
"sayang giaman ondisi kamu, apa yang sakit hemm" ucap Adelia saat masuk kedalam ruangan Alexa, melihat menantunya berbaring diantas ranjang dengan kondisi yang lemah dan sanga pucat. " istriku aiik-baik saja ma, hanya saja dia harus banyak istirahat mulai hari ini" jawab Damian sambil mengelus kepala Alexa
"aku ada kabar baik untuk kalian semua, dan itu akan jadi kabaryang aling kalian tunggu-tunggu selama ini." Damian tersenyum bangga dan menatap satu persatu yang ada disana smabil menarik nafas dalam Damian mulai bicara. " istriku sedang hamil, dan usia kandungannya 2 minggu" ucap Damian
sontak saja mendnegar kabar itu Adelia bersorak girang dan langsung berhambur memeluk Alexa, penantian mereka selama ini ternyata terjawab hari ini, senangnya bukan main lagi keluarga mereka akan dipenuhi suara bayi. " selamat ya sayang, mama bangga sama kalian" ucap Adelia
sedangkan Carlos hanya menepuk bahu Daian dan tersenyum, meski dia tidak mengucapkan secara ;angsung namun siapapun tau jika pria paruh baya ini sedang bahagia mendengar kabar baik ini. "kamu hebat nak, jangan biarkan istirmu menderita sendiri" ucap Carlos menatap Damian
"terimakasih sayang, kamu membuat keluarga kita menjadi sangat sempurna, jaga kesehatan dan jangan banyak pikiran mulai hari ini" ucap Adleia, dia sangat antusias mendnegar kabar ini. jika bisa dia akan tinggal bersama Damian dan juga Alexa untuk menjaga menantunya
"tidak apa-apa ma, aku maish bisa menjaga istriku. jika nanti aku butuh abntuan kalian, aku akan telfon kalian untuk datang kerumah" ucap Damian, karan perkataan mamanya untuk tinggal bersama mereka. damian bukannya tidak suka namun ia masih bisa menjaga dan juga meyiapkan segala kebutuhan istrinya
"kapan Alexa bisa keluar, nak?" tanya Adleia, duduk dsmaping Alexa yang terbaring. kondisinya sudah mulai pulih hanya saja dokter menyarankan untuk istirahat saja dua ari kedepan. namun Damian tetap memaksa untuk pulang kerumah dan merawat istrinya dirumah saja, toh juga dia bisa memanggil dokter pribadi mereka
"sore ini kita pulang ma, istriku dirawat dirumah saja. aku tidak mau dia lama-lama disini, kasihan jika harus merasakan aroma rumah sakit disini" ucap Damian, ia ingin istrinya merasa nyaman dan bukan dirumah sakit. " baiklah kamu siap-siap, untuk hari ini mama dan papa nginap sampai besok dirumah kalian" ucap Adelia
sore harinya, seperti yang dikatakan Damian istrinya akan dibawa pulang dan akan dirawat sendiri, juga Damian sudha menyuruh sekretarisnya untuk mencari pelaan dirumah mereka, tapi harus pelayan wanita yang sudah tua, tidak ingin ada sesuatu terjadi dalam rumah tangga mereka
"Marco menyetirlah didepan" ucap Damin karna dirinya sedang menggendong istrinya, padahal Alexa sudah bilang jika dirinya bisa jalan sendiri. tapi Damian tetap kekeuh untuk menggeodng istrinya dengan alasan tidak ingin membuat sitrinya itu kelelahan berjalan
"Dami.. kau ini, bagaimana pun itu tetap papa mertua kamu. jaga sikap dan sopan santun kamu" ucap Adelia memarahi putranya, Damian masih saja mengaggap Marco itu sahabat dan bicara layaknya seorang teman. dan Adelia tidak suka hal itu
"iya ma, maaf" ucap Damain. dimarahi didepan Marco adalah hal yang paling memalukan dan pasti pria itu merasa senang. "cepatlah papa mertua, jangan banyak gaya disitu" ucap Damian dan masuk kedalam mobil, sedangkan Marco masih tertawa sampai Rosa menatap tajam kearahnya
diperjalanan mereka menghabiskan waktu hampir 1 jam dan sampai kerumah Damian, pria itu tetap menggednong istrinya sampai ke kamar mereka. tidak pernah mengizinkan Alexa melakukan hal yang lebih,sebisa mungkin Damian melakukan semua untuk istrinya
"mama dan papa istirahat saja di kamar, kalain juga boleh nginap disini sampai besok. kasihan jika harus pulang dan jalanan pasti sangat macet" ucap Damian, ia memberikan kunci kamar kepada Adelia dan Rosa. semuanya langsung masuk kedalam kamar masing-masing
__ADS_1
juga Marco yang setuju untuk nginap dirumah Damian. dikamar, Damian menatap wajah Alexa yang begitu pucat, berali-kali dia minta maaf kepada Alexa karna membiarkan istrinya tadi siang pulang sendiri. "sayang apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Damian
"tidak dad, aku tidak butuh apapun. cukup daddy disini dan mau peluk" ucap Alexa, kembali pada mode manja . dengan cepat Damian melakukan apa yang diminta istrinya, memeluk Alexa dari belakang dan mengelus perut rata istrinya, masih sangat rata.
