My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 90


__ADS_3

Marco mendnegar kabar baik dari rumah tangga putrinya, dia begitu bahagia mendnegarnya. setelah sekian lama ia mnegkhawatirkan rumah tangga Alexa dan Damian akhirnya ada kejelasan diantara mereka, Martin memberitahu kepadanya bahwa Damian datang kerumahnnya atas permintaan Alexa sendiri, tentu saja Marco senang akan hal itu


Marco memberitahu kabar itu kepada Rosa, istrinya. bumil satu itu juga senang mendengarnya. tidak sia-sia ia selalu mengajak Alexa untuk bicara dan saling terbuka satu sama lain. Alexa akhirnya bisa menerima kesalahan suaminya dan juga kembali seperti sebelumnya. Rosa sangat bersyukur semua usaha yang ia lakukan tidak sia-sia


"babe.. hari ini aku pulang sedikit lama, maaf kalau tidak bisa menemani kamu. " Marco mayun dan menatap istrinya, sungguh ia sangat malas untuk melakukan hal yang satu ini, yaitu bekerja dan meeting bersama klien, itu akan membutuhkan waktu yang lama dan dia tidak bisa cepat pulang, namun Rosa selalu memarainya jika malas bekerja


"apa yang akan kita makan nanti, atau kalau begitu aku saja yang bekerja" itulah yang selalu dikatakan istrinya itu jika Marco bermalas-malasan pergi ke kantor, padahal dia tidak bekerja selama satu tahun pun tidak akan membuat mereka kepalaran, atau membuat istrinya itu sampai bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka


"tidak apa babe, tapi jangan terlalu malam banget ya, kasihan kamunya juga terlalu memaksa bekerja tidak baik" Rosa tersenyum dan dia tau jika suaminya itu sangat tidak ingin ke kantor. karna sudah sering ia mendengar Marco mengeluh dan ingin dirumah saja seminggu, tidak bekerja dan tidak melakukan apa-apa, hanya dirumah menemani dirinya


"ishhh.. aku malas ke kantor babe lagian ada sekretarisku yang selalu melakukan semuanya dengan baik" Marco tetap membuat alibi agar istrinya itu mengizinkannya untuk libur. namun Rosa bukanna luluh malah menatap tajam kearah Marco, bumil itu tidak pernah mentolerin jika suaminya beralasan malas bekerja.


"tidak ada alasan malas babe, bekerja atau aku yang ke kantor hari ini?' ancaman Rosa kmebali lagi dan tentunya membuat Marco langsung beranjak dari tempatnya, ia langsung menuju walk in closet untuk mengganti bajunya, sudah disiapkan oleh istrinya sejak pagi tdai, padahal Marco libur pun untuk menemani istrinya, humm


"kapan mereka akan pulang babe?, apakah Alexa jadi lahiran disana, mengingat kandungannya sudah memasuki bulan terakhir sekarang" Rosa betanya pada suaminya sambil membersihkan kasur mereka. itu sudah menjadi kebiasaan Rosa bahwa semua yang ada dalam kamar mereka tidak dikerjakan oleh pelayan, melainkan dirinya sendiri


"aku tidak tau babe, au cuma dapat kabar kalau Damian datang kesana. nanti kamu aja yang tanya sama Ale, mungkin mereka akan pulang atau besan kita yang akan kesana menemaninya lahiran" jawab Marco sambil fokus untuk bersiap-siap. tidak ingin melobi pada istrinya untuk libur hari ini.


"ya sudah kalau begitu, nanti aku telfon Alexa. aku senang jika mereka berbaikan secepat ini, aira dia tidak sellau menangis, kasihan anak yang ada dalam kandungannya merasakan apa yang dirasakan mamanya" ucap Rosa dan menatap suaminya yang sudah bersiap, Marco mengenakan jam yang sudah dipilih oleh istrinya

__ADS_1


"jangan lupa makan siang, jangan terlalu fokus bekerja dan melupakan kesehatanmu" Rosa berpesan pada suaminya dan membantu Marco mengenakan dasinya, karna itu sudah menjadi tugasnya sebagai istri, meski Marco selalu menolak agar istrinya tidak terlalu lelah, namun Rosa tidak pernah mendengarkannya


"ya sudah ayo turun, sekretarismu sudah ada dibawah untuk menunggumu. makanya jangan terllau banyak alasan dan drama kalau mau bekerja" omel Rosa, da itu sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Marco. mendengarkan suara istrinya itu setiap ari, karna ia selalu saja membuat masalah pagi-pagi. selalu saja ada sesuatu yang tidak sesuai dimata istrinya


entah itu tentang handuk,baju kotor, atau hal-hal lainnya. Marco kadang merasa pusing sendiri namun jika dilihat-lihat memang itu adalah kesalahnnya, dan bersyukur ada istrinya yang selalu ada mengingatkan dirinya. " iya babe, jangan ngomel mulu ihh, nanti anakku takut sama ibunya" ucap Marco sambil mengelus perut istrinya dengan lembut


"sayang ayah kerja dulu ya, karna ibumu tidak memberikan libur untuk ayah, jadi kamu tidak boleh membuat ibu kewalahan apalagi sampai kelelahan, jaga ibu baik-baik ya" ucap Marco bicara pada anaknya dan mengecup perut Rosa dengan lembut, tak lupa juga dia mengecup bibir istrinya


Marco melakukan hal itu didepan pelayan dan juga sekretarisnya, padahal Rosa sudah pernah mengingatkan suaminya jika ingin bermanja dikamar saja, malu dilihat orang yang ada disana. namun tetap saja Marco tidak mengindahkan ucapan istrinya itu dan tetap melakukannya didepan sekretarisnya.


