
Sesampainya dirumah, Damian membawa Alexa masuk kedalam kamar, ini sudah sore dan mereka juga sudah lapar keduanya ingin cepat-cepat membersihkan tubuh masing-masing. " sayang..mandi bareng yuk, akku merindukanmu" ucap Damian sambil memeluk Alexa dan melakukan penyatuan bibir mereka
Damian membawa Alexa menuju kamar mandi tanpa melepaskan penyatuan mereka, tangan Alexa dikalungkan ke leher Damian dan begtu juga Damian, semakin memeluk erat tubuh Alexa. tanpa sadar keduanya sudah didalam kamar mandi dan Damian mulai membuka satu persatu baju yang melekat pada tubuh mereka
"eemmphh.. dad..." Alexa mulai mengeluarkan suara erotisnya sambil Damian membantunya melepaskan pengarit br*a miliknya, keduanay terlelap bersama. " eemmppp... aaahkkk..." Alexa kembali mengeluarkan suara yang mampu membuat Damian semakin bersemangat
"aku mulai sayang, kamu pegangan sama itu aja" ucap Damian dan menyuruh Alexa berpegangan pada besi shower kamar mandi, ia membungkuk kan tubuh Alexa agar memudahkan dirinya memasuki lembah kenik*matan Alexa, ia juga tidak lupa memegang suishi kesukaannya
Damian mulai bergerak perlahan dan membuat tubbuh Alexa semakin mengge*linjang kenikmatan, gadis itu sanngat menikmati permainan Damian yang menurutnya sangat lihai membuat tubuhnya cepat mencapai puncak, Damian terus memaju mundurkan tubuhnya dan merasakan sensai dari gerakannya
"aahhkk.. daddy...emmpp" Alexa semakin kuat memegang besi shower saat damian mulai bergerak dengan cepat, pria itu menciumi punggung Alexa dan menahan pinggang gadis kecilnya, semakin menekan kuat junior miliknya agar memberikan sensasi yang luar biasa
"aahkkk... saya..ng.. emmmpp" Damian mulai mende*sah kenikmatan dan terus bergerak maju mundur\, ia tidak lupa mer*mas squishi Alexa membuat gadis itu semakin mengge*linjang kenikmatan." daddy...ahkkk.. aku ingin" ucap Alexa saat tau dirinya akan mencapai puncak
"bersama beby..ahkkk" Damian menekan tubuhnya saat tau ia akan mencapai puncak, memeluk tubuh Alexa dari belakang dan menciumi punggung wanitanya. keduanya sama-sama lemas saat sudah selesai menacapai puncak nirwana bersama, Damian membawa Alexa kedalam bathtub untuk merendam
"sayang.. apa kamu sudah ada tanda-tanda hamil?" tanya Damian sambil mengelus bahu Alexa dan sesekali menggigit kecil."belum ada dad, aku juga heran padahal kita tidak pernah memakai pengaman" jawab Alexa dan bersandara di dada bidang Damian
"mungkin kita harus lebih berusaha lagi sayang, semakin cepat makin baik" ucap Damian terkekeuh, namun Alexa menatapnya dengan tajam seperti tatapan maut pada Damian."kuliah ku bagaimana dad kalau aku hamil, nanti tidak baik mengurus kuliah semabri mengurus anak" jawab Alexa
bukannya dia tidak ingin punya anak, namun ia masih sibuk dengan kuliahnya saat ini. juga umurnya yang baru menginjak 20 tahun menurutnya agak sulit nantinya membagi waktu apalagi harus mengurus anak yang baru saja dalam hidupnya." tenang saja, kalau masalah itu daddy akan pikirkan" ucap Damian dan mengecup bibir Alexa
keduanya sama-sama saling berpelukan satu sama lain, saling menyalurkan perasaan masing-masing dar dalam hati mereka. " sayang, kenapa kamu mau sama aku?, maksudnya kenapa lebih memilih aku dan mau menikah denganku" tanya Damian sambil membalikkan tubuh Alexa agar menghadap dia
"daddy juga kenapa mau sama Ale?, kenapa nunggu aku dewasa dan mau mneikahiku, kan banyak wanita yang dekat sama daddy" ucap Alexa membalikkan pertanyaan Damian kepadanya, ia menaikkan alisnya, emnunggu jawaban dari pria yang sedang memeluknya saat ini
__ADS_1
"karna daddy hanya mencintai kamu, melihat kamu tumbuh sampai dewasa membuat daddy merasa hal yang lain ketika sedang bersama kamu. daddy mulai mencintai kamu sejak kamu masih SMP, daddy pikir itu hanya perasan antara ayah dan anak, tapi makin kesini daddy baru sadar kalau benar-benar mencintai kamu seperti wanita dan laki-laki" Damian menjelaskan dengan rinci tanpa ada yang terlewat
