My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 38


__ADS_3

"bilang tuh sama anak papa!!.. dia bahkan tidak mau menerima panggilan mama memang ya kalau udah cinta membuat orang jadi bodoh!' ucap Adelia tepat didepan wajah Carlos, namun pria itu hanya diam tanpa menjawab, ia tidak tau harus berpihak pada siapa sekarang


"sudah dibilang menikah dengan Rania saja tapi malah pilih gadis itu, sejak dulu mama tidak pernah suka dengan dia. datang dengan membawa aib dikeluarga kita!!" ucap Adleia, semua kekesalannya ia tumpahkan didepan suaminya, namun pria itu tidak terlalu menanggapinya


"sudahlah ma, itu sudah pilihan Damian. lagian belum tentu Rania lebih baik dari Alexa" ucap Carlos, telinganya sudah penuh dengan amarah istrinya dan kali ini dia sendiri tidak bisa tinggal diam, dibalik semua kejadian ini ada sesuatu yang ia tutupi dari keluarganya, bahkan dari Damian sekalipun


"pilhan apanya pa!!, sudah jelas kalau ALexa cuma benalu dalam keluarga kita, tidak jau dari mamanya, Tania itu" ucap Adelia, awalnya ia menyukai kehadiran Alexa, namun ketika melihat perubahan Damian kepada keluarga mereka membuat Adelia merasa gagal dalam mendidik Damian juga Alexa


"lagian mama sendiri yang menyuruh mereka satu rumah dulu, kenapa sekarang malah protes banyak. sudahlah lagian Alexa juga sudah kita kenal sejak bayi" ucap Carlos dan meninggalkan istrinya begitu saja, pusing mendengar ocehan Adleia selama beberapa menit, hampir satu jam


pagi hari menjelang, Marco sudah berada dirumah Damian semalam ia sampai tengah malam dan tidak mu menganggu waktu istirahat putrinya, terpaksa ia masuk begitu saja tapi sebelumnya ia sudah ,mengabari Damian agar membuka pintu untuknya nanti


"pagi sayang.. gimana udah mendingan?' tanya Marco saat melihat putrinya turun bersama Damain, mungkin akan banyak orang yang bertanya-tanya mengapa Marco begitu yakin dengan Damian, menyerahkan Alexa pada pria itu padahal belum ada ikatan pernikahan


sebelumnya, Marco tau apa yang harus ia lakukan untuk putrinya, namun melihat kedekatan keduanya bahkan Alexa sendiri tidak ingin tinggal bersamanya membuat Marco lebih baik mengalah sendiri dan melihat bagaimana Damian bisa mengurus Alexa dengan beberapa masalah yang mereka hadapi


Marco juga tau bagaimana kehidupan Damian, siapa yang pernah dekat bahkan apa yang dikerjakan pria itu selama jauh dari putrinya, jadi alasannya cuma satu Marco percaya jika Damian tidak akan membuat putrinya memangis dan menyakiti putrinya

__ADS_1


"lumayan pa.. papa kapan sampai kerumah?" tanya Alexa bergabung disana namun sebelumnya ia memeluk Marco lebih dulu begitu juga sebaliknya, Marco mengecup keing Alexa sekilas dan tersenyum. ia menatap Damian yang melihat kearahnya tidak suka, namun Marco tidak peduli akan hal itu


"tadi malam saat kamu sudah tidur, papa tidak mau menganggu waktu tidur putri papa" ucap Marco dan mereka bertiga duduk bersamaan, jika biasanya Alexa yang menyajikan sarapan untuk mereka namun kali ini berbeda Marco bangun lebih dulu dan membuatkan sarapan pada mereka


"papa juga sampe masak sarapan.. hahaha ini enak gak ya" ucap Alexa tertawa, lucu saja melihat pria seperti Marco ataupun Damian memegang alat dapur dan sibuk ditempat seperti itu, karna setau Alexa Damian tidak pernah kedapur untuk memasak


"pasti tidak.. kamu tidak tau saja sayang jika papamu ini pernah hampir membakar rumahnya sendiri karna sok-sok an mau memasak" ucap Damian namun tetap saja ia mengambil makanannya dan juga Alexa. mereka bertiga menikamati sarapan yang sedikit berbeda pagi ini


