
"kau tidak perlu tau putriku berada dimana, brengsekk!!' Marco menjawab Damian dengan berteriak dan menatap tajam kearah Damian.
Marco menatap Damian dengan tajam dan datar. amarah Marco saat itu juga langsung naik saat melihat Damian ada disana, sungguh dia sangat membenci pria yang sudah memathkan hati putrinya, sampai Alexa memilih untuuk tinggal pergi jauh dari dirinya, entah apa yang membuat Damian mengkhanatti putrinya yang sudah erkorban banyak untuk rumah tangga mereka
"aku ignin bertemu dengan istrku Marco!!.. dimana dia kau sembunyikan, aku ingin menemuinya Marco!!' ucap Damian sambil menatap Marco dengan tajam. nafasnya memburu dan tidak sabar untuk bertemu dengan Alexa, ingin rasanya dia memeluk tubuh mungil itu dan minta maaf atas kesalahannya sendiri
"dia tidak ada disini, kau jangan bermimpi bisa bertemu dengan putriku lagi!!. gara-gara kau dia arus pergi dari sini dan menjauhi aku Dami!!.. kau benar-benar pria brengsek!!" ucap Marco dan mendekati Damian. ia menatap pria itu dan BUGGHH.. satu pukkulan tepat sasaran di ipi Damian.
" itu dariku karna kau membuat putriku merasakan hal yang tak seharusnya ia rasakan!!" ucap Marco, dan dengan cepat Rosa menarik suaminya itu. Adelia hanya menatap heran tanpa menjauhkan Damian dari mereka, sedangkan Carlos juga membiarkan begitu saja. mungkin memang salah putra mereka mebuat masalah dikeluarga putrannya
"sekarang kau lihat Dami.. kau lihat apakah putriku ada disini atau tidak!!" teriak marco didepan Damian. semua orang menatap seluruh ruangan, tidak ada memang tanda-tanda Alexa berada drumah itu. entah kemana bumil itu pergi malam begini, pikir Adelia dan Carlos
"aku ingin bertemu dengannya Marco.. aku ingin menemuinya" ucap Damian sambil menangis. tak malu jika dipandang rendah atau tidak tau malu oleh mereka semua, yang penting ia ingin menemui istrinya dan minta maaf. selama ini Damian tidak pernah berbuat salah, namun sekalinya berbuat salah langsung fatal.
"tolong jelaskan kepada kami apa yang telah terjadi Marco.. kami sebagai mertua kami juga ingin tau apa yang sebenarnya terjadi" ucap Adelia sambil duduk di sofa. ia tidak terlalu memikirkannya karna jika ia turun tangan bisa saja Damian saat ini tidak lagi berada dirumah itu, didepan mereka.
"tanyakan pada putra anda ini, nyonya. dia terlalu dalam membuat luka kepada putri saya, mulai sekarang jangan pernah menganggapku sebagai mertua ataupun sahabatmu!!.. selama putriku belum kembali kesini" ucap Marco dan menatap Damian. sedangkan Damian hanya diam dan menghampiri Adelia
pria itu bersujud didepan Adelia dan menangis disana, ia tidak bisa mengatakan apa-apa karna mulutnya seolah terkunci. hatinya sakit saat tau istrinya tidak ada dirumah ini. " mama.. aku menyakiti Alexa, ma. aku membuatnya menangis lagi" ucap Damian dan memeluk Adelia dengan erat
__ADS_1
"apa yang terjadi nak?, katakan pada mama biar kita tau mencari jalan keluar?' tanya Adelia sambil mengelus punggung Dmaian. dia tidak tau harus bersikap apa dirumah ini, satu sisi dia malu dengan putranya namun melihat Damian yang seperti ini hatinya juga tidak tega.
"aku mengkhianati Alexa ma.. aku dekat dengan wanita lain dan menyakiti istriku sendiri, aku sangat bodoh dan brengsek..ma aku sangat bersalah" ucap Damian menangis dipelukan Adelia. dia melupakan wibawanya sebagai pemimpin perusahaan terbesar dinegara ini dan juga pemimpin perusahaan nomor satu se-Asia.
"kenapa Dami.. kenapa kamu melakukan hal itu?, kamu tidak lihat istrimu yang berjuang demi anak kalian?, kamu tidak bisa lihat bagaimana dia selama ini berjuang?' tanya Carlos sambil menatap putranya itu. ia tidak habis pikir dengan ulah Damian sampai mengkhianati istrinya sendiri.
"aku salah pa, aku memang tidak pantas untuk Alexa, aku jata dan menyakiti dia" ucap Damian. seperti bertolak belakang dengan sifatnya selama ini. Rosa yang melihat itu saja hampir tertawa karna bisa-bisanya Damian seperti ini menurutnya itu sangat lucu
"siapa wanita itu Dami?, apa dia lebih hebat dan lebih baik dari Alexa?, apa dia bisa seperti istrimu mengorbankan semuanya demi keluarga kalian?" tanya Adelia sambil mengelus bahu Damian. tidak bisa dipercaya bagaimana putranya itu bermain dengan wanita lain, sementara istrinya sedang bejuang demi kandungannya.
