
Setelah melakukan ritual pagi pertama untuk pasangan yang baru resmi menikah kemarin,Damian keluar denngan rambut yang basah dan menghampiri Marco yang tengah menikmati waktu siangnya di kolam renang hotel itu, mereka masih berada disana dan kemungkinan akan pulang sore ini
"bagaimana dengan tidurmu menantu" ucap Marco tertawa karna posisi Damian kini menjad menantunya dan Marco akan semkain sering meledek Damian mulai saat ini. " sangat baik, ditteani oleh istriku yang paling cantik" ucap Damian menjawab dengan nada yag kesal dan juga mengejek Marco
"kapan honeymoon bersama putriku?" tanya marco agar dirinya juga menyiapkan pernikahan mulai sekarang, ia juga ingin secepatnya menghalalkan Rosa agar dirinya tidak sellau bahan julid oleh Damian dan juga Martin nantinya toh juga Rosa sudah menjawab bersedia untuk menikah dengannya
"kapan kau menyusul mertua, kau sudah terlalu tua jika ingin punya anak lagi" ucap Damian mengejek sambil memasang wajah yang membuat Marco kesal atas perkataan Damian itu, dasar menantu tidak tau akhal emang, mengatai mertuanya seperti itu
"kauu!!... sialan!!" Marco mengumpat sambil melempar korek kepada Damian, namun pria itu hanya tertawa dan menatap korek yang dilempar oleh Marco kepadanya. " aku sudah berhenti merokok, Alexa tidak suka dan melarangku" ucap Damian sambil meletakkan korek itu diatas meja
"ternyata suami takut istri, hah.. gaya mu yang banyak tapi takut sama istri sendiri" ucap Marco dan menatap Damian dengan senyuman meremehkan pri itu, baru kali ini dia melihat Damian takut dengan larangan seorang wanita, biasanya pria itu tidak pernah mau dilarang atau diperintag oleh seiapapun
"bukan karna takut, hanya saja aku tidak ingin membuat wanitaku menjadi kecewa hanya karna keinginanku yang aku tau tidak terlalu penting" ucap Damian membalikkan perkataan Marco dan membuat pria itu bungkam dengan sendirina. mereka sama-sama diam dalam pikiran masing-masing hingga pada akhirnya Damian berdiri dan meninggalkan Marco begitu saja
"aku akan ketaas, kau duluan saja kalau mau pulang, nanti sekretarisku akan menelfon mu karna aku dan isriku akan pergi liburan unntuk dua minggu kedepan" ucap Damian dan meninggalkan Marco begitu saja. liburan?, mungkin Marco dan Rosa akan melakukan hal itu satu bulan kedepan
Damian menghampiri Alexa yang masih tdiur dikamar mereka, mungkin wanita itu terlalu lelah dengan permainan mereka pagi tadi sampai selesai makan Alexa langsung kembali tidur, Damian sudah tidak sabar lagi untuk mendepatkan junior dari hasil adonan mereka selama ini
"sayang... heiii.. kamu terlalu lelah ya" ucap Damian sambil menutup tirai agar Alexa tidak silau ketika tidur. kemudian ia mulai bergabung dan masuk kedalam selimut, nanti malam mereka akan melakukan penerbangan liburan dan fokus untuk membuat adonan junior
namun sesaat kemudian Damian teringat dengan pria yang sepertinya sangat dekat dengan istrinya itu, entah siapa dia yang pasti Damian merasa cemburu melihat kedekatan mereka berdua. Damian menatap Alexa dan benar yang dikatakan pria waktu itu, yaitu Michel
"kamu terlalu cantik untukku sayang.. jadi tidak salah jika aku takut melihat kamu pergi atau dekat dengan pria lain, aku takut kehilangamu karna kuau pasti banyak pria diluar sana yang menginginkan dirimu' ucap Damian sambil mengecup lembut kening Alexa
__ADS_1
"apapa pun rintangan kia kedepannya, aku harap kamu tidak pernah menguacapkan kata pisah" ucap Damian dan membawa tubuh mungil itu kepelukannya, ikut bergabung dengan istrinya yang masih sibuk dengan dunia mimpi indahnya, Alexa sama sekali tidak mendengar ucapan Damian padanya
sedangkan dilain tempat, Marco memikirkan ucapan Damian tadi. anak?, keturunan?, apakah tujuan Marco menikah memang untuk mendapatkan itu, Marco rasa tidak begitu, dia mencintai Rosa dan tidak karna ingin punya anak tapi memang ingin hidup dengan wanita itu
Marco memikirkan al itu sampai dirinya ingat bahwa Rosa masih berada disana bersama dirinya, dengan cepat Marco masuk kembali kedalam dan mencari Rosa, wanita itu yang masih sibuk di kamar entah apa yang ia kerjakan karna seperginya Marco keluar dia masih sibuk dengan air dikamar mandi
"sudah selesai berenangnya, kenapa tidak basah" ucap Rosa menghampiri Marco dan menlihat tubuh pria itu, masih kering dan sama sekali tidak basah, padaal Marco izinnya ingin berenang dikolam namun ternyata tidak ada tanda-tanda selesai berenang di pria itu
"aku tidak jadi berenang, aku bertemu dengan Damian dan memutuskan untuk kembali mencari kamu" ucap Marco memeluk tubuh Rosa dan mengecup keningnya, Rosa heran dengan perlakukan Marco yang tiba-tiba romantis padanya, meski sebenarnya bebarapa kali Marco begitu namun tidak seperti ini, biasanya selalu mengagetkan dirinya
