaknya dan selalu ketus berkata padanya, ia bahkan sering diabaikan Damian
"mas Damian sudah berubah sekarang, bahkan tidak pernah lagi menemaniku jalan pagi, jalan sore, bahkan ke cek up pun dia tidak pernah menemaniku lagi" ucap Alexa sambil mengelus perutnya, ia kecewa dan ingin menangis melihat dan merasakan perubahan sikap Damian
saat Alexa ingin turun kebawah, ia mengambil ponselnya dan melihat pesan suaminya. Alexa membaca dan berfikir sebentar, mungkin memang ini waktunya suaminya itu akan kembali seperti dulu, sudah merasakan perubahan dirinya sendiri dan akan memperbaikinya malam ini.
"aku akan bersiap untuk itu, mas kamu memang yang paling baik" ucap Alexa tersenyum dan langsung turun kebawah, menari mertunya untuk melakukan perawatan malam ini."aku harus menyiapkan semua untuk mas Damian, dia pasti akan senang dengan kejutanku" lanjut Alexa lagi dengan senyum sumringgah
__ADS_1
dikantor, Damian mendapat pesan dari Starla, sudah dua minggu mereka semakin dekat dan ia juga sering menemani wanita itu untuk menghabiskan waktu bersama. Damian mungkin tertarik dengan wanita itu akhir-akhir ini namun ia masih memikirkan istrinya yang tengah megandung anak mereka
"temani aku ke mall. aku mau membeli barang yang baru keluar minggu ini" tulis Starla keada Damian, dengan cepat pria itu bergerak meninggalkan semuanya, kalau tadi dia menyuruh Starla untuk tidak mengganggunya, namun setelah mendapat pesan wanita itu Damian langsung bergerak
entah apa yang ia pikirkan sekarang, hanya saja Damian merasa nyaman saat bersama Starla dan juga mengenal wanita itu lebih dalam. Starla pekerja keras, mampu mencari dan membangun bisnis sendiri. itulah yang menjadi perbandingan untuk Damian dan istrinya, Alexa.
disinilah mereka,Damian dan Starla sedang sibuk mencari dan juga membeli beberapa barang yang diinginkan oleh Starla, sedangkan Damian hanya mengukti dar belakang. dia teringat jika istrinya tidak pernah meminta hal seperti ini, bahkan sangat jarang mengajak dirinya keluar.
"ayo pulang. aku udah beli semuanya" ucap Starla menggandeng tangan Damian. keduanya berjalan keluar mall dan menuju parkiran. Damian merasa sedikit risih namun ia menyembunyikan hal itu dan memilih untuk melajukan mobilnya dari mall tersebut
sedangkan Alexa, juga sibuk bersama Adelia disalon langganan mereka. ia ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya malam ini, tidak ingin melewatkan waktu annti malam. ia merindukan suaminya yang posesif seperti dulu dan Alexa akan mendapatkannya malam ini
jam menunjukkan pukul 19.30, Damian baru keluar dari kantor dan akan menuju tempat yang sudah ia booking bersama istrinya. ia dan Alexa akan makan malam disana dan kemungkinan dirinya juga akan menanyakan kembali alasan dirinya mengkhianati wanita yang selama ini menjadi tambatan hatinya dan bahkan sudah menjadi istrinya saat ini.
Alexa yang sudah bersiap dan menyuruh supir keluarga mereka untuk mengantarkan dirinya ke resto yang dikirimkan suaminya untuknya. senang?, tentunya Alexa sangat bahagia mendapat undangan makan malam seperti ini, selama kehamilannya kebanyakan menghabiskan makan malam dirumah
Alexa melangkah masuk kedalam resto dan melihat suaminay sudah menunggu disana. ia langsung mendekati suaminya itu dengan senyuman melebar." maaf ya hubby nunggu aku lama" ucap Alexa dan langsung duduk disamping Damian, pria itu hanya mengangguk dan menyuruh pelayan untuk menyediakan pesanan mereka
"ya sudah makan saja, kasihan kalau kamu kelaparan nanti, kamu kan tukang makan" ucap Damian sambil menyodorkan pesanan mereka kedepan Alexa. mendengar perkataan suaminya itu membuat Alexa sedikit tersayat namun masih tersenyum dan mengangguk
keduanya menikmati makan malam mereka dengan baik, tidak ada seuara sedikit pun bahkan suara dentingan sendok tidak ada dimejaa mereka. Alexa sedikit kewalahan karna perutnya yang sudah membesar kena dengan meja, namun Damian tidak sadar hal itu dan tetap menikmati makanannya
Alexa menatap suaminya yang tidak peka sama sekali. ia hampir saja menangis jika tidak membesarkan hatinyauntuk menyelesaikan acara makan malam mereka. " kenapa berhenti, apa makanannya tidak enak?' tanya Damian tanpa tau jika istrinya sedang kesusahan untuk makan
"tidak hubby.. aku hanya susah mengambil makannya" ucap Alexa, berharap jika suaminya itu peka dan membantunya menyuapi, namun lihatlah. Damian bahkan tidak mempedulikan dirinya dan melanjutkan makan, melihat hal itu Alexa langsung meringis dan hatinya kembali terluka
ditengah makan malam mereka, tiba-tiba ada suara wanita yang datang dan menyapa keduanya. sontak saja Alexa melihat kearah sumber suara itu dan juga Damian, ekspresi pria itu sangat terkejut dan langsung menghentikan makannya."selamat malam.." ucap Starla dengan senyuman sumringgah
ia kesal dengan Damian yang tidak membalas pesannya, smapai akhirnya dia memutuskan untuk mencari pria itu dan akan membuat Damian hancur bersama istrinya malam ini. saat tau bahwa Damian sedang bersama istirnya membuat Starla langsung bergerak datang ke resto ini
__ADS_1
"malam nyonya, ada perlu apa kemeja kami. butuh bantuan?" tanya Alexa. namun bukannya menjawab Satrla malah melangkah dan mendekati Damian. tangan wanita itu terulur ke bahu Damian dan duduk diatas pegangan kursi Damian. " kenalkan saya kekasih dari pria yang bersama anda malam ini" ucap Starla dengan senyuman penuh kemenangan
DEGG.. DUARR..