"tidakkk.. tidak .a.. Alexa lebih dari segalanya, dia tidak bisa ditandingi siapa pun" Damian masih menangis namun kali ini suaranya tidak terdengar lagi. " mama tidak banyak membantu Dami, katakan pada Marco apakah Alexa masih ingin bersama kamu atau tidak, itu hak Alexa" ucap Adelia
"aku minta maaf Marco, aku tidak pernah mencintai wanita lain. aku sangat mencintai istriku, tolong beritahu dimana dia?" ucap Damian. ia duduk disamping Marco, sedangkan pria itu hanya mendegus kesal. ia masih emosi dengan tingkah Damian saat ini
menagap ketika dekat dengan wanita itu, Damian tidak mengingat istrinya. namun ketika sudah diketahui oleh Alexa, dia uring-uringan seperti ini. " dia tidak dinegara ini lagi Dami, tolong berikan putriku waktu untuk memikirkan semuanya, dia butuh waktu" ucap Marco, akhirnya tidak lagi emosi pada Damian.
"aku ingin segera menjelaskan semuanya Marco. aku tidak memiliki hubungan spesial dengan wanita itu, aku hanya dekat dengannya, kami tidak pernah melakukan apapun" ucap Damian. ia takut jika mereka semua memikirkan hal-hal yang aneh dan semakin membuatnya sulit bertemu dengan Alexa.
"aku tidak yakin dengan hal itu Dami, lagi pula bukan padaku kau jelaskan melainkan putriku. dia yang merasakan sakitnya, dan dia butuh waktu untuk itu semua" ucap Marco. "pulanglah kalian semua, tidak ada Alexa disini" sambung Marco kepada mereka semua
__ADS_1
"aku akan mencarinya, jangan pernah kau memisahkan kami atau mencoba untuk menyembunyikan istrku, aku tidak akan tinggal diam Marco. aku menginginkan istriku kembali" ucap Damian dan langsung keluar dari rumah itu. Adelia dan Carlos juga menyusul anaknya setelah pamitan dengan Marco dan Rosa
demi mencari istrinya, Damian pulang hanya ganti baju dan masuk keruang kerjanya. ia menyuruh sekretarisnya untuk melacak ponsel istrinya, ia tidak akan tinggal diam malam ini dan harus mencari Alexa sampai ketemu. ia tidak bisa tenang sebelum tau keberadaan istrinya
"Dai.. kau istirahat dulu nak, jangan sampai kau tidak memperhatikan kesehatanmu, kasihan tubuhmu itu" ucap Adelia namun Damian tidak mendengarkannya, ia tetap melanjutkan untuk mencari istrinya, kemana bumil itu pergi dan apa yang ia kerjakan saat ini. Damian benar-benar tidak tenang.
"ma.. aku salah.. Alexa pasti tidak mau bertemu denganku lagi. ma aku menyakitinya" ucap Damian memeluk Adelia karna wanita itu ikut masuk keruang kerjanya dan membawa kopi untuk Damian, kasihan sebenarnya namun ini juga kesalahan putranya sendiri
"kenapa kamu melakukannya Dami, kau tidak berfikir jika Alexa tau bagaimana rumah tangga kalian. kau tau kan hati wanita itu sangat lunak, apalagi istrimu. ditengah dia mengandung dan berjuang untuk anak kalian. tidak seharusnya kamu melakukan hal ini, nak.." Adelia menasehati putrnya
ia juga tak membenarkan perbuatan Damian, ia menyanyi putranya ini namun ia juga menyayangi Alexa bak putrinya sendiri, ia tau perjuangan Alexa untuk mengandung cucunya, ia juga melihat bagaimana lembutnya hati Alexa jika dibentak saja sedikit menangis, apalagi melihat suaminya bersama wanita lain
"aku hanya berniat bermain dengan wanita itu ma, tidak ada niat lain. tapi aku terlanjur nyaman dengannya tanpa memikirkan yang lain, aku salah ma" ucap Damian. tangannya tetap bekerja namun hatinya sedang kacau saat ini. ingin rasanya ia memeluk tubuh mungil istrinya saat ini.
"itulah dia nak, banyak godaan wanita diluar sana yang membuat kita kadang tidak sadar bahwa kita sudah melakukan hal yang salah, itulah mengapa perlunya kesadaran dari diri kita, seberapa kita mengenal diri kita untuk tidak terjuan kepada hal seperti itu" ucap Adelia
"mama berharap rumah tangga kalian tetap berjalan dengan baik, carilah dan temui istrimu. jelaskan semuanya dengannya dan belajarlah dari kesalahan kamu hari ini" ucap Adelia dan meninggalkan Damian diruangan itu sendiri. pria itu kembali fokus mencari tau informasi istrinya.
#fid.nch
__ADS_1
#MDIS