My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 94


__ADS_3

melihat kepergian Harya membuat Martin tetap melanjutkan apa yang ingin ia lakukan pada Zania. ia tidak melepaskan Zania begitu saja malam ini. Martin tidak ingin dirinya di dahului oleh pria lain yang ingin mendekati Zaina. Martin tidak mau kelepasan pada Zania dan membuatnya nanti menyesal.


"tuan..anda ingat istri anda dirumah, jangan seperti ini" ucap Zania dan mendorong tubuh Martin agar menjauh darinya. ia juga langsung memperbaiki posisi, tidak ingin menjadi pengacau dalam rumah tangga orang lain, apalagi itu adalah bosnya sendiri, mau dikatakan apa dia nantinya.


"istri?, memangnya saya sudah punya istri, Zania?' Martin mengerutkan keningnya bingung, entah kapan dia menikah dan punya istri sekarang,  untuk mencari wanita saja dia tidak punya waktu. apalagi punya istri, Martin tidak akan pusing dan galau tiap malam jika sudah punya istri dirumahnya


"iya tuan, jangan membuat fitnat diantara kita dan menghancurkan hati istri anda. kasihan nyonya dirumah menunggu anda pulang namun dia tidak tau bagaimana suaminya diluar sana" ucap Zania. seolah menasehati Martin agar tidak berbuat lebih dan semakin jauh diantara mereka berdua.


"kau ini ngomong apa Zania, sejak kapan aku punya istri?. aku saja tidak tau apalagi kamu" ucap Martin semakin bingung. sekretarsinya ini terlalu memperhatikan dirinya, bahkan Zania seperti ibu-ibu yang sedang memberikan petuah tentang kehidupan untuk Martin dan keluarganya.


"iya tuan... astaga tuan bahkanpura-pura lupa dengan nyonya disaat seperti ini, saya tidak menyangka sejahat itu ternyata tuan" lanjut Zania dan menatap Martin dengan tatapan yang tidak percaya. bahkan Zania semakin menjauhkan dirinya karna shok dengan jawaban Martin barusan. pria ini sangat kejam, pikir Zania.


"kau ini jangan menyebar fitnah tentang saya, jika ada awak media yang mendengarnya dan membeberkan berita palsu apa kau mau menanggung jawabinya?" Martin kesal dengan ucapan Zania sampai berkata sedikit etus pada wanita itu. Martin juga mengambil ponselnya dan membuka galerinya, entah apa yang dipikrkan Zania padanya saat ini.


"kau cek galeri ponselku, apa ada foto pernikahan disana. kau jangan sembarangan menunduh jika tidak ada buktinya, Zania" lanjut Martin algi dan menatap tajam kearah Zania. ia menjadi berfikir jika Zania benar-benar tidak ingin bersamanya, atau dengan kata lain menolaknya dengan cara halus. Martin tau akan hal itu.


"tapi.. tadi saya ketika menjemput anda dirumah, ada istri anda disana bahkan kami sampai bicara beberapa kata. dia sangat cantik dan juga baik" ucap Zania. akhirnya ia membuka suara setelah membuat Martin kesal dan juga selesai mengecek ponsel pria itu, hampir tidak ada foto diponsel itu yang didapati oleh Zania.

__ADS_1


"bagaimana?, apa ada istriku disana?, makanya kalau tidak tau kebenarannya jangan asal bicara, bagaimana kalau orang lain mendengar dan membuat gosip ttidak baik. aku bisa saja terkena berta dan membuat namaku tercoreng" ucap Marti mengeluarkan kekesalannya kepada Zania.


"maafkan saya tuan, saya tidak tau kalau anda belum punya istri, apa yang dirumah tadi kekasih anda?" Zania bertanya dengan muka polos nan lembut. entah apa yang dipikirkan Zania saat ini ketika melontarkan pertanyaan itu. Martin sampai menghela nafas pelan dan mulai menatap Zania.


"dengarkan aku bicara Zania Zefanya.. aku belum menikah dan tidak punya kekasih seperti yag kau katakan itu. wanita yang kau lhat dirumahku tadi adalah keponakanku dan dia bersama suaminya dirumahku, kau tidak masuk kedalam makanya kau tidak tau!!" Martin menjelaskan sambil memasang wajah kesal juga marah.


