
Marco langsung bergerak untuk mencari tau informasi tentang sepupunya, Martin. seperti yang dikatakan oleh Damian jika pria itu kembali datang untuk mengusik keluarga mereka. entah apa yang membuat Martin begitu membenci dirinya, apa memang karna masalah Tania dulu atau hal lain lagi
Marco bergegas untuk pergi ke tempat yang seharusnya ia dulu bekerja, sebelum membuka perusahaan Marco sempat menjadi tangan kanan Damian dalam hal keamanan sistem dan juga pengawalan dalam bersembunyi dari dunia orang banyak, Marco bahkan menjalani hal ini selama kurang lebih 9 tahun
sedangkan Damian mulai menyusun strategi untuk bagaimana caranya ia melakukan aksinya dengan halus tanpa banyak orang yang tau\, meski ia tidak akan sampai membu**nuh orang namun kali ini sepertinya tidak semudah mematahkan lawab bisnisnnya\, Damian butuh sen*jata yang lain untuk melakukannya
ditempat lain, Alexa benar-benar dijemput oleh Adelia untuk fitting baju pengantin mereka. seperti yang dikatakan Damian ia akan datang sore nanti. berhubung karna pernikahan mereka akan diadakan satu minggu lagi Alexa benar-benar harus melakukan fitting baju sampai selesai hari ini
"ayo sayang dicoba dulu bajunya" ucap Adelia menyuruh Alexa untuk masuk kedalam ruang ganti, ini adalah buti yang berbeda dengan yang pernah mereka temui dengan Rania, meski dulu Adelia selalu membanggakan Rania namun tetap saja Adeia selalu menjaga setiap apa yang ia punya dari wanita itu
terbukti sekarang memang wanita itu tidak baik untuk putranya apalagi untuk keluarga merekka. dan Adelia sennag bisa mendapatkan Alexa kembali, gadis polos dan sangat dicintai putranya itu. kalau saja Alexa sama seperti wanita lain mungkin Adelia juga akan merasa was-was menyentujui pernikahan mereka
"bagaimana ma?, apa Ale cocok sama baju ini, aku pikir sih gak cocok ma karna terlalu terbuka dibagian dada sama paha" ucap Alexa merasa kurang nyaman mengenakan baju dress biru itu. memang sangat cantik dan pas ditubuhnya, namun tetap saja ia tidak nyaman lantaran belahan dadanya sampai terlihat jelas
"mama juga kurang suka sayang, ganti yang lain aja" ucap Adelia, sembari ia menunggu Alexa mencoba baju ia melihat-lihat ponselnya, sibuk memberitahu dengan grup sosialitanya bahwa Damian akan menikah dengan gadis yang begitu cantik, bahkan ia juga menceritakan kenapa Rania tidak jadi menikah dengan Damian
"mama ini gimana?" Alexa keluar dengan mengenakan dress warna gold namun bagian bawahnya terllau rame dan berat, tidak cocok untuk tubuhnya yang kurus dan mungil, terlihat mevva memang tnamun terllau berlebihan dan tidak begitu kontras dengan Alexa
"ganti sayang.. ganti sayang..ganti saya..ganti" setiap Alexa keluar selalu kata itu yang keluar dari Adelia, banyak baju dress yang sudah dicoba oleh Alexa namun semua tidak ada yang begitu cocok untuknya. selalu ada saja yang kurang dan membuat Alexa juga semakin kelelahan
"ini dress yang terakhir nyonya, jika masih belum cocok nanti kami akan buatkan khusus untuk oengantinnya dan bisa diukur dari sekarang" ucap pelayan butik itu sambil menuntun Alexa kembali masuk kedala ruang ganti, ia saja yang melihat gadis mungil itu bolak-alik sudah capek apalagi Alexa yang merasakannya sendiri
Alexa dengan langkah gontai masuk lagi untuk mencoba dress yang terakhir, dalam hatinya ia bberdoa agar dress ini cocok untuk tubuhnya dan juga layak dipakai dalam acara formal nantinya, karna tidak mungkin ia mengenakan baju yang menurutnya kurang sopan dibawa dalam acara ibadah pemberkatan nanti
"mama gimana, yang ini Ale merasa cocok gimana dengan mama?' tanya Alexa sambil memperlihatkan semua dress tersebut dengan memutar tubuhnya, dress yang tidak terlalu terbuka dan masih cocok untuk dipakai dalam acara formal, juga Alexa merasa nyaman mengenakannya