"berarti daddy sengaja tidak menikah karna mau sama Ale?' tanya wanita itu dengan antusias, teryata pria ini sudah lama mencintainya." yess benar sayang, daddy sengaja tidak membiarkan kamu bebas karna taut brtemu dengan pria lain diluar sana" jawab Damian, seperti tidak merasa bersalah saja
"ishh daddy ternyata banyak akal bulus juga" Alexa mengatakan hal itu dengan mulut monyong, namun dalam hatinya ia merasa bahagia saat tau Damian mencintainya begitu lama. padahal dulu dia tidak pernah berfikir akan menikah dengan orang yang sudah ia anggap sebagai orangtuanya sendiri
"kalau kamu gimana?" taya Damian, ia mulai memposisikan Alexa diatas pangkuannya dan juga perlahan mengarahkan juniornya kedalam lembah milik Alexa, dengan pelan namun pasti Damian berhasil memasuki Alexa di ronde keduanya saat ini
"ihh daddy, masa mulai lagi" ucap Alexa namun tetap menikmatinya,sedangkan Damian sibuk membantu Alexa bergerak dari atas pangkuannya, keduanya kembali melakukan hal agar adonan kue milik keduanya cepat jadi, makin cepat makin rame rumah mereka
"buatkan aku jus dan antarkan ke kamar" ucap Marco tiba-tiba datang dari belakang Rosa sambil berbsik ke telinga wanita itu, membuat Rosa langsung terkejut dan hampir menjatuhkan barang yang ada ditangannya, pria itu sengaja membuat dirinya terkejut
Marco tertawa saat menatap wajah Rosa yang seolah ingin memakannya sat itu juga, wanita itu berlalu bagitu saja dan melakukan apa yang diperintahkan Marco, berhubung Alexa tidak lagi disini jadi pekerjaan Rosa kembali seperti semula, memasak dan juga mengurus perlengkapan Marco yang dibutuhkan
10 menit berlalu, Rosa masuk kedalam kamar Marco karna pria itu tidak mneyahut dari dalam, alhasil Rosa masuk sendiri. ia pikir Marco sedang sibuk atau mandi, namun saat dirinya masuk kedalam ia lagi-lagi terkejut dengan tingkah Marco, pria itu datang dari belakang tubuhnya dan memeluk Rosa
"aku merindukan kamu" ucap Marco, tanpa melepaskan pelukan mereka,Rosa hanya diam dan mencoba untuk menetralisir jantungnya yang saat ini hampir keluar dari tenggorokannya. benar-benar tidak habis thingking Rosa dibuat kelakuan Marco yang makin hari makin membuatnya tertekan
"maafkan aku, kalau kamu tidak suka aku bersikap begini kedepannya aku akan berubah" ucap Marco, ia melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada Rosa. setelah itu ia menyuruh wanita itu untuk keluar, seolah ia benar-benar akan melepaskan Rosa begitu saja
"tumben dia begitu, biasanya dia akan bersikap lembut kayak gak ada beban" ucap Rosa sambil membawa nampan yang ia jadikan tempat jus. sementara diatas Marco hanya terdiam, entah kenapa kata-kata tadi keluar dari mulutnya begitu saja
"mungkin dengan ini dia bisa lebih santai dan tidak lagi mengacuhkanku" monolog Marco dan mulai menikmati jus buatan Rosa tadi. padahal Marco meminta jus itu hanya alasan agar Rosa mau masuk kedalam kamarnya dan berduaan dengan wanita itu
ditempat lain, El sibuk dengan semua pekerjaan yang menumpuk kepadanya. meski Carlo membantu dirinya namun tetap saja banyak hal yang ahrus ia urus sendiri. entah apa yang harus ia lakukan agar tidak lagi lembur sampai jam 3 malam, itu sungguh berat rasanya
__ADS_1
"kapan sih Damian balik kerja, capek banget kalau harus mengurus ini semua" ucap El sambil terus melanjutkan pekerjaanya, meski dimuut ia bilang lelah namun tetap saja itu adalah tanggung jawabnya dan semua itu harus selesai sebelum Damian kembali bekerja
"hallo selamat sore, apa Damian ada disini?" tanya seorang wanita yang tidak dikenal El sama sekali. ia terdiam kenapa wanita ini begitu masuk langsung mencari Damian tanpa embel-embel pak atau tuan diawal kalimatnya, apakah teman Damian atau jangan-jangan??
