My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 75


__ADS_3

"ada apa sayang, kemana memangis lagi. mama kelamaan bawanya ya" ucap Adelia sambil memeluk Alexa yang menangis, entah apa yang membuat bumil ini menangis lagi, padahal tadi ia sudah susah payah membujuk Alexa untuk tidak menangis, namun ini malah kembali menangis dan lebih kencang lagi


"hikss.hikk..mas..Damian...ma.. dia datang dan bersuara keras padaku" ucap Alexa sambil mengusap aimatanya, mungkin matanya sudah sangat bengkak sekarang, sejak pagi tadi ahnya menangis saja dan tidak ada berhentinya. "kenapa lagi sayang, ayo kedepan biar mama kasih pelajaran sama dia" jawab Adelia dan menarik tangan Alexa


Adelia yang melihat Damian duduk bersama suaminya langsung menghampiri dan menatap putrnya tajam. kesal saja dengan pria ini, sudah tau istrinya sedang hamil dan moodnya gampang berubah malah membuat onar dan tidak sadar akan kesalahannya


"Dami!!.. kau apakan menantu mama, kau jangan kebiasaan membuat istrimu menangis Dami. kasihan dia dan anak kalian didalam, apa kamu pikir anak kalian tidak merasakan apa yang dirasakan mamanya begitu!" ucap Adelia, kini suaranya sudah melengking sambil mendekati putranya


melihat mamanya yang berteriak membuat Damian langsung berdiri menghampiri istrinya, dia memang salah dan tidak langsung membujuk bumilnya in. tapi jika dibuk juga pasti percuma karna Alexa akan menolak dirinya dan bahkan seperti tadi, menggigit tangannya agar terlepas


"bukan begitu ma, astaga sweety. aku minta maaf sudah membentak mu, lakukan apa pun biar kamu memaafkan aku" ucap Damian dan berlutut dibawah Alexa. memegang tangan istrinya dan meletakkannya diatas kepala. Alexa yang melihat hal itu malah merasa senang dan langsung menarik rambut Damian


"ahhkk...sweety jangan keras-keras nariknya, sakit banget tau" ucap Damian berdiri dan memegang kulit kepalanya. mungkin sudah berdarah didalam ini. "katanya lakukan sesuka hati, sekarang memarahiku lagi" ucap Alexa, lagi-lagi membuat seisi rumah itu pusing sendiri


"bukan begitu sweety, kita ke kamar yuk. kamu sudah makan kan?, aku ada hadia sama kamu" ucap Damian tersenyum. mendengar kata hadiah tentu saja membuat Alexa langsung sumringgah dan mengangguk. ia ikut melangkah dengan suaminya menuju kamar tidur mereka


melihat hal itu Adelia dan Carlos hanya diam sambil menggelengkan kepala. heran saja melihat tingkah dua sejoli itu yang terkadang bikin esmosi namun jika dilihat-lihat juga lucu. Damian selalu punya cara menaklukkan istrinya yang sanga polos itu, juga Alexa yang ikut saja dengan tawaran Damian padanya


disinilah mereka, Damian membawa istrinya duduk diatas ranjang dan menatap istrinya dengan lembut. sambil memgang tangannya dan mengecup kening Alexa dengan lembut. "maafkan aku sweety, aku salah sudah marah padamu, tapi aku bukan marah hanya saja terlalu lelah bekerja dan sangat ngantuk tadi pagi" ucap Damian tersenyum


Alexa mengangguk, hatinya sudah kembali dan tidak lagi sedih karna dimarahi Damian. "tidak apa, dimana hadiahnya. aku mau lihat hadiahnya sekarang" ucap Alexa tidak sabaran, siapa suruh berjanji dengan hadiah, tentu saja dia akan menagihnya dan sudah terlanjut happy kala mendengar kata itu


"ada sweety, tapi sebelum itu aku mau mengunjungi anak kita didalam sini" ucap Damian dan tanpa menunggu aba-aba, tangan Damian menelusup kedalam mencari buah squishi favoritnya. ia langsung melahap buah itu dengan rakus dan membuka pengait kembar yang dikenakan istrinya


Damian langsung membawa istrinya untuk rebahan dan membuka seluruh apa yang mereka kenakan. dengan pasti dan snagat berhati-hati Damian melakukan gerakan tangannya, tak lupa juga melu*mat bibir ranum istrinya yang selalu membuat dirinya tidak fokus bekerja, selalu mengingat tubuh yang seksi ini


"eeemphh.. hubby" Alexa merasakan rema*san tangan suaminya dibawah sana\, begitu lembut namun membuat dirinya langsung melayang terbang."pelan hubby\, ahkkk.." erotis dan sangat menggoda ditelinga Damian\, dia tidak menunggu lama lagi dan langsung memberikan tempat pada juniornya\, menikmati lembah kenik*matan istrinya dan membawanya ke puncak nirwana bersama-sama.

