My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 45


__ADS_3

jika dikamar Damian dan Alexa tengah adu kehangatan, berbeda dengan keadaan dikamar Marco dan Rosa dua orang yang awalnya begitu canggung dan tidak pernah saling menyapa satu sama lain, apalagi Rosa yang selalu takut ketika melihat Marco


wanita itu selalu meenghindari tatapan Marco ketika mereka sedang berpapasan satu sama lain, meskipun Rosa sudah lama dirumah Damian bekerja namun tetap saja perasaan canggung dan takut itu selalu ada, apalagi ketika Marco pulang kerja selalu memasang wajah datar dan dingin


"duduklah disini, kenapa harus menjauh apa aku begitu menjijikkan untukmu!" ucap Marco dengan ketus saat Rosa tidak mau duduk bersamanya, bahkan wanita itu memilih tetap berdiri dengan jarak yang cukup jauh diantara mereka, membuat Marco sedikit kesal dengan sikap Rosa padanya


"maafkan saya tuan, tapi saya tidak boleh lancang duduk disamping ada" jawab Rosa seadanya, memang beginilah peraturan dalam pekerjaannya, dilarang duduk apalagi berdua dengan majikan mereka. termasuk dengan Marco meskipun pria itu yang menyuruhnya


"tapi ini diluar jam kerja, kau boleh duduk bahkan memanggil namaku" ucap Marco semakin kesal saja, ia tidak suka dengan jawaban Rosa meskipun sebenarnya itu benar adanya, namun Marco tidak suka ingin mengajak wanita itu saling berbagiĀ  cerita


"kesinilah! ini perintah bukan ajakan lagi!!' ucap Mraco kesal melihat Rosa yang tidak bergeming dari tempatnya, pria itu kembali memasang wajah datar dan ya benar saja Rosa langsung melangkah dan duduk disampingnya, melihat raut wajah Marco berubah membuat nyali Rosa juga berubah


"apa kau pernah pacaran?, atau mungkin sudah menikah?" tanya Mraco namun Rosa dengan wajah yang polos menatap pria itu, pertanyaan Marco sedikit membuat Rosa terkejut, mengapa pria ini tiba-tiba menanyakan hal itu padanya, pikir Rosa


"tidak pernah tuan, saya bahkan tidak sempat dekat dengan pria manapun. saat aku lulus SMA aku langsung disuruh mencari pekerjaan oleh ibu tiriku dan membiayaai adik-adikku" ucap Rosa, kini raut wajah wannita itu beruah mengingat semua kejadian yang pernah ia alami


Marco menatap dengan serius, ia ingin sekali mendengar cerita siapapun dan juga membagi cerinyanya, sudah lama rasanya Marco tidak pernah berukar cerita dengan orang lain, karna bekerja adalah hal utama yang ia fokuskan sampai lupa jika membagi cerita itu juga penting


"lalu begaimana kau bisa aku temukan seperti dulu, apa kau kabur dari tempatmu bekerja?' tanya Mraco, mengingat pertemuan mereka dulu sangatlah singkat dan juga tiba-tiba. ia menemukan Rosa yang tengah meminta tolong padanya sampai membawa wnaita itu kerumahnya dan sekarang jadi pelayan rumah

__ADS_1


"lebih tepatnya menyelamatkan diri, kala itu aku dipaksa menikah dengan pria yang sudah tua bahkan lebih cocok disebut sebagai kakek ku, ibu tiriku saat itu butuh uang banyak dan menyuruhku untuk menikah dengan begitu utangnya akan lunas dengan pria tua itu" ucap Rosa, ia berusaha tetap tegar saat ini


"apa ibu titimu tau kalau kau kabur malam itu?" tanya Mraco lagi, seingatnya ketika Rosa meminta dirinya untuk dibawa Marco bisa melihat beberapa pria bertubuh besar mengejar Rosa namun mereka kehialngan jejak karna Rosa keburu masuk dalam mobilnya


"aku tidak tau sekarang beliau sudah tau atau belum, karna setelah aku kabur malam itu aku tidak pernah berhubungan dengan ibu tiriku lagi. malam itu aku begitu ketakutan dan tidak tau harus melakukan apa lagi. aku dipaksa menikah dengan orang yang tidak pernah kukenal sama sekali" Rosa menghela nafas kasar


"bagaimana dengan tuan?, kenapa mau membawa aku malam itu, kenapa menolong wanita yang tidak tuan kenal?' tanya Rosa sambil menatap Marco, pria itu hanya menarik nafas dan berdehem pelan. ia juga tidak tau alasan menagap menolong Rosa malam itu


