My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 79


__ADS_3

Marco memeluk putrinya yang masih menangis, dia sangat terpukul melihat Alexa yang sedari tadi tidak berhenti menangis. bahkan sebelum mereka sampai saja Alexa sudah menangis dan sesenggukan, Marco tidak tega melihat hal itu dan sangat marah dengan Damian, karna pria itu tidak becus menjaga putrinya


"sayang.. sudahlah jangan menangis terus, kasihan anakmu didalam sana pasti merasakan apa yang dirasakan oleh mamanya. jangan menangis lagi ya, kamu herus lihat anakmu disini" ucap Rosa sambil memeluk dan mengapus airmata putrinya. ia juga tidak menyangka jika Damian akan melakukan hal itu padanya.


"aku membencinya pa,ma. aku tidak mau bertemu dengannya lagi, aku membencinya" ucap Alexa sambil sesenggukan, ia bahkan tidak mau pulang kerumah mereka karna tidak ingin bertemu dengan Damian. sungguh saat ini ia tidak ingin dan snagat tidak mau bertemu dengan pria itu


"iya sayang, papa ngerti itu. papa yang akan menjaga kamu dan tidak akan membiarkan dia datang kesini, menemui kamu" ucap Marco mengelus punggung putrinya. bisa-bisanya Damian melakukan hal itu sedangkan istrinya sedang mengandung anak mereka, bahkan sebentar lagi akan melahirkan


"aku mau pergi pa.. aku mau kleuar negri saja, tidak mau disini. nanti dia pasti tau kalau aku disini dan akan datang kesini" ucap Alexa. sesakit itu luka yang diberikan Damian padanya dan senekat itu Alexa tidak ingin bertemu dengan Damian, sampai-sampai tidak ingin tinggal disini agar Damian tidak bisa menemuinya


"ya sudah.. Alexa ikut denganku saja Mar.. toh juga aku bisa menjaganya disana, malam ini aku akan pulang kalau Alexa mau ikut denganku saja" ucap Martin. ia juga tidak mau melihat keponakannya yang menangis karna Damian brengsek itu. sungguh membuatnya kesal dan juga marah


jika tadinya Marco memberi kesempatan untuknya, mungkin saja Martin akan memberi bogeman mentah juga pada Damian, ia tidak akan membiarkan pria itu menyakiti keponakannya seperti itu lagi. " ya sudah bagaimana sayang?, kamu mau ikut dengan om Martin?" tanya Marco, ia juga tidak mau melihat putrinya terus bersedih


"iya papa, aku ikut sama om Martin saja, jangan biarkan dia tau aku pergi ke luar negri sama om Martin" ucap Alexa. ia sudah memutuskan untuk ikut dengan Martin keluar negri. " ya sudah bersiap sekarang saja, jangan menangis lagi. kau jelek kalau menangis" ucap Martin membuat Alexa mencebikkan bibrinya


saat itu juga Alexa dan Martin bersiap untuk melakukan perjalanan keluar negri, mereka akan disana entah sampai kapan. selama Alexa ingin tinggal disana maka Martin akan sellau siap untuk memenuhi kebutuhan keponakannya itu. "booking tiketnya Mar.. aku tidak mau terlalu malam" ucap Matinmenatap sepupunya itu


sementara Damian yang sampai kerumahnya langsung mencari istrinya ke kamar mereka, dia lari keatas sampai Adelia dan Carlos menatapnya heran, mereka heran mengapa Damian pulang sendirian dan tidak bersama istrinya, padahal tadi Alexa pamitan untuk makan malam bersam Damian.


"sweetyy.. kamu dimana sweeetyyy!!' Damian berteriak memanggil nama ALexa namun tidak ada jawaba dari istrinya itu. hal itu membuat Damian semakin khawatir karna takut ditinggalkan oleh Alexa. kesalahan yang sangat fatal ia lakukan malam ini, sampai membuat istrinya itu pergi darinya

__ADS_1


"sweetyy.. Aleeee,," Damian meninggikan suaranya, sampai Adelia dan Carlso mendengar dari bawah. mereka saling menatap satu sama lain, seperti ada yang terjadi antara Alexa dan Damian. tanpa menunggu lama lagi keduanya naik ketas, menyusul Damian yang sedang kelimpungan di kamar mereka


"ada apa Dami?,kemana Alexa. kenapa tidak pulang bersama istrimu?' tanya Adelia. ia menatap heran kepada putrnya yang mencari Alexa, padahal jelas-jelas bumil itu pamit ingin bertemu dengannya. " apa Ale tidak pulang kerumah?, apa dia tidak ada kesini?" tanya Damian, menatap kedua orangtuanya dengan wajah penyesalan


"tidak ada Dami..bukannya kalian sedang makan malam?, kau apakan dia?, apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Adelia. melihat kondisi Damian saat ini sepertinya memang terjadi sesuatu pada mereka berdua. bahkan Alexa tidak pulang kerumah mereka. lantas kemana wanita itu pergi malam begini


"dia bersama Marco dan Martin ma.... ada sesuatu terjadi disana dan mereka membawa istriku pergi. aku harus mencari Alexa kerumah Marco" ucap Damian dan langsung berlari menuruni tangga. ia tidak ingin kehilangan Alexa dan anak mereka. salahnya sendiri telah melakukan hal yang sangat merugikan dirinya.


