
Damian sampai sekitar jam 5 pagi kerumah Martin, ia tidak lagi ke hotel namun langsung bergegas untuk menemui istirnya, bahkan tidak lagi menunggu apa-apa lagi, Damian langsung masuk kedalam rumah Martin karna penjaga rumah itu sudah mengenal dirinya, juga Alexa sempat berpesan bahwa jika Damian datang langsung dikasih izin masuk saja
sedangkan Alexa yang tidak tau suaminya datang kembali tidur setelah bicara dua jam yang lalu dengan Damian, ia mulai ngantuk dan tertidur begitu saja. ia tidak mnegingat apa yang terjadi setelah itu pada mereka, yang pasti ia berharap suaminya itu datang menemuinya dan secepatnya bertemu dengannya
"sweety.. aku datang" Damian membuka pintu kamar. dan terlihat tubuh mungil itu masih berbalutkan selimut dan tertdiur dengan pulas. padahal Damian yang sedari tadi tidak bisa tidur hanya karna memikirkan istrinya, entah apa yang terjadi pada bumil ini sehingga menelfonnya dan menyuruhnya untuk datang hari ini.
sementara Martin, yang tidak tau apa-apa ingin keluar ke kamar Alexa. seperti biasa ia akan memeriksa kamar ponkannya itu dan memastikan Alexa tidur dengan nyaman malam ini. namun Martin melihat sosok yang sangat ia kenal dan sedang berdiri didepan kamar Alexa, Martin langsung menghampiri Damian saat itu juga.
"untuk apa kesini, apa kau masih tidak malu dengan penolakan Alexa selama kau datang?, ayolah Damian jangan terlalu memaksa istrimu, kasihan dia banyak pikiran" ucap Martin dan menatap Damian, tetapan yang kurang suka namun tidak benci. karna bagaimana pun jiga Damian tetaplah suami Alexa, keponakannya.
"jangan menuduh sembarangan Martin, aku kesini atas permintaan istriku. aku dihubungi malam tadi dan memintaku untuk datang, entahlah dia sudah berubah atau mungkin merindukankku, atau dua-duanya" ucap Damian sambil tersenyum sumringgha, ia tidak sbaar lagi memeluk tubuh istrinya itu
"baiklah kalau begitu, tapi jangan sampai kau melukai dirinya. membuatnya banyak pikiran sampai stress, kalau dia belum mau bertemu jangan dipaksa" ucap Martin dan meninggalkan Damian disana, ia memilih untuk turun kebawah membuat sarapan untuk mereka bertiga, siapa tau nanti Alexa lapar setelah bangun tidur
Damian membuka pintu dan tersenyum senang, melihat tubuh mungil itu masih menutup mata dan sangat menggemaskan. Damian mendekat dan mencium pipi Alexa dengan lembut, masih sama seperti sebelumnya, sangat manis dan cantik, bahkan Damian mengelus perut istrinya.
"apa kabar anak papa, kamu tidak rewel kan selama papa tidak ada. kuat ya nak sebentar lagi kita akan bertemu" Damian mengusap perut Alexa sambil berbisik pelan, ia tidak mau mengganggu tidur istrinya yang masih sangat lelap. Damian tau jika istrinya itu semalam begadang maka dari itu dia tidak berani membangunkan
Damian memilih tidur disamping Alexa. ia memeluk tubuh mungil itu dari belakang dan tidak lupa melayangkan kecupan singkat pada kening Alexa. keduanya saling berpelukan dan terlelap dalam tidur, sedangkan Martin dibawah sana sibuk berkutat bersama peralatan dapur miliknya.
pov Martin
melihat orang-orang sangat bahagia bersama pasangan masing-masing, ingin rasanya aku juga merasakan hal yang sama, jatuh cinta dengan wanita yang mencintaiku dan menikah dengannya. mungkin akan lebih bahagia jika aku punya keluarga kecil dnegan suara anak didalam rumah
__ADS_1
namun aku memikirkan semua itu, aku tidak pernah dekat dengan wanita lain dan selalu sibuk bekerja, padahal jika dipikir-pikir usiaku sudah mulai memasuki kepala empat, namun aku belum pernah jatuh cinta setelah Tania, dulu aku terlalu mengharapkan dia sampai lupa bagiamana rasanya jatuh cinta kembali.
sekarang melihhat Marco dan Damian punya keluarga masing-masing, rasanya aku juga ingin melakukan hal itu. melihat dua pria itu selalu dicintai dan disambut istri mereka masing-masing ketika pulang bekerja, berbeda denganku yang tinggal sendirian dan selalu pulang merasa kelelhan, tidak ada yang menyambutku.
cinta?, mungkin aku sudah lupa bagaimana rasanya cinta. hampir 25 tahun usiaku aku habiskan untuk Tania, menghabiskan waktuku untuk wanita otu. namun hasil yang aku dapatkan justru berbanding terbalik saat ini, bukannya mendpaat bahagia malah kesengsaraan yang aku dapatkan.
pagi ini aku harus bersiap ke kantor untuk melakukan rutinitasku biasanya. aku akan bertemu dengan orang-orang yang paling aku hindari, aku sanga tidak suka berinteraksi dengan banyak orang. memilih untuk berdiam dirumah atau menghabiskan waktu bermain billiard bersama sahabatku
aku bersiap-siap untuk ke kantor, membiarkan dua orang yang masih sibuk dengan mimpi mereka disana. aku percaya pada Damian akan menjaga Alexa, dia pria yang selalu bisa menguasai egonya sendiri. saat ini aku harus mengurus diriku sendiri, mencari cinta itu dimanakah dia?
