My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 23


__ADS_3

Dengan langkah yang apsti,,Damian mendekati tempat dimana ada tiga orang yang tengah menungg dirinya, pria itu melihat papanya yang sibuk bercerita dengan sekretarisnya dan juga Marco. " maaf aku terlambat" ucap Damian bergabung bersama mereka


"kenapa begitu lama, kami bahkan hampir karatan menunggu" ucap Carlos sambil melirik tajam kearah Damian, keduanya tetap saja, tidak pernah akur jika bertemu namun saling mendukung." itu masih belum karatan, harusnya sampai hancur tadi" ucap Damian dan membalas tatapan dari papanya


"dasar.. ya sudah cepatlah aku tidak ingin lama-lama disini" ucap Carlos sambil melengos kesal, namun tetap saja ia masih ingin menunggu penjelasan dari Damian. " jadi aku ingin papa mengurus perusahaanku untuk sementara waktu" ucap Damian menatap serius kepada Carlos, papanya.


"lalu jaga Alexa untukku, aku tidak mau mama sampai membawa dia kerumah dan membuat aku dan Ale berpisah" ucap Damian, hal itu membuat Carlo merasa yakin dengan kecurigaannya terhadap putranya itu. tanpa alasan apa Damian meminta dirinya menjaga cucunya sendiri, sudah pasti ia lakukan itu.


"kenapa seperti itu?, bukankah memang seharusnya papa menjaga cucu papa sendiri" jawab Carlos, ia ingin melihat bagaimana Damian menjawab dirinya, secara pria itu masih menutupi sesuatu hal dari keluarga mereka saat ini, namun begitulah Damian


"lihatlah" ucap Damian menyodorkan ponselnya kepada Carlos, ia memperlihatkan video tadi siang kepada pria paruh baya itu, dimana ada dirinya dan mama Adelia bertengkar karna Rania yang membuat berita palsu tentang hubungan mereka, juga mama Adelia  yang memaksa dirinya menikahi wanita itu


"apa rencanamu selanjutnya?, bukankah Alexa adalah anak dari Tania, yang berarti anakmu juga. jangan berbuat hal gila Dami atau papa yang akan turun tangan!" ucap Carlos menatap Damian dengan tajam, entah apa yang dipikirkan pria berusia 30 tahun itu saat ini


"papa tidak bisa melarangku begitu, aku punya pilihan sendiri dan kuharap kalian mendukungku" ucap Damian datar dan tetap pada posisinya, sedangkan Carlo mengusap wajahnya kasar demi mendegar jawaban gila Damian, benar yang ia pikirkan selama ini


"kenapa harus gadis belia seperti itu Dami.. masih banyak wanita yang dikenalkan oleh mama mu" ucap Carlo, tentu saja ia sebagai seorang kakek juga papa sekaligus tidak mau hal ini terjadi pada keluarga mereka, apa kata publik jika tau hubungan terlarang keluarga ini nantinya


"aku tidak butuh wanita-wanita yang hanya memandang uang pa, aku butuh Alexa dan itu sudah keputusanku yang bulat!!' ucap Damian. Carlos dan juga Marco serta El yang mendengar hal itu merasa syok dan tidak percaya.bagaimana mungkin Damian melakukan hal itu, pikir mereka.


"ya sudah terserahmu saja, papa hanya ingin yang terbaik untuk kalian" ucap Carlos menarik nafas kasar, ia tidak bisa berkata-kata lagi dengan keputusan bulat Damian, toh juga memang Alexa bukan bagian dari keluarga mereka yang dekat, bahkan bisa dibilang sangat jauh hubungan mereka


"lupakan tentang itu, sekarang bagaimana rencanamu untuk ke Paris?" tanya Carlos mengalihkan pembicaraan mereka, kini mereka akan fokus pada masalah satu ini sampai selesai, baru setelah itu mereka akan membahas masalah lain, yakni hubungan Damian dan Alexa

__ADS_1


"aku akan kesana nanti malam dengan El.. dia sudah menyiapkan semua keperluanku selama disana" ucap Damian dan juga mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya, ia memberikan benda kecil itu diatas meja dan membuat tiga pria itu heran, apa itu?


"ini bukti yang aku dapatkan kemarin malam, aku tidak tau apakah itu bisa kalian tau dan kalian mengenali pria yang ada didalan video itu" ucap Damian, benda kecil itu sudah dipasang oleh El ditablet miliknya dan memutarkan video yang ada disana


"sebentar.. bukankah ini mirip dengan tempat yang pernah kita kunjungi dulu bersama Tania, Dami?" tanya Carlos terkejut, video itu berisi Tania yang sedang sendiri dan menikmati tempat itu dengan menangis, terlihat jika wanita itu tengah mengalami masalah


"iya pa.. aku juga berfikir begitu, tapi untuk apa Tania kesana sendirian dan menangis, apakah ada kaitannya dengan kehamilannya saat itu?" tanya Damian, ia tidak begitu yakin dengan apa yang mereka dapatkan, namun jika ditarik kesimpulan memang ada hubungannya


"lihat.. itu benda yang bisa dipakai untuk tes kehamilan tuan" ucap el menunjuk sesuatu yang ada ditangan Tania berwarna putih, hal itu bisa dibilang Tania mmenangis karna tau bahwa dirinya tengah hamil. " apa mungkin sebelum ketempat ini, Tania sempat bertemu pria itu dan meminta tanggung jawab pria itu?" taya El lagi


