
Damian membawa istrinya masuk kedalam bath up dan menanggalkan semua pakaian Alexa dengan pelan. ia selalu berusaha menjadi suami yang siaga untuk istriny, juga Damian tidak mau menyiakan kesempatannya melihat istrinya melahirkan anak mereka untuk pertama kalinya, janji Damian akan menemani Alexa ketika lahiran nanti.
"sweety duduk pelan-pelan, nanti perutmu kena dinding" ucap Damian sambil membawa Alexa masuk kedala bath up. ia juga membuka semua pakaiannya dan bergabung dengan istrinya. setelah selesai dengan ritual mereka Damian dan Alexa tertidur sampai keduanya bangun kembali dan sudah sore, sekitar jam 2 lewat.
"sweety.. apa kamu masih merasa kesakitan?, aku akan selalu siap untuk menemani kamu, jangan pernah merasa takut untuk memanggilku. karna dimana pun aku akan selalu datang jika kamu membutuhkan aku" ucap Damian sambil mengecup kening istrinya, ia juga membasuh dan menggosok punggung Alexa dengan lembut.
"iya hubby, kamu sudah berapa kali mengatakan hal itu. aku sampai bosan mendengarnya" ucap Alexa sambil tertawa kecil. ia sangat senang suaminya begitu perhatian padanya dan tidak pernah melupakan dirinya, bahkan Damian kembali seperti dulu yang memprioritaskan dirinya dari semua pekerjaan Damian.
"aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu sayang, maaf kalau kamu tidak nyaman" ucap Damian dan mengusap lengan Alexa. namun Alexa langsung menggeleng karna mendnegar ucapan suaminya. mana mungkin dia tidak nyaman suaminya begitu perhatian, ia bahkan bersyukur mendapatkan suami seperti Damian.
"gak kerasa tinggal menunggu hari kita akan bertemu dengan baby, aku sudah tidak sabar menggendongnya dan juga menciumnya" ucap Damian mengusap perut Alexa dengan lembut. keduanya terlihat menikmati mandi mereka sampai menghabiskan waktu 1 jam lebih didalam kamar mandi. Alexa sampai ingin tidur didalam karna suaminya selalu mengajaknya bicara, terlalu nyaman membuat Alexa mengantuk lagi.
"apa mama sudah pulang hubby?, aku sudah tidak sabar memakan cemilan pesananku. aku sudah menunggu sangat lama dari tadi" ucap Alexa sambil mnatap suaminya. bahkan Damian yang memakaikan baju kepada Alexa. pria itu sama sekali tidak memberikan istrinya untuk lelah apalagi jika memakai baju akan membuat Alexa menunduk kebawah, pasti merasa sulit karna perutnya yag sudah besar.
"sudah sayang. mama sudah menelfon dari tadi, tapi karna kita masih mandi jadinya mama tunggu dibawah" ucap Damian sambil menyisir rambut istrinya. dia sangat bahagia akhirnya menjadi pemenang dan satu-satunya yang menjadi pria dihati istrinya. Damian bangga akan hal itu, dari antara banyak pria dia yang dipilih oleh Alexa.
"ya sudah kita kebawah saja huby, kasihan mama yang menunggu disana" ucap Alexa dan Damian hanya mengangguk ikut. dia menuntun istrinya menuju lift dan turun kebawah. Damian sudah tidak sanggup mengangkat tubuh istrinya jika turun tangga. ia takut terjadi sesuatu kepada dua nyawa yang amat dicintainya.
"mama sudah lama nunggu ya, maaf ya ma" ucap Alexa dan bergabung bersama Adelia dan Carlos disana. ia langsung duduk disebelah Adelia dan juga menyuruh suaminya mengambil cemilan yang dia pesan tadi kepada mertuanya, Adelia yang melihat Alexa datang langsung memeluk Alexa dan mengusap perut Alexa.
"kapan lahiran sayang? apa dokter sudah mengabarinya?' tanya Adelia sambil mendekatkan telinganya keperut Alexa."mungkin tiga hari lag ma, soalnya kata dokter begitu kemarin" ucap Alexa sambil mengusap pertunya, ia juga menerima cemilan yang dibawakan oleh Damian kepadanya.
