
Damian pulang kerumahnya dan langsung bertemu dengan papanya, Carlos sedang berada diruang tamu bersama dengan sekretarisnya membahas pekerjaan. namun ketika melihat kedatangan Damian yang begitu tergesa-gesa masuk kedalam membuat Carlos merasa sedikit curiga dan menatap heran
"ada apa Dami, mengapa seperti dikejar hantu saja?' tanya Carlos namun Damian hanya melengos dan menatap tajam kearah dirinya. " aku butuh waktu berdua untuk bicara dengan papa" ucap Damian dan berlalu begitu saja, ia melangakah naik keatas dan ingin bertemu dengan Alexa
"ada apa dengan anak itu, sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka" ucap Carlos bingung, entah mengapa perasaanya sedikit tidak enaka ketika Damian mengatakan akan bicara padanya. " kau cari tau apa yang sudah terjadi selama aku tidak ada dikantor" ucap Carlos kepada sekretarsinya
sedangkan diatas, Damian hendak menemui Alexa namun ruangan persegi itu hanya kosong dan tidak menemukan sosok Alexa didalam, Damian bahkan sudah mencari keseluruh sudut ruangan tetap saja tidak menemukan Alexa disana, tentu saja Damian sedikit takut dan gusar
"Ale... sayang.. kamu dimana?" suara teriakan Damian menggema diseluruh sudut ruangan, namun sosok wanita yang ia cari tidak ada disana, Damian mulai tersulut emosi dan hampir melangkah keluar tapi saat dirinya akan mencari kebawah Alexa keluar dari walk in closet dan menatap Damian
"kenapa marah-marah sih dad, orang gak kemana-mana juga" jawab Alexa tanpa merasa bersalah dan melanagkah kearah Damian, ia berhambur kepelukan pria itu dan menghirup aroma tubuh Damian dengan dalam, meskipun ada aroma yang tidak enak disana, yakni bau dar*ah
"kenapa tidak menjawab ku tadi?, kamu ingin melihatku menghancurkan rumah ini hemm?" ucap Damian membalas pelukan Alexa dan menatap wanitanya dengan tajam, kesal dan marah namun tidak bisa memarahi wanitanya karna Damian lebih baik memilih memendam amarahnya dalam hati
"tidak apa-apa, hanya ingin melihat daddy mencariku seperti tadi, rasanya lucu dan menyenangkan" ucap Alexa dan menatap Damian sambil tersenyum. " lain kali jangan begitu, kamu bisa membuatku melupakan diriku sendiri dan meluikai orang lain" Damian menjawab sambil mengecup kening Alexa lembut
"baiklah, maafkan kau dad" ucap Alexa dan kembali memeluk Damian. namun saat akan ingin bermanja lebih lama Damian malah melepaskan pelukan mereka yang membuat Alexa sedikit kesal dan menatapnya tidak suka. " aku mandi dulu sebentar, nanti dilanjut lagi" ucap Damian
sementara Damian mandi, Alexa mengirimkan pesan kepada papanya. ia merasa sudah lama tidak bertemu dengan Marco padahal belum sampai seminggu mereka tidak bertemu, Alexa merasa Marco begitu sibuk akhir-akhir ini dan tidak ada waktu menghubunginya
Alexa juga menelfon Rosa untuk menanyakan papanya yang tak kunjung membalas pesan darinya, tentu saja Rosa karna wanita itu yang paling dekat dengan Marco dirumah mereka. " kak Rosa kemana papa?, apakah dia belum pulang dari kantor?" tanya Alexa
"belum pulang Ale, tuan bahkan tidak ada mengabari kesini pulang jam berapa memangnya kenapa?,apa ada masalah?" tanya Rosa, ia juga dari tadi menunggu pesan dari Marco namun sepertinya pria itu terlalu sibuk sampai lupa mengabari pulang kapan kerumah
"tidak ada kak, aku cuma kangen sama papaa. ya sudah kalau begitu nanti kalau sudah pulang kakak suruh papa menelfonku ya" uucap Alexa dan tentu saja Rosa langsung mengiakan ucapa Alea, telfon mereka terputus saat Damian juga keluar dari kamar mandi
