
Keesokan harinya, Alexa bangu lebih dulu karna Damian masih dibuk dengan mimpinya didalam selimut, setelah mereka semalaman bedagang untuk membuat adonan junior Damian. Alexa bangun dan masuk kedalam kamar mandi agar membersihkan tubuhnya lebih dulu
namun ketika dirinya sudah berada didalam dan membuka seluruh pakaiannya, Damian menyusul masuk denngan wajah yang berseri-seri tanpa dosa, ia menatap lapar ke area tubuh Alexa yang selalu memancing gairah dan membuat juniornya selalu on fire
"daddy kok udah bangun aja dih, padahal tadi masih tidur" ucap Alexa menaikkan alisnya , menatap Damian yang perlahan jugaikut berguyur dibawah shower mereka, tangan kekar pria itu memeluk tubuhnya dan mulai memainkan lidahnya disekujur leher Alexa
permainan panas mereka kembali dimulai\, Damian menggerakkan tangannya dan sembari menuntun bibir Alexa untuk melakukan penyatuan dengan dirinya. pria itu sungguh sangat lihai dan langsung meluma*at dengan lembut tapi pasti mulu*t Alexa\, ia memasukkan lidahnya kedalam agar bisa mengeksplor seluruh isi mu*lut Alexa didalam
tangan Damian mulai bekerja dengan serius\, ia mulai turun kebawah dan mencari buah favorit miliknya disana\, dengan mere*mas dan memili*n pucuk suishi milik ALexa sampai wanita itu mereng*uh nikmat karna ulah Damian\, ia tidak tahan jika Damian terus menerus melakukan hal ini kepadanya
setelah puas bermain dengan wajah Alexa\, Damian mulai turun kebawah dan menji*lat seluruh tubuh Alexa. ia berhenti tepat didepan squishi Alexa dan memainkannya dengan li*dahnya\, lebut namun terasa snagat menyiksa untuk Alexa\, ia harus menahan dan menikmati setiap sentuhan Damian
bibir apir itu mulai masuk kedalam squishi Alexa dan nye*sapnya dengan lembut\, dengan tangannya yang bekerja dibawah sembari mere*mas squishi sebelahnya. legu*han dan erang*an nikmat dari bibir mungil Alexa mmebuat Damian semakin bergairah dan ingin terus melanjutkan aksinya
"ahhkkk.. emmmphhh.. dad... daddyssss" begitulah suara erotis yang keluar dari mulut Alexa, ia sangat melayang dengan permainana tangan Damian. pria itu pandai sekali mengerjai dirinya sampai merasakan pelepasaan saat Damian masih bermain diarea squishi miliknya, namun tangan pria itu sudah sampai dibawah sana
tidak puas bermain diarea itu saja, Damian mulai turun dan mencium semua tubuh Alexa, setiap inci tidak ada yang terleatkan padanya. Damian mulai menye*sap lembah kenikmatan Alexa dan memainkan sesutau didalam sana, tentu saja dengan hanya memegang itu membuat Alexa semakin tidak karuan dan meremas rambut Damian
tangan Alexa menekan kepala pria itu untuk menyesap lebih dalam, namun suaranya seolah tidak tahan untuk melakukan penyatuan antara keduanya. "ahhh..daddysss...emmpphhh" Alexa sangat begitu menikmati, sampai kahirnya ia mencapi ****** dan mencapi puncak untuk kedua kalinya
kini giliran Alexa yang memu*askan Damian\, ia mulai turun dan berharapan dengan junior milik Damian yang selalu membuat dirinya mende*sah nikmat dibawah kungkungan pria itu dan tidak berdaya jika sudah tertahan disana. Alexa mulai meme**gang junior Damian dan memainkan tangannya
seperti gadis yang masih harus belajar lagi, Alexa tidak begitu pandai memuaskan Damian. ia memaju mundur tangannya agar Damian dapat merasakan hal yang sama seperti apa yang ia rasakan sebelumnya. Alexa bahkan menatap Damian seolah ingin segera dipu*askan pria itu
"aahhkk.. sayang.. kau begitu nikmat, tanganmu saja begini apalagi itumu" racau Damian ditengah menik*mati sentuhan dan permainan tangan Alexa, meski belum berpengalaman yang banyak namun sebisa mungkin Alexa tetap membuat Damian puas dengan permianan yang ia buat
"aahkkk... sayang.. emmmphh" Damian juga tidak tahan saat Alexa terus memainkan junironya dan membuatnya semakin tegang, ini kali pertama mereka melakukan hal begitu dan Alexa mau memuaskan dirinya dengan permainan tangannya, padahal selama ini Alexa selalu menolak melakukannya