"kamu kenapa?, apa ada yang salah, atau ada masalah?" tanya Rosa sambil mengusap punggung Marco, tidak lagi degdegan seperti awal pria itu memeluknya, dia sudah terbiasa dengan perlakun Marco yang seperti itu dan mungkin kedepannya Rosa membiasakan dirinya
"tidak apa, aku hanya merindukan kamu saja" jawab Mraco dan melepaskan pelukannya, ia meraih dagu Rosa dan mengecup bibir ranum nan indah itu, namun hanya mengecup tidak lehib dan tidak ada nafsu disana. Marco mengajak Rosa duduk disofa dan menatap wanitanya
"kapan aku bisa menikahimu?, aku sudah tidak sabar menjadikanmu istriku" ucap Marco tersenyum, mengingat kalau dirinya memang tak lagi muda dan takut jika Rosa berubah pikiran dengan menolak dirinya lag, Marco tidak ingin hal itu teradi padanya, dikata apa dia oleh Damian nantinya
"jangan bilang begitu, aku disini dan masih banyak yang menyanyangi kamu. jangan berfikir kalau kamu hanya sendirian karna disekeliling kamu masih banyak orang yang ingin melihat senyum kamu" uca Marco dan membawa Rosa kepelukannya, bukan tidak tau luka yang dialami oleh wanitanya itu
hanya saja Marco tidak ingin Rosa berlarut dalam luka dan kesedihannya, melupakan orang-orang disekitarnya juga dirinya, sebisa mungkin Marco menjadi tempat hiburan untuk Rosa dan juga rumah agar wanita itu tidak merasa sendiri lagi, terllau banyak kisah yang pahit dialami oleh Rosa selama ini
kita kupas sedikit kehidupan Rosa
dulu ia memiliki keluarga yang utuh dan sangat harmonis namun ketika dirinya baru saja menginjak banku SMA kelas 1, dia kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupmya, kehilangan mamannya karna penyakit yang sudh diderita selama bertahun-tahun
__ADS_1
akhirnya Rosa tinggal berdua dengan ayahnya dan tidak lama lagi, ayahnya menikah dengan seorang wanita yang notabenya janda anak satu dan tinggal bersama Rosa, sejak saat itulah kehidupa Rosa berubah menjadi sangat buram dan juga buruk
kehidupan ang ia jalani selam ini snaga buruk, ia harus bekerja untuk dirinya sendiri dan juga ibu serta adiknya, tidak ada yang bisa ia lakukan selain menjadi babu dirumah orang lain, kadang harus menahan lapar karna tidak ada yang bisa ia lakukan
ayahnya yang biasa bekerja diluar dan jarang pulang kerumah membuat dirinya selalu menjadi orang yang sellau disiksa dirumahnya, ia bahkan seperti cindirella dalam cerita yang diperlakukan sangat buruk oleh ibu tirinya, bahkan hingga Rosa kehilangan ayahnya untuk selamanya
inilah kehidupan Rosa kembali merasakn luka itu dan hampir setiap hari ia menangis dalam diam dan terus menjadi orang yang sellau disiksa dalam rumah mereka, namun tetap saja ia tidak mau menyerah dan tetap menyelesaikan pendidikan sekolahnya, setidaknya itulah hal yang harus ia perjuangkan
ia menyelesaikan pendidikannya dan mengikuti ibu tirinya untuk pergi ke kota, namun setelah itu hidup Rosa benar-benar buruk dan tidak tau apakah dia harus bertahan atau tidak dan puncaknya ketika dia menerima perlakukan sanga buruk dari ibu dan adiknya
ketika mereka menjual dirinya kepada pria hidung belang dan membuat Rosa lari dari hal itu, bertemu dengan Marco seperti sosok yang sangat berarti untuknya dan dianggap sebagai penolong hidupnya, setelah itulah Rosa berusaha untuk melupakan semua luka dalam hatinya
dengan dirinya ikut bersama Marco yang ia anggap sebagai penolong membua Rosa hidup aman dan tidak harus takut lagi dikejar oleh pria hidung belang itu atau ibu tirinya, ia tidak pernah keluar dari rumah Maco dan memilih unuk tetap disana sampai Marco sendiri yang menyuruhnya pergi
namun sepertinya **takdir dirinya sedang baik dan sekarang ia dicintai oleh mejaikan sekaligus orang yang menjadi penolongnya, Marco mau menerimanya dengan segala kekurangan yang ia miliki. bahkan Rosa dengan tidak percaya terhadap takdir yang ia jalani sekarang**
kembali kewaktu mereka yang berduaan dikamar hotel
"sudahlah jangan terlalu dipikirkan, yang penting kamu sudah bersamaku dan kedepannya hidupmu tidak akan ada orang yang seperti itu lagi" ucap Marco sambil tersenyum, ia tau jika Rosa kembali mengingat masalalu pahi itu, bahkan mata wanitanya mulai berkaca-kaca karna ingin menangis
"jangan pernah menangis lagi didepanku, aku tidak mengijinkan kamu menangis" ucap Marco dan mengusap pipi Rosa sambil mengecupnya dengan lembut, keduanya larut dalam suasana siang ini. " sudah lah, kita akan pulang kerumah sore nanti, kamu istirahat saja, aku temani" Marco membawa Rosa untuk rebahan diatas ranjang
kadang trauma kita disebabkan oleh orang yang kita anggap sebagai rumah teraman,dan ternyaman untuk kita
__ADS_1
#fid.nch
#MDIS