"hmm.... bisa dipastikan memang begitu El, sekali-kali kau memang bisa diandalkan El" ucap Carlos sambil menatap sekretaris Damian itu, namun raut wajah El seketika berubah seolah kesal dengan ucapan dari Carlos itu. *"padahal aku selalu bisa diandalkan" batin El *


"kalau begitu kita harus selidiki sebelum kesini, Tania sempat kemana" ucap Carlos, namun Damian hanya diam dan juga menyuruh El untuk memutar video selanjutnnya. disana terlihat Tania bersama seorang pria yang tengah menarik tangan Tania


"sebentar.. aku seperti tidak asing dengan dia" ucap El sambil terus memperhatikan video itu, namun satu detik kemudian tangannya mengeprak meja membuat Carlos dan yang lainnya terkejut, bahkan Carlos menatap El dnegan tatapan tajam dan seolah ingin menghujamnya dengan siluet tajam


"ini pria yang pernah bertemu dengan kita ketika mengantarkan nona Tania kebandara ketika dia akan pergi ke Paris" ucap El sambil menunjuk pria didalam video itu. " kau benar El.. dia bahkan sempat minta tolong pada Tania untuk mengambil gambarnya" ucap Marco membenarkan ucapan El


"kita bisa mencari pria ini dan menanyakan pada dia, siapa tau dia adalah ayah biologis dari Alexa" ucap Carlos dan diangguki oleh semuanya, namun ketika mereka hendak akan berdiri suara mama Adelia langsung membuat mereka jtuh duduk kembali


"kemana kalian akan pergi hah!!... kalian bahkan sudah berani menyembunyikan sesuatu dari mama heh!!" ucap mama Adelia dengan suara lantang, ia tidak peduli dengan situasi disekeliling mereka yang menatap mereka dengan heran, juga Carlos yang saat ini tengah panik sendiri


"mama kok ada disini?' ucap Damian dengan senyuman tanpa dosa, ia menghampiri mama Adelia dan menatap papanya,seolah minta pertolongan namun Carlos sendiri juga saat ini memutar otak mencari alasan untuk menjawab semua pertanyaan istrinya nanti

__ADS_1


"kenapa?, kalian kaget mama disini dan menggagalkan rencana kalian?" ucap mama Adelia dengan sorot mata tajam kepada empat pria disana, wanita paruh baya itu juga menghela nafas kasar sebelum mengeluarkan ulimatum kepada Damian dan juga Carlos


"kalian merencanakan apa hemmm.. kenapa sampai menyebut Paris dan akan pergi kesana?, apa kalian mau liburan dan tidak mengajak mama dan juga Ale?" tanya mama Adelia menjewer telinga Damian dan Carlos, kedua pria itu agaknya akan kehilangan wibawa mereka


"mama jangan kaya gini,malu dilihat orang" ucap Damian sambil mencoba melepaskan tangan mama Adelia yang melekat ditelinganya, juga dengan Carlos seolah ingin hilang saja dari tempat itu segera. bagaimana jika ada awak media yang menyoroti mereka, astaga hilang sudah wibawa selama bertahun-tahun dia jaga


"jawab mama, kenapa kalian menyembunyikan seperti ini hah?" ucap mama Adelia sambil menatap tajam mereka semua, seketika nyali mereka menciut dan tidak berani bersitatap dengan mama Adelia. mata wanita paruh baya itu terlalu berbahaya dengan mereka


"bukan gak mau ngasih tau mama, kami merencanakan ini dan ingin bikin kejutan untuk mama. kan bentar lagi ulang tahun mama" ucap Carlos mengambil alasan, padahal ia bahkan tidak pernah begini jika ingin merayakan ulang tahun, cukup memberikan tugas itu pada sekretarisnya


"yakin begitu?" tanya mama Adelia menajamkan tatapannya kepada Marco dan juga El, karna dua pria itu tidak akan berani berbohong kepadanya. " yakin ma, lagian kenapa harus ngikutin papa sih, kalo mama udah tau kan gak kejutan lagi" ucap Carlos pura-pura marah dan kesal


"Dami.. kau tidak akan berbobong pada mama kan?" tanya mama Adelia menatap putranya, Damian memang begitu sayang dan tidak pernah menyembunyikan apapun dari mamanya, maka dari itu kini Damian tersenyum dan memeluk mama Adelia. " benar mama" ucap Damian


"ya sudah kalau begitu, anggap saja mama tidak dengar apa rencana kalian. ehh tapi kalau bisa mama tidak mau ke Paris, kenegara lain aja" ucap mama Adleia dan berlalu dari  tempat itu, dia sebgitu senang mendengar rencana suaminya dan juga putranya itu


"akhrinya lega.. tapi masalah baru datang lagi" ucap Carlos dan mengusap dadanya, sembari bernafas duduk menatap Damian dan yang lainnya." kalian urus kejutan untuk mama, dan seperti permintannya jangan ke Paris, Korea saja" ucap Carlos dan pergi begitu saja, menyisakan tiga pria yang harus menanggung beban mereka


jika ada masalah tidak usah panik karna pasti mau tak mau harus dikerjakan dan selesai akhirnya


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2