
hari ini Damian akan ke kantor untuk meeting ebrsama kline, namun ia juga enggan untuk meninggalkan istrinya sendirian dirumah. takut jika istrinya itu membutuhkan sesuatu dan dirinya tidak ada disana, meski sudah ada pelayan wanita disana tetap saja Damian tidak bisa meninggalkan Alexa sendiri
"sayang akmu ikut aja ya sama aku, aku tidak tenang jika meninggalkan kamu" ucap Damian. saat ini Alexa sedang menyiapkan baju kantornya. padahal tadi Alexa sudah bilang jika dirinya baik-baik saja tinggal dirumah. biasanya juga begitu dan semua bisa dilakukannya
"tapi dad, aku malas untuk keluar. kamu ke kantor saja, toh juga nanti malam ketemu dirumah" ucap Alexa, amsih membujuk suaminya agar berangkat ke kantor tanpa memikirkan dirinya. Alexa bahkan tersenyum melihat kelakukan suaminya itu, lucu dimata Alexa
"tapi sayang, aku tidak bisa tenang jika begini" ucap Damian, memeluk tubuh sitrinya dan merapatkan jarak mereka. Damian meraih bibir ranum istrinya dan mengecupnya sekilas. " sudah sudah.. kamu ke kantor dan pulang cepat saja, aku tunggu dirumah" ucap Alexa
"sayang.. aku boleh minta sesuatu tidak?, aku ingin kamu ganti nama pangglan kamu" ucap Damian, mungkin selama ini dia masih biasa saja dengan panggilan istrinya. namun jika dipikir-pikir lagi Damian merasa kurang nyaman dengan panggilan itu
"kamu maunya dipanggil apa memang?" Alexa balik bertanya, dia juga sudah lama memikirkan nama panggilan yang cocok untuk suaminya namun sampai saat ini tidak ada yang cocok menurutnya, jadi tetap memanggil daddy seperti sebelumnya
"gimana kalau hubby,bby, atau dear" tanya Damian, bertanya kepada sitrinya untuk memilih nama panggilan yang cocok untuk dirinya." ya sudah kalau begitu aku panggil kamu hubby, dan kamu panggil aku sweety bagaimana?' tanya Alexa, mungkin nama sweety sangat manis didengar
"ya sudah, sweety itu sangat manis dan aku suka" jawab Damian sambil memeluk istrinya. " ya sudah bersiaplah kebawah untuk berangkat ke kantor hubby" ucap Alexa. keduanya saling tertawa lucu, ini pertama kalinya mereka berdua membuat nama panggilan dan itu sangat lucu
"aku akan pulang sebelum makan siang, mau menemani kamu dirumah saja" ucap Damian dan berpamitan kepada istrinya untuk ke kantor. sedangkan Alexa yang tidak lagi dibiarkan masak hanya mengantar suaminay kedpan dan masuk kembali kedalam
__ADS_1
"bibi kesini temani aku, aku sangat bosan dikamar terus" ucap Alexa kepada pelayan yang baru satu bulan ini bekerja dirumah mereka, namun Alexa sudah begitu akrab dengan pelayannya itu dan selalu menemani Alexa jika bumil itu sedang bosan sendiri
"bibi gak pulang kerumah?, apa anak-anak bibi gak kangen sama bibi annti aklau lama-lama gak pulang?" tanya Alexa sambil menyemil cake buatan bibi Uning. " tidak nona, karna bibi memang tidak punya keluarga, bibi hidup sebatang kara selama ini" ucap bibi Uning sambil tersenyum
"memangnya bibi selama ini tinggal dimana dan kemana suami bibi, maaf ya bik kalau Ale nanya kurang sopan" ucap Alexa, tapi dia kepo dan ingin tau kehidupan bibi Uning sebelum bekerja dirumah mereka. " bibi tiggal sendiri nona, suami bibi sudah lama meninggal dan kami tidak punya anak" bibi Uning hampir menangis menjawab pertanyaan Alexa