__ADS_1
"bicara dengan siapa sayang?' tanya Damian, dengan mengenakan handuk yang hanya sebatas perut membuat Alexa merasa tertantang dan ingin mengerjai Damian malam ini. " tidak ada dad hanya menelfon kak Rosa menanyakan papa" ucap Alexa dan melangkah kearah Damian
tangan mungil itu bergerak keatas perut Damian membuat pria itu menahan nafas panas dingin, perlakuan Alexa berusan membuat dirinya dan juniornya mulai on fire dan juga butuh dihangatkan malam ini. Damian masih membiarkan Alexa melakukan hal yang memicu adrenalinnya keluar
"sayang.. kamu mau ngapain hemm.. jangan memancingku kalau tidak ingin tidur semalaman dikasur" ucap Damian menatap Alexa, mengingat jika ia masih punya urusan dengan Carlos dan harus diselesaikan malam ini juga, namun tangan mungil itu terus bergerak dari perutnya sampai menyentuh jakun miliknya
"sayang... kamu jangan bermain denganku, aku tidak akan tinggal diam jika sudah begini jangan menyesalinya nanti" Damian memperingati Alexa namun wanita itu tidak mau mendengarkannya dan tetap bergerak semaunya. sampai akhirnya Alexa menghentikan tangannya
"dad aku lapar, aku belum makan dari tadi" ucap Alexa dan ingin melangkah pergidari sana, namun dengan cepat Damian mencekal tangan Alexa sambil meraih pinggang wanita itu, menghimpitnya dan membawanya kearah kasur mereka." kenapa nakal begtu hemm?" ucap Damian dan mendudukkan Alexa dipangkuannya
"siapa yang nakal coba, orang aku cuma mau sentuh daddy doang, apa itu salah? tidak bisa begitu?' ucap Alexa dan ingin melepaskan diri dari Damian, hal itu tidak dibiarkan Damian begitu saja dan tetap memeluk Alexa lebih erat lagi." mau kemana hemm?, tidak tanggung jawab?" Damian menaikkan alisnya
"aku lapar dad, aku belum makan sejak tadi siang" ucap Alexa memohon dan memasang wajah kasihan, tentu saja Damian tidak tega melihat ekspresi itu. "hanya seklai saja habis itu kita akan makan malam bersama" ucap Damian tetap tidak melepaskan Alexa begitu saja dan langsung meraup bibir mungil itu
Damian mulai mem*buka apa saja yang melekat pada tubuh mereka dan membuangnya begitu saja\, ia mulai memperdalam ciu*man mereka dan menekan tengkuk leher Alexa dengan kuat\, ia ingin mengeksplor lebh dalam lagi semua yang ada didalam mul*ut Alexa
seperti biasa Damian akan mendominasi dalam permainan dan leluasa melakukan appaun pada tubuh Alexa\, ia mulai mengye*sap squsihi milik Alexa sampai membuat wanita itu reteriak keni*matan\, mee*mas ujung sprei mereka dan menekan tangannya dipunggung Damian
suara erotis itu kini lolos begitu saja, Alexa dengan sendirinya membuka pah*a miliknya untuk dieksplor Damian,"ahkkk daddy... uummppph" Alexa begitu melayang saat dirinya merasakan tagan Damiansudah bermain diarea lembah hitam miliknya
"uummhh.. ahkk..daddysss" mendengar uara erotis yang ebgitu merdu dan mengiringi permainannya Damian semakin bersemnagat dan mulai mengangkat Alexa keatas kasur, ia menidurkan wanitanya untuk memulai penyatuan mereka, Alexa hanya pasrah saja
niat hati ingin melihat Damian tersiksa malah dirinya yang disiksa dengan keni*matan yang haqiqiq begitu, namun tidak bisa ia pungkiri juga kalau dirinya menginginkan sentuhan Damian dan ingin merasakan tubuh pria itu lagi dan lagi, Alexa berapa kali merasakan hentakan Damian dalam lembah miliknya
