My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 40


__ADS_3

Alexa dibawa Marco pulang kerumah mereka, keduanya sama-sama tidak membuka suara sejak tadi perasaan Alexa berkecamuk dan tidak tau harus mengatakan apa lagi, hati terasa skit setelah mengatakan seperti tadi kepada Damian


juga kedatangan papanya  yang sangat kebetulan dan membawa dirinya keluar dari rumah itu, ia begitu kesulitan saat dirinya berada sendirian dirumah itu, dan kedatangan papanya membuat Alexa sedikit bebas dan bisa bernafas lega, keluar dari rumah itu tanpa harus menangis lebih dulu


"sayang.. kamu baik-baik saja?' ucap Marco menatap putrinya dengan lembut, ia mengusap kepala Alexa dan tersenyum. ia tau jika putrinya itu tengah bersedih dan saat ini tidak ingin diganggu. namun Marco juga tidak bisa tinggal diam melihat keaada Alexa seperti itu


"papa.. aku tidak.. aku tidak bisa melupakannya" ucap Alexa sambil memeluk Marco dengan erat, ia sungguh tidak bisa menerima semua kenyataan ini, bagaimana mungkin ia harus merelakan Damian untuk wanita lain, sedangkan dulu mereka sudah berjanji untuk selalu bersama


"lihat papa sayang, heii sini lihat.. kamu tidak harus melupakannya, kamu akan kembali sama dia secepatnya, lihat saja apa yang terjadi setelah ini, Damian tidak akan tinggal diam" ucap Marco menenangkan Alexa sambil megelus punggung gadis itu, Marco merasakan apa yang dirasakan oleh putrinya itu


"memangnya apa yang akan terjadi pa?, apakah daddy tidak jadi menikah dengan wanita itu atau mungkin merekan akan nikah tapi bercerai?" tanya Alexa dengan polosnya, ia bahkan tidak tau permainan apa yang sedang dimainkan oleh Damian dan Marco


semuanya sudah diatur oleh keduanya, termasuk ketika Damian ikut kerumah keluarganya bersama mama Adelia, keduanya sudah tau apa yang akan mereka lakukan setelah ini, tidak mudah untuk membohongi mereka seperti yang dilakukan oleh Rania saat ini


"tidak sayang... mereka tidak akan pernah menikah dan kamu akan tetap bersama Damian" ucap Marco sambil tersenyum, ia menatap wajah putrinya yang tengah menangis itu, menggemaskan sekali memang putrinya ini, sangat mirip dengan Tania, ya. Marco dulu sempat bertemu beberapa kali dengan Tani saat mereka masih kuliah


"papa gak bohongkan, papa gak cuma mau bikin Ale senangkan?" ucap Alexa dengan wajahnya yang polos itu, sungguh jika Damian saat ini disini Alexa sudah pasti tidak selamat, sudah pasti gadis itu dibawa kedalam kamar dan menggempurnya habis-habisan


"gak sayang.. kamu tunggu aja kabar dari Damian pasti dia akan kesini untuk menjemputmu" ucap Marco, ia memikirkan sesuatu untuk mengerjai Damian agar pria itu tau rasa, dia butuh hiburan dan hiburannya itu melihat Damian kelimpungan mencari Alexa


"sayang.. kamu mau lihat gak Damian serius sayang sama kamu atau tidak, papa punya rencana yang bagus agar kamu tau dia seperti apa sebenarnya" ucap Marco memberi ide yang baik, berhubung putrinya ini sangat polos dan mudah dibohongi tentang hal begini, membuat Marco semakin semnagat mengerjai Damian


"memangnya gimana pa  biar kita tau daddy benar-benar sayang sama aku atau tidak" ucap Alexa menatap Marco, gadis itu benar-benar termakan dengan omongan Marco, ia sungguh percaya dengan papanya dan ingin tau seberapa sayang Damian dengannya