seperti petir disiang bolong Alexa mendengar perkataan wanita itu, bahkan Satrla mengecup pipi Damian didepan mata Alexa. sungguh Alexa tidak tau lagi harus berbuat apa dan bersikap apa saat ini. ia ingin jatuh dan tidak tau menangis atau tidak. sakit sekali seperti tamparan keras untuknya
"mas..mass apa maksudnya ini?, kalian hanya bercanda kan?' tanya Alexa, airmatanya sudah bercucuran dan tubuhnya hampir saja jatuh. untungnya Alexa masih bisa berpengan dimeja dan menahan tubuhnya sendiri. "tanyakan pada suamimu sendiri" jawab Starla dan menoleh kearah Damian
"tidak usah dijelaskan lagi, aku baik-baik saja jangan khawatir. lanjutkan hubungan kalian dan jangan pernah muncul didepanku lagi!!" suara Alexa bergetar dan ia mengambil tas miliknya. namun belum ia keluar dari ruangan itu Marco sudah datang dan langsung memberikan begoman mentah ke pipi Damian
"brengsekk!!!.. kau tidak tau diri Dami!!.. aku bersumpah kau tidak akan hidup tenang setelah ini...!!" suara teriakan Marco menggelegar diseluruh ruangan, Marco datang bersama Martin yang mengetahui semua masalah dalam rumah tangga keponakannya
ia mengenal Starla dan juga tujuan wanita itu. Martin tidak menyangka jika Damian akan jatuh ketangan wanita itu dan sampai mengkhianati Alexa yang saat ini mengandung anak mereka. Martin memeluk Alexa dan membawa bumil itu keluar dari resto, tangis Alexa pecah dan tubuhnya bergetar hebat, tidak mampu menhaan rasa sakit dalam hatinya saat ini
Martin membawa Alexa kemobil mereka dan mendudukkan wanita itu disana. sedangkan Marco masih berada dirunagan yang sama dengan Damian. ia masih ingin memberikan pelajaran untuk pria yang tidak tau diri itu. bahkan Damian masih tidak berkata apa-apa setelah Marco memukul wajahnya
"selamanya Dami..selamanya kau tidak akan bertemu dengan putriku lagi. aku bersumpah tidak akan ada waktumu lagi dengan putriku, sebagai papanya aku yang akan menjaga dan melindungi putriku saat ini' ucap Marco, namun Damian hanya diam menatap pria itu
"apa hakmu mengatakan hal itu padaku? Alexa masih menjadi istriku dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan dia" ucap Damian. ia berdiri dan menatap Starla yang sudah mengacaukan acara makan malam dengan istrinya, sampai membuat istrinya memangis pilu
"PLAKKK.. BUGHH"
Damian menampar wajah Starla dan mendorong tubuh wanita itu dengan keras. tidak peduli siapa yang ia perlakukan itu dan siapa saja yang melihatnya melakukan hal itu. Damian menatap Starla dengan tajam dan sangat dingin. ia mendekat kearah Starla dan membuat wanita itu sampai ketakutan setengah mati
"KAU!!... kapan aku dan kau punya hubungan spesial!!.. kapan aku menjadi kekasihmu dan berani menagtakan itu pada ISTRIKU!!' Damian bereriak tepat diwajah Starla dan menampar kembali wajah wanita itu. ini sebagai balasan dari tangisan dan airmata istrinya tadi
"Dami..apa yang kamu lakukan?" tanya Starla memegang pipinya yang sudah merah dan sangat panas. ia bahkan tidak bisa lagi menatap Damian dengan jernih. ia limbung dan matanya sudah sedikit kabur. medapata bogeman mentah Damian membuat Star bergidik ngeri
"KAPAN AKU DAN KAU BERHUBUNGAN DAN AKU KEKASIHMU!!.. KAPAN WANITA *****" ucap Damian menarik Starla untuk keluar. dia tidak akan melepaskan wanita ini jika terjadi sesuatu dengan istrinya. Damian menatap Marco tajam. ' Alexa adalah istriku, aku tidak akan melepaskan dia!!" ucap Damian dan keluar dari sana. ia membawa Starla untuk memberi pelajaran dengan wanita itu
__ADS_1
#fid.nch
#MDIS