'aku berangkay babe, jangan terlalu lelah dan istirahatlah dikamar" ucap Marco dan diangguki oleh Rosa. Marco masuk kedalam mobil dan mereka melaju keluar kawasan rumah. sedangkan Rosa kembali masuk dan langsung naik keatas, ia akan melanjutkan mengerjakan kamar mereka dan menelfon putrinya, Alexa.


"hallo sayang,... apa kabar disana?, semuanya baik-baik saja kan?" tanya Rosa melihat wajah Alexa dilayar ponselnya. Alexa seperti sedang bahagia karna tersenyum malu-malu didepan Rosa. ia tau jika mamanya itu tidak tau info tentang mereka, tentang dia dan Damian. "kenapa sayang?" Rosa menaikkan alisnya sambil menggoda putrinya


"mama jangan gitu ahh.. malu tau. aku baik-baik saja ma, baby juga baik-baik saja disana. sayang ayo sapa oma dulu" ucap Alexa mengarahakan ponselnya keperutnya, tanpa sadar Damian masih sibuk dan asik bermain dan mengelus perutnya kuga, pria itu masih sangat betah mengajak baby mereka bicara


"ma, mas Damian sudah datang kesini. tapi kami tidak pulang sebelum aku melahirkan, aku mau melahirkan disini saja, om Martin juga mengizinkan kami untuk tinggal disini selama yang kami mau" ucap Alexa sambil tersenyum. ia malas untuk pulang dan masih betah di Italia


"baguslah kalau begitu sayang, mama turut bahagia untuk keluarga kalian. sudah beritahu sama mertua kamu?' tanya Rosa. ia selalu menjadi pengingat untuk putrinya itu. "astaga.. aku belum bicara sama mama Adelia, ishh mas kok gak ingatin aku sih!" Alexa malah kesal pada suaminya, padahal sebelum diingatkan mertuanya, Damian sudah lebih dulu memberitahu kepada orangtuanya

__ADS_1


"sudah sweety tadi pagi aku menelfon mereka pas kamu masih tidur. mereka akan kesini lusa atau minggu depan, mereka juga tidak sabar bertemu kamu" ucap Damian, ia mengelus kepalanya yang dipukul oleh istrinya, padahalkan ia juga tidak salah sepenuhnya, namun Damian hanya diam dan kembali tidur dipaha Alexa


"baguslah kalau begitu, suamimu mengurus semuanya dengan baik " jawab Rosa tersenyum. lucu melihat pasangan itu, yang satu masih bocil dan satunya lagi sudah dewasa. saling melengkapi tapi Damian selalu yang menjadi korban dari kekesalan istrinya, belum lagi Alexa kadang berubah mood tiba-tiba


"iya ma, aku juga baru tau kalau mama Adel sama papa Carlos akan kesini. mas Damian selalu begitu tidak pernah mengatakan apapun padaku" ucap Alexa, mengerahkan semua kesalahan itu kepada suaminya. untung saja Damian sabar menghadapi istrinya yang bocil itu.


"iya sayang.. suamimu itu memang tidak pernah jujur memang, nanti mama akan marahi dia" ucap Rosa namun ia menahan tawa melihat Damian yang selalu korban dari kekesalan istrinya. "maaf sweety tadi kan aku tidak sempat bicara sama kamu, yang penting itu mereka sudah tau" ucap Damian tersenyum namun dalam hatinya ingin menangis saja


"ya sudah kalau begitu kalian lanjutkan saja dulu, mama juga mau kebawah makan" ucap Rosa dan diangguki oleh Alexa, Rosa mengakhiri panggilan mereka dan tersenyum. ia seperti ibu-ibu yang sudah punya anak dan harus membagi kash sayangnya kepada keluarga mereka. astaga Rosa bahkan tidak pernah memikirkan hidupnya akan seperti ini


"semoga saja keluarga kita akan seperti ini selalu sampai kita punya cucu dan sama-sama saling mencintai sampai maut memisahkan" ucap Rosa menatap layar ponselnya. dimana disana foto dirinya dan Marco menucapkan ikrar janji suci dipernikahan mereka dulu. Rosa tersenyum mengingat kenangan manis itu


mengingat bagaimana mraco tiba-tiba menyatakan perasaan padanya, tiba-tiba melamarnya, dan tiba-tiba mengatakan akan menikah. semuanya serba tiba-tiba dilakukan suaminya itu, sampai Rosa tidak punya waktu untuk memikirkan semuanya, untungnya sekarang dia sangat mencintai suaminya itu hahaha


"sayang.. kamu harus lihat bagaimana ayah kamu melakukan semuanya, dia selalu memperjuangkan semuanya tanpa pernah merasa lelah. dia bahkan melupakan dirinya sendiri demi kita berdua, kamu harus bisa sama seperti ayah kamu ya" ucap Rosa mengelus perutnya, anaknya langsung merespon dari dalam


"hahaha kamu juga merasakannya sayang" ucap Rosa, ia melangkah keluar menggunakan lidt karna takut jika jalan dari tangga akan kelelahan. merasa perutnya ingin makan yang manis-manis, Rosa berfikir untuk membuat cake setelah sarapan nanti, dia rindu mengerjakan dan berkutat dengan alat-alat dapur.


#fid.nch

__ADS_1


#MDIS


__ADS_2