
Damian bangun dari tdiurnya dan melihat wajah yang teduh masih memeluk dirinya, tidur begitu pulas setelah pergulatan mereka tadi malam. hampir saja tubuh kecil itu remuk rendam karna Damian selalu menggempurnya habis-habisan, bahkan tadi malam mereka sampai 3 ronde baru tidur
setelah percakapan Damian dan Carlos malam tadi, dengan perasaan yang gundah dan juga kecewa dengan papanya Damian masuk ke kamar mereak dan langsung menghampiri Alexa, wanita itu bahkan tidak tau apa-apa kenapa calon suaminya bisa seperti itu, masuk kedalam kamar dengan wajah tertahan amarah
"kembali dengan tadi malam, Damian membawa Carlos ke ruangan milik pribadinya yang sudah sanga jarang ia pakai semenjak dia dan Alexa pindah rumah, Damian masuk kedalam disusul oleh Cralos kedua pria itu diam tanpa suara, setelah makan malam Damian langsung meminta papanya untuk ikut bicara berdua dengannya
"dududklah pa, aku akan panggil pelayan untuk membuatkan kopi" ucap Damian dan kembali keluar memanggil pelayan, sedangkan Alexa dan Adelia ditinggalkan berdau dan amsih menikmati cemilan malam mereka dengan drakor yang selalu menjadi penutup malam mereka
Damian kembali duduk didepan Carlos dan menatap papanya dengan penuh tanda tanya dalam raut wajahnya, namun Damian masih bisa menhana diri untuk tidak bertanya lebih awal sebelum pelayan mereka membawa kopi untuk keduanya, takut jika sudah bicara Damian lupa dengan posisi mereka
"kenapa papa menyembunyikan rahasia sebesar ini dari aku?" tanya Damian menyesap kopi miliknya, menetralisir perasaan dalam hatinya. sedangkan Carlos hanya terdiam mendengar penuturan Damian, ternata putranya itu sudah tau memang benar, sampai kapan lagi ia arus menyembunyikan ini semua
"dari makan kamu tau?, apakah sudah lama?" ucap Carlos tidak ada sedikit pun dia kaku, namun erlihat sangat santai menjawab pertanyaan Damian, padahal putranya itu menahan diri sejak tadi. " itu tidak penting pa, papa kenapa merahasiakan semuanya dari aku?' tanya Damian lagi
"bukan merahasiakannya Dami, hanya saja papa memenuhi permintaan dan juga jani papa kepada almarhum kakak kamu, dia tidak ingin kalian tau siapa marco dan ayah Alexa sebenarnya" ucap Cralos, ia tau betul dan bagaimana dulu Tania memohon padanya untuk menyembunyikan ini semua
"bukan hanya itu kan pa?, papa jelasin semuanya sebelum Dami bertanya pada papa" ucap Damian, kalau ha itu dia sudah tau dan tidak perlu lagi mendengar jawaban dari Carlos, namun masalah lain. campur tangan Carlos dalam musibah yang menimpa Tania dulu
__ADS_1
"dengarkan papa Dami, dengarka baik-baik. papa bukannya tidak restu dan tidak mengizinkan Martin, sepupu dari Marco untuk menikahi Tania, namun kakak kamu sendiri yang tidak mau dengan pria itu, jangan kamu kira Tania tidak tau bahwa pria itu menyimpan rasa untuknya"
"Tania tahu betul itu, bagaimana pria itu menyuruh sahabatnya untuk selalu mengikuti Tania, justru karna itu papa selalu menjaga Tania dari jaug, hingga akhirnya kakak kamu bercerita jika dia telah menyukai Marco, sahabat kamu sendiri yang ia sendiri tau tidak akan bisa mendapatkan Marco"
penuturan dan penjelasan yang baru saja didegar oleh Damian membuat dia tidak percaya, ternyata selama ini Tania, kakaknya menyukai Marco sahabatnya sendiri, namun karna Tania tidak mau memaksa diri dan memilih untuk mengubur perasannya bersama fisiknya