"pagi tuan.... anda harus ke lantai 23 untuk meeting bersama pihak keuangan perusahaan" baru saja aku sampai di kantor sudah ada sekretarisku yang menyambutku diruangan. dia selalu prefesional bekerja dan tidak pernah telat dan lalai dalam melakukan tugasnya. kadang aku salut dengan kerja keras yang dia lakukan
"baiklah bersiap kita akan langsung kesana" aku menjawab sambil melihat laporan keuangan perusahaan, cukup baik dan selalu baik. aku dan Zania sekretarisku langsung bersiap naik kelantai 23, dimana sudah ada beberapa orang disana untuk menunggu kami
"tuan, malam ini anda harus menghadiri pesta salah satu kolega bisnis anda di hotel AA. mereka mengirimkan undangan khusus untuk anda datang" Zania memberikan undangan itu padaku. dia sangat pintar dalam bekerja dan juga tidak pernah malas melakukan apapun, sangat pekerja keras.
"baiklah, jam berapa?" tanyaku sambil terus melanjutkan memeriksa berkas ditanganku. "jam 7.30 tuan, anda juga akan bertemu dengan anak dari kolega bisnis anda yang mengadakan pesta. tuan Azarya" nama itu yang selalu aku hindari karna sering membawa putrinya yang etrus menerus mengejarku.
Zania sudah hampir 7 bulan bekerja dengan ku dan sudah hampir semua dia tau tentang kehidupanku, namun terkadang aku kesal dengan dirinya. selalu saja membawa pekerjaan diluar perusahaan, dan juga selalu mengomel ria ketika aku telat, entah siapa yang menjadi bos disini.
kadang aku ingin menutup mulut Zania jika dia merepet ketika aku melakukan sesuatu tidak sesuai dengan aturan pekerjaan, seperti aku membawa sahabatku untuk bermain di ruanganku,Zania pasti akan datang dan mengomel seperti bebek yang kelaparan, namun aku juga bersyukur punya sekretaris sepertinya.
"kau ikut aku nanti malam, tidak ada bantahan Zania!!' kupertegas hal itu karna aku tau sekretarisku ini snagat sering menolak ajakanku ke pesta bisnis, katanya akan menghabiskan waktu sia-sia disana. lebih baik dirumah mengerjakan pekerjaannya dan membuat jadwal untukku.menyebalkan memang.
__ADS_1
pov end
kembali pada pasutri yang masih tertidur dengan lelap, namun Alexa mulai bergerak karna perutnya sedikit berat dan juga baby mulai bergerak aktif didalam sana. Alexa mengucek matanya dan melihat apa yang menimpa perutnya yang besar itu, sangat terasa namun juga nyaman.
"sweety tidurlah lagi, aku masih ngantuk. atau kamu lapar?' suara bariton itu menyapa pagi indah Alexa, suara yang ia rindukan semalaman sampai terbawa mimpi. suaminya ada disampingnya, memeluk tubuhnya dan mengelus perut buncinya saat ini. Alexa seperti bermimpi akan hal ini
"kenapa begong sweety, kamu lapar atau mau ketoilet?' Damian mengulang pertanyaannya, menatap istrinya yang menggemaskan membuta dirinya ingin sekali memakan istrinya itu. "emmm.. tidak.. aku mau kebawah masak" ucap Alexa sambil menurunkan kakinya, namun dengan cepat Damian juga bergerak dan menahan gerakan Alexa
"sweety... ayo bicarakan baik-baik, cukup selama tiga minggu kamu mendiamkanku, aku sudah tidak bisa lagi sweety" Damian memohon dengan wajah yang menggemaskan dan juga menahan tangan Alexa agar tidak pergi. "baiklah ayo kebawah bicara, aku lapa"jawab Alexa sambil menarik tangan Damian.
keduanya turun kebawah dan Damian mulai mengambil makanan yang dimasak oleh Martin tadi untuk istrinya, ia akan memperlakukan istrinya dengan baik, sama seperti dulu. selalu ada untuk Alexa dan tidak pernah membiarkan wanita itu melakukan apa-apa, apalagi sampai membuatnya lelah.
"sweety.. aku minta maaf, aku mengaku salah padamu, aku berjanji ini adalah yang terakhir aku melakukan kesalahan, aku sunggu tidak pernah punya hubungan dengan dia, aku juga sudah menghukumnya karna membuat kita jadi seperti ini" ucap Damian dengan sungguh-sungguh
Alexa mengangguk dan tersenyum. senyum untuk pertama kalinya Damian lihat setelah tiga minggu berlalu. senyum yang tulus itu kembali mekar, Damian semakin menggenggam tangan Alexa, ia berdiri dan langsung mengecup kening istrinya itu, ia begitu merindukan Alexa
"ini yang pertama dan terakhir kesempatan untukmu hubby, lain kali tidak akan ada lagi kesempatan ini" ucap Alexa, mendengar hal itu Damian langsung mengangguk paham. tidak akan ada lagi kesalahan yang membuatnya menyesal, apalagi sampai menyakiti istrinya
"makanlah.. nanti temani aku keluar, aku masih ingin disini sampai melahirkan" ucap Alexa, dengan menurut bak anak kecil Damian melakukan apa yang dikatakan oleh istrinya. tidak banyak bicara dan menikmati makanannya, setelah itu keduanya kembali kekamar dan Damian langsung menyerbu istrinya
nanti ya othor lanjutkan, kalau merasa gantung boleh halu dulu sendiri wkwkw
#fid.nch
__ADS_1
#MDIS