My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 65


__ADS_3

Pagi ini Damian dan Alexa ingin keluar sekaligus Alexa akan ikut bersama Damian ke kantor, namun sbeelum itu mereka pergi ke minimarket dekat rumah untuk membeli beberapa bahan untuk dimasak nanti malam, Alexa kehabisan bahan makanan dan memilih belanja ditemani oleh Damian.


dengan mengenakan kaos oblong biasa dan celana pendek, Damian menemani istirnya sambil membawa keranjang yang digunakan oleh Alexa, memilih beberapa sayur dan daging, tidak lupa membeli makanan kesukaaan Damian yang akan ia masak nanti malam


"sayang, kamu belum ada tanda-tanda ya?' tanya Damian, ia iseng menanyakan hal itu karan memang selama ini belum pernah melihat Alexa mengalami tanda-tanda hamil, padahal mereka sudah melakukan seseing mungkin dan terus berusaha, bahkan Damian meminta mamanya untuk membeli susu kehamilan untuk Alexa


"beum ada da, mungkin belum waktunya. kita mesti sabar, mana tau Tuhan belum mempercayakan kita untuk mengurus baby" ucap Alexa, namun dalam hatinya ia juga menginginkan dan khawtair jika dirinya ada masalah tentang rahimnya, takut jika tidak bisa memberikan Damian keturunan


"iya sayang. aku selau menunggu dan sabar, kita harus berusaha lebih keras lagi berarti" ucap Damian, bukan karna pa atau memaksa Alexa harus cepat hail, namun tuntutan umurnya dan kedua orangtuanya juga harus dipikirkan jika bukan sekarang kapan lagi mereka mempunyai anak


"iya dad, aku juga berharap secepatnya" ucap Alexa dan kembali fokus untuk memlih buah, setelah mereka selesai membayar keduanya pulang kerumah, Alexa langsung naik keatas kamar dan memilih mandi lebih dulu, tidak menunggu Damian sampai selesai


sedangkan bahan makanan mereka tadi, disimpan begitu saja dikulkas. Alexa terlanjur kepikiran tentang pertanyaan Damian, apakah pria itu akan meninggalkan dirinya jika tidak kunjung hamil, atau malah mencari wanita lain dan membawanya kerumah tangga mereka


"sayang.. apa kamu didalam?" tanya Damian, mengetuk pintu kamar mandi. memastikan istrinya baik-baik saja. Damian tau jika istrinya itu akan sedih bahkan akan marah pada dirinya, namun tetap saja ia harus mengambil tindakan jika istrinya tidak kunjung hamil


"sebentar dad, aku akan keluar lima menit lagi" jawab Alexa dari dalam, ia mempercepat mandinya dan keluar dnegan handuk terlilit ditubuhnya. ia menatap Damian yang duduk diatas ranjang, fokus pada ponselnya sampai tidak melihat dirinya sudah keluar


"daddy.. mandilah nanti kita telat" ucap Alexa, suaranya sedikit keras dan membuat Damian sadar dan meletakkan ponselnya. pria itu masuk kedalam kamar andi dan meninggalkan Alexa megenakan bajunya. disis lain Alexa juga menyiapkan baju kantor Damian


"sudah selesai dad?, kita pergi sekarang, sudah jam 8 kurang sedikit" ucap Alexa sambil emnagmbil tas miliknya. sedangkan Damian menatap sitrinya yang berlalu begitu saja, ia merasa berslaah namun bukankah ia juga benar dalam hal ini. entahlah mereka mulai mendapat masalah rumah tangga lagi

__ADS_1


Damian melajukan mobilnya ke kanto, didalm mobil Alexa tidak banyak bicara. istrinya itu lebih fokus menatap jalanan dan beberapa kali melihat ponselnya. saat ini Alexa tinggal menunggu sidang kuliahnya dan menyelesaikan kuliahnya, semua berjalan lancar dan tidak ada kendala


sesampainya dikantor, Damian dan Alexa melangkah masuk bersama menuju ruangan Damian. Alexa meminta ikut ke kantor karna dirumah ia begitu banyak pikiran, ia juga tidak mau bicara pada papanya karna akan berakibat pada hubungannya dan Damian, jika ada orang ketiga yang masuk dalam masalah mereka


"sayang, kamu tunggu disana dulu  ya. aku akan rapat sekitar 1 jam kedepan, tidak apa kan kutinggal disini" ucap Damian sambil mengecup kening istrinya, mood Alexa masih beum stabil dan ia juga tidak bisa memaksa hal itu. " tidak apa dad, pergilah aku akan menunggu disini" jawab Alexa tersenyum


Damian dan sekretarsinya keluar untuk rapat, meninggalkan istrinya didalam. entah apa yang dilakukan ALexa untuk mengusir rasa bosannya, dan akhirnya ia memilih untuk keluar dan mengelilingi kantor itu, meski sudah sering selama dirinya masih berstatus anak Damian datang ketempat ini


sedangkan ditempat lain, Damian melakukan rapat dengan para kliennya. ia fokus dan ingin mempercepat rapat itu selesai, tidak tenang meninggalkan istrinya sendirian diruangannya. naun pada satu kontrak Damian mendapatkan kliennya memilih mengontrak seseorang yang sangat ia kenal