__ADS_1
Damian merasakan pelepasan pertama ditangan Alexa. ia mulai memposisikan wanitanya dan akan melanjutkan ronde kedua mereka, pagi ini jadwal dikantornya tidak begitu banyak jadi bisa ia apakai untuk bermain sampai jam 9 nanti, Damian membawa tubuh mungil Alexa mendekat ke bathtup
dengan pelan tapi pasti, Damian mendudukkan tubuhnya dan menyuruh Alexa untuk duduk dipangkuannya, ia segera menuntun juniornya untuk memasuki lembah kenik*matan Alexa, lembah yang sudah ditunggu benda keras itu dan akan ingin segera memasukinya
"aahkkk.." Alexa merasakan jika lembah miliknya sudah penyatuan dengan junior Damian, tangan pria itu mulai menggerakkan tubuh Alexa, keduanya larut dalam permainan panas pagi ini sebagai penyemangat untuk Damian, namun dengan Alexa sama sekali keberatan namun ia juga tidak bisa menolak sentuhan Damian di tubuhnya
"sayang.. kita pesan makan saja ya, aku sudah order barusan" ucap Damian saat mereka selesai melakukan ritual semnagat pagi. namun Alexa begitu lelah karna semalam mereka juga bergempur bersama sampai dini hari,dan pagi ini ia tidak bisa lari dari Damian
"terserah daddy saja, aku ikut. sangat lelah dan daddy keterlaluan" ucap Alexa namun tetap setia membantu Damian merapikan bajunya dan juga mengambil semua perlengkapan yang dibuthkan oleh pria itu, secapek apapaun Alexa urusan Damian ia tidak pernah melupakannya
"maafkan aku ya sayang, tapi memang benar kamu sangat menggoda dan tidak aku tahan untuk menyentuh tu tubuhmu" ucap Damian mengecup bbir Alexa lembut, ia memakai jam tangan yang diberikan Alexa kepadanya, kadang juga merasa bersalah melihat ALexa begitu, namun bagaimana lagi juniornya tidak bisa diajak kompromi
"kamu gak kuliah hari ini? aku antar duluan nant baru ke kantor" ucap Damian, namun Alexa menggelang. " kami sudah libur dad, bulan depan baru masuk lagi, agaknya semakin kesini semakin susah dad" cap Alexa, jarang-jarang ia mengeluh begini didepan Damian, namun hal ini memang benar adanya
"kuliah memang begitu sayang, kalau mau sukses kan gak ada yang instan kalau suda kamu tentukan keputusan yang kamu ambil, mau tidak mau harus selesaikan tanggung jawab kamu" ucap Damian lembut sembari menngusap punggung Alexa, memang kadag begitulah dunia perkuliahan
"baiklah.. oh ya itu makanannya datang" ucap Damian, mereka berdua turun kebawah untuk mengambil makanan dan sarapan bersama. Damian tidak pernah melewatkan hala kecil begini dalam hubungan mereka, karna ia tidak ingin meninggalkan Alexa ketika masih masak, atau sebagainya. kecuali ia ada urusan urgent
"aku berangkat dulu sayang, nanti kalau mama datang jemput kamu kabarin aku. katanya sih jam 1 udah datang" ucap Damian mencium kening Alexa sebelum ia berangkat dan masuk mobil. Alexa mengangguk dan melambaikan tangannya. beginilah kehidupan mereka nanti setelah menikahh
apalagi sudah punya anak nanti, tentunya Alexa akan lebih sibuk dan waktu mnegurus Damian akan berkurang. Alexa sudah mulai memikirkan untuk mencari ART yang akan membantunya mengurus rumah, jika ksekarang ia masih melakukannya semua sendiri namun kedepannya belum tentu bisa
diperjalanan ingin ke kantor, Damian sambil melihat laporan semua divisi di kantornya, sejak ia memutuskan untuk merekrut karyawan lewat sekretarisnya dan juga dirinya, data keuangan perusahaan kembali seperti semula tidak ada orang yang berani lagi melakukan hal yang membuat mereka rugi sendiri
"pagi pak" sapa beberapa karyawan yang melihat Damian lewat, entah kepana bos mereka tiba jam 10 pagi biasanya Damian ada di kantor mulai jam 8 pagi. namun hari ini sedikit terlambat namun itu bukan menjadi urusan karyawan, Damian adalah pemilik dan yang menggaji mereka disana