"maaf ya bik, Ale gak tau kalau bibi idup sendiri dan udah lancang bikin bibi nangis" ucap Alexa, merasa bersalah karna keingin tahuan dirinya. " tidak apa nona, lagiula bibi sudah melupajan itu dan sangat bersyukur bibi bisa bekerja dengan nona" ucap bibi Uning dan Alexa menyentuh tangannya
"anggap saja kita adalah keluarga bibi, aku dan mas Damian adalah anak-anak bibi. jangan terlalu sungkan dirumah ini ya bik" ucap Alexa dan diangguki oleh bibi Uning, ia sangat bersyukur bisa ditempatkan dirumah ini dengan majikannya yang begitu baik dan ramah
ditempat lain, Damian masuk kedalam ruangannya dan memanggil sekretraisnya. ia akan menyuruh sekretarisnya itu untuk membasmi siapapun yang ingin menghancurkan rumah tangga mereka. asalah Kaylin kemarin belum selesai karna Damin sibuk emngurus istrinya dan juga pekerjaannya
"jangan lupa jika aku yang turun tangan semua akan selesai tanpa ampun" lanjut Damian, sekrtarisnya hanya menagngguk paham dan langsung menjalankan pekerjannya. Damian kembali fokus pada laptopnya dan segera menyelesaikan semua pekerjannya
"sayag, jangan lupa minum susu dan istirahat, jangan memikirkan hal yang tidak baik untuk anak kita"Â
pesan yang dikirimkan Damian kepada istrinya, ia selalu melakukan hal itu jika dirinya berangkat ke kantor dan tidak sempat untuk membuatkan susu kehamilan Alexa.
__ADS_1
my sweetyđ„°
"baik hubby, aku sudah minum susu dan sekarang ditemani bik Uning ngobrol"Â
Alexa membals pesan suaminya dan tersenyum sendiri, begitu bahagia dirinya bisa menikah dengan Damian yang snagat perhatian untuknya. Alexa juga bersyukur mendapatan Damian dan mertua yang begitu baik padanya. Adelia selalu memapir dan membawakan makanan khusus untuk bumil
"bibi tolong pemilahar tanaman dibelakang rumah ya bik, mas Daian tidak kasih aku untuk mengurusnya lagi. kasihan jika dibiarkan begitu saja" ucap Alexa. dia sebelum hamil membuat taman dibelakang dan selama sebulan ini hanya bik Uning yang mengurusnya
Alexa benar-benar istirahat dari semua aktivitasnya yang biasa dilakukan, semuanya dikontrol oleh Damian dan tidak diperbolehkan melakukan appaun. Damian sangat posesif padanya, sangat berbeda seperti sebelumnya. bahkan Alexa tidak boleh keluar jika tidak bersama suaminya itu.
disisi lain, Rosa ingin sekali datang berkunjung kerumah putrinya. ya, dua minggu yang lalu sesuai rencana Marco mereka menyelenggarakan pesta pernikahan yang tak kalah mewahnya, Rosa sata ini resmi menjadi istir dari Marco dan ibu smabung untuk Alexa
pagi ini Rosa sengaja masak banyak karna akan dibawa kerumah putrinya, saat ini dia sudah fokus pada kandungan Alexa karna dirinya tidak ingin punya anak cepat-cepat, meski suaminya, Marco snagat ingin punya anak dari dirinya, namun Rosa menolak jika tahun ini dirinya hamil
Rosa menyiapkan semua masakannya kedalam tupperware dan menyusunnya. ia akan membawakannya kepada Alexa dan ingin bermain disana hari ini. dirumah Rosa juga tidak punya pekerjaan setelah suaminya berangkat kerja, ia bosan dan memilih untuk kerumah Alexa dan menemani bumil itu disana
tidak lupa juga Rosa memberitahu suaminya, takut jika Marco memikirkan hal lain dan membuat pria itu salah paham, seperti sebelumnya Marco pernah salah paham karna mengira istrinya pergi keluar sendiri, padahal Rosa pergi kerumah Alexa bersama Adelia, besan mereka.
__ADS_1
#fid.nch
#MDIS