"yang pasti aku tidak suka wanita mennagis didepanku, aku tidak suka ada yang berbuat kejam pada wnaita, melihatmu malam itu membuatku berfikir jika aku memang harus menolongmu" jawab Marco seadanya, ia juga tidak mengerti jalan pikirannya saat itu


"tapi apapun itu saya sangat berterimakasih pada tuan, saya tidak tau akan jadi apa hidup saya kalau malam itu tuan tidak datang dan menolong saya" ucap Rosa tersenyum, ia sungguh sangat beruntung malam itu bertemu dengan Marco yang tidak harus berfikir lama menolong dirinya


"aku bahkan sangat terkejut saat tau gadis kecil itu adalah putriku. selama ini aku bahkan tidak pernah bermain dengan wanita manapun namun ketika dipikir lagi ternyata kesalahan satu malam bisa membuat penyesalan sepanjang hidup" Marco meneruskan perkataannya sambil menatap Rosa


"dulu aku tidak pernah berfikir untuk menikah, namun ketika melihat sahabatku Damian saat ini menikahi putriku sendiri ada rasa ingin seperti dia, namun dumur begini aku tidak lagi mengharapkan apa-apa" ucap Marco, ia mulai menatap Rosa yang masih mendengar ceritanya


"apa tuan akan menacri istri?, saya bisa mencarinya jika tuan mau, saya punya beberapa kenala wanita yang mungkin tuan sukai" jawab rosa, mendnegar hal itu Marco memalingkan wajahnya dan tersenyum, ia menggeleng yang artinya menolak tawaran Rosa


"jangan panggil aku tuan jika sedang berdua, panggil Marco saja" ucap Marco tersenyum, ia mendelatkan wajahnya kepada Rosa dan menarik tengkuk wanita itu. ya Marco melakukan penytuan bibir mereka dan sedikit memaksa Rosa membuka bibrinya agar dia lebih leluasa bergerak

__ADS_1


"kalau kamu yang aku mau gimana?" ucap Mgarco melepaskan ciu*man mereka dan menatap Rosa, namun wanita itu tidak bergeming sama sekali. masih terkejut dengan gerakan dan serangan dari Marco, jantungnya bahkan saat ini masih berdegup kencang


"tu..an.. tuan...anda.." ucapan Rosa berhenti saat Marco menarik tubuhnya hingga terbaring diatas ranjang, Marco terngiang-ginag dengan leuk tubuh Rosa yang membuat adiknya meronta dari dalam celana. Marco tidak lagi mampu untuk menahan hasratnya


"aku menginginkanmu Rosa.. aku mau kamu yang menjadi istriku!" ucap Marco, ia menatap manik mata wanita itu yang sangat polos dan tubuhnya sedikit bergetar, Marco paham hal itu karna tau bahwa Rosa adalah gadis yang benar-benar polos dan tidak jauh beda dengan putrinya


"tap..tapi.. tuann" ucap Rosa terbata, tidak tau harus melakukan dan mengatakan apa. ini sudah siluar prediksi MBKG pikir Rosa. bagaimana mungkin dia yang seorang remahan renggiang ini mempu bersanding dengan Marco yang notabenya adalah seorang pangeran, sungguh jauh bak langit dan bumi


"tidak usah buru-buru menjawabnya, aku akan menunggu sampai kamu siap untuk menikah tapi jangan lama-lama. aku kasih waktu dua menit untuk menjawab!' ucap Marco. tadinya Rosa sudah senang karna pria itu memberi waktu, namun saat mendengar kata 2 menit, runtuh sudah pujian Rosa


"tu..tuan.. saya tidak pantas bersama anda, carilah wanita lain yang lebih pantas untuk anda" ucap Rosa, dan memang benar yang dia katakan itu mereka berdua terlalu jauh jika dibandingkan. maka lebih baik Rosa menghindar dari awal dari pada nantinya akan dicampakkan juga


"tidak!!.. aku tidak ingin wnaita lain, hanya kamu dan aku ingin kamu yang jadi istriku. ini bukanlah ajakan atau tawaran,namun perintahku dan kamu tidak bisa menolak!' Marco tersenyum namun wajah datarnya itu tetap saja membuat Rosa kikuk dan takut


jika bisaa memaki majikan sendiri, mungkin Rosa akan memaki sekuat tenaga didepan Marco~Othor


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2