My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 57


__ADS_3

Marco dan Martin telah sampai dikediaman milik Marco, keduanya berjalan masuk dengan langkah yang tegas dan sama-sama memasang awajah yang sangat berwibawa, seolah tidak ada yang boleh nyentuh abhkan mengajak mereka bicara, sedangkan beberapa pelayan sudah berada diruang tamu untuk menyambut kedatangan Marco dan Martin


"masuklah dan kalian bubar" ucap Marco begitu datar dan menyuruh Martin untuk masuk dan mengikuti pelayan yang akan membawanya ke kamar yang akan ditempati Matin selama dia disana, namun berbeda dengan Marco yang sedari tadi mencar sosok yang tidak ia lhat disana


"kemana wanita itu, kenapa dia idak ikut menyambut kedatangan kami?" batin Marco dan enatap sekelilingnya, namun ia melangkah keatas dan berfikir untuk membeersihkan diri ebih dulu, dari pada bertemu dengan wanitanya dengan penampilan kusam dan sangat berantakan


Rosa yang tidak tahu menahu soal kedatangan Marco kerumah itu hanya sibuk dibelakang mengurus tanaman miliknya yang beberapa minggu yang lalu ia tanam bersama dengan Alexa, ia sibuk membersihkan sampai lupa kalau hari ini sudah hampir malam


sampai akhirnya seorang pelayan mendatanginya dan menyuruh dirinya untuk bersiap. " ceoatlah masuk mau sampai jam berapa kamu disini" ucap seorang pelayan wanita paruh baya yang menghampiri Rosa, karna hanya dirinya yang tau keberadaan wanita ini


"kenapa bu.. apa ada sesuatu terjadi didalam?' tanya Rosa, ia pun lupa entah sudah berapa jam ia berada disini dan melupakan pekerjaannya. " ada hal yang sangat besar akan terjadi" ucap wanita paruh baya itu dan tentu saja membuat Rosa semakin takut


"tuan Marco sudah pulang dan dia mencarimu, dan ada seorang yang juga ikut pulang bersama tuan, ibu tidak tau siapa dia yang pasti sepertinya punya hubungan yang dekat dengan tuan Marco" ucap wanita itu dam meninggalkan Rosa begitu saja dengan pikirannya yang mulai terbang kemana-mana


"dia pulang bersama seseorang yang dekat?, siapa dia, apakah wanita?' batin Rosa dan langsung membersihkan dirinya dan masuk kedalam kamar ia akan menyiapkan makan malam bersama pelayan lain menyambut kedatangan Marco dan tamu yang ia bawa, meski Rosa tidak tau siapa itu


sebenarnya ada sedikit ketakutan didalam hatinya jika saja Marco membawa wanita lain kerumah ini. mungkin dia akan membenci pria itu selamanya dan memilih untuk berhenti bekerja disini, hatinya sudah terlanjur di isi oleh Marco dan jika pria itu benar-benar melupakannya Rosa akan sangat sakit hati


Rosa mengambil begaian dalam pelayan malam ini, ia ikut membantu didapur karna memang sebelum menjaga Alexa ditugaskan padanya, ia bekerja dibagian dapur dan menyiapkan semua yang dibutuhkan Marco dibagian dapur. "Rosa tolong bawakan ini dan juga masakkan yang ini" ucap kepala pelayan kepada Rosa


tentu saja tangan yang lihai itu bergerak cepat menyiapkan semuanya, perintah yang disuruh tidak pernah ia lupakan atau terlewat sedikit pun. berbeda dengan rosa, Marco malah bingung mencari wanita itu kemana lagi, ia sudah mencari kebelakang tapi tetap saja tidak ada


tidak mungkin Marco masuk kedalam kamar Rosa hal itu akan membuat para pelayan rumahnya akan heran dan bingung, bagaimana mungkin seorang majikan masuk kedalam kamar pelayan. "makanya aku marah jika bgeini, kemarin aku sudah pindah bukannya mau!" ucap Marco padahal tidak ada siapa-siapa disana