"sayang... lain kali kalau ada masalah jangan langsung mengambil presepsi sendiri, katakan padaku agar tidak ada kesalah pahaman diantara kita berdua" ucap Damian mulai bicara. meski Alexa masih marah padanya namun Damian tidak ingin lama-lama istrinya itu maraha dan kesal padanya
"maaf dad, tapi aku kesal dengan wnaita itu. dia mengatakan jika dirinya calon istri daddy" ucap Alexa mulai menatap Damian, matanya berkaca-kaca dan kekesalannya kembali keluar. " siapa sayang?, apa dia wanita yang ini?" tanya Damian, menyodorkan ponselnya didepan Alexa
foto Kaylin ada dilayar Damian, sengaja mengambil foto waniat itu untuk diberikan kepada istrinya. " iya ini dia, aku kesal padanya. padaal aku sudah bilang kalau aku istri daddy, dia tidak percaya" ucap Alexa hampir membuang ponsel Damian, jika tangan pria itu tidak langsung mengehentikannya
"dengarkan aku bicara dan jagan memtong jika aku belum selesai" ucap Damian menatap istrinay dan mengelus rambut Alexa dnegan lembut. " dia wanita yang memang aku kenal, dia saabatku ketika masih dibangku SMP, tapi kami berpisah dan baru bertemu kemarin ketika aku pulang kantor"
"dia menemuiku dan aku selalu menghindar darinya, mungkin tadi pagi dia ingin menemui ku dikantor lagi. dan aku akan membereskan hal itu, jangan dipikirkan lag. semua orang tau kalau kamu adalah istri dari Damian Adithama saat ini. dan aku tidak ada hubungan dengan wanita itu" ucap Damian sambil mengecup kening istrinya
"yakin kalau daddy dan dia tidak ada hubungan apapun?, jangan coba-coba untuk membohongiku" ucap Alexa menatap tajam suaminya, ia tidak akan mentolerin jika suamianya itu sampai ermain eengan wnaita lain diluar sana, Alexa membenci hal itu
malam hari, sekitar jam 8 Damian memesan makan malam untuk mereka semua, cukup istirahat 2 jam untuk mereka. Damian juga membantu istrnya untuk memberishkan tubuh.. hanya di lap saja tidak membiarkan Alexa mandi karna kondisi tubuhnya masih lemah dan hangat
sedangkan dikamar Marco dan rosa, keduanya sedang melakukan hal yang seharusnya dilakukan wkwkw. Marco menyuruh Rosa untuk mandi lebih dulu karna dirinya masih ada pekerjaann, siang tadi tidak bisa menyelesiakannya karna menunggu putrinya dirumah sakit
selama Rosa mandi, Marco duduk diatas ranjang dan memainkan ponselnya. namun saat dirinya tengah fokus ia melihat notifikasi diponsel Rosa dan itu membuat Marco sedikit curiga. pesan itu mengatakan jika merindukan rosa, entah siapa pun itu, yang pasti membuat Marco marah
"lagi apa?, mandilah biar kita turun kebawah" ucap Rosa, namun tidak ada respon dari Marco. pria itu hanya menatapnya dengan tajam dan dingin. tentu saja Rosa bingung dengan perubahan mimik wajah Marco, padahal sebelumnya mereka masih baik-baik saja
"kamu kenapa?, apa ada salah denganku, kenapa tiba-tiba begitu wajahnya"ucap Rosa, namun Marco diam tidak menjawab. ia tetap menatap dan akhrinya beranjak dari tempat tdur, memilih masuk kedalam kamar amndi dan membersihkan diri lebih dulu
"dia kenapa berubah, apa dia kena sambet hantu bolly?' ucap Rosa dan melanjutkan memakai baju, namun sebelum dirinya selesai Marco sudah kleuar dari kamar mandi, pria itu melingkarkan tangannya keperut Rosa dan mencium bahu Rosa dengan lembut