"kalau begitu kamu sudah boleh menginap dirumah sakit saja sayang, kasihan kalau nanti tiba-tiba kerumah sakit dan akan semakin repot nantinya" ucap Adelia. namun Damian yang mendengarkan hal itu tidak setuju dengan ucapan mamanya, ia tidak mau istrinya menginap dirumah sakit, kasihan istrinya nanti.
__ADS_1
"tidak usah ma, biarkan istrku disini saja. kasihan jika nanti dia menginap disana, tidak akan tahan dengan bau rumah sakit" ucap Damian sambil menatap mamanya. "ya sudah kalau begitu, kamu harus sudah sedia dan juga harus siap siaga kalau nanti istrimu melahirkan" ucap Alexa, dan Damian mengangguk paham.
kurang lebihnya ia sudah mulai memikirkan kelahiran anaknya nanti. ia juga sering membuka artikel tentang kehamilan dan juga melahirkan. tentang bayi baru lahir dan juga ibu-ibu setelah melahirkan nanti bagaimana, Damian sudah membaca banyak artikel tentang hal itu. jadi sekarang ia tinggal menunggu anak mereka brojol
"ya sudah kalau begitu, nanti kalau ada apa-apa kasih tau mama saja. mama dan papa sellau siap untuk membantu kalian" ucap Adelia tersenyum. Damian mengangguk paham, ia juga sangat berharap bantuan orangtuanya saat istrinya melahirkan nanti, ia tidak akan bisa sendirian mengurus semuanya.
"mama masak apa hari ini?, aku mau mama masakin aku ya malam ini" ucap Alexa sambil menatap Adelia. ia membuat ekspresi yang menggemaskan dan sulit untuk ditolak. mau tak mau Adelia menuruti permintaan menantunya itu tanpa menolakĀ sama sekali. ia senang jika Alexa tetap mau mengandalkan dia.
"ya sudah kalau begitu, mama kedapur dulu masakin kamu. mau apa sayang?" tanya Adelia bersiap untuk melangkah kedapur. "mau ayam semur aja, yang pedes ya ma" ucap Alexa tersenyum. Adelia langsung mengangguk paham dan menuju dapur. ia juga mengajak suaminya untuk memabntu di dapur.
sedangkan di indonesia, Rosa dan Marco menikmati makan malam mereka. keduanya tampak sangat menikmati sampai Marco selalu bertambah karna malam ini Rosa sengaja memasak makanan kesukaan suaminya itu. dia ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya, juga apresiasi untuk suaminya yang sudah tahan selama ini mengalami morning sickness.
"babe tambah lagi, aku tidak mau melihat kamu dan anak kita kelaparan. masih banayk uangku yang harus kalian habiskan nanti" ucap Marco dan menyodorkan sepotong ayam di piring istrinya. ia juga tidak lupa menuangkan air untuk Rosa, padahal yang seharusnya dilayani adalah dirinya.
Marco tidak mau gara-gara diet istrinya merasa tersiksa dan juga anak mereka tidak bisa merasakan hal yang enak. maka dari itu jika Rosa sudah mmebahas tentang berat badan kepada suaminya itu Marco selalu ada jawaban untuk menenagkan Rosa, alhasil Rosa sering lupa dan memakan semuanya.
"kamu sudah ada nelfon sama Alexa, babe?" tanya Rosa. terakhir kali mereka berbicara dengan putrinya itu satu minggu yang lalu. dan Alexa bercerita jika dirinya akan segera melahirkan, hanya menunggu harinya saja. "tidak ada babe, aku tidak ada waktu menelfonnya" jawab Marco
sebenarnya ia juga sangat merindukan putrinya itu, namun pekerjaan yang membuatnya lupa waktu dan tidak bisa menelfon Alexa. kemarin dia ingin mengajak ALexa video call, namun karna harus lembur karna pekerjaan, jadilah Marco tidak sempat. ia juga membantu menghandel perusahaan Damian selama mereka di Italia.
"nanti setelah makan malam kita hubungi mereka, kamu tidak lembur lagi kan babe?' tanya Rosa. karna memang ia kadang kasihan melihat suaminya itu sangat sibuk bahkan ia sering membawa makan malam diruang kerja suaminya karna Marco selalu tidak sempat untuk sekedar makan.