"tuan.. maaf kenapa harus memilih model yang ini untuk kerjasama hal ini?, apa tidak ada model lain untuk melakukan hal ini?' tanya Damian, ia tidak suka melihat model ini dan menurutnya itu akan membuka luka lama untuk dirinya bahkan untuk istirnya


"maaf tuan Damian, tapi model ini sangat terkenal dikalangan custumer kita, dan pasar yang akan kita jangkau pasti akan semakin tertarik dengan model ini" ucap kliennya, Damian semakin bimbang. urusan pekerjaan memang tidak harusnya dicampur dengan urusan pribadi, dan dia harus tetap prefesional


"kalau begitu, kita sudahi meeting ini. tolong siapkan dan beri kepada sekretaris saya untuk menandatangani surat kontrak kita" ucap Damian, ia langsung keluar begitu saja dan membiarkan sekretarisnya mengurus semua. ia tidak ingin berurusan lagi dengan wanita dimasa lalunya lagi


diluar, Alexa melihat keributan disana. ia melangkah dan menyamperin keributan itu kara masih dilingkungan kantor suaminya. dengan hati-hati Alexa datang dan melihat siapa yang membuat kerubtan disini, tidak bisanya ada wanita yang datang dengan kerubtan ke kantor


"saya mau ketemu sama Daian!!,, lepaskan saya brengse*k!.. lepaskan sayaa!!" teriakan itu sampai ketelinga Alexa, ia mengerutkan keningnya. kenapa sampai membawa nama suaminya?, a=siapa sebenarnya wanita itu?. Alexa semakin penasaran dan mendekati


"lepaskann saya!!.. kau tidak berhak mengusir saya begini!!" teriak wanita itu lagi, suara keras namun penampilannya begitu berantakan. Alexa menyuruh security melepaskan tangan wnaita itu dan mendekati Kaylin. "ada apa nona?, kenapa membuat keributan disini?" tanya Alexa tenang

__ADS_1


"kau siapa sok jagoan?, masih bertanya siapa saya!...hah, saya calon istirnya Damian, kenapa?, kalian semua terkejut" ucap Kaylin denga aura sombongnya dan lagaknya yang sangat angkuh didepan Alexa. melihat hal itu Alexa merasa jika wanita ini ada hubungan dengan suaminya


"jangan membuat keributan disini, kalau memang ingin bertemu silahkan kabari suami saya lebih dulu. jangan asal datang dan malah membuat opini orang lain tentang suami saya dan anda disini" ucap Alexa dengan nada tegas dan berubah menjadi garang, ekspresinya sangat berbeda dari sebelumnya


"suami.. hahaha, mana mungkin Damian sudah menikah dan istrinya seorang anak-anak yang cocok jadi putrinya, apa kau bercanda mengatakan hal itu!!" ucap Kaylin dengan tertawa kencang, tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alexa, bahwa dirinya adalah istri Damian


"tidak perlu anda harus percaya dengan saya, dan itu juga tidak penting untuk saya. jika memang anda ingin bertemu dengan suami saya, dan bahkan mengatakan jika anda calon istrinya maka kabari suami saya, telfon dia untuk datang kesini dan menemui anda" ucap Alexa dan berbalik untuk pergi


"satu lag, jangan buat keributan disinu. apa anda tidak malu dengan sikap dan penampilan anda seperti ini?" ucap Alexa berbalik dan melenggang pergi. ia meninggalkan Kaylin dengan wajah pias dan menahan malu. ditatap oleh beberapa security dan karyawan disana


"siall!!.. bisa-bisanya anak ingusan itu bicara begitu padaku. memangnya dia siapa!. mengaku istrinya Damian segala" ucap Kaylin dan pergi dari sana, ia akan mengambil cara lain untuk menemu Damian. hari ini dia pulang dulu, toh juga dia akan jadi model diperusahaan Damian


Alexa masuk kembali keruangan Damian dan mendapati suaminya yang ingin keluar." mau kemana dad? apa menemui wanita itu?" tanya Alexa dengan tenang dan menatap Damian. ia tersenyum dan duduk disofa ruangan Damian, sedangkan Damian bingung apa yang diucapkan istrinya


"apa yang kamu katakan sayang?, wanita siapa?, apa yang kamu bicarakan" ucap Damian sambil mendekati Alexa, duduk disamping istirnya dan menatap Alexa. " jangan pura-pura tidak tau dad, dia bahkan kesini dan membuat kerubtan didepan sana" ucap Alexa


"siapa sayang?, kenapa mengatakan hal yang membuatku bingung?, aku sungguh tidak tau apa yang kamu bicarakan" ucap Damian, siapa yang dibicarakan oleh istrinya, apakah Kaylin datang kesini dan bertemu dengan istrinya?. jika ia, Damian akan memberi pelajaran pada wanita itu


"temui dia dan selesaikan masalah kalian, dad" ucap Alexa dan mengambil tas miliknya. meninggalkan Damian dengan wajah yang bingung. " sayang jangan begini, aku tidak ada hubungan lain dengan wanita selain kamu, heii dengarkan dulu" ucap Damian mengejar istrinya


namun Alexa seolah tuli dan tetap pergi, ia tidak ingin mendengarkan apapun lagi. sudah cukup hari ini dia overthinking dengan semua masalah. ia akan pulang kerumah papanya dan bertemu dengan rosa,mungkin itu lebih baik untuknya dan Damian saat ini

__ADS_1


#fid.nch


#MDIS


__ADS_2