"Tania memang tidak tau tentang kejadian malam iu, karna iu rencana Martin untuk mendapkannya. namun karapapa tau dia mencintai Marco maka papa melakukan hal iu, papa hana idak ingin Tania hamil dari pria lain, apalagi bukan pria yang ia cintai" ucap Carlos, ia meneteskan airmatanya
"papa memilih jalan itu dan tidak tau jika Martin begitu besar mencintainya. papa pikir dengan kejadian itu Tania akan menyuruh Marco untuk tanggung jawab, namun ternyata papa salah setelah itu Martin hilang begitu saja, dan Marco tidak tau apa-apa soal ini"
tidak ada yang ia tutupi lagi dari Damian, toh juga putranya itu berhak tau dan juga Alexa berha tau bagaimana dirinya ikut dalam merahasiakan ini ssemua selama bertahun-tahun, membuat Alexa tersiksa sendiri, tapi apa boleh buat?, itu sebuah perjanjian mereka
"papa tau an setelah itu Martin selalu punya dendam untuk kita, untung saja Marco masih mengingat hubungan mereka. kalau idak dua saudara itu akan saling membunuh pa" ucap Damian, ia sudah tidak tau harus berkata apa lagi, semuanya terlihat rumit namun sebenarnya tidak sesulit itu masalahnya
"papa minta maaf, bukan bermaksud ingin menyembunyikannya namun karna papa memegang janji itu. tapi karna kamu mencari tau papa juga tidak bisa menghalanginya lagi, sekarang semua sudah tau dan papa juga lega akan hal itu" ucap Carlos menghapus airmatanya
"papa tidak perlu minta maaf sama Dami, tapi sama Alexa juga Marco dan juga Martin jelaskan semuanya kepada mereka tanpa ada yang ditutupi lagi. kelak kalau ada urusan dan masalah sebesar ini papa tidak perlu sungkan untuk bicara padaku lagi" ucap Damian dan meninggalkan papanya disana
__ADS_1
sedangkan Carlos juga membenarkan ucapan Damian, dia terlalu sayang dengan Tania sampai tidak memikirkan lagi apa dampak pada orang sekelilingnya jika menyembunyikan ini semua. namun ia juga lega sekarang, karna sudah terungkap dan tidak ada yang perli ia tutupi lagi. rasa bersalahnya terhadap Alexa sudah berkurang
Damian masuk kedalam kamar dan melihat Alexa disana, dengan cepat ia memeluk tubu mungil itu dari belakang dan mengecup leher jenjang wanitanya lembut,, menghirup aroma tubuh Alexa tanpa mengatakan sepatah yang keluar dari mulutnya
"daddy kenapa?, apa adalah masalah dikantor?' tanya Alexa, namun Damian hanya menggelengkan kepalanya dan menyuruh Alexa untuk diam, ia hanya ingin merasakan hangatnya tubuh munglil itu. "sayang, aku mencintamu berjanjilah tidak akan meniggalkan aku" ucap Damian, tiba-tiba tangan kekar itu memutar tubuh Alexa
ia meraih dagu Alexa dan menempelkan bibir mereka\, melu*matnya dengan lembut dan menidurkan tubuh mungil itu keatas kasur\, perlahan tapi sangat pasti Damian menye*sap bibir mungil itu dan memperdalam ciua*man mereka\, sembar tangannya bergerak untuk menanggalkan apa saja yang melekat pada tubuh mereka
"emmphh.. daddyy.." suara lembut nan indah itu mulai terdengar ditelinga Damian, Alexa benar-benar dibuat melayang oleh tangan kekar tu, lagi dan lagi mereka mengulang permainansiang tadi dan kemungkinan malam ini Alexa tidak akan dilepaskan begitu saja oleh Damian
"aahkkk..emempphh" Damian mulai merasakan squishi Alexa dan mere*masnya dengan tangan pas pada ukuran suishi itu, Alexa hanya pasrah dan tidak tau harus melakukan apa, ini terllau berat jika ditinggal begitu saja. "3 ronde saja sayang" bisik Damian lembut dan melakukan penyatuan mereka
hidup lagi cape-capenya malah tambah cape dibikin hidup, au ahh pusing thor...
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1