My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 83


__ADS_3

Pagi hari menjelang, Damian bersiap-siap untuk menemui istrinya di rumah Martin. ia langsung sarapan dan setelah itu langsung berganti baju untuk bertemu dengan istri tercintanya. " bersiaplah sweety, kita akan bertemu kembali. aku sangat merindukan mu" ucap Damian, ia tersenyum didepan cermin melihat dirinya sendiri.


Damian langsung turun kebawah untuk pergi kerumah Martin. dengan menggunakan taksi yang dia sewa selama ini Damian melaju untuk menemui Alexa, apapun nanti yang ia terima dari istrinya, apapun yang akan ia dapatkan dari istrinya, Damian akan menrima itu semua.


sedangkan dirumah Martin, Alexa belum bangun sama sekali. ia masih betah untuk tidur dan bermalas-malasan diatas ranjang, ia enggan untuk bangun dari tempat tidurnya. Alexa menatap luar sana yang sudah terang benderang, namun dirinya masih sangat malas untuk bangut tidur.


sampai akhirnya Martin masuk kedalam kamar dan melihat Alexa masih betah diatas ranjang bahkan bumil itu masih sibuk rebahan disana. "sayang kok masih tidur,katanya mau jalan-jalan hari ini" ucap Martin sambil duduk dipinggir ranjang,dimana Alexa hanya mengangguk dan mengintip dari selimut


"nanti saya om, aku masih sangat malas bangun. nanti aja agak siangan, ngantuk banget aku" Alexa menjawab dengan bermalas-malas dan kembali menutup wajahnya, sinar dari jendela kamar membuat matanya sedikit terganggu. "Ayolah, jangan malas begini, om harus kerja nanti siang" Martin menatap Alexa dan menarik selimut yang menutupi tubuh mungil itu.


"ihhh om jangan gitu, aku malas keluar pagi ini. sore aja deh, abis om pulang kerja. om kerja aja pagi ini biar aku tidur dulu" ucap Alexa tersenyum sambil mengambil bantal guling untuk dipeluknya.


"ya sudah kalau begitu, kamu disini dulu dan jangan kemana-mana selama om kerja, jangan buka pintu sembarangan, dan kabari kalau ada sesuatu, kalau lapar dibawah ada makanan, om sudah isi penuh kulkas" ucap Martin mengelus kepala Alexa, ia tidak tega meninggalkan bumil ini,hanya saja ia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.


Martin bersiap-siap untuk pergi ke kantor pagi ini, karna siang nanti ia sudah janji dengan Alexa bahwa dirinya akan menemani bumil itu jalan-jalan. dengan bergegas Martin segera berpamitan kepada Alexa. dia memang tidak punya pelayan dirumah itu, hanya ada penjaga gerbang saja dipekerjakannya, toh juga dirinya sendiri yang tinggal disana sendiri.


sementara Alexa melanjutkan tidurnya tanpa peduli kepergian Martin. ia lebih memilih untuk kembali bergulung dengan selimut ketimbang bangun dan makan. Alexa kembali seperti dulu sebelum menikah, jika libur akan bermalas-malasan di kamar, namun harus menyiapkan keperluan Damian dulu.


mengingat tentang Damain, Alexa kembali menatap langit-langit kamar dan mengingat bagaimana wanita itu datang menghampiri mereka yang asik makan malm, bahkan wanita itu berani mencium pipi suaminya didepan matanya. Alexa tidak pernah merasakan sakit yang sedalam ini melihat Damian dekat dengan wanita lain.

__ADS_1


dulu, memang pernah namun tidak seprah itu. dulu mereka masih berstatus ayah dan anak. namun sekarang dirinya sudah sah menjadi istri pria itu. wanita mana yang tidak sakit hati melihat suaminya digandeng mesra dan dicium oleh wanita lain, tepat didepan matanya sendiri.


sungguh Alexa ingin menampar wanita itu, namun keburu didatangi oleh papanya. ia ingin mengatakan sesuatu pada Damian dan Starla jika om Martin tidak langsung membawanya keluar kemarin malam. " ini berarti alasan kamu selalu cuek padaku, mas" Alexa tersenyum namun hatinya masih sakit


"aku tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini dalam rumah tangga kita, aku sangat tidak menyangka jika janji kamu yang dulu, namun kamu juga yang mengkhianati" Alexa menghelas nafas pelan dan langsung bergerak, ia merasa perutnya saat ini perlu diisi dan harus punya tenaga


kasihan juga jika dirinya menahan lapar, ada nyawa seseorang juga didalam perutnya yang harus ia jaga. Alexa sadar akan hal itu karna selalu mengingat perkataan mama dan papanya. "harus menjaga kandungan dan harus menjaag pola makan" itulah yang selalu diingat oleh Alexa.


"kita masak dulu ya baby biar kamu juga dapat makan, kamu kan yang lapar sekarang" ucap Alexa sambil mengusap perut buncitnya, sudah berusia tujuh bulan dan sebentar lagi dia akan bertemu dengan anaknya dan pastinya Alexa sudah tidak sabar dengan hal itu.


