
Malam ini sengaja Damian menyuruh Rosa untuk menemani Alexa mempersipakan dirinya, ia akan membawa gadis kecilnya itu ke suatu tempat yang akan menjadi sejjarah untuk keduanya dibantu Marco untuk mempersipakan semuanya
Alexa yang tidak tau apa-apa hanya ikut saja apa yang dikatakan oleh Damian, ia berfikir jika Damian punya pekerjaan karna papanya juga ikut dengan pria itu artinya kedaunya punya kesibukan dan Alexa bisa mengerti akan hal itu, tidak akan menganggu dan memilih untuk bersama Rosa
"Ale... ayo cepat bersiap, kita keluar sebentar, jangan lupa disana udah ada bajumu" ucap Rosa karna ini sudah jam 7 malam dan acaranya akan dimulai, takut mereka terlalu lama menunggu disana. ya, Damian dan Marco sudah berada ditempat itu lebih dulu dan mneyuruh Rosa untuk menemani Alexa kesana
"memangnya kita mau kemana kak?, aku malas keluar daddy juga gak disini" jawab Alexa masih setia diatas ranjang sambil memainkan ponsel miliknya. "cepatlah bergerak Ale.. kita akan ke pesta disini, ada teman dari tuan Marco mengadakan pesta besar dan kita disuruh untuk kesana" alasan Rosa agar gadis itu mau ikut dengannya
"malas ahhh.. kakak aja kalau mau, aku nunggu daddy aja disini" Alexa masih kekuh tidak mau pergi karna Damian tidak ada ia lebih memilih menunggu pria itu karna sudah terlalu lama mereka bersama membuat Alexa lebih nyaman keluar jika bersama Damian
"daddy mu dan papamu juga ada disana tau, mereka kan menghadari pesta itu setelah selesai pekerjaan mereka" ucap Rosa tersenyum, dan menarik Alexa untuk turun. dan tentu saja ketika Rosa mengatakan hal itu Alexa langsung berdiri dan menuju sofa mengambil bajunya
ia masuk kedalam kamar mandi untuk ganti baju, begitu juga Rosa berganti baju dikamar itu, karna Alexa memilih kamar mandi. keduanya tengah bersiap. " sini biar kakak bantu make up" ucap Rosa menarik tangan Alexa duduk didepan cermin
ia mulai memoles wajah Alexa secantik mungkin, karna malam ini akan menjadi acara yang paling penting untuk keduanya, Rosa yang memang pernah belajar make up dan juga pernah bekerja sebagai SPG yang harus pintar make up mengerahkan semua ilmunya untuk merubah Alexa menajdi wanita paling acntik
"selesai.." ucap Rosa dan menyuruh Alexa melohat kearah cermin, sungguh gadis itu merasa jika bukan dirinya yang berada didalam cermin, berbeda dari wajahnya biasanya. "makasih kak, kakak gak make up?" tanya Alexa kenapa hanya dirinya yang dipoles secantik ini
"nanti saja dimobil, kita sudah sedikit terlambat" ucap Rosa dan mengajak Alexa untuk keluar, karna Marco mengirimkannya pesan bahwa sudah ada pengawal yang menjemput mereka. keduanya keluar dengan Alexa yang bingung namun tetap ikut alur saja
ditempat lain, tepatnya tempat yang disewa Damian untuk acara pertunangan mereka malam ini Damian terlihat sedikit gugup meski ini adalah hal yang biasa namun tetap saja, ini pertama kali untuknya melamar wanita dan juga kali pertama utuk Alexa
"kenapa harus gugup begitu, relax saja tidak ada yang perlu ditakutkan" ucap Marco yang masih setia membantu Damian mendapatkan putrinya, ia sellau mendukung hubungan keduanya karna ia bisa meihat ketulusan Damian menjaga dan mencintai putrinya, jadi Marco tidak perlu khawatir
__ADS_1
"tidak gugup, hanya saja sedikit canggung didepan banyak orang , aku tidak pernah merasakan hal seperti ini" ucap Damian sambil menatap Marco seolah bertanya apakah dirinya sudah rapi atau belum, melihat ekspresi Damian, Marco hanya tersenyum dan menganggguk
"kau sudah tampan dan pastinya putriku akan semkain jatuh cinta padamu, jangan tterlalu tegang bagaimana nanti kalau kalian menikah" ucap Marco terkekeh pelan dan meninggalkan Damian begitu saja. ia mendapat pesan daro Rosa bahwa mereka akan sampai ketempat itu
"kak kok tempatnya gelap banget, katanya pesta" ucap Alexa saat Rosa memberitahu mereka sudah sampai ditepat. entah apa yang harus Rosa katakan ia juga tidak pandai beralasan dan mengambil alibi,." pestanya kan didalam mana terlihat dari luar Ale" jawaban Rosa sangat ambigu dan tetap saja ia menarik Alexa untuk masuk
"kak kenapa gelap sekali, aku takut kita salah tempat" ucap Alexa saat menaiki tangga dan samai didepan resstoran itu. memang gelap gulita untungnya pengawal yang membawa mereka tadi datang dan mengajak mereka untuk masuk kedalam
"sayang.. kamu sudah datang, ayo masuk" ucap Marco datang menghampiri mereka, Alexa sedikit lega karna melihat papanya sudah ada disana itu artinya mereka tidak salah tempat dan tinggal masuk saja bertemu dengan Damian. " daddy mana pa?" tanya Alexa