"apa jadwal kita hari ini El?, apakah proyek dengan perusahaan Marco sudah berjalan?" tanya Damian sambil meletakkan ponselnya dan melepaskan jasnya. ia duduk dikursi kebesarannya dan menatap sekretarisnya itu. " hari ini pertemuan dengan Tuan XX dan juga tanda tangan kotrak kerja sama dengan mereka" jawab El, ia mengeluarkan sesuatu
__ADS_1
"anda bisa baca surat kerja samanya sebelum nanti bertemu dengan mereka' ucap El menyodorkan berkas kepada Damian. jadwal hari ini memang tidak padat namun sedikit jauh tempat pertemuan mereka dan itu membuat Damian sedikit kurang suka dengan jadwal hari ini
"bagaimana dengan produk kita yang baru rilis, segera cari BA untuk menarik pasar dan juga memperluas target pasar kita, jangan sampai didahuli oleh perusahaan lain" ucap Damian. perusahaan mereka sekarang mulai berkembang dan bergerak dalam bidang kecantikan dan juga fashion
"baik tuan, saya sudah memilih beberapa BA yang bisa kita undang ke perusahaan juga beberapa model yang cocok untuk model fashion kita tahun ini" ucap El dan memberikan daftar siapa saja yang aan mereka undang dan juga masukkan dalam model tahun ini, Damian melihat nama-nama yang tertera disana
"untuk BA kita yang ini saja dan ini, aku melihat ada performa yang akan dikembangkan dan juga banyak masyarakat yang mengikuti media sosialnya. untuk model pilih ini saja cukup 10 model untuk fashion week bulan ini" ucap Damian, ia sadar diantara model yang direkomendasi El ada nama yang tak asing untuknya
"baik tuan, saya akan segera persiapkan. saya permisi dulu" ucap El dan keluar dari ruangan Damian, sedangkan pria itu melanjutkan kegiatannya dan juga menelfon Marco, ingin mencari bantuan calon mertuanya sekaligus sahabatnya itu
"ada apa?, jangan menelfon kalau tidak penting , aku lagi banyak pekerjaan gara-gara kau juga!' ucap Marco, namun tetap saja ia mendengarkan Damian bercerita sampai selesai. agaknya ini ada hubungannya dengan masalah yang mereka ungkap beberapa hari yang lalu
"lalu bagaimana denganmu?, apakah kau akan ;angsung memathkan mereka atau menunggu permainana mereka?" tanya Marco. saat ini urusan Damian adalah urusannya juga, tidak ada yang lebih dekat dengan Damian selain dirinya, mereka saling bantu satu sama lain
"aku tidak ingin memberi mereka waktu dan ruang untuk bergerak, aku khawatir jika itu ku lakukan akan membahayakan Alexa dan juga yang lain. lebih baik bergerak sekarang dan memathkan mereka lebih dulu" ucap Damian, jika tadi ia masih sendiri mungkin akan lebih menyenangkan bermain sebentar
namun mengingat Alexa dan juga mamanya yang sangat ingin ia lindungi Damian tidak akan melakukan hal itu, cukup mereka merasakan hal-hal yang menegangkan sebelumnya dan sekarang ia berjanji tidak akan ada lagi hal demikian dalam keluarga mereka
"ya sudah kalau begitu aku akan mencari taunya, dan kau urus perusahaanku. sementara aku alihkan padamu dulu karna perusahaan kita memang kerja sama sebelumnya" ucap Marco. ia juga was-was terhadap musuh mereka saat ini, karna bukan dari luar melainkan keluarga mereka sendiri
"ya suddah biarkan itu menjadi urusanku saja, kau hanya perlu untuk mencari tau lebih dalam lagi. aku pikir mereka tidak sendirian, banyak yang sudah mengincar kita saat ini" ucap Damian, ia khawatir jika tidak segera diatasi maka akan bercabang kesana dan membuat keluarga mereka semakin hancur
"kabari aku kalau sudah dapat informasi yang lebih detail dan jelas tentang mereka, aku yang akan turun tangan dan menyediakan hadiah terbaik untuk mereka" sambung Damian sebelum ia menutup panggilan itu, sedangkan Marco merasa ini sedikit berat permasalahannya
cukup hindari apa yang membuatmu merasa sakit hati dan jangan terlalu lama menyimpan kesalahan orang lain
#fid.nch
__ADS_1
#MDIS