
"iya Ale.. tuan membeli itu karna memang tadi pagi aku tidak sadar bocor dan hanya tuan yang ada disini juga perutku sakit sekali jadi tidak bisa keluar membeli" jawab Rosa dengan kikuk. sebenarnya malu mengatakan hal ini namun jika berbohong pun ia tidak pintar mencari alasan
"baguslah kalau begitu, setidaknya papa masih mau menolong kaka, jangan lupa nanti makasihnya berduaan aja" bisik Alexa membuat rosa langsung merona menahan malu, bisa-bisanya Alexa mengatakan hal memalukan seperti itu." jangan begitu Ale, aku dan tuan tidak ada hubungan apa-apa" jawab Rosa malu-malu
kedatangan Marco membuat Damian sedikit heran, tidak biasanya pria itu keluar pagi-pagi dan tidak menyuruh pengawal. juga yang herannya mengapa pelayan dirumah ini tiba-tiba tidak ada, semuanya sepi dan seperti tidak ada orang saja
"dari mana?, tumben pagi-pagi udah keluar"ucap Damian namun Marco hanya menaikkan bahunya dan masuk begitu saja, meninggalkan Damian diruang tamu dan pergi memberika pesanan Rosa dikamar wanita itu. ia sudah siap dipandang dan diejek oleh putrinya
karna tidak mungkin jika Alexa tidak bertanya pada Rosa dan tidak melihat Rosa, karna putrinya itu rasa ingin taunya sangat tinggi." ini pesananamu, pakai dulu abis itu minum ini, tadi kasirnya menyarankannya" ucap Marco memberikan plastik berisi kue jepang pesanana Rosa
"cieee.. papa sosweet banget sih sama calon mama, yaudah kalian disini dulu aku mau keluar sama daddy' ucap Alexa meninggalkan dua sejoli itu yang masih saling tatap. bingung harus melakukan apa sekarang, jjuga Ros ayang sudah terlanjur malu dengan perkataan Alexa barusan
"kamu pake dulu didalam, aku tunggu disini" ucap Marco, dan Rosa hanya mengangguk paham, ia melangkah smabil membawa kue jepang miliknya dan tidak lupa mengunci kamar mandi. sedangkan Marco menunggu dengan tenang sambil menatap kamar Rosa
"dia cantik dan juga baik, apakah benar-benar tidak ada celah untukku bersama dia?' monolog Marco sambil melihat foto Alexa yang adadiatas meja rias wanita itu, foto yang membuat Marco sedikit tertarik namun dengan cepat ia membunag pikiran tentang rosa, ia ingin belajar melupakan perasaannya terhadap Rosa
"mau berjuang udah mau nyerah aja sih" ucap Rosa uncul dari belakang, sontak saja Marco membalikkan tubuhnya dan menatap gadis itu. Rosa pura-pura mengabaikan Marco dan mengambil botol diatas nakas yang dibeli oleh Marco tadi untuknya, pereda nyeri saat haid
__ADS_1
"mengapa mengatakan hal begitu, aku bukan menyerah hanya saja tidak ingin memaksa kamu mencintai saya" ucap Marco dan memilih untuk keluar, dari pada harus bicara panjang lebar dan hasilnya juga tetap membuat dirinya ditolak. Marco tidak ingin hal itu terjadi lagi
keduanya sama-sama menemui Alexa dan juga Damian, mereka tampak tidak biacar sama sekali." untuk apa kemari? apa ada masalah?" tanya marco, ia menatap Alexa dan Damian secara bergantian. tidak biasanya mereka pagi-pagi kerumahnya kalau bukan ada masalah
"memangnya salah kami kesini, atau mengganggu kalian berdua ya.." ucap Alexa masih bercanda dan tersenyum jehil, sedangkan Marco hanya menanggapi diam dan duduk." tidak ada, Alexa ingin mengajak rosa keluar sambil jalan-jalan, aku juga ingin membicarakan pernikahan kami denganmu" ucap Damian