"aku harus cari cara untuk ke kamarnya" ucap Marco, namun ketika dia ingin berbalik sudah ada Martin berdiri disana. "astaga Tin.. ngapain sih disitu kaya setan aja!' ucap Marco entah kenapa dia sangat sensitif semenjak selesai mandi, entah setan apa yang berteu dikamar mandi dengannya

__ADS_1


"kau kenapa sih.. tadi masih baik sekarang mulai sedeng lagi" ucap Martin menatap sepupunya itu, seperti ada yang beda diwajah Mraco, agaknya pria ini memang sedang tidak baik atau banyak pikiran,pikir Martin. " apa ada masalah dikantor?' tanya martin


namun Marco hanya menggeleng dan menatap Martin, menyuruh sepupunya itu untuk mendekat kepadanya. 'aku mencari calon istriku tapi dia tidak ada disini,a ku sudah cari sejak tadi biar ku kenalkan padamu" ucap Marco membuat Martin hanya melongo


calon istri?, apakah sepupunya itu benar ingin menikah?, tapi katanya masih ditolak bagaimana mungkin sudah berada dirumah ini. semua pertanyaan itu berputar dalam kepala Martin, dan Marco tahu betul apa yang dipikirkan oleh pria yang disampingnya itu


"dia adalah pelayanku dulu, emmm lebih tepatnya gadis yang kutemuai dan aku tolong dan sejak itu aku membbuat dia jadi pelayan disini" ucap Marco mulai menjelaskan siapa yang ia maksud dan bagaimana bisa ia mengatakan calon istrinya ada dirumah ini


"kau menyukai pelayanmu sendiri?"ucap Martin, mungkin agak aneh dan orang berfikir terlalu aneh namun Martin bisa mengerti itu, cinta bukan karna seberapa kaya atau cantik dia. tapi memang tidak ada alasan untuk mendeskripsikan cinta untuk seseorang itu


"ya.. tapi dia selalu menolak ku, dia selalu bilang tidak pantas denganku, jika bukan karna cinta mungkin aku akan          menendangnya dari rumah ini" ucap Marco sangking kesalnya dengan sikap Rosa yang terus menolaknya dengan alasan status sosial mereka, tidak pantas, dan alasan lain


"hahhaha.. baru kali ini aku lihat seorang Marco merasa galau kana ditolak oleh seorang wanita, kemana Marco yang disebut pemikat wanita itu apakah sudah teler?" ucap Martin, bukannya memberikan solusi malah semakin mengolok-olok Marco membuat pria itu semkain emosi saja


"tuan makan malam sudah selesai suara yang dari tadi dicari oleh Marco akhirnya ia dengar, ia mentaap wajah itu hampir saja tersenyum dan menarik Rosa, namun karna mengingat Martin ada disana akhirnya Marco emngurungkan niatnya dan hanya menjawab dengan dehaman saja


sebelum Rosa memanggil Marco untuk turun makan malam, bahkan di dapur juga ada drama yang membuat Rosa merasa menang karna kahirnya ia yang naik keatas memanggil Marco dan melihat siapa orang yang dibawa pria itu kerumah miliknyayang sangat tertutup ini


"Rosa semuanya urus dan rapikan, aku akan memanggil tuan Marco dari kamarnya" ucap salah seorang pelayan yang tak jauh beda umur dari Rosa, tentu saja Rosa tak ingin kalah dari wanita itu untuk melihat siapa tamu spesial Marco malam ini, meski nanti ia juga akan tau tetap saja jiwa keponya sudah meronta-ronta


"tidak..tidakk..kenapa tidak kau saja yang rapikan, aku sudah memasak semuanya dan aku yang akan panggil tuan untuk turun" ucap Rosa berjalan lebih dulu. memang jika dilihat semua yang tersedia diatas meja berkat tangan Rosa dan hanya dibantu oleh pelayan lain menyiapkan bumbu


