My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 36


__ADS_3

Sudah beberapa hari setelah kejadian itu, Damian dan Alexa melakukan aktivitas mereka seperti biasanya, Damian selalu mengantakan Alexa kekampus lebih dahulu dan pergi kekantornya, begitulah mereka selalu. jika Alexa ada waktu dia akan ikut ke kantor Damian


"belajar yang rajin sayang, jangan nakal disana" ucap Damian mengelus kepala Alexa sembari gadis itu menyium tangannya, Alexa memilih tinggal bersama Damian namun sesekali Marco datang kerumah mereka dan menginap disana, meskipun Damian selalu kesal kedatangan pria itu


"baiklah, sesuai dengan permintaan anda" ucap Alexa sambil berlari masuk kedalam kampus, sedangkan Damian yang melihatnya tersenyum dan menatap kepergian Alexa hingga gadis itu tidak terlihat lagi, ia melajukan mobilnya untuk kekantor hari ini


sudah beberapa hari Damian tidak mau pulang ke kediaman utama, masih tidak ingin bertemu dengan mamanya, Damian berfikir jika sudah mendapatkan cukup banyak bukti tentang Rania ia akan datang kembali membawa bukti itu dan menegaskan bahwa ia akan menikahi Alexa


"tuan.. ini beberapa informasi tentang Martin" ucap El masuk kedalam ruangan Damian dan membawa tablet miliknya, memberikan benda itu kepada Damian agar pria itu juga bisa melihat apa yang sudah ia temukan dalam beberapa hari ini


"apa dia masih berada dinegara ini?,secepatnya suruh orang kita untuk membawa dia keruangan bawah tanah, jangan sampai Alexa tau hal ini" ucap Damian, meskipun hubungan Marco dan Alexa sudah ia ketahui namun masih banyak rahasia dibalik kejadian ini


belum selesai Damian bicara kepada El, pintu ruangannya diketuk dari luar. masuk" ucap Damian ia tidak tau siapa yang datang, namun karna sudah ada didepan ruangannya, Damian pun menyuruh masuk kedalam, alangkah ia terkejut jika yang datang itu adalah Rania, wanita yang sellau ia hindari selama ini


"maafkan aku Dami.. aku datang dengan terpaksa kesini" ucap Rania dengan raut wajah yang diatur sedemikian rupa agar Damian merasa simpati padanya. " ada apa, kalua hal yang tidak penting jangan pernah masuk kesini" ucap Damian menatap wanita itu dengan tajam


"aku disuruh tante kesini, katanya dia ingin kamu pulang kerumah dulu, ia sakit Dami. apa kamu tidak kasihan sama tante sudah dua hari ia tidak bisa bangun dari tempat tidur" ucap Rania sambil menatap Damian, ia yakin cara yang mereka pakai ini sangat berhasil 100%


"kalau mama sakit, papa sudah pasti kasih tau kesini, jangan mengambil alasan yang tidak masuk akal. dan ku tegaskan sekali lagi padamu!!, aku tidak mau menikah denganmu apapun yang terjadi" ucap Damian dan menyuruh Rania untuk keluar, namun ternyata wanita itu tidak mau mendengar


Rania maju kedepan sampai didepan meja Damian,ia menatap Damian dengan tatapan yang sulit ditebak. namun sedetik kemudian, Rania memajukan wajahnya dan mencium pipi Damian, dengan apa yang diakukan wanita itu membuat Damian langsung berdiri dan mendorong tubuh Rania


"wanita *****!!,, sudah berapa kali kuperingatkan padamu!!.. jangan pernah melewati batasmu Rania!!" ucap Damian dan menarik tangan Rania kasar, ia membuka pintu ruangan dan langsung menghempaskan tubuh Rania begitu saja, tidak peduli wanita itu jatuh atau kesakitan


"auuuhhh... Dami... kamu tega banget sama aku, salah aku apa Dami" ucap Rania sambil menangis, ia jatuh dan kakinya sampai terbentur dilantai, namun Damian menutup pintu ruangannya dengan kasar. ia tidak menyangka jika wanita itu sangat berani melakukan hal itu padanya


"Alexa saja tidak berani melakukan hal ini, dasar wanita *****!" ucap Damian dan melanjutkan pekerjaannya, sementara di kampus, Alexa merasakan sedikit tidak enak pada perutnya, ia merasa mual dan pusing bahkan Michel yang melihatnya sampai berjaga disamping Alexa