__ADS_1


setelah selesai dengan ritual pagi hari ni, Damian berpamitan untuk ke kantor sebentar melihat perusahaan papanyaa dan juga mampir sebentar diperusahaanya. Damian membawa mobilnya menuju perusahaan dengan berpamitan pada istrinya, tadinya memang Alexa ingin ikut, namun Damian melarangnya


"aku mau ikut hubby, mau lihat kamu kerja" ucap Alexa merengek, sanga ingin ikut dengan suaminya dan keluar karna bosan dirumah." tidak usah sweety aku pulang cepat, hanya sebentar saja ke perusahaa" ucap Damian, bukan tidak mau membawa istrinya namun takut jika Alexa kelelahan


disinilah dia, Damian masuk kedalam perusahaan dan mengumpulkan semua divisi perusahaan untuk melakukan meeting bersama. juga ingin memberitahu informasi bahwa papanya tidak akan lagi menjadi pemegang perusahaan, melainkan akan diganti oleh dirinya dan mengambil alih semuanya


Damian menatap satu persatu koordinasi setiap divisi perusahaan itu, tidak ada yang aneh memang. menurut Damian, papanya masih saja sama seperti dulu jika merekrut karyawan tidak sembarangan untuk perusahaan ini." semuanya duduk dan siapkan semua laporan divisi kalian" ucap Damian


ia menatap semua karyawan disana. " mulai dari divisi keuangan, tolong jangan berbelit-belit karna waktu kalian tidak banyak" ucap Damian, dan dengan cepat ketua divisi keuangan maju kedepan untuk mempresentasikan apa yang menjadi pertanggung jawaban divisi mereka


hampir 1 jam Damian mendengarkan setiap laporan divis dan saatnya dia yang mengambil alih semua fokus dan waktu dirunagan itu, memberitahu apa tujuannya datang ke perusahaan. " dengarkan saya baik-baik. mulai hari ini saya Damian Adithama yang akan memimpin perusahaan, menggantikan papa saya selaku pemilik perusahaan ini" Damian mengatakanya dengan lantang dan penuh wibawa


"kalian akan bekerja dibawah saya mulai hari ini, tidak ada aturan yang baru hanya saja saya tidak mentolerin pengkhianatan dan keboongan dalam pekerjaan!!' Damian menatap satu persatu wajah yang ada drungan itu, tidak ada yang aneh menurutnya dan semua hanya megangguk sebagai jawaban mereka


"semuanya pahm!!. saya harap kalian tidak akan membuat saya kecewa dalam pekerjaaan kalian" ucap Damian dan langsung pergi begitu saja, sekretarisnya juga ikut datang karna mulai hari ini dia juga akan menjabat sebagai sekretaris dalam dua perusahaan


seperti yang dikatakan Damian bahwa dirinya tidak akan lama pulang kerumah, namun saat ditengah jalan dia tidak sengaja menabrak seseorang. mau tidak mau Damian harus bertanggung jawab dan keluar dari mobilnya, semua orang sudah mengerumuninya, menatap dirinya seolah meminta pertanggung jawaban


"bawa ke rumah sakit saja, kasihan wajahnya terluka dan kakinya juga terluka" ucap sesorang yang meliaht kejadian itu. Damian mendekat kepada seorang wanita yang sudah tergeletak dijalan dan da*arh yang mulai keluar dari kening dan juga kakinya


"saya akan tanggung jawab pak, tenang saja" ucap Damian. ia membopong tubuh wanita itu dan memasukkannya kedalam mobil. ia juga tidak lupa menelfon sekretarisnya untuk membereskan hal ini. Damian tidak ingin urusan ini menjadi salah satu alasan istrinya marah dan menunggu lama dirumahnya


"datanglah ke jalan XX dan bereskan kekacauan disini, jangan lupa datang kerumah sakit XY juga untuk memantau semuanya ini. jangan lama atau kau tau akibatnya" ucap Damian dan langsung bergegas membawa wanita itu kerumah sakit. ia akan menanggung semua biaya pengobatan wanita itu


dirumah utama, Alexa sedikit gelisah mengingat suaminya. meski belum lama berpisah tetap saja Alexa sellau mengkhawatirkan Damian dan saat ini perasaannya tidak enak. " sayang duduklah, suami kamu pasti baik-baik saja" ucap Adelia, lelah melihat menantunya itu sibuk mondar-mandir sejak tadi