"kamu pergi ke luar negri selama beberapa minggu sampai papa menyuruhmu pulang, jangan beritahu Damian keberadaan mu dan hanya papa yang boleh tau kamu kemana" ucap Maraco menatap putrinya itu dengan serius, seolah ini adalah misi yang serius yang akan mereka kerjakan

__ADS_1


"lalu kalau daddy mencariku gimana?,nanti dia kasihan kalau aku gak kasih tau aku dimana" ucap Alexa, benar yang dikatakan Damian jika mengajari Alexa butuh kesabaran yang ekstra dan juga harus pelan-pelan, karna gadis itu polos betul dan juga tidak banyak bergaul didunia luar


"nanti papa yang akan membereskan hal itu, kamu tinggal bersemnbunyi disana dan tunggu sampai papa kasih kabar padamu. jangan kasih tau siapapun kamu dimana" ucap Marco, kali ini ia sedikit susah mencari alasan untuk putrinya, Alexa gadis sangat polos dan begitu banyak tanya


"ya sudah kalau begitu, aku mau ke korea saja pa. aku sudah lama tidak kesana" ucap Alexa langsung menyetujuai rencana Marco tanpa berfikir panjang, selama ini ia juga menginginkan liburan sendiri tanpa harus ada Damian yang selalu ikut dan memantau dirinya kemana pun ia pergi


"ya sudah kalau begitu, papa pesan tiketnya sekarang. kamu kesana dan jaga diri baik-baik, nanti papa akan suruh Rosa untuk menemanimu, juga beberapa pengawal untuk bersamamu" ucap Marco tetap saja ia sedikit khawtair dengan putrinya, karna gadis itu sangat jarang keluar sendiri apalagi bepergian jauh


sedangkan dirumah keluarga Adithama, seperti yang dikatakan oleh Adelia bahwa keluarga Rania akan datang kerumah mereka untuk membicarakan pernikahan antara Damian dan Rania, dua perusahaan yang akan saling menjalin hubungan dan diperkuat dengan pernikahan anak-anak mereka


"Dami kamu sudah pulang nak, dimana Ale?' tanya Carlos padahal ia sudah tau apa yang terjadi dari El, pria itu memberitahu apa yang sudah terjadi selama dikantor juga dirumah Damian, karna memnag meskipun Carlos tidak pernah iktu campur dengan permasalahan Damian, ia tetap tau apa yang tenga terjadi


"diam pa.. mama tidak ingin mendengar nama gadis itu, Damian siap-siaplah cepat kekamrmu dan cepat turun karna keluarga Rania sebentar lagi akan sampai" ucap Adelia, sedangkan Damian hanya ikut apa yang diperintahkan mamanya, toh juga ini yang terakhir ia bertemu dengan wanita itu


"mama mengancam Damian, mama akan bun*uh diri jika dia tidak mau mengikuti perintah mama, siapa suruh dia selalu ikut dengan gadis tidak tau diri itu, mama bahkan tidak sudi untuk mendengar namanya" ucap Adelia, ia membicarakan tentang Alexa, cucunya yang dulu sangat ia sayangi


Damian berada dikamranya, ia tengah membersihkan tubuhnya dan siap-siap memberi kejutan kepada keluarga Rania juga mamanya, Damian sudah mendapatkan bukti semuanya tentang wanita itu, tentang tujuan wanita itu ingin menikah dengannya sampai harus menyiapkan beberapa rencana untuk keluarganya


Damian mengambil ponselnya dan berniat untuk menelfon Alexa, namun ponsel gadis itu tidak aktif membuat Damian sedikit kecewa, niat hati ingin mendengar suara Alexa yang tadi pergi dengan isak tangis, ia tau jika gadis kecilnya itu tengah menangis bahkan membenci dirinya


karna Alexa tidak aktif, terpaksa Damian menelfon Marco, namun lagi lagi ponsel mereka berdua tidak ada yang aktif membuat Damian merasa kesal sendiri. padahal kemarin ia sudah membuat perjanjian dengan pria itu jika hal ini terjadi Marco akan tetap menjadi penghubung Damian dengan Alexa