"maafkan saya tuan, saya tidak tau kalau itu adalah keponakan anda. saya lihat dia sangat cantik dan sebelumnya saya tidak tau kalau anda punya keponakan disini" jawab Zania merasa malu ia sudah terlalu jauh berfikir macam-macam tentang Martin bahkan menuduh pria itu dengan buruk.


"kau harus mempertanggung jawabkan ucapanmu Zania, kau mengatakan aku punya pacar. kau harus mewujudkannya" ucap Martin dan menarik kembali tubuh Zania sampai terbentur pelan ditubuhnya, dengan cepat Martin langsung memeluk dan meraih dagu Zania. gerakan yang sangat cepat dan lihai Martin menyatukan bibir mereka


Martin semakin memperdalam ciu*man mereka dan memaksa Zania membuka mulutnya agar dirinya bisa lebih leluasa untuk mengeksplor mulut Zania dengan lidahnya. Martin bermain cukup lama dan Zania hanya diam tanpa membalas apa-apa, ia masih terkejut dan tidak tau harus melakukan apa


sampai akhirnya Zania merasa pasokan oksigen dalam mulutnya tidak ada lagi, tangannya terangkat dan memukul dada bidang Martin. dengan cepat pria itu melepaskan ciu*man mereka dan menatap Zania dengan tajam. "kau sudah resmi milikku, jangan pernah dekat dengan pria manapun lagi" ucap Martin dan kembali menarik Zania kepelukannya.


mendengar hal itu Zania semakin terkejut dan sangat syok. ia tidak tau harus bersikap seperti apa atau merespon ucapan Martin dengan apa. bibirnya seperti terkunci dan mulutnya juga kelu untuk bicara. Zania seperti orang bisu tiba-tiba tidak bisa membuka suara


"kau dengar aku,Zania?. kau milkku mulai saat ini, jangan pernah macam-macam diluar sana atau kamu tau akibatnya nanti" ucap Martin dan tersenyum. sedangkan Zania mengangguk bak orang yang kehilangan kesadarannya. ia masih mencerna kata-kata Martin, sampai akhirnya

__ADS_1


"tuan.. apa yang anda katakan?, aku tidak milik siapa-siapa sebelum ada yang melamarku. anggap saja kejadian tadi hanyalah kesalahan kita dan diluar kendali kita. kedepannya anggaplah saya hanya sebagai sekretaris anda, dan saya pun demikian dengan anda" ucap Zania. ia tidak bisa seperti ini,lemah didepan orang yang seenaknya dengannya


"apa maksudmu?, apa kau secara tidak langsung mau menolakku?, aku tidak terima penolakan Zania. kau tau aku seperti apa, jadi lebih baik kita pulang" ucap Martin dan menarik tangan Zania untuk keluar dari tempat itu sekalinya Martin menegaskan bahwa Zania adalah miliknya, maka tidak ada penolakan apapun lagi.


berbeda dengan dua sejoli itu. Damian dan Alexa sibuk rebahan dikamar dan bermain dengan baby. keduanya merasa senang saat baby mereka merespon dengan baik dan sangat aktif. bahkan Damian tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini dan baru kali ini dia begitu senang saat bermain dengan baby


"lihatlah sweety.. sepertinya dia memang belum tidur dan mash ingin bermain dengan kita" ucap Damian sambil menoel-noel perut buncit Alexa. dia juga kerap mencium dan megelus perut itu, tidak terasa tiga minggu lagi Alexa akan melahirkan dan Damian tidak sabar untuk hal itu.


"aku ngantuk hubby.. kalau mau bermain lagi silahkan saja, tapi aku tidur duluan" ucap Alexa. merasa akhir-akhir ini dia sering sekali tidur cepat dan bahkan adang lupa jika dirinya belum minum susu kehamilannya. untung saja Damian ada dan selalu mengingatkannya dan membawa ke kamar mereka


"ya sudah kita tidur saja, baby juga sudah tidak merespon. mungkin dia tau kalau mamanya ingin istirahat" ucap Damian dan memperbaiki posisi mereka. ia meletakkan bantal disekitar Alexa dan juga membantu bumil itu untuk memiringkan tubuhnya. Damian juga ikut tidur dan memeluk istrinya dari belakang


"selamat tidur istriku, mimpi yang indah sweety" ucap Damian dan mengecup kening Alexa. tidak lupa juga ia mengucapkan selamat tidur pada baby mereka, dana akhirnya ia juga ikut bergabung bersama istrinya dan menikmati mimpi indah mereka berdua


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2