sampai akhirnya, Damian menyemburkan lahar panas miliknya kedalam rahim Alexa dan memeluk tubuh mungil itu dengan kuat, ia mengecup seluuh wajah Alexa yang sudah lemas dan tidak berdaya lagi."makasih sayang, kamu sellau yang terbaik untukku" ucap Damian dan membawa Alexa untuk membershkan diri
__ADS_1
jika yang lain selalu mengingkari janjinya, Damian sellau menepati janji yang telah ia katakan. Alexa dimasukkan kedalam bathup dan meredam didalam, tidak ada ronde kedua untuk mereka karna Daian sudah berjanji hanya sekali dan ia harus menepatinya, ia juga harus melakukan urusan lain lagi
disisi lain, Marco masih setia melayani Martin digedung yang mereka pakai beberapa menit yang lalu hampir saja saling menumpas satu sama lain, sedangkan beberapa orang Marco membersihkan area itu dan juga membawa orang-orang yang sudah terbujur kaku disana agar tidak tercium oleh polisi
"jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini?, kalau kau masih ingin melanjutkan rencanamu terpaksa aku harus menghentikan mu sampai disini saja, aku tidak ingin ada masalah yang seperti ini selanjutnya" ucap Marco menatap sepupunya, berat rasanya kalau harus membawa Martin didepan Damian dan melihat pria ini dieksekusi
"apa tidak ada kebahagiaan untukku? aku juga ingin merasakan cinta dan meikah dengan orang yang mencintaiku" ucap Martin tiba-tiba, ia menatap dirinya dipantulan layar komputerdan tidak terasa air bening itu keluar dari matanya, terkesan seperti wanita namun Martin juga mempunyai sisi rapuh tersenidri versi dirinya
"bukan tidak ada kebahagiaan padamu, hanya saja kau selalu salah dalam mencari kebahagiaan itu sendiri kau selalu berjalan dengan apa yang menurutmu benar, tidak pernah mendengarkan apa yang orang lain katakan padamu" ucap Marco memberi saran, ia menepuk bahu Martin agar pria itu tidak lagi merasa lemah
"iutlah denganku dan hidup dengan bai, aku akan mengurus semuanya dengan keluarga Damian kau tidak perlu khawatir soal itu, kau juga harus bertemu dengan putriku, dia akan menikah sebentar lagi dan dia tumbuh cantik seperti mamanya" ucap Marco sambil tersenyum
"apakah masih ada kesempatan itu untukku?' tanya Martin, ia tau betul apa yang ia lakukan kepada sepupunya ini dan bahkan mengatakan akan menikahi putri Marco untuk menggantikan Tania, namun lihatlah Marco dengan tangan terbuka menerima dirinya kembali kerumahnya
"kau dan aku selamanya akan menjadi saudara dan itu tidak bisa diubah dan digantikan oleh apapun, aku akan hidup bersamaku selama yang kau mau, minggu depan pernikahan mereka mari selesaikan semuanya dengan tanpa beban, selanjutnya kau akan menemukan bahagiamu sendiri" ucap Marco tersenyum
keduanya sama-sama memeluk dan saling menguatkan satu sama lain, marco dengan semangat membawa Martin kerumahnya dan akan mengurus masalah mereka dengan Damian. setelah Damian berbicara dengan Carlos maka semua masalah akan selesai dan dia bisa membawa Martin bertemu dengan mereka
"kau tau.. aku juga akan menikah sebentar lagi tapi wanita itu masih tidak mau menerima cintaku" ucap Marco ditengah perjalanan mereka untuk pulang."lalu kenapa kau bilang akan menikah kalau kau ditolak?' ucap Martin, terkadang sepupunya ini juga rada sedeng diwaktu tertentu
kadang ada kalanya kita begitu menginginkan sesuatu yang kita tau kita mampu mendapatkannya~Marco
#fid.nch
#MDIS
__ADS_1