My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 92


__ADS_3

"mama mau makan apa, biar dimasakin aja?, karna pelayan disini tidak ada, om Martin terlalu mengirit uangnya" ucap Alexa menawarkan mertunya tu. mereka pasti lelah diperjalan selama berjam-jam, dan Alexa ingin membuat makanan khusus untuk mereka, sudah lama rasanya dia tidak pernah memasak untuk keluarganya


"gak usah sayang, nanti deliveri aja kta. lagian mama tidak terlalu lapar dijalan sudah makan tadi" ucap Adelia tersenyum. dia tidak ingin membuat menantunya itu kelelahan hanya untuk memasak untuk mereka. toh juga bisa membeli diluar untuk apa menyibukkan diri sendiri dan membuat lelah.


"gak apa-apa ma, ada mas Damian yang akan membantu Ale didapur juga, iya kan mas?" tanya Alexa sambil menatap suaminya, sejak tadi Damian sudah bangun dari tidurnya namun enggan untuk duduk, ia masih betah rebahan disofa. " iya saweety.. mama mau makan apa?" tanya Damian, padahal ia sangat malas untuk ke dapur


"tidak usah sayang, mama mau istirahat aja di kamar. mama lelah dijalan bukan lapar" jawab Adelia sambil tersenyum, dia membawa tasnya dan masuk kedalam kamar yang ditunjuk oleh Alexa untuk mereka tinggali. Adelia dan Carlos masuk ke kamar begitu juga dengan Damian dan Alexa mereka kembali ka kamar.


disis lain, Marco dan Rosa sedang memikirkan bagaimana caranya mereka untuk ikut ke Italia karna Rosa sangat ingin bertemu dengan Alexa. ia merindukan bumil satu itu. Rosa juga ingin libran kesana karna dari dulu ia ingin kenegara itu. " ayolah babe.. kandungan aku juga udah kuat" ucap Rosa, merengek untuk mendapatkan izin dari suaminya


"babe jangan begini, aku takut kalian kenapa-kenapa kalau naik pesawat, lagipula setelah melahirkan mereka akan pulang kesini, untuk apa kita menyusul kesana" jawab Marco tersenyum, ia menatap istrinya itu yang semakin hari makin cantik dan juga menggoda, Marco semakin jatuh cinta dibuat Rosa.


"aku juga  mau jalan-jalan kesana, sekali doang minta kaya gini udah gak diizinkan" ucap Rosa dan meninggalkan suaminya diruang kerja. Rosa kesal karna tidak mendapatkan izin dari Marco. padahal ia sudah konsul dengan dokter kandugannya bahwa sekarang bisa melakukan perjalanan dan tidak akan membahayakan kandungannya


"hemmm.. dasar wanita sangat susah dikasih tau. apa susahnya menunggu sampai pulang saja" ucap Marco yang menatap kepergian istrinya. ia hanya taku dijalan terjadi sesuatu dengan istrinya. Marco  tidak mau menyerempet bahaya dan akan membuat dirinya menyesal seumur hidupnya


"kalau gak dikasih marah, dikasih bikin jantungan hadehh" monolog Marco sambil melanjutkan pekerjaannya, tanggung sedikit lagi untuk menyusul sang istri ke kamar. Marco masih memikirkan untuk memberi izin pada istrinya itu, ia harus melihat dan langsung berbicara pada dokter yang menangani istrinya.


Damian sibuk mendusel pada istrinya dan tidak bosan-bosannya ia mengelus perut buncit Alexa dan mengajak baby untuk bicara. padahal Alexa sudah bilang kalau baby tidak bergerak itu artinya sedang tdiur didalam, tapi Damian tidak mendnegarkannya dan terus isbuk menglus sambil menekan pertu Alexa pelan


"sayang ayo bangun.. papa maish kangen sama kamu tau" ucap Damian dan menekan pertu istrinya, pelan dan sangat lembut. namun tidak ada pergerakan dari baby dan hal itu membuat Alexa tertawa, tingkah suaminya ini sangat menggemaskan dan seperti anak kecil mengajak temannya bermain

__ADS_1


"sayang.. kamu gak mau main sama papa?, nanti papa tinggal baru tau rasa kamu" ucap Damian dan menekan dengan sedikit keras. namun tetap aja tidak ada respon dari baby, hal itu membuat Damian menghentikan tingkahnya dan beralih menatap istrinya, Alexa begitu cantik dan sangat imut dimata Damian


"sweety.. kenapa ya kamu itu sangat cantik?, kenapa harus seimut itu, bikin aku pangling aja tiap hari" ucap Damian sambil mengelus pipi istrinya, ia juga mengecup pipi Alexa lembut. "isshh apaan sih hubby, jangan kaya anak kecil deh,ada maunya aja baru mengggombal" jawab Alexa tersipu malu


mereka tidak pernah seperti ini dan baru kali ini Damian sangat berubah begini. sering memberikan kata-kata manis padanya dan juga memjui dirinya. meski sebelumnya juga begini, namun untuk kali ini lebih gombal dan banyak bicara dari yang sebelumnya, dan Alexa menyukai hal itu


"sweety.. jika suatu saat nanti aku sudah tua dan berumur sedangkan kamu masih sangat muda, masih sangat cantik, dan pastinya banyak orang yang akan tertarik padamu, apa kamu akan meningalkan aku yang tua ini?' tanya Damian, entah kenapa pertanyaan itu lewat dalam benaknya


"kenapa bertanya begitu?, apa kamu takut aku akan meninggalkanmu dan mencari yang lain?" tanya Alexa sambil menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya. Damian bertanya namun Alexa seperti melihat ketakutan yang terbesar dalam hati suaminya itu. dia merasa lucu pada suaminya itu.