__ADS_1
nafas Marco sangat terasa dikulit Rosa, pria itu semakin dekat dan mencium leher jenjang rosa dengan lembut, tentu saja Rosa terkejut dengan perlakuan Marco barusan. tidak biasanya Marco begitu dan menurut Rosa ini sangat diluar perkiraaan BMKG wkwkw
"kamu kenapa.. jangan begini, ini bukan dirumah mu" ucap Rosa menahan nafasnya yang sudah semakin tidak beraturan, sunggu Marco membuat dirinya takut. " kamu milkku Rosa, kamu milkku. tidak ada yang bisa mengambilmu dariku, kau harus tau itu" ucap Marco dan meraih bibir Rosa
mengecupnya dan memperdalam ciu*man mereka,, Marco menarik pinggan Rosa semkain mengikis jarak diantara mereka. tangan pria itu mulai memasuki baju Rosa dan mencari sesuatu didalamnya. namun dengan ceat Rosa menahan tangan Marco agar tidak melakukan yang lebih
"kenapa.. kenapa menghentikanku?, apa kamu tidak mencintaiku" ucap Marco mulai mengeluarkan jurus manjanya, pria ini benar-benar tidak tau umur. " jangan sekarang, mereka pasti menunggu kita dibawah" ucap Rosa, tau jika Marco menginginkan hal itu
"kamu milikku, kamu harus tau dan ingat itu selalu!" ucap Marco dan mengecup bibir Rosa sekilas,keduanya langsung turun kebawah karna takut jika yang lain sudah menunggu mereka. tidak enak juga jika mereka nanti menunggu lama dan mereka juga menumpang disini
dibawah Damian sengaja memberikan Alexa makan duluan karna jika menunggu Marco dan rosa akan lam, kasihan jika Alexa menahan lapar. juga makanan yang dipesan Damian untuk istrinya sangat lengkap dengan porsi bumil. Damian sangat menjaga makan Alexa
"mulai besok cheef yang dirumah mama pindah kesini saja, kasihan istirmu jika harus masak sendiri dan pastinya tidak akan tau makanan yang cocok untuk kandugannya" ucap Adelia menatap Alexa yang sibuk dengan makanannya. Damian juga setuju dengan hal itu
jika dia merekrut cheef rumah utama kesini maka Damian tidak perlu takut istrinya makan sembarangan, juga istrinya akan melupakan pekerjaan rumah sementara. pelayan yang diminta Damian tadi juga sudah dapat dan tinggal diantar oleh sekretarisnya kerumah mereka
"tapi mama gak apa-apa jika harus masak sendiri dirumah, kan selama ini cheefnya juga bekerja disana" ucap Damian, memikirkan mamanya juga. dia tidak boleh egois dan hanya memikirkan keluarga kecilnya, karna mamanya juga butuh cheff itu dirumah mereka
"gak apa-apa sayang, nanti mama cari lagi kalau butuh. toh juga mama akan sering datang berkunjung kesini. bila perlu pelayan dirumah utama pindahkan kesini" ucap Adelia, dirinya terlalu bersemangat untuk meberikan yang terbaik untuk menantunya dan calon cucu mereka
"ya sudah kalau begitu, nanti aku suruh sekretarisnya mencari cheef baru selama cheef rumah utama disini" ucap Damian. Adelia setuju akan hal itu, lagipula dia akan menghabiskan waktu dirumah anaknya untuk menjaga Alexa, dirumah utama juga tidak ada hal penting yang bisa ia lakukan
"bagiaman dengan kuliah istrimu, apa tidak kasihan jika ngambil cuti semester ini?' tanya Carlos. Alexa sudah tahap pengerjaan sikripsi semester ini. kasihan jika harus cuti dan harus mengulang taun depan. "nanti akan aku ikirkan pa, lagi pula semester ini, istriku tidak banyak kekampus, dia sudah menyusun sikripsi" ucap Damian
ia memeluk Alexa dnegan erat, takut juga istrinya itu banyak pikiran jika harus mengerjakan sikripsinya dan mengurus kandungan. Damian tidak ingin Alexa melakukan hal yang membuat stress dan berpengaruh pada calon anak mereka nantinya
#fid.nch
__ADS_1
#MDIS