
Hari ini hari libur untuk Alexa dan Damian, mereka memutuskan untuk keluar rumah dan jalan-jalan. karna sudah mendekati hari pernikahan mereka seperti yang ditentukan oleh Damian bahwa mereka akan menikah di awal bulan, ia sengaja membawa Alexa jalan-jalan dan berencana ketemuan dengan orangtuanya
kedua sedang menikmati sarapan pagi yang dibuat oleh Alexa, karna mereka sudah kembali seperti biasanya dan Alexa juga kembali melakukan rutinitasnya seperti biasa, ia memasak dan juga menyiapkan semua keperluan Damian, tidak ada yang tertinggal atau kurang suatu apapun
"sayang nanti mau kemana?, ada yang mau dibeli?' tanya Damian disela suapan makanan di mulutnya, Alexa menatapnya sambil menggeleng. " tidak ada dad, mungkin hanya akan makan diresto kesukaan kita dan pastinya menjemput kak Rosa dan papa" ucap Alexa
ia ingin mengajak Rosa untuk jalan-jalan, juga agar wanita itu makin dekat dengannya sengaja membangun hubungan antara keduanya, Alexa tau jika papanya menyukai wanita itu dan ini adalah saatnya ia eraksi dan mendekatkan keduanya. melihat wajah papanya akhir-akhir ini sedikit uring-uringan
"baiklah kalau begitu, aku juga ingin bertemu dengan papamu membicarakan sesuatu tentang pernikahan kita" ucap Damian tersenyum dan mengelus kepala Alexa lembut, mereka berdua melanjutkan sarapan sampai suapan terakhir Damian yang mendapatkannya
"daddy siap-sipa dulu sana, aku mau membereskan ini dulu" ucap Alexa smabil merapikanmeja makan, namun Damian bukannya naik keatas malah ikut melangkah ke dapur bersama Alexa. " kamu aja yang bersiap, biar aku yang mencuci ini semua" jawab Damian tersenyum dan mengambil spons ditangan Alexa
"ya sudah kalau gitu, aku tinggal dulu ya dad" ucap Alexa tersenyum, ia senang jika Damian tidak lagi malu untuk membantunya didapur. pernah juga kemarin Damian ikut memasak saat pria itu baru saja pulang dari
kantor. ia melihat Alexa memasak dan ikut bahkan lebih banyak dia yang bekerja
Alexa memilih berganti baju lebih dulu, ia mulai menatap wajahnya dengan polesan make up dan juga menguncir ambutnya seperti biasa, wanita itu juga tidak lupa memilih baju untuk Damian pakai. baru saja ia selesai dengan wajah dan rambutnya Damian sudah datang dan tersenyum kearahnya
"kenapa harus secantik ini, memangnya boleh ya sayang" ucap Damian sambil memeluk Alexa dari belakang, ia tidak rela jika harus membagi kecantikan Alexa kepada orang lain. jika saja bisa ia hanya ingin mengurung Alexa didalam rumah saja agar tidak ada yang melihatnya
__ADS_1
"ishhh daddy bisa aja, cepat sana ganti bajunya. nanti kelamaan sampe kerumah papa" ucap Alexa tersipu malu dengan perkataan Damian, pria itu selalu saja membuat dirinya merasa malu dan tersepona. " sayang bantu aku sini" ucap Damian sambil menunggu Alexa, ia memegang baju miliknya
"kenapa harus manja banget sih dad, padahal dulu daddy gak kaya gini deh perasaan" ucap Alexa namun tetap membantu Damian mengenakan bajunya, juga idak lupa memperbaiki tatanan rambut Damian dengan tangannya. tapi dengan ceat Damian menarik tubuhnya lebih dekat
"jangan pernah tinggalkan aku ya sayang, aku gak tau harus mencarimu dimana"ucap Damian mengecup bibir Alexa lembut dan mulai melu*matnya, namun permainan mereka hanya sampai disana karna Damian tidak mau membuat Alexa marah jika harus mengulang mandi dan make up
"ya sudah kita berangkat dad" ucap Alexa menarik tangan Damian untuk keluar, keduanya menuruni tangga dengan Damian selalu memeluk pinggang Alexa, tidak ngin berjauhan dengan wania miiknya. tidak ada yang boleh menyentuh wanitanya sedikitpun
