
disisi lain, Alexa telah sampai dirumah milik Martin, keduanya langsung masuk kedalam kamar masinng-masing dan beristiraha, mereka terlalu lelah dijalan sampai akhirnya Alexa memilih untuk tidur. ia tidak punya tenaga lagi untuk menangisi hal yang sudah terjadi dalam rumah tangga mereka.
Alexa bahkan tidak lagi mengingat masalah itu dan memilih untuk memanjakan dirinya selama disini. Martin yang sudah berjanji akan menjaga ponakannya kepada Marco akan melakukan segala cara agar Damain tidak mudah menemukan bumil ini, karna Marco tau bagaimana kekuasaan Damian.
"akhirnya aku merasakan udara disini lagi, sudah lama rasanya aku tidak kesini" ucap Alexa sambil merebahkan dirinya diatas ranjang. ia melihat ponselnya sebentar, memastikan jika tidak ada pesan dari suaminya, dan see. Damian benar-benar tidak mencarinya dan tidak ada panggilan dari suaminya itu.
"mari kita mulai kehidupan baru, tidak ada yang namanya manja dan harus bisa melakukan semuanya sendiri" ucap Alexa dan menutup mata. ia akan istirahat menunggu besokpagi dan melakukan hal yang ingin ia lakukan selama disini. Alexa sangat merindukan masa-masa dirinya liburan ke negara ini.
berbeda dengan Damian, ia kelimpungan mencari Alexa dan baru kepikiran menghubungi ponsel bumil itu. Damian mengambil ponselnya dan mencoba mengirim Alexa pesan, namun tidak ada balasan apapun bakan hanya centang satu. Damian beralih pada panggilan namun tetap saja sama, nomor Alexa tidak bisa dihubungi.
Damian malah mendapat banyak pesan dari Starla. sepertinya wanita itu masih mengharapkan dirinya dan tidak ingin Damian pergi begitu saja. padahal tadi sebelum mereka berpisah, Damian sudah mengingatkan wanita itu. bahwa tidak akan ada hubungan lagi diantara mereka
"astaga sweety.. kemana kamu pergi, apa kamu tidak merindukan aku disini" ucap Damian dan menutup ponselnya. kembali fokus pada laptop miliknya dan mencari informasi Alexa. "dpaat.. akhirnya berhasil menemukan mu sweety. tunggulah aku disana" ucap Damian dan menelfon sekretarsinya untuk membooking tiket penerbangan untuknya
"besok aku tidak bisa ke kantor, kau harus mengambil alih semua jadwal besok. segera booking tiketku malam ini aku harus menyusul istriku" ucap Damian ditelfon itu, ia juga bersiap berganti baju. akan ke Italia malam ini juga menyusul istrinya, ia sudah tidak sbaar bertemu dengan Alexa
"tapi tuan.. malam ini tidak ada penerbangan kesana, tunggulah sampai besok pagi" ucap sekretaris Damian, dia sudah mencari ptiket penerbangan malam ini, namun benar-benar tidak ada dan harus menunggu besok pagi, sekitar jam 4 pagi. " apa aku peduli dengan hal itu?' ucap Damian, ia mulai emosi mendengar jawaban sekretarisnya
"maaf tuan, tapi memang benar-benar tidak ada. jalan satu-satunya adalah menggunakan jet pribadi keluarga Adithama, namun juga harus emnunggu lama" ucap Habel kepada Damian. ia pusing juga memiliki bos seperti Damian, yang terkadang menguras emosi juga.
__ADS_1
"aku tidak peduli, aku ingin 10 menit kedepan kau harus menyiapkan semuanya, aku tunggu dan tidak pakai lam!' ucap Damian dan langsung mengakhiri panggilanya. ia mulai keluar dari ruangan untuk ganti baju, tidak lupa juga dia membawa baju ganti selama berada disana
malam ini juga, Habil. sekretaris Damian menelfon pihak yang mengurus jet pribadi keluarga Adithama itu dan menyuruh mereka untuk datang kekediaman keluarga bos mereka. dari sana mereka akan melakukan penerbangan, jika bukan karna Damian. mungkin Habel tidak akan melakukan hal ini.
setelah selesai semuanya, abel menelfon Damian untuk bersiap karna jet sudah berada dikediaman mereka, tinggal keatap rumah itu dan langsung melaju ke Italia. "baiklah, terimakasih atas kerja kerasmu, gajimu bulan ini naik 1 %" ucap Damian, hal itu membuat Habil mendegus kesal, tau itu adalah bercanda namun tetap saja sangat menyebalkan
Damian melakukan perjalanan setelah berpamitan dengan orangtuanya. ia menyusul istrinya disana malam ini. tidak ingin menunggu waktu dan mengulur waktu untuk bertemu dengan Alexa. ia sungguh ingin bertemu dengan bumil itu dan memeluk tubuhnya.
berbeda dengan mereka semua, Martin malah asik melihat ponakannya tidur, sungguh menggemaskan. jika saja Alexa tidak bersuami dan bukan keponakannya mungkin Martin akan tertarik dengan bumil ini. namun karna posisi mereka yang sudah seperti ini membuat Martin menepis semua pikiran kotornya itu.