"ya sudah kalau begitu aku ganti baju dulu, tunggu lima menit" ucap Marco. juga Rosa yang diajak Alexa kembali kekamar untuk bersiap, kali ini Alexa membantu Rosa untuk memilih baju dan sebagainya. ia sangat antusias ketika tau hubungan papanya dan wanita ini cukup dekat
sepertiĀ yang dibilang Marco, hanya lima menit dia sudah turun kembali dan melihat Rosa juga ada disana bersama putrinya. " ayo berangkat" ucap Marco, tanpa menunggu lama lagi mereka berempat langsung menuju salah satu restoran yang menjadi favorit untuk Alexa dan Damian
berbeda dengan Marco, ia tampak serius dan tidak menunjukkan ekspresi senyum sama sekali. pria itu hanya menatap Damian menunggu untuk bicara. " sayang.. kamu jangan keluar dulu ya abis makan" ucap Damian, ia sempat mendengar ajakan Alexa yang ingin keluar dari resto habis makan
"kenapa da..d" baru saja Alexa bertanya namun suara yang sangat familiar ditelinganya terdengar. Adelia dan Caros sudah sampai dan langsung menuju meja mereka. dengan perasaan yang bercampur aduk Alexa menatap Damian dengan sedikit marah dan menahan kesal
"Ale.. kamu baik-baik saja kan sayang?, maafkan oma ya sayang, oma sangat merasa bersalah sama kamu" ucap Adelia sambil memeluk Alexa dengan isak tangis yang sedikit memalukan, padahal dari rumah ia sudah bertekad aagar tidak menangis, namun ketika melihat Alexa airmatanya tiba-tiba keluar
"maafkan oma yang membuat kamu sakit hati, maafkan oma yang bikin kamu menangis ya sayang" ucap Adelia menciumi wajah Alexa , sedangkan yang dipeluk hanya tersenyum kiuk, tidak tau harus melakukan apa. meski ia masih ada kesedihan namun tidak tega rasanya melihat Adelia menangis karna dia
__ADS_1
"jangan menangis oma, Ale sudah maafkan oma kok jauh sebelum oma minta maaf. sekarang tidak ada yang perlu ditangisi oke" ucap Alexa tersenyum dan membalasa pelukan Adelia. keduanya sama-sama tersenyum. "makasih sayang, kamu memang yang terbaik, pakan nikah sama Dami?'pertanyaan yang sangat emmbangongkan
"mama makan dulu aja, masa baru datang udah bahas tentang nikah sih" ucap Damian dan memanggil pelayan untuk memesan makanan orantuanya. ia sedtidaknya lega melihat Alexa yang kembali menerima mamanya dan memaafkannya. meski ia tau setelah ini akan kena semprot dari wanitanya
sedangkan Carlos hanya tersenyum kala melihat Alexa yang semakin bmembaik sekarang ini. ia tdak perlu lagi merasa khawatir jika suatu saat nanti Alexa mengalami kesulitan, sudah ada Marco papa kandungnya dan juga Damian yang akan jadi suaminya
meski dalam benaknya sedikit merasa bersalah pada Alexa namun melihat gadis itu tumbuh dengan baik dan bahagia, Carlos juga merasa baik-baik saja. setidaknya itu dapat mengurangi rasa bersalahnya kepada gadis itu dengan menolong tania, yang dulu memaksanya menyembunyikan siapa ayah kandung Alexa yang sebenarnya
jika mengingat hal itu, Carlos kadang merasa salah dan tidak layak dikatakan sebagai ayah untuk Tania. ia terlalu baik dengan menyetujui permintaan Tania dulu dan memilih diam selama bertahun-tahun. padahal seharusnya Alexa sudah bertemu dengan Marco jauh sebelum Tania meninggalkan putrinya
janji yang sangat ku sesali adalah ketika aku berjanji menyembunyikan identitasmu dari ayah kandungmu, Alexa
memaafkan orang jauh lebih baik dari pada menyimpan marah dan sakit hati~Alexa
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1