"kenapa harus kau yang keatas, aku juga bisa lagian kau amsih ada pekerjaan" ucap wanita itu tidak mau kalah juga. namun dengan cepat Rosa berlari melepaskan apron miliknya dengan segera, ia naik keatas sambil tertawa sumringgah, entah kenapa ia merasa senang karna mengalahkan wania itu


"sadar wanita gatal" ucap pelayan yang kalah dan kembali melanjutkan pekerjaaan mereka yang tersisa. Rosa lebih dulu turun saat tau ternyata tamuMarco malam ini adalah pria, meski ia tidak kenal naun hatinya sedikit tenang sudah tau dan tidak perlu kawatir lagi tentang masalah wanita lain

__ADS_1


"silahkan tuan" ucap Rosa melayani Marco, namun ketika dirinya akan melayani Martin dengan membawa lauk kepada prua itu dengan cepat Marco mencekal tangannya dan menyuruh Rosa untuk diam dan tidak melakukan apa-apa lagi. Marco merasa marah karna Rosa memperlakukan Martin seperti dirinya


"apakah dia?, kalau tidak aku ingin dia" ucap Martin menatap sepupunya yang menikmati makan malamnya, melihat sosok Rosa yang begitu telaten melayani mereka tadi membuat Martin sedikit tertarik namun karna Marco langsung memberikan tatapan maut, Martin menarik kata-kata itu


"selesaikan makanmu dan kembali ke kamar mu!" ucap Marco dan meninggalkan Martin begitu saja, setelah selesai ia menyuruh Rosa iktu dengannya karna memang aturan awal berlaku pelayan berada disamping Marco untuk melayani dirinya jika membutuhkan sesuatu, tentunya sebelum Marco makan malam pelayan rumahnya sudah lebih dulu makan malam


Marco hanya tidak ingin dirinya makan sementara pelayannya lapar dan bahkan melihat dirinya makan hal itu menurut Marco kurang baik dan juag bukan tipenya, dia biasa pulang larut malam dan tidak mungkin pelayannya menunggu sampai jam begitu baru makan malam


Marco membawa Rosa naik keatas kamar miliknya agar tidak ada yang datang dan meliat mereka, meski beberapa pelayan merasa agak aneh namun tidak ada yang berani melihat sampai keatas karna taut jika Mrco menciduk mereka sudah pasti pekerjaan ini tinggal nama saja


"kenapa menghilang?, kenapa ketika aku datang kau tidak ada diantara mereka, kemana saja kau tadi!!" suara Marco tajam dan tatapannya datar kepada Rosa, wanita itu meunduk takut karna ia merasa bersalah terlalu merasa santi dan sepele dengan pekerjannya tadi sore


"maafkan saya tuan, saya salah karna tidak melakukan pekerjaan dengan baik" ucap Rosa sambil meremas tangannya dan memilin bajunya diujung, hal itu membuat Marco sadar dirinya terlalu kasar bicara smapai Rosa merasa takut padanya


"aku tanya tadi kemana bukan menyuruhmu mengakui kesalahan didepanku" ucap Marco sedikit lebih lembut dari pada ucapannya tadi. "di belakang, taman belakang tuan membersihkannya" ucap Rosa sambil menutup mata, takut jika harus berhadapan dengan Marco dengan posisi begini


"angkat kepalamu dan lihat aku" ucap Marco namun Rosa tidak mau melakukannya ia tidak sanggup untuk menatap mata tajam dan dingin Marco." tatap mataku Rosa, kamu dengar tidak!!" suara Marco kembali meninggi dan tentu saja Rosa semakin takut dan mulai mengangkat kepalanya


cupp..


satu kecupan mendarat dibibir manis itu, dengan tanpa rasa bersalah Marco memperdalam ciu*man mereka membuat Rosa sampai menahan nafas sendiri seperti biasa Marco selalu membuat jantungnya hampir copot karna melakukan semuanya serba tiba-tiba


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2