"iyalah takut sweety, tidak mungkin tidak takut kehilanganmu. aku tau diri saja, saat ini umur kita sangat jauh berbeda dan nantinya kalau aku sudah semakin tua, tapi kamu tetap semakin cantik" ucap Damian sambil menarik tangan istrinya, mengecupnya dengan lembut membawanya menyentuh pipinya


"ini bukan hanya penenang untukmu, tetapi aku sungguh-sungguh mencintai kamu dan selamanya akan begitu, tidak perlu kamu mencemaskan hal yang seharusnya kamu tidak khawatirkan. itu hanya akan menambah pikiranmu" lanjut Alexa sambil mengelus rambut suaminya, ia begitu senang ketika mendnegar ketakutan suaminya itu.


"sweety.. terimakasih sudah mau menerimaku, terimakasih sudah mau menjadi ibu dari anak-anakku, aku bersyukur punya kamu dan mendapatkan kamu sebagai istriku yang paling aku cintai" ucap Damia dan menarik istrinya agar sama-sama seperti dia, keduanya kini telah saling menatap dengan Damian memeluk Alexa dari belakang


"sama-sama hubby, aku juga bersyukur dicintai hebat sama kamu, aku sangat bersyukur mendapatkan kamu sebagai suamiku, bukan lagi sebagai daddyku" jawab Alexa smabil tertawa. jika mereka mengingat bagaimana dulu mereka memulai hubungan ini sangat lucu dan mustahil untuk sampai ke titik ini, namun keduanya masih bisa bersama sampai sekarang


sekitar jam 7 malam, Damian memesan makan malam untuk mereka semua. juga Martin yang sudah pulang kerumah dan mengahabiskan waktu selama 30 menit untuk bercerita dengan Adelia dan Carlos. namun karna pria itu akan menghadiri pesta rekan bisnisnya, ia pamit izin lebih dulu untuk bersiap-siap


Martin tidak ingin malam ini mendengar ocehan dari Zania maka dari itu dia segera bersiap sebelum wanita itu datang, bisa-bisa Martin akan dipermalukan Zania didepan keluarganya yang saat ini dirumah miliknya. sementara Damian dan yang lainnya menikmati makan malam mereka dimeja.

__ADS_1


"sayang kamu jangan terlalu banyak makan yang berminyak, kamu harusnya makan rebusan dan pangang ini saja" ucap Adelia menyodorkan ayam panggang kepada Alexa dan menyuruh Damian menyuapi istrinya. begitu banyak perhatian yang mereka berikan untuk Alexa selama dia mengandung.


"makasih ma, mama juga jangan makan banyak karbo,  katanya gak mau gendut ucap Damian sambil menyegir kuda didepan Adelia. tentu saja wanita paruh baya itu tau jika putranya sedang meledeknya dengan menagtakan hal seperti itu, Damian tau mamanya itu sangat anti dengan lemak dan juga kelebihan karbo.


"makanlah jangan banyak bicara, kalau kalian tetap begini kapan makanan ini habis" ucap Carlso, pria itu sangat jarang membuka suara jika bersama kleuarganya. sangat jauh berbeda dengan Damian yang banyak bicara didalam keluarga namun irit jika bersama orang lain.


Alexa selesai makan lebih dulu dan memilih untuk berjalan memutari meja makan, namun saat dirinya hendak ke kamar ada yang mengetuk pintu rumah dan Alexa langsung bergegas untuk membukanya, takut jika itu orang penting yang ingin bertemu dengan Martin, tidak mungkin ingin bertemu dengan mereka wkwkw


"cari siapa ya, nona?" tanya Alexa. ia membuka pintu dan melihat sesorang sudah berdiri didepan pintu dengan paras yang sangat cantik, mengenakan dress selutut berwarna navy. Alexa terkejut kenapa wanita ini menatapnya dengan terkejut pula. Zania, dia menatap Alexa dengan heran dan kagum


"cantik sekali wanita ini, apa dia istri Martin?, mereka sangat cocok dan istrinya juga sedang hamil saat ini" Zania sibuk bicara dalam hatinya saat melihat Alexa, ia kagum dan terpesona melihat kecantikan bumil didepannya itu, natural dan juga imut wajahnya.


"helloo.. cari siapa kesini nona?' tanya Alexa. mengulang pertanyaannya yang belum dijawab oleh Zania. wanita itu malah begong menatap dirinya. "ehh.. maaf nyonya.. emm saya mencari tuan Martin untuk menjemputnya, kami mau menghadiri pesta kolega bisnis tuan" jawab Zania dengan gugup dan terbata.


"ohh.. sebentar saya panggilkan dia, anda mau masuk saja' tanya Alexa sambil membuka lebar pintu rumah, namun Zania langsung menggeleng dan menolak ajakn Alexa. dia enggan untuk masuk kedalam ruma itu, karna selama bekerja dengan Martin dia tidak pernah masuk kedalam rumah, ini pertama kali dia datang kesini.


"baiklah kalau begitu, tunggu sebentar saya pangilkan dia" jawab Alexa dan meninggalkan Zania yang masih berdiri didepan pintu, wanita itu berdecak kagum melihat Alexa yang begitu ramah dan sangat sopan bicara. juga Zania semakin tau jika Martin pasti sangat bahagia mendapat istri sebaik bumil itu.


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2