"kamu tau sayang, mama juga merindukan papamu. tapi mau gimana lagi, dia bahkan memilih dengan wanita itu, kamu harus ingat hal itu" ucap Alexa sambil sibuk menyiapkan semua bahan masakannya untuk ia kerjakan. ia juga teringat dimana dulu Damian selalu mamasak untuknya, Alexa merindukan moment itu


"jangan membuka pintu sembarangan dan jangan kasih masuk siapapun kecuali keponakanku mengenal orang itu, kau bisa menanyakan dia lebih dulu" Martin berpesan kepada satpam rumahnya. ia juuga berjada-jaga terhadap Damian yang kemungkinan besar tau keberadaan Alexa. karna itu tidak sulit untuknya


"maaf tuan, saya tidak mau melanggra aturan yang telah dibuat oleh majikan saya. tuan mengertilah saya hanya pekerja disini" ucap satpam itu. ia bahkan sampai memohon kepada Damian untuk pergi saja dan meninggalkan tempat itu. namun Damian tidak mau dan enggan untuk pergi sebelum bertemu dengan istrinya


"kau bisa panggilan istriku didalam, dan lihat apakah dia kenal denganku atau tidak!" Damian emosi dan terlanjur kesal dengan satpam itu. dan benar saja satpam itu masuk kedalam rumah untuk menanyakan Alexa perihal pria asing didepan rumah mereka.


"permisi nona, maaf menganggu kegiatan anda. saya ingin bertanya apakah anda punya suami?, dia bberada diluar gerbang dan ingin masuk kedalam" ucap satpam itu kepada Alexa. mendengar hal itu Alexa terkejut dan langsung menghentikan gerakan tangannya, baru juga dirinya menikmati makan paginya.

__ADS_1


"apa dia seperti yang di foto ini?' tanya Alexa sambil menyodorkan ponselnya kepada satpam. ia membuka foto Damian dan memperlihatkan kepada satpam itu. "ya nona. inilah orangnya, dia bersikeras untuk masuk kedalam padahal saya sudah menjelaskan padanya" ucap satpam itu, ia takut jika Alexa akan marah padanya


"aku mengenalnya dan dia adalah suamiku, kasih saja masuk kedalam" ucap Alexa, entalah ini keputusan benar atau tidak untuk menemui Damian saat ini. padahal ini baru saja satu hari dia menjauhi suaminya itu, namun Alexa juga tidak bisa tahan jika lama-lama jauh dari Damian.


"baiklah nona, saya permisi dulu" satpam oitu langsung keluar dan menemui Damian kembali. ia membuka kunci gerbang dan mempersilahkan Damian untuk masuk kedalam. "silahkan tuan, maafkan saya atas kelancangan saya" ucap satpam itu sambil menunduk takut, melihat mata tajam dan datar Damian.


Damian melenggang dan memasuki rumah Martin, tidak ada yang spesial disini hanya saja Damian ingin segera bertemu dengan istrinya dan memeluk tubuh munglin itu. Damian membuka pintu dan melihat sudah ada Aexa duduk disaja dengan tatapan yang tajam dan seperti muduh padanya


"sweetyy.. aku merindukanmu, aku sangat merindukanmu" ucap Damian dan melangkah kepada Alexa, namun dengan cepat Alexa menghindar dan menyuruh Damian untuk tetap ditempatnya. "jangan mendekatiku, atau kau akan tau sendiri akibatnya" Alexa mengatkan hal itu namun hatinya terasa sakit


"sweety. jangan begini. aku akan menjelaskan semuanya, kamu salah paham dan wanita itu tidak pernah menjadi kekasihku!" Damian memohon sambil duduk diatas lantai. ia menatap istrinya yang masih enggan untuk menatap dirinya. rasa bersalah itu kembali menyeruak dalam hatinya


"aku tidak mengatakan kalau kau adalah kekasihnya, tapi kau sendiri yang memperjelasn hubungan kalia!" Alexa menjawab dengan tenang dan sangat santai. namun siapa yang tau dalam hatinya dia berperang melawan rindu dan benci secara bersamaan, jika saja bisa ia ingin memeluk tubuh suaminya, melepas kerinduan dalam hatinya


"sweety.. aku mohon.. dengarkan penjelasanku dulu, aku mohon" Damian sampai menangis didepan Alexa. ia sangat kacau saat Alexa menolak dirinya bahkan tidak ingin dekat denganya. padahal selama ini, istrinya itu selalu manja padanya, selalu ingin berdekatan dengannya. semua telah berubah.


"waktumu hanya 20 menit, dan aku harap tidak ada yang mengecewakanku. aku mendengar penjelasanmu namun jangan pernah mengharapkan aku kembali padamu, aku sakit. dan kemungkinan akan lama untuk sembuh" Alexa langsung melontarkan kata-kata itu, membuat Damian merasa terpukul lagi dan lagi


#fid.nch

__ADS_1


#MDIS


__ADS_2