"ya sudah kalau begitu, aku tidak terlalu padat malam ini ucap Marco tersenyum. ia mengakhiri makanannya dan menunggu istrinya selesai. Rosa yang mendnegar hal itu merasa senang. setidaknya Alexa tetap merasakan kasih satang mereka berdua meskipun sudah tidak tinggal bersama
__ADS_1
Rosa tidak ingin Alexa merasa tidak dicintai atau diinginkan Marco setelah menikah dengannya. Rosa mengindari pemikiran seperti itu, karna ia juga tau kalau Alexa sangat manaj sebelumnya kepada Marco. dan Rosa tau betul bagaimana rasanya ditinggalkan dan merasa tidak disayangi dari orang terdekat kita.
Rosa dan Marco masuk kedalam kamar mereka dan mengambil ponsel Marco. mereka melakukan cvideo call bersama Alexa untuk menanykan kapan putri mereka itu melahirkan, agar mereka juga bisa mengatur waktu untuk berangkat kesana. sesuai dengan permintaan Rosa ingin pergi kesana dan sekaligus jalan-jalan.
setelah Marco menanyakan kondisi istrinya dengan dokter istrinya, kehamilan istrinya sudah memasuki bulan tua, dan sudah kuat juga kandungannya, jadi dia tidak perlu terlalu khawatir jika mereka melakukan perjalanan. toh juga mereka akan menggunaka jet pribadi keluarga besannya, Martin sudah mengatakan rencananya itu pada Carlos dan Adelia.
namun untuk istrinya, Marco belum memberitahu apa-apa. ia ingin memberikan kejutan pada Rosa ketika mereka akan berangkat nanti. "hallo sayang, lagi apa disana?' tanya Rosa tersenyum. melihat Alexa yang dipiijat oleh Damian membuat Rosa merasa ikut bahagia. " hallo ma, lagi duduk aja sama mas Damian" ucap Alexa smabil emperlihatkan suaminya yang memijat kakinya.
"baguslah, papa kamu mau ngomong katanya, ini pa" ucap Rosa memberikan ponsel itu kepada suaminya.Marco menrrimanya dan tersenyum melihat putrinya dilayar. masih sama dengan yang kemarin namun pipi Alexa lebih berisi, terlihat memang putrinya itu makin hari makin banyak makan.
"hallo sayang.. kapan kamu pulang, papa sudah sangat merindukan kamu" ucap Marco, ia memasang wajah lesu didepan Alexa. namun bukannya kasihan Alexa malah tertawa dan merasa lucu dengan papanya. sangat dramatis dan juga seperti anak kecil ." tunggu aku lahiran pa, kalianlah kesini" ucap Alexa
mendnegar hal itu Rosa semakin bersemangat, ia langsung menatap suaminya. berharap Marco mengatakan ia kepada ucapan Alexa. namun suaminya itu terlihat hanya tertawa sumbang dan menggeleng. " papa takut sama kandungan mama kamu, tidak mau ambil resiko" ucap Marco, seketika itu juga raut wajah Rosa berubah kecewa
"memangnya kapan kamu lahiran sayang? papa akan tunggu disini" ucap Marco. ia menatap istrinya yang sedikit murung. "mungkin 3 hari lagi papa, tapi kata dokter itu masih perkiraan, bisa saja lebih cepat atau lebih lama" jawab Alexa sambil tersenyum. ia juga khawatir jika nantinya tiba-tiba melahirkan disaat genting.
"ya sudah, papa doakan yang terbaik untuk kalian. papa tunggu disini, jangan lama-lama pulangnya" ucap Marco dan diangguki oleh Alexa. Marco memberikan ponselnya untuk istrinya, siapa tau mereka masih ingin bicara. "mama kapan lahiran, setau aku mama sudah hamil tua, kan sudah bisa bepergian" ucap Alexa pada Rosa. namun Rosa hanya tersenyum
"mungkin papamu benar sayang, tidak mau ambil resiko, mama juga tidak apa-apa, menunggu kalian disinis saja" ucap Rosa. padahal dalam hatinya, ia ingin sekali pergi kesana dan melihhat Alexa melahirkan. setidaknya menamni dimasa-masa putri mereka itu membutuhkan mereka disana.
"ya sudah kalau begitu ma, Alexa gak maksa juga" jawab Alexa. mereka slaing tersenyum namun beda artinya, Rosa yang kecewa dan Alexa yang senang, setidaknya ia masih sangat merasakan kasih sayang dari papa dan mamanya. selalu memperhatikan dirinya, meski Marco sudah punya keluarga baru dan sekarang akan punya anak lagi.
#fid.nch
__ADS_1
#MDIS