"dia ada didalam, ayo kita masuk mereka igin ketemu sama kalian" jawab Marco tersenyum dan memeluk pinggang Alexa, sedangkan Rosa anya ikut dari belakang sambil melihat betapa manisnya Marco memperlakukan putrinya yang sangat ia syangi, bagaimana dengan dirinya nanti
astaga dengan situasi begini, Rosamamsih sempat memikirkan hubungannya dengan Marco yang tidak jelas itu. hubungan yang selalu membuat Rosa spot jantung dan tidak bisa bernafas itu. Rosa sampai menggeleng sendiri dan tidak taunya mereka sudah ada didalam
"siapa suruh berhenti tiba-tiba, sudah tau aku dibelakang jalan" ucap Rosa tidak mau disalahkan, ia menatap Marco yang juag enatapnya tajam, tentu saja mereka berdau masihh canngung apalagi Rosa selalu menghindari kontak mata dengan Marco
"sudah jangan ngomel mulu, ayo kesana" ucap Marco menarik tangan Rosa untuk berjalan lagi kearah sana, dimana Alexa sudah berdiri ditengah ruangan tanpa sepengetahuan gadis itu, sengaja Marco menagjaknya kedepan karna Damian akan datang dari arah pintu ruangan
ditengah suasana yang sedikit redup dan gelap, dimana Alexa masih seti dengan wajah kebingunganna. ia menaap kesana kemari Marco dan Rosa bahkan seidkit jauh dari tempatnya, namun karna ucapan papanya tadi ia tidak berani melangkah sedikit pun dari tempat dirinya berdiri
tiba-tiba, lampur ruangan menyala satu persatu, membuat Alexa langsung memutar tubuhnya saat mendengar suara langkah kaki dan juga suara iringan musik yang mengiringi lagkah kaki itu, suara orang bernyanyi yang sangat familiar ditelinganya
"dad..daddyy.." suara Alexa begitu kecil tidak terdenar, apalagi alunan usik itu semakin keras dan suara Damian juga semakin lembut bernyanyi. tanpa ia sadari Alexa meneteskan airmatanya saat menatap Damian berjala kearah dirinya, ia begitu terharu dengan kejutan malam ini
__ADS_1
Damian tengah sampai didepan Alexa dan tiba-tiba lampu dibawah kaki mereka menyala dan berbentuk love, sungguh Alexa merasa dirinya adalah tuan putri malam ini. " sayag.. apa kamu senang dengan kejutannya?' tanya Damian dan memberikan mic yang ia oegang kepada pelayan disana
"sangat sangat senang dad, daddy sangat baik mempersiapkannya" ucap Alexa dan ingin memeluk Damian namun pria itu mundur satu langkah sambil turun kebawah, mengambil sesuatu dari sakunya dan langsung menyerahkannya didepan Alexa
"aku tidak begitu pandai merangkai kata-kata yang indah, juga tidak pandai bernyanyi seperti kebanyak orang, namun yang perlu kamu tau adalah hatiku sepenuhnya sudah dimiliki oleh kamu, maukah kamu menikah denganku dan hidup sampai maut memisahkan kita" ucap Damian panjang lebar,
Alexa tidak menyangka jika pesta yang tadi disebutkan oleh Rosa adalah pesta dimana Damian melamar dirinya dan bertunangan dengannya, tanpa menunggu lama lagi Alexa langsung mengangguk tersenyum, ia menyodorkan tangannya kepada Damian agar pria itu menyematkan cincin itu ditangannya
"makasih sayang.. aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap Damian dan memeluk pAlexa dengan erat sedanngkan dua orang disana hanya tersenyum bahagia melihat Damian dan Alexa resmi menjadi tunangan dan akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini
"apa kamu mau lamaran seperti ini, atau lamaran di ruag terbuka?" tanya Marco namun hal itu membuat Rosa terkejut dan menatap Marco tidak percaya, lamar katanya?, menjawab pertanyaan yang kemarin saja rosa tidak sanggup, ini sudah membahas lamaran
"aku..aku tidak tau tuan" jawab Rosa, ia malu jika nantinya Alxa mengetahui bagaimana mereka berdua beberap hari ini, apalagi soal perkataan Marco kemarin. menikah dengannya?, itu adalah situasi yang sulit, ia tidak berani melakukan hal itu
"kenap tidak tau?, kamu hanya perlu menjawab bagaimana kamu suka maka aku akan melakukannya untukmu" ucap Marco dan menarik pinggang Rosa agar mendekat kepadanya, namunn ketika Alexa dan Damian melangkah kearah mereka tiba-tiba Rosa melepaskan tangan Marco sampai membuat pria itu meringis
"kita keatas makan malam" ucap Damian memberitahu, mereka berempat langsung melangkah keatas karna disana sudah ada jamuan makan malam. Damian begitu teliti dalam mempersiapkan semuanya, juga karna bantuan Marco dan juga El sekretarisnya itu
berbahagialah karna kamu memang layak untuk bahagia~Marco
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1