__ADS_1


"Ale kamu kenapa?, apa kamu sakit?" ucap Michel sambil menyentuh kening Alexa dengan tangannya, ia menempelkan tangannya ke dahi gadis itu, tidak panas namun Alexa sangat pucat dan lemas, Michel memberikan air mineralnya untuk Alexa


"minum dulu Al, kamu kelelahan mungkin" ucap Michel dan diangguki oleh Alexa, wanita itu mengingat apa yang terjadi pada dirinya, padahal semalam ia tidur dengan cepat dan beberapa hari ini mereka tidak begadang bahkan Damian sangat memperhatikan jam tidurnya


"kalau butuh sesuatu bilang aja, atau gak aku antar pulang?" tanya Michel, ia menepis perasannya untuk Alexa agar gadis itu merasa nyaman untuknya, jika selama ini Alexa selalu menolak tawaran baik Michel namun hari ini dengan berat Alexa meminta Michel mengantarkan dirinya untuk pulang


Michel mengantarkan Alexa pulang kerumahnya setelah jam kuluah mereka selesai, sengaja Alexa tidak memberitahu Damian karna tidak ingin membuat pria itu cemas, apalagi papanya karna Alexa tau papanya saat ini sedang berada diluar kota, jadi tidak ingin membuat mereka khawatir


"makasih ya Mic.. hati-hati pulangnya" ucap Alexa dan melambaikan tangannya kepada Michel, sedangkan pria itu kembali memutar motornya dan kembali kekmapus, maish ada satu mata kuliah lagi yang harus ia ikuti hari ini, juga dengan Alexa seharunya namun karna gadis itu sakit memilih untuk pulang


Alexa memilih untuk beristiraat dikamar mereka, sembari menunggu kepulangan Damian. kepalanya semakin terasa pusing dan berat, juga perutnya seperti digoncang kuat, sudah berkali-kali Alexa bolak-balik kekamar mandi mengeluarkan seluruh isi perutnya


Damian yang hari ini memang sedikit telat pulnag karna pekerjaannya lumayan banyak, belum lagi dia harus melakukan survei ke proyek mereka yang sedang berlangsung sata ini, sekarang bahkan sudah jam 7 malam dan Damian memutuskan untuk pulang


ia teringat dengan Alexa, gadis itu tidak memberi kabar apapun untuknya sama sekali, padahal bisanya Alexa selalu mengabari dirinya dimanapun berada, juga Marco yang selalu meminta izin jika Alexa ingin dibawa kerumah, namun hari ini Damian tidak mendengar kabar gadis kecilnya


"mungkin nona terlalu banyak tugas sampai lupa memberi kabar tuan" jawab El dan membantu Damian membawakan barangnya untuk turun, mereka akan pulang karna Damian merasa ada yang tidak beres dengan gadis kecilnya itu


"aku saja yang menyetir" ucap Damian, perasaannya sudah tidak karuan sekarang. ia memikirkan Alexa sepanjang perjalanan mereka, banyak hal-hal yang tidak baik didalam pikiran Damian. bahkan ia memikirkan jika mamanya, Adelia melakukan sesuatu untuk Alexa


"dingin.. dad.. dingin..." suara Alexa bergertar dibawah selimut, ia merasa dingin padahal sudah berapa lapir selimut yang ia pakai, namun tetep saja Alexa mengigau dan bergetar kedinginan. sudah hampir 3 jam dia hanya tidur dan tidak bisa bangun lagi, perutnya sudah lumayan namun kepalanya tetap terasa pusing


"sayang.. kamu udah pulang..  sayang!!' Damian memanggil Alexa ketika dia masuk kedalam rumah, ia melihat lampur rumah menyala dan sudah pasti Alexa berada disana, namun kelihatannya rumah itu sangat sepi dan tidak ada orang yang menjawab


pikiran negataif tadi semakin menghantui Damian, ia mencari diseluruh ruangan namun tidak menemukan Alexa, biasanya di jam seperti ini gadis itu akan menunggunya pulanng sambil menyiapkan makan malam untuk mereka, anmun sekarang jangankan makan malam, aroma gadis itu saja tidak ada