"sayang kemarilah, duduk disini biar papa yang menelfon suamimu" ucap Carlos yang juga merasa risih melihat Alexa sejak tadi tidak bisa diam. " papa cepat telfon mas Damian, aku takut terjadi sesuatu padanya" ucap Alexa dan duduk disamping Carlos

__ADS_1


dengan cepat, Carlosmengeluarkan ponselnya dan menghubungi Damian, entah mengapa putranya itu sedikit lama pulang, padahal dia sudah tau istrinya menunggu dirumah mereka. "hallo Dami... kau dimana, istrimu sudah menunggu dari tadi" ucap Carlos


"mas kok lama banget sih, katanya hanya bentar doang dikantor" ucap Alexa, mtanya mulai berkaca-kaca ingin menangis. "sweety aku baik-baik saja dan ini sudah mau pulang. tunggulah sebentar lagi" ucap Damian dan langsung mengakhiri panggilannya


Damian sedang berada diruangan dimana wanita yang ia tabrak tadi masih diperiksa disini, ia juga merasa bersalah karna terlalu buru-buru pulang sampai tidak melihat ada orang didepan mobilnya. "bagaimana dok?, apakah dia baik-baik saja atau ada luka yang dalam?' tanya Damian


"tidak ada pak, semuanya baik-baik saja. anda tidak perlu khawatir karna ibu ini hanya pingsan karna terkejut, dan untuk lukanya hanya luka ringan. tidak ada yang perlu dikhawatirkan" jawab dokter yang menangani wanita itu, tak lama setelah itu wanita itu terbangun dan melihat sekelilingnya


"aku dimana ini.. ahkkk, sakit sekali" mendengar suara wanita itu membuat Damian tersadar dan langsung mendekat. "tenanglah nona, anda sedang dirumah sakit karna saya tidak sengaja menabrak anda dijalan" ucap Damian dan menyodorkan kartu namanya kepada wanita itu


"maafkan saya tuan, saya yang salah karna tidak lihat ketika ingin menyebrang' ucap wanita itu minta maaf. namun sebagai tanggung jawab Damian, ia memberikan sejumlah uang kepada wanita itu dan ingin pamitan dengan cepat dari sana, karna istrinya dirumah pasti sudah marah padanya


"tidak usah tuan, saya tidak butuh uang anda. terimakasih sudah membawa saya kerumah sakit, anda boleh pulang saja" ucap wanita itu tersenyum. melihat Damian yang sejak tadi tergesa-gesa ingin pulang membuat dirinya merasa tidak enak menyusahkan orang tak dikenal


"ambil saja uang ini sebagai permohonan maaf saya, anda tidak perlu sungkan begitu" uca Damian tersenyum. "saya pamit duluan dan akan ada sekretaris saya yang menemani anda disini sampai besok. maafkan saya tidak bisa karna istri saya menunggu dirumah" ucap Damian dan langsung pergi begitu saja


"dia sudah punya istri, pasti istrinya beruntung mendapat suami seperti dia" ucap wanita itu menatap kepergian Damian. dia hanya memegang kartu nama Damian yang tadi diberikan juga uang yang diletakkan dimeja ruangannya. " dia sangat tampan dan juga kaya pastinya" wanita itu tersenyum dan kembali tidur


sesampainya dirumah Damian mencari istrinya ke kamar, namun tidak ada apa-apa disana. bahkan rumah mereka seperti kosong dan tidak berpenghuni. padahal satu jam yang lalu Damian masih bicara dengan istrinya dan menyuruh Alexa menunggu dirinya dirumah


"sweetyy.. mama.. papa.... kemana sih semua orang, kok pada sepi banget" ucap Damian. ia mulai mencari smeua ruangan namun nihil, tidak ada orang sama sekali disana. "mama... sweetyyy" Damian kleuar dan mencari dibelakang rumah, namun saat dirinya hendak membuka pintu belakang tiba-tiba suara teriakan terdengar


"selamat ulang tahun hubby.. selamat ulang tahun sayang.." suara istrinya dan juga orangtuanya terdengar disana. Damian terkejut mendapati banyak orang disana, semua pengawal dan pelayan rumah ada dibelakang dan juga orang yang ia cari, istrinya sedang memegang kue ulang tahun


"tiup lilin dulu dong hubby" ucap Alexa saat suaminya itu hendak mencium pipinya. padahal ia sudah lama menunggu hari ini dan ingin memberikan kejutan kepada suaminya. Alexa tadi memang menunggu Damian namun rencana ini sudah mereka lakukan jauh-jauh hari


#fid.nch

__ADS_1


#MDIS


__ADS_2