"kamu mirip dengan ibumu, Ale. sangat mirip. aku bahkan seperti melihat Tania diwajahmu lagi" ucap Martin sambil mengelus rambut Alexa. ia begitu kagum dengan Marco dan juga Tania, bisa-bisanya mereka mempunyai anak seperti Alexa, mirip dengan Tania namun sifatnya seperti Marco.
"mas..mas.. Dami.. kamu mau kemana mas" suara Alexa terdengar, bumil itu mengigau dalam mimpinya. melihat hal itu Martin tersenyum , dalam saah seperti ini pun Alexa masih memikirkan suaminya, keduanya begitu erat saling mencintai dan slaing butuh satu sama lain.
"kamu bermimpi apa sayang? kenapa bagun seperti dikejar hantu?" ucap Martin, ia memperbaiki selimut Alexa agar menutupi seluruh tubuh bumil itu. " mas Damian meninggalkanku om, dia pergi dengan wanita itu. dia memilih wanita itu dari pada aku" ucap Alexa menangis, ia memeluk Martin mencari menyamana disana
"jangan menangis sayang, Damian melakukan apapun kamu tidak ada ruginya, apa kamu masih mengharapkan dirinya?" tanya Martin, ia tersenyum saat Alexa menatap tajam dirinya. bumil itu langsung melepaskan pelukan mereka dan menjauhkan tubuhnya dari Martin
"om berharap ahar Damian meninggalkanku?, om mau aku sendiriam? jadi janda anak satu, begitu?" ucap Alexa berturut-turut. ia kesal saat Martin mengatakan hal itu, bisa-bisanya mendoakan dirinya ditinggalkan Damian selamanya. bermimpi seperti itu saja dia sudah sangat emosi dan sedih.
__ADS_1
"bukan begitu sayang, maksud om itu.. apa kamu masih berhadap jika suamimu datang kesini? memangnya kamu tidak marah padanya?' tanya Martin sambil menarik Alexa untuk kembali memeluknya, ia tau jika bumil ini sangat membutuhkan dirinya pada saat-saat seperti ini
"apa dia akan mencarku om?, apa dia akan kembali padaku?, apa dia akan datang kesini untuk menjemputku?' tanya Alexa, ia hanya takut jiak Damian benar-benar pergi bersama wanita itu dan meninggalkannya. sakit hati memang namun tidak semudah itu juga untuk meninggalkan suaminya
Alexa masih sangat mencintai Damian, dia tidak bisa membenci pria itu, rasa cinta yang ia miliki untuk Damian sudah 100% tidak bisa ditawar lagi. hal itulah yang membuat Alexa masih berharap jika pra itu mencari dirinya dan datang menjemputnya kesini.
"kalau dia benar-benar mencintai kamu, tidak ada alasan untuknya meninggalkan kamu. tapi kalau dia tidak mencintai kamu, jangan pernah berharap dia akan kesini lagi" ucap martin menjelaskan. dia hanya tidak ingin melihat Alexa menangisi pria seperti itu, tukang selingkuh dan pengkhianat.
"aku mencintainya om, aku sangat ingin da datang kesini, apa aku salah melakukan hal ini?, apa aku salah membuat pelajaran untuknya?' tanya Alexa sambil memangis. dia begitu kesal dan juga marah sama suaminya itu. padahal dia belum mendengarkan penjelasan dari Damian
"tidak ada yang salah sayang, kamu sudah melakukan hal yang benar. biarkan saja dia berjuang sendiri agar kamu pun tau, apakah dia benar-benar menginginkan kamu atau tidak" uca Martin memeluk Alexa, mengelus punggung bumil itu dan menyuruhnya untuk kembali rebahan, kasihan jika lama-lama duduk, pasti capek juga.
"baiklah om, aku masi mengharapkan dia datag. aku mencintai dia dan juga ingin anak kami merasakan kasih sayang seorang ayah" ucap Alexa dan Martin langsung mengangguk, ia juga tidak ingin rumah tangga mereka ini kandas hanya karna masalah sepel. dan mereka juga belum ada penjelasn dari Damian.
entah pria itu memang berhubungan langsung dengan wanita itu, atau hanya sekedarnya saja. Martin belum emndpaat kabar dari Marco, karna dipastikan jika Damain akan kerumah mereka mencari Alexa. pasti pria itu sudah menjelaskan semuanya kepada Marco dan Rosa.
"tidurlah kembali, jangan begadang. kasihan kamu dan juga cucu, om" ucap Martin dan membantu Alexa untuk menutupi tubuh bbumil itu. ia mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur. setelah itu Martin keluar untuk istirahat juga, besok harus bekerja dan menemani Alexa jalan-jalan
Damian sampai ke Italia hampir jam 2 dini hari. pria itu langsung mencaro hotel terdekat disekitar rumah marco. ia tau jika istrinya sedang bersama pria itu, tidak ingin membuat istrinya menunggu lebih lama lagi. ia langsung beristirahat di hotel sampai besok akan menemui istrinya dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
#fid.nch
#MDIS