"sayang... jangan bikin daddy takut..!!' ucap Damian, ia naik keatas berharap gadis kecilnya ada dikamar mereka, meskipun itu hal yang jarang terjadi namun Damian masih mengharapkan itu. dan benar saja Damian melihat selimut yang menggulung diranjang dengan suara Alexa bergetar

__ADS_1


"kamu kenapa sayang.. hei sayang kenapa" ucap Damian sambil berlari dan membuka selimut yang menutupi tubuh Alexa, gadis itu sangat pucat dan gemetaran, seluruh tubuhnya panas dan mata yang sayu, melihat hal itu membuat Damian sangat cemas dan tidak tau harus melakukan apa lagi


"kita kerumah sakit sekarang" ucap Damian, namun Alexa menggeleng pelan, ia tidak suka bau rumah skait dan sekarang ia sudha luyaman membaik, melihat Damian yang menghampirinya rasa pusing yang ia alami tadi perlahan berkurang


"ya sudah, daddy panggil dokter saja kesini" ucap Damian dan alngsung mengambil ponsel miliknya. ia menelfon dan menyuruh dokter pribadi mereka untuk datang kerumah, juga dengan cepat Damian mengambilkan air dan kaian untuk mengompres Alexa


"mana yang sakit sayang... hemm?" ucap Damian, ia mengelus tangan Alexa, menatap mata sayu yang hampir tutup. tubuh Alexa terus bergetar kedinginan membuat Damian tidak tau harus melakukan apa, etrpaksa ia membuka bajunya dan bertelanjang dada


ia naik keatas kasur dan memeluk Alexa, mungkin dengan cara ini gadis kecilnya itu bisa sedikit tennag dan tidak lagi kedinginan, sembari menunggu dokter Damian mengusap-usap kepala Aexa. " kenapa bisa sakit sayang, eknapa gak ngabarin daddy saja tadi" ucap Damian namun tidak ada jawaban dari Alexa


setelah beberapa menit, dokter pribadi mereka datang dan langsung saja Damian bangun dari tempat tidurnya dan mempersilahkan dokter itu untuk memeriksa Alexa, wajah kawatir Damian membuat siapapun yang melihatnya ingin tertawa namun kasihan juga


"bagaimana dengan kondisinya dok?, apa dia baik-baik saja?" ucap damian, menata dokter itu dnegan tatapan yang seolah memaksa untuk cepat menjawab, dengan tersenyum dokter itu menatap Damian." tidak apa-apa, dia hanya kelelahan dan butuh istirahat yang banyak, jangan terlalu memaksanya untuk bermain tiap malam tuan" ucap dokter itu dengan senyuman binal


"apa maksudmu, apa kau mau gajimu bulan ini kupotong!" ucap Damian, ia kesal dengan kelakar dokter wanita itu meskipun sudah lama bekerja dikeluarga mereka tetap saja Damian tidak suka jika dokter itu selalu usil dengannya. "lihat itu, kasihan Alexa yang kesakitan" ucap dokter itu sambil menunjuk leher Alexa


yupss,, seperti yang kalian tebak, leher Alexa penuh dengan tanda merah sebagai tanda kepemilikan Damian, meskipun orang-orang tidak tau siapa pelakunya, sudah pasti dokter itu tau karna melihat raut wajah Damian yang seolah mengkhawatirkan seseorang yang begitu penting


"sudah sana, lalu apa dia tidak makan obat?" tanya Damian, setau dia jika orang sakit otomatis akan minum obat. " ini sudah ku resepkan untuknya, jangan terlalu sering main malam hari, kasihan tubuhnya yang masih rentan" ucap dokter itu sambil memberikan resep obat kepada Damian


"tebus diapotik nanti, aku pulang dulu" ucapnya lalu keluar dari kamar, Damian menatap Alexa dan juga tanda kepemilikan yang bertengger dileher gadis kecilnya, tanpa sadar Damian tersenyum melihat kelakuannya, namun ia juga menyesal karna beberapa hari ini selalu menggempur Alexa sampai sekarang gadis itu sakit


"maafkan daddy sayang, lain kali daddy akan hati-hati" ucap Damian dan menyelimuti tubuh Alexa. gadis itu ttertidur lelap setelah diberikan obat dari dokter. Damian memilih untuk membersihkan tubuhnya dan akan keluar sebentar membeli obat untuk Alexa


kadang kita melupakan hal yang seharusnya itu penting untuk kita


#fid.nch

__ADS_1


#MDIS


__ADS_2