"sial... kau mempermainkan rencanaku Marco, lihat saja jika semua sudah selesai aku akan membuat perhitungan padamu" ucap Damian mengupat Marco, kesal dengan pria itu yang tidak menepati janji mereka. ia berfikir aneh tentang Alexa sekarang, kahwatir gadis itu akan benar-benar membencinya


setelah beberapa waktu Damian berusaha untuk menghubungi Marco, namun hasilnya tetap nihil membuat Damian berhenti menelfon Marco ia memilih untuk bersiap untuk turun dan bertemu dengan keluarga Rania, ingin secepatnya menyelesaikan masalah ini dan menemui gadis kecilnya

__ADS_1


Damian turun dengan menengenakan kaos putih polos dengan celana bahan miliknya. ia menatap ruang tamu yang sudah lumayan banyak orang, Rania yang melihatnya langsung tersenyum senang, wanita itu bahagia kala melihat Damian yang turun dan menemui mereka


"sini sayang.. kamu duduk disamping Rania sana" ucap Adelia tersenyum, ia merasa senang karna tidak perlu ia turun tangan untuk memanggil Damian, putranya itu turun sendiri. " kamu kenalan dulu sama orangtua Rania, calon mertua kamu" ucap Adelia tersenyum, Damian hanya menatap datar dan dingin, ia mengulurkan tangannya menyalami orangtua Rania


"astaga.. saya tidak snagka Damian ebgitu tampan ternyata ya, cocok banget sama putri kami nyonya" ucap mama Rania bahagia, melohat postur tubuh dan wajah tampan Damian semakin membuat mereka ingin mempercepat pernikahan Rania dan pria itu


"iya jeng.. Rania juga sangat cantik, makanya saya mau menjodohkan mereka berdua" ucap Adelia tertawa, ia merasa senang namun melihat Damian yang tidak ada suara sama sekali membuat Adelia merasa canggung, putranya itu benar-benar memasang wajah datarnya


" ya sudah kalau ebgitu giaman dengan persiapan kita, dari keluarga mau kapan untuk melakukan pertungan Damian dan Rania" ucap papa Rania, pria itu sudah tidak sabar untuk mengumumkan kesemua rekan perusahannya jika perusahaan kleuarga Adithama adalah besannya


"bagaimana kalau minggu depan saja njeng.. kan bulan depan mereka bisa melangsungkan pernikahan langsung" ucap Adelia, ia sudah tidak sabar melihat pernikahan Damian dan Rania, juga agar Alexa. gadis itu tidak lagi tinggal bersama Damian dan membuat putranya itu kembali di keluarga mereka


"boleh baget njeng.. saya juga gak sbaar lagi melihat cucu dari mereka" ucap mama Rania tertawa kikuk,, mengingat jika cucunya adalah keturunan Adithama dan pastinya keluarganya semakin dikenal dikalangan binsis mereka, ini akan membawa rezeki besar untuk mereka


"saya juga setuju, bagaimana dengan tuan?' ucap papa Rania menatap Carlos sambil tersenyum, mereka memang rekan bisnis namun perusahaan kleuarga Rania tidak sebesar milik keluarga Adithama membuat papa Rania sangat tidak sabar membuat kerjasama dengan perusahaan Adithama


"bagaimana dengan putra saya saja tuan, saya tidak bisa memaksa dia untuk menikah hanya demi perusahaan" ucap Carlos, perkataannya itu sebenarnya ditujukan kepada keluarga Rania, namun mereka bertiga tidak ada yang sadar dan malah menatap Damian menunggu jawaban


"sebelumnya saya ingin memberitahu sesuatu dengan kalian semua!!" ucap Damian menatap El, pria itu mengeluarkan sesuatu dari saku jas miliknya dan memberikannya kepada Damian. sekretarisnya itu berdiri tepat disampingnya, seperti biasanya El akan selalu bersama Damian meskipun diuar pekerjaan kantor, itulah gunanya El sebagai sekretaris pribadi Damian


kejutan yang baik untuk orang yang munafik~Damian


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2