"tidak ada, tuan Damian tidak masuk kerja karna harus mengurus pernikahannya" jawab El, sengaja mengatakan pernikahan agar wanita ini tau batasan dirinya. El tidak hanya pernah bertemu wanita model begii, namun lebih dari ini juga pernah ia atasi
"maaf memangnya Damian mau menikah?, siapa calonnya?" tanya wanita itu lagi, namun ekspresinya tidak seceria awal kedatangannya, mendengar kata Damian mau menikah membuat dirinya sedikit tidak bersemangat lagi. " iya menikah awal bulan nanti, memangnya ada perlu apa?" tanya El sambil menatap wanita itu
tatapan intimidasi El membuat wanita itu tidak nyaman dan ingin segera pergi dari sana. " ahh tidak ada, hanya ingin menyapa saja. kebetulan aku mengenal dia karna pernah membantuku" jawab wanita itu tersenyum dan berlalu begitu saja, meninggalkan El dengan ekspresinya yang tidak suka
seperginya wanita itu, El langsung menelfon Damian untuk mengabari pria itu. " hallo ada apa E?, apa dikantor ada masalah?" tanya Damian karna tidak biasanya sekretarisnya itu menelfon dirinya saat jam kerja begini, kalau bukan ada masalah atau klien susah diajak kerjasama
"bukan hanya sekedar masalah, tapi masalah yang snagat berat dan sulit" ucap El, membuat Damian hheran dan juga terkejut, tidak biasanya El sekhawatir itu. " masalah apa?, saya akan segera kesana" jawab Damian, namun langsung ditahan oleh El
"tungggu...tunggu.., bukan masalah pekerjaan namun masalah lain, dan ini lebih berat dari sekedar pekerjaan" ucap El, embuat sedrama mugkin. " katakanlah!, jangan membuatku kesana dan akan menghabisimu!" ucap Damian, ia tau kalau sekretarsinya itu sedikit bercanda padanya
"ada wanita yang mencarimu kesini, katanya teman lama dan kau pernah menolongnya. yang jadi masalah adalah dia ingin menemuimu dan seolah tidak senang saat ku beritahu kau akan menikah, prediksiku dia menyukaimu dan mencoba mendekatimu" ucap Damia
ia tidak tau jika ada Alexa disana yang menguping pembicaraan mereka, dengan cepat Damian bertanya siapa wanita itu." aku tidak tau, yang pasti dia sangat ingin mencarmu" jawab El, saat Damian akan berbalik ia melihat Alexa berada dibelakang tubuhnya
"sa..sayang.." ucap Damian, ia menjadi gelgapan seperti orang ketahuan mencuri, padahal ia sendiri tidak tau siapa wanita yang dimaksud oleh El, namun takut kalau nantinya Alexa berfikir hal lain dan salah paham padanya. "sikapmu menunjukkan sesuatu dad!" ucap Alexa dan langsung pergi begitu saja
"nanti lagi ku telfon, kau kalau ada informasi tidak penting begini jangan menelfonku katakan dikantor saja ketika bertemu" ucap Damian dan menutup panggilanya, ia melangkah turun menyusul Alexa yang tengah arah padayang, bisa dipastikan kalau wanitanya itu marah dengannya
banyak yang datang kepadaku, namun hanya kamu satu-satunya bukan salah satunya~Damian
__ADS_1
#fid.nch
#MDIS