My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 85


__ADS_3

Damian pulang ke Indonesia setelah bertemu dengan istrinya, mungkin memang saat ini dia belum bisa membawa pulang istrinya. ia harus sabar menunggu kapan Alexa akan luluh dan memaafkannya, kembali padanya dan memulai lembaran baru lagi. Damian akan sabar untuk hal itu.


malam ini juga, dia pulang seperti yang sudah ia katakan pada sekretarisnya, Habil. sementara ditempat lain, Alexa sedang menikmati malam di Italia sambil menghabiskan waktu bersama om, Martin. sore tadi Martin pulang dan memenuhi janjinya membawa Alexa jalan-jalan sore.


"sayng.. kamu gak mau coba yang ini?, enak bangat tau, nyesel sih kalau gak mau coba" ucap Martin sambil menunjuk pesanan yang dia pesan tadi kepada Alexa. "memang eakk om?, aku rasa gak seenak ini sih" Alexa menjawab dengan bercanda membuat Martin bingung apa yang ditertawakan bumil itu.


"kenapa tertawa?, om hanya menawarkan, kalau tidak mau kenapa menertawakannya" ucap Martin, namun hal itu semakin membuat Alexa tertawa terbahak0bahak. ai merasa lucu dengan komuk Martin yang menurutnya sangat menggelikan dan sangat polos, Martin sangat tidak tau bahasa Alexa


"kenapa sih Ale.. jangan menertawakan om ya, bisa-bisa om tinggal kamu disini" Martin kesal karna ponakannya itu terus menertawakannya, ia merasa bahan olokan Alexa. sampai akhinya bumil itu diam dan menatap Martin. "om ucul banget tau pas bingung kaya gitu" ucap Alexa sambil cekikikan


"udah ahh... jangan ketawa lagi. makanlah biiar kita langsung pulang, gak baik buat bumil seperti kamu lama-lama diluar" ucap Martin dan diangguki oleh Alexa. dia menerima tawaran makan Martin dan menghabiskannya. tidak peduli dengan tatapan Martin yang menatapnya aneh.


Alexa menikmati semua makanan yang mereka pesan tanpa ada satu pun yang tersisa, dia seperti bumil yang tidak diberi makan selama beberapa hari. sampai Martin saja kaget melihat orsi makan Alexa, menurutnya itu sangat mengherankan, padahal yang ia tau sebelumnya Alexa tidak pernah makan sebanyak itu


"sudah selesai om, ayo pulang saja, aku mau tidur" ucap Alexa menarik tangan Martin untuk keluar dari tempat makan itu. Martin masih shok melihat Alexa yang berubah sangat dratis. padahal pagi tadi bumil itu masih menangisi suaminya dan tadi sore ia juga menangis karna Damian menemui dirinya


 sebelum mereka berdau pergi untuk jalan-jalan dan berbelanja, Alexa menunggu kepulangan artin dengan mata yang suda sembaba, sebab dia menangisi Damian sebegitu lamanya sampai akhirnya tertdiur sendiri diatas ranjang. dia masih belum bisa merelakan suaminya pergi, namun satu sisi dia masih belum menerima kesalahan Damian


sampai akhirnya kira-kira pukul 4 sore, Martin pulang dari kantor dan langsung melihat ke kamar Alexa. ia takut karna mendengar suami Alexa datang kerumah mereka dari satpam rumahnya. mendengar hal itu Martin langsung naik ke kamar Alexa buru-buru untuk memastikan keadaan bumil itu.


untung saja Alexa masih tertidur, namun matanya dan hidungnya sudah sangat merah dan bengkak. Martin tidak tega membangunkannya dan memilih untuk membersihkan diri lebbih dulu, baru setelah itu Martin membangunkan Alexa untuk mengajak bumil itu keluar

__ADS_1


"sayang.. ayo bangunyukk.. kamu tidur terlalu lama juga tidak baik" Martin menggoyangkan ttubuh Alexa dan memperbaiki anak rambut bumil itu, masih setia dibawah selimut miliknya. 'sayang.. bangun dulu yuk, katanya mau jalan-jalan sambil belanja" Martin kembali membangunkan Alexa


"sayang.. mau bangun atau tidur saja sampai malam dan tidak jadi jalan" Martin mulai mengancam Alexa, dan see. bumil itu langsung bangun dan menatap Martin dengan tajam, dengan mata yang bengkak karna menangis seharain sampai tertidur begitu saja. kasihan namun juga lucu.


"jadilah om, gimana sihh udah janji juga. Ale mau siap-siap dulu kalau begitu" Alexa langsung turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi, membersihkan tubuh dan bersiap untuk keluar melihat kota Milan, dia akan mengahabiskan uang Martin malam ini, untuk menghilangkan rasa sedihnya.


dan benar saja, hanya dalam waktu satu jam Alexa berbalanja dan melihat-lihat barang yang ada disana langsung melupakan kesedihannya dan tidak lagi membahas tentang Damian, ia merasa seolah Damian tidak ada dalam pikirannya dan saat ini ia hanya fokus memilih beberapa barang untuknya.


"om aku gak apa-apa kan kalau habisin uang om?, aku mau beli barang yang banyak, sepertinya aku sudah lama tidak berbelanja" ucap Alexa menyengir namun Martin langsung mengangguk. "yess.. makasih oma, om memang yang terbalikkk" Alexa bergirang sampai melupakan jika dirinya sedang ahmidun saat ini.