"papa sudah bilang sama Damian agar bawa Alexa juga?, pa.. mama sangat ingin bertemu dengan cucu kita, mama rindu dengan suaranya" ucap Adelia kepada suaminya. sudah hampir satu bulan mereka tidak bertemu dengan Alexa, setelah kejadian hari itu Alexa benar-benar pergi dan tidak pernah lagi bertemu dengan mereka
"sudah ma, papa sudah bilang sama Dami juga Marco. lagian mama sih dulu menentang hubungan mereka begitu banget Alexa juga gak salah apa-apa" jawab Carlos disamping istrinya, kadang ia kesal dengan sifat Adelia yang selalu merasa benar dan tidak ingin mengalah
"terserah mama saja, papa hanya ingin yang terbaik untuk mereka" jawab Carlos sambil meninggalkan istrinyaegitu saja disana. semakin ia mendengarkan ucapan istrinya, maka telinganya akan semakin panas dan juga hatinya,bisa-bisa lama kelamaan ia akan terkena serangan jantung
"papa benar-benar ya, orang lagi curhat malah ditinggal pergi" ucap Adelia mengomel,namun memang jika dipikir-pikir dirinya yang salah dalam hal ini, ia begitu keras menolak Alexa berhubungan dengan Damian padahal Alexa tidak ada salah dengan dirinya
sesampianya dirumah Marco, Alexa dan Damian langsung masuk kedalam mereka tidak meligat siapapun disana dan yang membuat bingung adalah kenapa sama sekali tidak ada orang dirumah ini. biasanya banyak pengawal dan pelayan yang ada disana
"kemana semua orang ya dad, biasanya banyak orang yang ada disini" ucap Alexa heran namun keduanya tetap masuk dan memanggil nama Marco, begitu juga dengan rosa. "papa!!.. papa kok sepi sih" ucap Alexa sambil berteriak disana, ia menaiki tangga untuk pergi ke kamar
__ADS_1
"papa..!!.. kok gak ada yang bersuara sih" ucap Alexa mengetuk pintu kamar Marco, namun tidak ada suara sma sekali yang keluar dari kamar itu, sampai akhirnya Damian mengambil ponselnya untuk menelfon Marco. " hallo kau dimana aku dan Alexa ada dirumahmu" ucap Damian
"aku ada diluar, tunggulah sebentar pelayan sedang pulang semuanya, hanya ada Rosa dikamar tapi dia sedang sakit" ucap Marco sambil buru-buru pulang." datang tapi ak ngabarin, memang dua orang ini selalu membuat jantunga" ucap Marco, ia langsung melajukan mobilnya untuk pulang
"sayang.. katanya disini semua pelayan pulang dan hanya ada Rosa dikamarnya, tapi kata papamu dia sedang sakit" ucap Damian kepada Alexa. mendengar perkataan Damian langsung saja Alexa turun kebawah mencari Rosa, khawatir jika sesuatu terjadi pada calon mamanya itu
cklekk
"tuan.. anda sudah pulang?" suara Rosa terdengar sangat lemah namun ketika yang dilihat adalah Alexa, betapa ia malu disaat seperti ini. sungguh Rosa pikir yang adatang itu adalah Marco yang tadi keluar membeli sesuatu yang dibutuhkan oleh wanita jika sudah tiba waktunya
"ini aku kak, kakak kenapa bisa sakit?' tanya Alexa sambil melangkah kearah ranjang,melihat wajah Ros ayang sudah pucat dan memegangi perutnya yang sedang sakit. "biasalah Ale penyakit wanita, gak bisa dihindari" ucap Rosa tersenyum kikuk, namun untung saja Damian tidak ikut masuk didalam
"jadi papa keluar buat beli itu, atau memang sengaja keluar kak?" tanya Alexa kepo, jika memang karna membeli sesuatu itu bisa dikatakan papanya adalah pria gentle yang patut diancungkan jempol, karna tidak banyak pria yang bisa diminta tolong membelikan hal itu, sangat jarang seperti papanya
terkadang rasa penyesalan memang membuat kita selalu tidak tenang~Adelia
#fid.,nch
#MDIS
__ADS_1