"sangat cocok sayang.. kamu sangat cantik" tiba-tiba suara bariton datang dari pintu dan langsung tersenyum menatap Alexa, ya yang datang itu adaah Damian. ia datang dengan sedikit telat karna harus mengerjakan sesuatu yang sedikit urgent dalam perusahaan
"Dami..kamu sudah datang nak?, langsung ganti pakaian dan pilih yang paling bagus, sesuai dengan warna gaun Alexa" ucap Adelia, ia juga merasa cocok dengan dress yang dikenakan oleh Alexa. kontras dna juga tidak terlalu kelihatan mevvah, tubuh mungil Alexa juga masih kelihatan tidak seperti tadi ketutupan dress
__ADS_1
Damian mencoba beberapa tuxedo yang sewarna dengan gaun pilihan calon istrinya. ehmm istri ya sekarang? mengingat hal itu Damian terkadang merasa lucu dengan kisa cinta yang ia alami bersama Alexa. kisah yang seharusnya tidak ada diantara mereka namun menjadi nyata sekarang ini
"ini cocok untuk saya, saya pilih yang ini saja. siapkan semuanya jangan sampai ada yang kurang nantinya' ucap Damian dan keluar dari ruang ganti, ia menemui mama dan juga Alexa yang masih menunggu dirinya selesai. "sudah Dami, apakah ada yang cocok?' tanya Adelia, entah mengapa ia begitu senang dan antusias untuk menyiapkan semuanya ini
'sudah ma, ada yang cocok dan aku sudah pilih"jawab Damian dan duduk disamping Alexa. memeluk wanita itu namun dengan posisi yang aman, tidak terlalu kelihatan didepan orang-orang." habis ini kalian pulang saja langsung ma, keadaan lagi tidak baik" ucap Damian menatap mama Adelia
mengatakan hal begitu agaknya bukan asing lagi untuk Adelia, karna ia sudah berada dalam posisi yang sama beberapa kali dan sekarangia tidak lagi merasa bingung seperti Alexa ketika Damian mengatakan hal itu. "apakah ada yang terjadi?' tanya Adelia, ia juga ingin tau apa yang sebenarnya terjadi diluar perusahaan
"hanya sedikit masalah dan secepatnya akan ku urus" ucap Damian tersenyum. ia mengelus kepala Alexa dan mencium kening wanita itu. "malu ada mama isshh" Alexa berbisik pelan karna lah Damian yang sangat tiba-tiba menciumnya, padahal ada Adelia didepan mereka saat ini
"mama pasti mengerti sayang, ya sudah. aku akan kembali ke kantor dan kalian pulang kerumahh. sayang.. sementara ini nginap dirumah mama dulu, aku agaknya akan pulang malam dan begadang" ucap Damian. tentunya Alexa yang sudah tau itu hanya mengangguk paham
"hati-hati ya dad, jangan ngebut dan jangan lupa makan malam" ucap Alexa saat ia akan pulang bersama mama Adelia, Damian masih sempat menemani wanitanya dan juga mama Adelia masuk kedalam mobil hingga dirinya juga ikut masuk. mungkin malam ini semua harus diselesaikan
"ditempat Marco, pria itu fokus mencari tau keberadaan Martin saat ini, informasi yang ia dapatkan jika sepupunya itu berada di kota yang sama dengan mereka, tapi entah dimana diabersembunyi. Marco hampir meretas smeua web dan juga beberapa sistem untuk mencari Martin
Marco mencoba untuk melakukannya dengan cara halus agar musuh tidak peka terhadap hal yang seperti itu, dengan begitu ia mudah memasuki sistem musuh dan meretasnya dnegan buak dan lembut. Marco memang sangat ahli jika berhubungan dengan alat dan teknologi begini
ditempat lain, seseorang yang tengah merasakan kemenangan mereka karna sebentar lagi akan mendapatkan kabar yang begitu menggembirakan untuk mereka, Martin. pria itu sangat yakin jika rencana yang ia buat selama ini berjalan dengan lancar tanpa ada yang tau
ia sengaja mencari tau siapa saja yang dekat dengan Damian dan keluarganya. sengaja mendekati Rania dan membuat wanita itu masuk kedalam perangkapnya sampai mau mengkhianati ucapanya kepada Adelia bahwa dirinya tidak berhubungan dengan pria lain
Martin juga mendekati Ratna, wanita yang sangat dekat dengan Alexa dulu, dan sengaja datang untuk mengacaukan persahabatan Alexa dan juga wanita itu. semua rencana Martin itu berhasil sampai akhirnya mengutus kembali Ratna dengan versi yang berbeda untuk ikut dalam perekrutan model dalam perusahaan Damian