"kamu jangan kekampus dulu, nanti papa izinin sama dosennya. istirahat dirumah karna Daian juga tidak akan kekantor" ucap Marco menatap Alexa, masih pucat wajah gadis itu namun energinya sedikit kembali."  kenapa daddy tidak kekantor?" tanya Alexa, tidak lucu jika karna menjaganya Damian tidak bekerja


"daddy mau menemanimu saja, lagian ada papamu dan juga El yang menghandle kantor sekarang, jadi daddy bisa menjagamu dirumah seharain" ucap Damian tersenyum, dan benar saja dua pria itu kerjasama menjaga Alexa, jika Marco ke kantor maka Damian yang dirumah, begitu jua sebaliknya


setelah kepergian Marco, Damian mengajak Alexa untuk kembali kekamr mereka, disana Damian bisamenyuruh Alexa untuk istiraat lagi. " daddy aku masih punya tugas dan harus dikerjakan sekarang tau" ucap Alexa sambil menatap Damian, biasanya pria itu yang membantunya menyelesaikan tugas kuliahnya


"nanti daddy kerjakan, kamu tidur saja lagi, daddy akan menunggumu sampai tidur" ucap Damian dan menyuruh Alexa untuk berbaring disampingnya. keduanya saling bertatapan, meskipun Damian meati-matian emnahan sesuatu disana ia rela akan hal itu


"daddy kapan mau pulang kerumah?, oma pasti akan sangat marah kalau daddy tidak mau ketemu sama oma" ucap Alexa membuka topik diantara mereka. sebenarnya Damian bukannya tidak mau pulang dan bertemu mamanya, namun jika terus membahas Rania, Damian malas dan juga kesal

__ADS_1


"nanti saja kalau sudah waktunya, daddy lagi sibuk sekarang ini tidak ada waktu untuk pulang dan mendengarkan permintaan mama" ucap Damian tersenyum. ia tau bagaimana mamanya itu akan terus berusaha demi mendapatkan apa yang ia mau


"tapi kalau memang oma tidak merestui kita gimana dad?' aku takut oma akan semakin membenci ku" ucap Alexa, ia memeluk tubuh Damian yang menjadi tempat ternyaman untuknya. " tidak mungkin, mama pasti akan menerima kamu lagi sayang, percaya sama daddy" jawab Damian, mengelus pundak gadis itu dan mengecup kepalanya


"tapi aku tidak yain dad, oma sepertinya sagat benci padaku ia sampai mengatakan yang bikin aku sakit hati dad" ucap Alexa, kembali mengingat perkataan Adelia sewaktu kemarin dirumah mereka. sungguh itu adalah kata-kata yang pernah Alexa dengar dan sangat menyakiti hatinya


"maafkan oma ya sayang, mungkin memang sekarang dia tidak merestui kita. tapi daddy yakin setelah ini oma pasti akan kembali lagi seperti dulu, sayang sama kamu lagi" ucap Damian, ia tau bagaimana sakitnya diposisi Alexa ketika mendengar ucapan Adelia kemarin


"ya sudah jangan pikirkan itu dulu, kamu harus istirahat dan daddy akan menunggmu.. jangan banyak pikiran nanti kamu sakit lagi" ucap Damian, ia membantu Alexa memejamkan matanya sampai tertidur. kemudian Damian beranjak dari ranjang dan mengambil ponselnya saat Alexa sudah benar-benar tidur


"hallo.... bagiamana dengan buktinya, apa kau sudah menemukannya" ucap Damian, ia menelfon Marco menyakan soal Rania, ia tidak mau menunggu lebih lama lagi untuk melangsungkan pernikahannya dengan Alexa, karna akan semakin banyak masalah yang akan mereka hadapi nantinya


"tunggu dulu, dia bermain dengan rapi juga. nanti akan ada saatnya kau melihat penyesalan diwajah wanita itu" ucap Marco, merasa terganggu dengan telfon Damian padahal dirinya sedang sibuk dengan pekerjaannya, belum lagi menghendle pekerjaan Damian hari ini


hal yang baik akan selalu datang setelah kita sabar menunggu


#fis.nch

__ADS_1


#MDIS


__ADS_2