"jangan teriak begitu sayang, kamu harus jaga kandungan kamu. kasihan baby didalam kaget meliaht mamanya langsung berteriak sambil melompat begitu" ucap Martin memeluk Alexa. mereka seperti pasangan suami istri, dengan Alexa sedang hamil saat ini, perutnya begitu menonjol.


berbeda dengan mereka, saat ini Marco tengah sibuk memikirkan putrinya yang tidak memberi kabar untuk mereka. Marco tau tadi pagi bahwa Damian menyusul putrinya itu, namun ia tidak bisa mencegah karna istrinya yang melarang, Rosa tidak ingin jika suaminya terlalu jauh ikut campur dalam urusan rumah tangga putri mereka.


"babe.. tidurlah, jangan terlalu dipikirkan. kalau mau besok kita kesana untuk menyusul Alexa" Rosa menghentikan lamunan Marco dan membuat pria itu langsung tersadar. "tidak usah babe, kamu juga sedang mengandung dan knadungan kamu belum sekuat kandungan Alexa" Marco tersenyum dan menyuruh Rosa duduk dipahanya.


"kamu sendiri yang kesana, aku akan disini menunggu" Rosa mengelus pipi suaminya, sangat terliaht Marco menecamskan putri mereka. ia pun demikian namun masih bisa menutupinya agar suaminya itu tidak khawatir dengan dirinya. "tidak apa babe, tadi Damian sudah bertemu dengan Alexa" jawab Marco, ia masih marah dengan pria itu


"baguslah kalau begitu, semoga saja mereka cepat berbaikan dan kembali seperti dulu. Damian tidak selingkuh hanya dekat dengan wanita itu, tapi bukan berarti perbuatannya itu dibenarkan, karna akan jadi kesempatan untuk pelakor nantinya" ucap Rosa, dalam keadaan begini ia harus bisa netral dan tidak memihak siapapun.


"iya babe, itu benar. namun bukan hanya karan itu aku hanya tidak suka dengan cara dia memperlakukan ALexa selama dekat dengan wanita itu, bahkan mengabaikan istrinya sendiri yang sedang mengandung" ucap Marco. itulah sakit hatinya sebenarnya, ia tidak tega melihat putrinya selalu menangis.

__ADS_1


"iya aku tau babe.. aku juga sedih dan marah dengan Damian, namun masih ada kesempatan untuknya memperbaiki semua. bukan berarti kita mendukung mereka berpisah seperti ini" Rosa menatap suaminya dengan tersenyum, memberikan kenyamana untuk Marco.


"aku juga berharap mereka kembali seperti dulu babe.. aku tidak mau melihat Alexa bersedih karna pria itu" ucap Marco smabil memeluk Rosa, ia mengelus perut buncit istrinya itu yang mulai terliaht, mengcupnya dan juga mengajak anaknya bicara.


dirumah, Damian tengah sampai dan langsung naik keatas. dia sepetti orang yang tidak bertenaga dan kehilangan energinya. ia berantakan dan acak-acakan. bahkan lebih parah dari kondisinya seperti kemarin malam setelah dari rumah Marco.


pria itu sempoyongan naik keatas, ia membuka pintu kamar mereka dan langsung tidur diatas ranjang. Damian tidak sadar jika Adelia dan Carlos juga iktu bersamanya naik keatas. sebegitu terpukul kah pria ini smapai melakukan hal yang dari dulu dilarang oleh Alexa?, ya. Damian tengah mabuk saat ini.


"Ale..sweetyy..kemarilah sweety.. aku merindukanmu" Damian berucap sambil metanya yang terlihat berat untuk dibuka, namun suara Damian masih terdengar meski tidak terllau jelas. ia memanggil nama Alexa dan tersenyu. melihat hal itu Adelia merasa kasihan pada putranya, pasti sangat terluka dan sedih


"pa.. apa papa gak bisa abntu mereka?, bilang sama Marco untuk menyuruh Alexa pulang, setidaknya menerima Damian kembali. kasihan pa putra kita" Adelia menangis melihat Damian yang kacau seperti itu. namun ia juga maish kesal pada putranya itu.


"papa belum ada bertemu dengan Marco ma, tunggulah beberapa hari lagi. mungkin Alexa akan pulang sendiri untuk mencari suaminya, selama ini mereka sangat dekat bahkan Alexa tidak mau berjauhan dari Damian, mama tau hal itu" jawab Carlos. meski dia menyuruh mata-mata untuk melindungi Alexa, namun ia tidak berani menyuruh menantunya itu merima Damian secepat itu.


"tapi pa.. nanti kasian Damian kalau lebih lama, dia sepertinya sangat terpukul dan melakukan hal yang selama ini tidak pernah ia lakukan. bahkan papa lihat sekarang, dia mabuk pa setelah melakukan penerbangan dari Italia" ucap Adelia sambil mendekati Damian yang terbaring lemah diatas ranjang


"papa akan usahakan ma, tapi tidak bisa memaksa Alexa" jawab Carlos dan meninggalkan Adelia yang membantu Damian untuk membersihkan tubuh putranya itu. Adelia sedih melihat kondisi Damian yang seperti bukan dirinya saat ini, sangat berbeda dari Damian yang biasanya


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2