"untuk kali ini, aku yang akan keluar menjadi pemenangnya. kalian terlalu lama untuk merasakan hal sebahagia itu disaat aku sedang terpuruk dan hidup dalam kehancuran!' ucap Martin tersenyum. mengapa ia begitu benci dengan keluarga Damian karna Carlos, papa Damian yang dulu ikut campur dengan perasaannya terhadap Tania
flashback
24 tahun yang lalu, Martin memang mengejar seorang wanita bernama Tania Adithama, ia bertemu dengan wanita itu saat Martin pulang ke Indonesia ingin bertemu dengan sepupunya, yaitu Marco. namun saat kepulangannya Martin melihat Tania yang tengah bersama Damian kala itu
__ADS_1
mungkin umur mereka masih begitu belia kala itu, namun perasaan Martin terhadap Tania semakin bertumbuh meski hanya pernah bertemu sekali di Indoensia. namun siapa yang menyangka jika takdir kembali mempersatukan mereka ketika Tania datang ke negaranya dengan rencana akan bekerja disana
tentu saja Martin bahagia saat sepupunya bercerita akan kedatangan Tania ke negaranya.Martin sudah menyusun strategi untuk mendekati wanita idamannya, bahkan ia menyiapkan segala keperluan Tania selama di Paris dan tidak membiarkan wanita itu merasa kekurangan
mulai dari tenpat tinggal, teman yang selalu cerita, dan orang yang selalu ada ketika wanita itu ada masalah. namun perjuangan Martin seperti sia-sia ketika rencana yang ia susun berbanding terbalik dengan apa yang dikehendaki papa Tania, yakni Carlos Adithama
saat Marin menyiapkan smeua kejutan untuk Tania, dengan niat akan melamar wanita itu meski dengan cara yang salah namun Martin memang benar-benar mencintai wanita. ia ingin menjadikan Tania istrinya dengan cinta yang ia punya dan segala kesiapan miliknya
namun malam itu, ketika rencana Martin akan dilakukan mereka, namun Carlos mengetahui rencananya itu dan sengaja membuat Marco datang kesana dan pria itu dengan tidak sadar diri masuk kedalam kamar yang sudah disiapkan Martin untuk rencananya
semuanya sudah direncanakan oleh Carlos, semua apa yang dialami Tania dan Marco malam itu adalah rencana Carlos, entah kenapa pria itu sangat tidak ingin Tania jatuh ketangan martin. dan sampai saat ini Carlos masih menyembunyikan fakta itu dari mereka, Martin pun baru mengetahuinya ketika mencari tau bertahun-tahun
flashback off
kenangan itu jika diingat oleh Martin begitu sakit dan sampai saat iniĀ hal itulah yang membuat Martin membenci keluarga Adithama dan ingin membuat perhitungan kepada keluarga itu, setidaknya hal ini bisa membayar sakit hati Martin kepada apa yang telah dilakukan oleh Carlos dulu
"cepat lakukan tugasmu, aku tidak sabar melihat kehancuran dari keluarga sialan itu" ucap Martin kepada anak buahnya, sedangkan Marco ditempat lain juga melakukan hal yang sama. sedangkan Damian sedang on the way ketempat dimana Martin dan semua bawahannya berada
ini bukan tentang peperangan antara musuh yang punya masalah besra, hanya saja dendam dan rasa sakit hati yang sudah bertumpuk selama belasan tahun ini membuat mereka sedikit waspada satu sama lain, namun tidak dengan Damian. ia yang tidak tau apa yang terjadi dibalik masalah ini hanya ingin secepatnya menyelesaikannya
"semuanya cari tempat sesuai dengan apa yang sudah direncanakan!!" ucap Damian. mereka sampai dikediaman Martin, sebuah gedung dengan bangunan 3 lantai membuat Damian sedikit lebih lega karna bangunan ini ternyata tidak seluas yang dia pikirkan sebelumnya
"Dami.. lakukan seperti yang sudah disepakati, aku akan mengontrol semuanya dari sini" ucap Marco menyambungkan sistem dengan Damian yang bergerak saat ini. meski masih sore hari namun tetap saja aksi mereka ini harus terlaksana malam ini dan masalah selesai semuanya hari ini juga
kadang memang masalah dimasa lampau membuat kita akan mengulang masalah itu dan memuaskan diri kita yang masih menyimpan dendam itu
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1