"papa akan mneyusul kerumah Marco" ucap Carlos, namun Adelia menahan tangan suaminya. "aku ikut pa, entah apa yang sudah terjadi dengan merek" jawab Adelia. keduanya langsung turun dan melajukan mobil kerumah besan mereka. dan Damian juga demikian, ia membawa mobil sseperti kesetannan


tidak pedli dengan jalanan yang padat, Damian hanya ingin segera sampai di rumah Marco dan bertemu dengan istrinya. ia akan minta maaf dan menjelaskan semua yang terlah terjadi. Damian teringat dengan ancaman Marco padanya. akan memisahkan dia dengan istrinya


"kau.. tidak akan ku biarkan kau membawa istriku Marcoo.. aku akan membawanya pulang dan memperbaiki semuanya" Damian bermonolog dan semakin menaikkan laju mobilnya. ingin segera sampai kesana. sementara Adelia dan Carlos sibuk melefon Marco dan Rosa, namun tidak ada jawaban dari mereka


mereka semua sudah berada dibandara, Alexa tidak lagi emnunggu lama untuk ikut dengan Martin. selain ingin menghindari Damian, ia juga menginginkan liburan seperti sekarang. sudah lama rasanya tidak keluar rumah dan liburan seperti ini. karna kondisi kandungannya yang dulu tidak boleh bepergian


:"sayang.. kamu jangan nakal disana, jaga diri baik-baik dan jangan menangis lagi. papa akan snagat bersedih kalau kamu menangisi pria itu. jaga kandungan kamu dengan baik,karna kalau kamu sedih baby akan ikut bersedih" ucap Marco memeluk Alexa sambil menangis


"jangan banyak makan yang tidak sehat selama disana. jangan menangis lagi, kamu harus kuat demi baby kalian oke" ucap Rosa dan mengelus pipi Alexa. memeluk putrinya sambil mengusap punggung Alexa. ditengah kehamilan putri mereka yang sudah hamil tua mala mendapat masalah seperti ini


"ya sudah kalau begitu, kami berangkat dulu. ayo Ale" ucap Martin sambil menggandeng Alexa untuk masuk kedalam. Marco dan Rosa yang melihat hal itu hanya berdoa agar mereka sampai dengan selamat dan Alexa tidak lagi memangis seperti tadi, karna itu membuat Marco sakit hati

__ADS_1


"aku tidak menyangka Damian melakukan hal itu babe. kelihatannya selama ini dia sangat mencintai Alexa, hanya karna wanita itu dia rela membuat Alexa seperti ini" ucap Rosa memeluk suaminya. bahkan mereka juga tidak percaya dengan apa yang terjadi dalam rumah tangga putri mereka


"aku juga tidak menyangka babe.. bahkan selama ini Damian seperti tidak ada masalah dan tidak pernah terlaht bersama wanita itu, aku salah telah lalai menjaga Alexa" ucap Marco. keduanya saling merangkul dan tersenyum, seolah tau apa yang mereka pikirkan saat ini


Damian sampai kerumah Mraco dan menyuruh satpam mereka membuka pintu. ia masuk membawa mbobilnya dan langsung mencari Marco. namun pelayan yang ada disana menghampiri Damian. "ada apa tuan?, nyonya dan tuan tidak ada disini, mereka sedang keluar" ucap pelayan itu kepada Damian


"jangan membohongiku, mereka pasti disini. istriku pasti berada disini, kemana mereka menyembunyikan istrku.. katakan!!' Damian berteriak tepat didepan pelayan itu membuat mereka langsung ketakutan karna Damian yang berteriak seperti kesetanan


"tidak ada disini tuan. mereka semua keluar untuk mengantar tuan martin pulang"ucap kepala pelayan yang menghampiri Damian. mereka memang taunya Marco dan keluarganya pergi mengantarkan Martin ke bandara. "kapan mereka pergi.. dimana istriku?" tanya Damian, masih tetap menanyaka soal Alexa


"kami tidak tau tuan.. nona Alexa tidak berada disini" ucap kepala pelayan, namun Damian tidak percaya dan langsung naik menuju kamar yang biasa ditempati oleh Alexa jika menginap disini. Adelia dan Carlos juga ikut sampai dan langsung masuk kedalam


mereka heran dengan apa yang dilakukan Damian. putra mereka itu membuka pintu kamar Alexa dan berteriak memanggil nama Alexa. namun tetap saja hasilnya nihil, tidak ada jawaban ataupun orang yang ia cari disana. "kemana kamu swety.... tolong jangan begini" sesal Damian dan duduk diatas lantai


Marco yang baru pulang bersama istrinya melihat Adelia dan Carlos duduk disofa mereka. dengan langkah yang pasti Marco menghampiri besannya dan menatap mereka disana. " tenanglah babe, jangan dibawa emosi. semua bisa diselesaikan tanpa marah" ucap Rosa menahan lengan suaminya


"Marcoo.. akhirnya kalian pulang.. apa yang telah terjadi?, dimana Alexa?, kenapa Damian seperti kesetanan mencari istrinya" ucap Cralos. ia mewakili istrinya untuk bertanya perihal menantu mereka dan kejadian ini. " dimana Damian?, aku masih belum selesai memberi pelajaran untuknya" jawab Marco menatap besan mereka


"dimana istriku Marco!!.. kemana kau membawa dia!!' Damian datang dengan suara yang lantang dari atas kamar mereka, Marco dan Rosa terkejut dengan keadaan Damian yang sangat tidak terbentuk. baju pria itu acak-acakan dan rambutnya berantakan, ditambah lagi wajah Damian seperti habis menangis


"kau tidak perlu tau putriku berada dimana, brengsekk!!' Marco menjawab Damian dengan berteriak dan menatap tajam kearah Damian.

__ADS_1


#fid.nch


#MDIS


__ADS_2